Bung Chan,
Memang ada bahaya, orang kurang pikir masak2, lalu tertarik buka usaha yang
dia
belum pernah menggelutinya. Bisa rugi dan kehilangan rumah dan tanah, kalau
pinjam dari bank. Ini sebenarnya justru dapat digunakan organisasi tani dan
buruh
untuk memperkuat organisasinya, dengan memberikan penerangan dengan pakai
contoh2 kongkrit bahayanya.
Tetapi kalau orang sudah buka usaha dan jalan baik, kalau berhati-hati
perlahan -lahan
membesarkan usahanya dengan mengambil kredit dari bank, dan selalu
diperhitungkan
kesanggupan bayarnya , usahanya kansnya jadi besar dalam waktu beberapa
tahun
bisa terjadi.
Yang perlu utang jangan terlalu besar, terlalu berani dan mau terlalu cepat
membesarkan
usaha. Contohnya Toko Matahari yang usahanya sudah berhasil baik, lalu
utang dari Lippo
luar biasa banyak, untuk buka supermarket di tiap kota besar. Pada suatu
saat tidak dapat
bayar pinjaman dengan bunganya. Sebelumnya sudah tersiar atau ada yang
menyiarkan
(ada yang tuduh Lippo yang menyiarkan) bahwa Matahari kesulitan keuangan.
Lalu nilai
sahamnya jatuh. Lippo yang untung, bisa beli dengan harga murah, dan
Matrahari terpaksa
jual karena tidak bisa bayar.

2018-03-29 10:18 GMT+02:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Yaaa, ... disinilah perbedaan mencolok dengan kondisi di Tiongkok, dengan
> dijalankannya PKT berperan memimpin dan membimbing kemajuan Tiongkok sedang
> di Indonesia tidak ada parti kuat yang berperan! Masalah mengentaskan
> kemiskinan jelas, karena warga miskin TIDAK berdaya merubah nasib! Pertama
> tidak ada dana dan kedua tidak ada pengetahuan teknologi yang memadai, .....
> Kalau saja mereka setelah menggadaikan sertifikat tanahnya ke bank dan bisa
> dapatkan DANA, tentu problem selanjutnya ada tidak yang berkemampuan
> membimbing memperbaiki dan mengembangkan produksi yang dikehendaki???
>
> Tentu saya tidak menyatakan dilihat secara perseorangan, pasti ada saja
> yang berkemampuan dan berhasil! Tapi umumnya, bisa gagal. Jadi, tidak
> seharusnya dilepas begitu saja, ... di TIongkok yang digerakkan adalah
> komite partai desa dan sesuai dengan kebutuhan dikirim tenaga bantuan, baik
> gunakan pensiunan TPRT, maupun teknisi muda baru lulus sekolah, ... Begitu
> cara Tiongkok mendorong dan mengembangkan usaha koperasi-desa yang baru
> dibentuk untuk mengentaskan kemiskinan.
>
> Saya tidak jelas bagaimana mau dan rencana Jokowi konkritnya setelah
> membagikan sertifikat tanah itu, ...
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* ajeg [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, March 29, 2018 2:11 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [GELORA45] Pemberian sertifikat tanah gratis oleh
> Presiden, disambut baik seluruh warga negara
>
>
>
> Ya, Anda memang terlalu baik. Padahal niat Jokowi
> sudah sejelas itu; supaya sertifikat digadaikan ke bank.
>
> Betul, tidak ada salahnya niat & omongan seperti itu
> kalau keluar dari mulut SPG/marketing bank. Tugas
> mereka memang begitu.
>
> Lha Jokowi kan presiden. Tugas presiden adalah
> mempertanggungjawabkan program "sertifikat untuk
> utang" yang dia niatkan ini kalau ada Rakyat yang
> gagal angsur. Taruhlah seperti saat dia mempertanggungjawabkan
> utang PT Lapindo kepada korban lumpur.
