dgn adanya presidential threshold 20% itu kemungkinan RR dicalonkan kok kecil 
sekali mendekati nol, wkt mau maju pilkada jkt saja tdk ada yg mencalonkan 
beliau.
 

---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Kalau saja Rizal Ramli betul-betul mencalonkan diri sbg capres, baru
 namanya ada pilihan di antara calon-calon presiden itu. Mengapa? Karena
 dia punya konsep kenegaraan yang jelas dan ada kemauan subyektif
 dan berkepribadian untuk memperhatikan kepentingan rakyat pada umumnya
 dan berani menolak konsep neo-liberalisme. Jadi akan berbeda dng calon
 lainnya. 
 
 Kalau pilihan misalnya antara Jokowi dan SBY itu sih sami-mawon. Jokowi
 sendiri juga sudah bilang antara dia dan SBY bedanya dikit aja. Yang
 satu mekingking dan lainnya licin berlemak. Sedangkan persamaannya
 konsep politik mereka itu sama-sama menjadi pelaksana ide-ide
 neo-liberalisme. Artinya sama-sama menuruti konsep kapital-finans
 global. Jadi milih elemen yang sama. Untuk apa?
 
 Lusi.-
 
 
 
 
 Am Thu, 22 Mar 2018
 11:16:14 +0800 schrieb "'Chan CT' SADAR@... mailto:SADAR@... [GELORA45]"
 <[email protected] mailto:[email protected]>:
 
 > Enggan Mengemis Cawapres, Rizal Ramli Siap Lawan Jokowi
 > Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 07:55 WIB
 > 
 > Rizal Ramli tak takut beradu ide dan pengalaman dengan Jokowi jika
 > pilpres berlangsung dua putaran. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
 > 
 > 
 > 
 > Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Koordinator bidang
 > Kemaritiman Rizal Ramli mengkritisi politikus yang terlihat seperti
 > menjadi pengemis karena hanya mengincar posisi calon wakil presiden
 > (cawapres) untuk Pilpres 2019.. Karena itu, ia tak ingin mengikuti
 > jejak mereka dan bakal membuat kejutan di pilpres tahun depan
 > tersebut.
 > 
 > Rizal yakin dirinya akan didukung dan dipilih sebagai calon presiden
 > (capres) dari poros baru yang lebih suka dia sebut sebagai poros
 > rakyat.
 > 
 > "Kita jangan belajar jadi pengemis. Saya dan tim bekerja sederhana.
 > Saya siap buat kejutan di Pilpres nanti sebagai capres dari poros
 > rakyat," kata Rizal saat bertandang ke kantor redaksi
 > CNNIndonesia.com, Jakarta, Senin (18/3) lalu.
 > 
 > 
 > Ia mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan Ketua Umum
 > Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat
 > Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rizal menekankan sudah mengutarakan
 > keinginannya untuk maju sebagai capres dengan berbagai tawaran dan
 > pengalaman untuk membuat SBY dan Prabowo mendukung langkahnya.
 > 
 > "Rizal Ramli duduk di sini bukan hari ini cita-cita jadi capres. Tapi
 > 40 tahun sudah punya pengalaman dan hubungan baik dengan tokoh-tokoh
 > bangsa. Jadi kalau Tuhan mengizinkan tidak usah tanya perahunya apa,
 > tapi kun fayakun, bisa jadi tiga poros," kata Rizal.
 > 
 > 
 > 
 > Lihat juga: Rizal Ramli: Sebaiknya, Jokowi Berhentikan Menteri
 > Enggar 
 > 
 > 
 > 
 > Setelah bertemu dengan Prabowo dan SBY, Rizal juga dalam waktu dekat
 > juga akan bertemu dengan Jokowi. Mantan Kepala Bulog itu kembali
 > menegaskan pertemuannya dengan Jokowi nanti bukan untuk mengemis
 > sebagai cawapres, melainkan mengenalkan diri sebagai capres.
 > 
 > Hal itu karena Rizal menilai, demokrasi akan lebih menarik jika
 > disuguhkan tiga poros selain kubu Jokowi dam Prabowo yang sudah
 > terbaca peta politiknya nanti. Rizal yakin jika tiga poros terbentuk
 > maka pilpres akan berlangsung dua putaran.
 > 
 > Berbekal elektabilitas yang diyakini Rizal akan terus meningkat
 > setelah keliling Indonesia, dia yakin bakal mampu bertarung di
 > Pilpres 2019 meski berlangsung dua putaran. Dia pun berani jika
 > dihadapkan secara head to head dengan Jokowi di putaran kedua.
 > 
 > "Kalau sudah dengan Jokowi kita tinggal adu pengalaman dan ide. Saya
 > yakin poros Prabowo akan mendukung kita di putaran kedua nanti.
 > Tunggu kejutannya," tegas Rizal.
 > 
 > 
 > 
 > Rizal Ramli percaya akan bisa membentuk poros lain di Pilpres
 > 2019. 
 > 
 > (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
 > 
 > 
 > 
 > Pengalaman di pemerintahan Gus Dur
 > 
 > Rizal mengungkapkan masyarakat di Indonesia akan kembali diingatkan
 > pengalaman suksesnya selama pemerintahan Gus Dur. Ia mengaku telah
 > melakukan sejumlah terobosan penting baik di bidang ekonomi dan
 > politik.
 > 
 > Selama 21 bulan menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian di
 > pemerintahan Gus Dur, ia mengklaim mampu meningkatkan perekomian
 > Indonesia dari negatif tiga persen hingga ke positif 4,9 persen.
 > Selama itu pula, Rizal mengklaim, juga berhasil mengurangi utang
 > negara di pemerintahan Gus Dur, mencapai indeks gini ratio terendah
 > (0,31) sepanjang sejarah Indonesia dan menaikkan angka ekspor serta
 > menjaga kestabilan harga pangan tanpa lakukan impor.
 > 
 > "Sayangnya sekarang banyak program Jokowi yang bagus cuma dia
 > diintervensi oleh kekuatan luar yang membuat ekonomi Indonesia tidak
 > berhasil. Kalau kita presiden pertumbuhan ekonomi bisa sampai 7
 > persen dalam dua tahun. 21 bulan zaman Gusdur saja bisa kok dua tahun
 > nggak bisa," tutur Rizal.
 > 
 > 
 > 
 > Lihat juga: Rizal Ramli Mengklaim Dirinya Siap Maju Pilpres 2019
 > 
 > 
 > 
 > 
 > Selain soal pengalaman, berkat warisan jaringan Gus Dur, Rizal
 > mengaku mendapat banyak dukungan dari kalangan Islam, khususnya warga
 > Nadhlatul Ulama (NU) atau Nahdiyin dan juga masyarakat minoritas
 > lainnya. Hal itu terlihat saat Rizal berkunjung ke
 > pesantren-pesantren dan juga sejumlah kalangan di beberapa daerah.
 > 
 > Karena itu dirinya percaya diri menyambut Pilpres 2019 dan maju
 > sebagai capres.
 > 
 > "Rakyat bakal tahu kalau Rizal siap memimpin Indonesia tahun
 > 2019-2024," ucap Rizal. (osc) 

Kirim email ke