Kalau saja Rizal Ramli betul-betul mencalonkan diri sbg capres, baru
namanya ada pilihan di antara calon-calon presiden itu. Mengapa? Karena
dia punya konsep kenegaraan yang jelas dan ada kemauan subyektif
dan berkepribadian untuk memperhatikan kepentingan rakyat pada umumnya
dan berani menolak konsep neo-liberalisme. Jadi akan berbeda dng calon
lainnya. 

Kalau pilihan misalnya antara Jokowi dan SBY itu sih sami-mawon. Jokowi
sendiri juga sudah bilang antara dia dan SBY bedanya dikit aja. Yang
satu mekingking dan lainnya licin berlemak. Sedangkan persamaannya
konsep politik mereka itu sama-sama menjadi pelaksana ide-ide
neo-liberalisme. Artinya sama-sama menuruti konsep kapital-finans
global. Jadi milih elemen yang sama. Untuk apa?

Lusi.-




Am Thu, 22 Mar 2018
11:16:14 +0800 schrieb "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> Enggan Mengemis Cawapres, Rizal Ramli Siap Lawan Jokowi
> Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 07:55 WIB
> 
> Rizal Ramli tak takut beradu ide dan pengalaman dengan Jokowi jika
> pilpres berlangsung dua putaran. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
> 
> 
> 
> Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Koordinator bidang
> Kemaritiman Rizal Ramli mengkritisi politikus yang terlihat seperti
> menjadi pengemis karena hanya mengincar posisi calon wakil presiden
> (cawapres) untuk Pilpres 2019.. Karena itu, ia tak ingin mengikuti
> jejak mereka dan bakal membuat kejutan di pilpres tahun depan
> tersebut.
> 
> Rizal yakin dirinya akan didukung dan dipilih sebagai calon presiden
> (capres) dari poros baru yang lebih suka dia sebut sebagai poros
> rakyat.
> 
> "Kita jangan belajar jadi pengemis. Saya dan tim bekerja sederhana.
> Saya siap buat kejutan di Pilpres nanti sebagai capres dari poros
> rakyat," kata Rizal saat bertandang ke kantor redaksi
> CNNIndonesia.com, Jakarta, Senin (18/3) lalu.
> 
> 
> Ia mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan Ketua Umum
> Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat
> Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rizal menekankan sudah mengutarakan
> keinginannya untuk maju sebagai capres dengan berbagai tawaran dan
> pengalaman untuk membuat SBY dan Prabowo mendukung langkahnya.
> 
> "Rizal Ramli duduk di sini bukan hari ini cita-cita jadi capres. Tapi
> 40 tahun sudah punya pengalaman dan hubungan baik dengan tokoh-tokoh
> bangsa. Jadi kalau Tuhan mengizinkan tidak usah tanya perahunya apa,
> tapi kun fayakun, bisa jadi tiga poros," kata Rizal.
> 
> 
> 
>       Lihat juga: Rizal Ramli: Sebaiknya, Jokowi Berhentikan Menteri
> Enggar 
> 
> 
> 
> Setelah bertemu dengan Prabowo dan SBY, Rizal juga dalam waktu dekat
> juga akan bertemu dengan Jokowi. Mantan Kepala Bulog itu kembali
> menegaskan pertemuannya dengan Jokowi nanti bukan untuk mengemis
> sebagai cawapres, melainkan mengenalkan diri sebagai capres.
> 
> Hal itu karena Rizal menilai, demokrasi akan lebih menarik jika
> disuguhkan tiga poros selain kubu Jokowi dam Prabowo yang sudah
> terbaca peta politiknya nanti. Rizal yakin jika tiga poros terbentuk
> maka pilpres akan berlangsung dua putaran.
> 
> Berbekal elektabilitas yang diyakini Rizal akan terus meningkat
> setelah keliling Indonesia, dia yakin bakal mampu bertarung di
> Pilpres 2019 meski berlangsung dua putaran. Dia pun berani jika
> dihadapkan secara head to head dengan Jokowi di putaran kedua.
> 
> "Kalau sudah dengan Jokowi kita tinggal adu pengalaman dan ide. Saya
> yakin poros Prabowo akan mendukung kita di putaran kedua nanti.
> Tunggu kejutannya," tegas Rizal.
> 
> 
> 
>       Rizal Ramli percaya akan bisa membentuk poros lain di Pilpres
> 2019. 
> 
>       (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
>      
> 
> 
> Pengalaman di pemerintahan Gus Dur
> 
> Rizal mengungkapkan masyarakat di Indonesia akan kembali diingatkan
> pengalaman suksesnya selama pemerintahan Gus Dur. Ia mengaku telah
> melakukan sejumlah terobosan penting baik di bidang ekonomi dan
> politik.
> 
> Selama 21 bulan menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian di
> pemerintahan Gus Dur, ia mengklaim mampu meningkatkan perekomian
> Indonesia dari negatif tiga persen hingga ke positif 4,9 persen.
> Selama itu pula, Rizal mengklaim, juga berhasil mengurangi utang
> negara di pemerintahan Gus Dur, mencapai indeks gini ratio terendah
> (0,31) sepanjang sejarah Indonesia dan menaikkan angka ekspor serta
> menjaga kestabilan harga pangan tanpa lakukan impor.
> 
> "Sayangnya sekarang banyak program Jokowi yang bagus cuma dia
> diintervensi oleh kekuatan luar yang membuat ekonomi Indonesia tidak
> berhasil. Kalau kita presiden pertumbuhan ekonomi bisa sampai 7
> persen dalam dua tahun. 21 bulan zaman Gusdur saja bisa kok dua tahun
> nggak bisa," tutur Rizal.
> 
> 
> 
>       Lihat juga: Rizal Ramli Mengklaim Dirinya Siap Maju Pilpres 2019
>      
> 
> 
> 
> Selain soal pengalaman, berkat warisan jaringan Gus Dur, Rizal
> mengaku mendapat banyak dukungan dari kalangan Islam, khususnya warga
> Nadhlatul Ulama (NU) atau Nahdiyin dan juga masyarakat minoritas
> lainnya. Hal itu terlihat saat Rizal berkunjung ke
> pesantren-pesantren dan juga sejumlah kalangan di beberapa daerah.
> 
> Karena itu dirinya percaya diri menyambut Pilpres 2019 dan maju
> sebagai capres.
> 
> "Rakyat bakal tahu kalau Rizal siap memimpin Indonesia tahun
> 2019-2024," ucap Rizal. (osc)

Kirim email ke