>
>
>
> --- SADAR@.... wrote:
>
> Tentu usaha pemerintah membenahi administrasi pemerintah sudah betul dan
> seruan mendekatkan masyarakat dengan bank juga TIDAK ada salahnya! Bahkan
> lebih baik masyarakat bisa menyimpankan uang di bank daripada disimpan
> dibawah ranjangnya!
>
> Yang menjadi masalah kalau pemerintah TIDAK memberi pengarahan dengan
> sebaik-baiknya, setelah warga dapatkan sertifikat tanah, bisa
> “menggadaikan” ke bank, dapatkan dana apa jadinya kalau bukan untuk
> produksi, tapi hanya untuk berfoya-foya, pelihara gundik, ... lalu setelah
> menikmati kebahagiaan hidup seketika bagaimana kehidupan berikut? Hilanglah
> TANAH itu!
>
> Belum lagi kalau ketemu tengkulak licik, ketemu dengan juragan yang memang
> sedang butuh tanah untuk bangun proyek, “MEMBELI” sertifikat tanah mereka
> dengan harga yang sedikit menggiurkan saja, ... bukankah HILANAG tanah
> mereka itu???!!! Lalu bagaimana sikap pemerintah membantu rakyat?
>
> Salam,
> ChanCT
>
> *From:* ajeg
> Ya pastilah masyarakat menyambut baik setiap kerja pemerintah
> yang benar dan berpihak ke Rakyat.
>
> Dalam hal sertifikat tanah, sebenarnya ini kan masalah internal
> pemerintah yang ruwet atau malah mempersulit urusan masyarakat.
> Makanya begitu urusan bisa selesai sebagaimana mestinya (dan
> gratis pula) tentu saja disambut gembira. Memang sudah tugas
> pemerintah kok untuk melayani Rakyat sebagaimana mestinya.
> Mudah, cepat, dan murah. Sukur-sukur gratis. Jadi, pemerintah
> mengerjakan tugas sebagaimana harusnya samasekali bukanlah
> hal yang istimewa.
>
> Masalahnya, Anda terlalu baik mengharapkan para penerima
> sertifikat itu jangan sampai menggadaikan tanahnya, sedangkan
> faktanya Jokowi sendiri terang-terangan meniatkan bagi-bagi
> sertifikat gratis itu untuk digadaikan ke bank:
>
> Jokowi: Sudah Ada Sertifikat Tanah, Silakan Datang ke Bank
> <https://regional.kompas.com/read/2017/05/08/22232321/jokowi.sudah.ada.sertifikat.tanah.silakan.datang.ke.bank.tetapi.hati-hati.>
>
> Kepolosan aeperti inilah yang sering terlihat pada pendukung Jokowi,
> menghamburkan harapan baik tanpa mau melihat kenyataan bahwa
> Jokowinya sontoloyo. Wajar banyak pendukung yang sadar akhirnya
> balik badan.
>
> Karena Anda masih menanyakan tingkat kesadaran masyarakat desa
> di Nusantara, maka saya ulang sekali lagi bahwa sejak awal masyarakat
> keheranan melihat tingkah Jokowi yang dari jaman Gubernur DKI terus
> menggiring masyarakat untuk berurusan dengan bank, bahkan menggiring
> anak sekolah lewat KJP. Padahal, kesadaran konstitusi masyarakat
> menuntut Jokowi bekerja mengembangkan perkoperasian! (waktu itu
> saya beri contoh jalan koperasi yang ditempuh masyarakat desa
> Sidakaton-Sidapurna membawa kesejahteraan yang lebih hakiki dibanding
> kemewahan desa Huaxi).
>
> Nah, sekarang ganti saya yang tanya, sudah setinggi apa tingkat kesadaran
> pendukung Jokowi khususnya yang tinggal di perkotaan maupun di luar
> Indonesia?
>
>
> bonus:
>
> Jokowi: Sertifikat Tanah Bisa Dekatkan Masyarakat ke Bank
> <http://www.liputan6.com/bisnis/read/3231136/jokowi-sertifikat-tanah-bisa-dekatkan-masyarakat-ke-bank>
>
> "Pemerintah berupaya mendekatkan masyarakat kepada akses perbankan.
