Kekuatan alternatif Rakyat selalu ada. Memang masihpatah-tumbuh hilang-berganti karena terus dilemahkan dengan berbagai cara, mulai dari pecah-belah hingga tuduhan makar. Belum lagi kencangnya isapan jempol: "masyarakat takut perobahan, takut pemimpin baru". Padahal faktanya siapa sih yang kenal Jokowi sebelum hoax mobil esemka? Toh dalam waktu singkat dia langsung melejit jadi presiden baru - lalu isapan jempol pun disebar lagi. Dalam kondisi sekarang, suka atau tidak, Aksi 212 adalah wujud dari salahsatu kekuatan alternatif Rakyat yang berhasil menyentak penguasa. Tapi lihat itu reaksi kaum neolib, mereka sibuk memperlebar masalah dari sekedar anti-Ahok ke masalah intoleransi dan kebinekaan segala. Walhasil dengan bantuan media asingleluasa sekali neolib menuding-nuding Rakyat muslim. Polanya mirip seperti ketika mereka menggelar war on terror maupun saat menyulut Arab Spring. --- lusi_d@... wrote: Nah kalau begitu, selain kaum neo-liberal tidak ada alternatif lain? Di Jakarta yang lalu itu kan karena Ahok mempermainkan pendukungnya. Prinsip yang saya yakini, kalau rakyat sudah yakin dan bangkit, aturan tipu-muslihat kekuasaan apapun yang ada sebelumnya yah tumbang juga.
Am 25 Mar 2018 17:39:10 +0000 schrieb jonathangoeij@ : > dgn adanya presidential threshold 20% itu kemungkinan RR dicalonkan > kok kecil sekali mendekati nol, wkt mau maju pilkada jkt saja tdk ada > yg mencalonkan beliau. > > --- lusi_d@... wrote : > > Kalau saja Rizal Ramli betul-betul mencalonkan diri sbg capres, baru > namanya ada pilihan di antara calon-calon presiden itu. Mengapa? > Karena dia punya konsep kenegaraan yang jelas dan ada kemauan > subyektif dan berkepribadian untuk memperhatikan kepentingan rakyat > pada umumnya dan berani menolak konsep neo-liberalisme. Jadi akan > berbeda dng calon lainnya. > > Kalau pilihan misalnya antara Jokowi dan SBY itu sih sami-mawon. > Jokowi sendiri juga sudah bilang antara dia dan SBY bedanya dikit > aja. Yang satu mekingking dan lainnya licin berlemak. Sedangkan > persamaannya konsep politik mereka itu sama-sama menjadi pelaksana > ide-ide neo-liberalisme. Artinya sama-sama menuruti konsep > kapital-finans global. Jadi milih elemen yang sama. Untuk apa? > > Lusi.- > > > Am Thu, 22 Mar 2018 > 11:16:14 +0800 schrieb SADAR@... : > > > Enggan Mengemis Cawapres, Rizal Ramli Siap Lawan Jokowi > > Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 07:55 WIB > > > > Rizal Ramli tak takut beradu ide dan pengalaman dengan Jokowi jika > > pilpres berlangsung dua putaran. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma). > > > > Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Koordinator bidang > > Kemaritiman Rizal Ramli mengkritisi politikus yang terlihat seperti > > menjadi pengemis karena hanya mengincar posisi calon wakil presiden > > (cawapres) untuk Pilpres 2019.. Karena itu, ia tak ingin mengikuti > > jejak mereka dan bakal membuat kejutan di pilpres tahun depan > > tersebut. > > > > Rizal yakin dirinya akan didukung dan dipilih sebagai calon > > presiden (capres) dari poros baru yang lebih suka dia sebut > > sebagai poros rakyat. > > > > "Kita jangan belajar jadi pengemis. Saya dan tim bekerja sederhana. > > Saya siap buat kejutan di Pilpres nanti sebagai capres dari poros > > rakyat," kata Rizal saat bertandang ke kantor redaksi > > CNNIndonesia.com, Jakarta, Senin (18/3) lalu. > > > > Ia mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan Ketua Umum > > Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat > > Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rizal menekankan sudah mengutarakan > > keinginannya untuk maju sebagai capres dengan berbagai tawaran dan > > pengalaman untuk membuat SBY dan Prabowo mendukung langkahnya. > > > > "Rizal Ramli duduk di sini bukan hari ini cita-cita jadi capres. > > Tapi 40 tahun sudah punya pengalaman dan hubungan baik dengan > > tokoh-tokoh bangsa. Jadi kalau Tuhan mengizinkan tidak usah tanya > > perahunya apa, tapi kun fayakun, bisa jadi tiga poros," kata Rizal. > > > > Lihat juga: Rizal Ramli: Sebaiknya, Jokowi Berhentikan Menteri > > Enggar > > > > Setelah bertemu dengan Prabowo dan SBY, Rizal juga dalam waktu > > dekat juga akan bertemu dengan Jokowi. Mantan Kepala Bulog itu > > kembali menegaskan pertemuannya dengan Jokowi nanti bukan untuk > > mengemis sebagai cawapres, melainkan mengenalkan diri sebagai > > capres. > > > > Hal itu karena Rizal menilai, demokrasi akan lebih menarik jika > > disuguhkan tiga poros selain kubu Jokowi dam Prabowo yang sudah > > terbaca peta politiknya nanti. Rizal yakin jika tiga poros > > terbentuk maka pilpres akan berlangsung dua putaran. > > > > Berbekal elektabilitas yang diyakini Rizal akan terus meningkat > > setelah keliling Indonesia, dia yakin bakal mampu bertarung di > > Pilpres 2019 meski berlangsung dua putaran. Dia pun berani jika > > dihadapkan secara head to head dengan Jokowi di putaran kedua. > > > > "Kalau sudah dengan Jokowi kita tinggal adu pengalaman dan ide. > > Saya yakin poros Prabowo akan mendukung kita di putaran kedua > > nanti. Tunggu kejutannya," tegas Rizal. > > > > Rizal Ramli percaya akan bisa membentuk poros lain di Pilpres > > 2019. > > > > (CNN Indonesia/Bisma Septalisma). > > > > Pengalaman di pemerintahan Gus Dur > > > > Rizal mengungkapkan masyarakat di Indonesia akan kembali diingatkan > > pengalaman suksesnya selama pemerintahan Gus Dur. Ia mengaku telah > > melakukan sejumlah terobosan penting baik di bidang ekonomi dan > > politik. > > > > Selama 21 bulan menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian di > > pemerintahan Gus Dur, ia mengklaim mampu meningkatkan perekomian > > Indonesia dari negatif tiga persen hingga ke positif 4,9 persen. > > Selama itu pula, Rizal mengklaim, juga berhasil mengurangi utang > > negara di pemerintahan Gus Dur, mencapai indeks gini ratio terendah > > (0,31) sepanjang sejarah Indonesia dan menaikkan angka ekspor serta > > menjaga kestabilan harga pangan tanpa lakukan impor. > > > > "Sayangnya sekarang banyak program Jokowi yang bagus cuma dia > > diintervensi oleh kekuatan luar yang membuat ekonomi Indonesia > > tidak berhasil. Kalau kita presiden pertumbuhan ekonomi bisa > > sampai 7 persen dalam dua tahun. 21 bulan zaman Gusdur saja bisa > > kok dua tahun nggak bisa," tutur Rizal. > > > > Lihat juga: Rizal Ramli Mengklaim Dirinya Siap Maju Pilpres 2019 > > > > Selain soal pengalaman, berkat warisan jaringan Gus Dur, Rizal > > mengaku mendapat banyak dukungan dari kalangan Islam, khususnya > > warga Nadhlatul Ulama (NU) atau Nahdiyin dan juga masyarakat > > minoritas lainnya. Hal itu terlihat saat Rizal berkunjung ke > > pesantren-pesantren dan juga sejumlah kalangan di beberapa daerah. > > > > Karena itu dirinya percaya diri menyambut Pilpres 2019 dan maju > > sebagai capres. > > > > "Rakyat bakal tahu kalau Rizal siap memimpin Indonesia tahun > > 2019-2024," ucap Rizal. (osc) >