> Dengan begitu, masyarakat bisa mudah mendapat permodalan dan mendorong
> perekonomian. Salah satu cara yang ditempuh pemerintah ialah mempercepat
> sertifikasi tanah."
>
>
> --- SADAR@... wrote:
>
>
> Yang PERLU menjadi PERHATIAN dengan serius, jangan sampai terjadi warga
> PEMILIK TANAH itu “MENGGADAIKAN” tanahnya dengan sertifikatnya ke Bank,
> usaha produksi yang dijalankan gagal panen, ... TANAH jadi disita bank!
> Warga jadi dengan RESMI KEHILANGAN TANAH!
> Jangan sampai karena diserukan: *“**bahwa dengan mempunyai sertifikat,
> dirinya kini bisa mempunyai modal untuk usaha, karena keberadaan sertifikat
> bisa dijadikan penjamin di perbankan.” * warga setelah mendapatkan dana
> utk usaha, lalu terjadi kehilangan tanah mereka!
>
>
> Saya perhatikan modus demikian inilah yang terjadi dalam belasan tahun
> terakhir ini di Tiongkok daratan dalam usaha mengentaskan kemiskinan di
> desa terbelakang. Hak-guna atas tanah garapan yang sudah dibagikan kesetiap
> petani, digabungkan dalam usaha kerja kolektif kembali. Dengan sendirinya
> setiap petani yang tergabung dalam koperasi-desa itu menjadi PEMILIK SAHAM
> Koperasi-desa sesuai nilai luas hak-guna tanah yg digabungkan dalam
> koperasi itu. Tapi, ... karena kenyataan ada saja oknum pejabat yang NAKAL,
> pejabat yg ditugasi mengurus koperasi-desa itu menggondol kabur dana
> koperasi-desa yang sudah terkumpul. Ditengah jalan koperasi-desa bankrut,
> warga tani jadi kehilangan tanah garapan!
>
> Jadi, untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan itu,
> pemerintah membuat ketentuan-ketentuan pembentukan koperasi desa, dari
> pembentukan pengurus sampai keuangan koperasi, ... untuk menjamin
> koperasi-desa TIDAK bankrut dan merugikan warga petani. Tentu semua
> ketentuan yang baik-baik itu bisa membawakan hasil baik setelah kesadaran
> masyarakat dan pejabat-pejabat juga terawasi dengan baik. Disinilah peran
> komite Partai desa dianggap sangat menentukan dalam usaha mengentaskan
> kemiskinan didesa-desa terbelakang!
>
> Saya tidak tahu bagaimana tingkat kesadaran masyarakat didesa Nusantara
> sekarang ini, juga tidak tahu sampai dimana peran parpol-parpol didesa-desa
> dalam membantu usaha produksi pertanian didesa, ... mudah-mudahan saja
> pemerintah sudah membuat rambu-rambu ketentuan agar dengan menyerahkan
> sertifikat TANAH pada warga itu, *TIDAK* menjadikan banyak warga secara
> resmi *KEHILANGAN TANAH!*
>
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, March 29, 2018 2:02 AM
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/696810/pemberian-
> sertifikat-tanah-gratis-oleh-presiden-disambut-baik-seluruh-warga-negara
> Pemberian sertifikat tanah gratis oleh Presiden disambut baik seluruh
> warga negara
> * Rabu, 28 Maret 2018 18:53 WIB*
> [image: Pemberian sertifikat tanah gratis oleh Presiden disambut baik
> seluruh warga negara]
> *Dokumentasi Presiden Joko Widodo menyaksikan pembagian sertifikat tanah
> kepada 3.630 keluarga di GOR Rudi Rusnawan, Kota Banjar Baru, Provinsi
> Kalimantan Selatan untuk menghindari sengketa lahan, Senin, (26/3/2018).
> (ANTARA / Bayu Prasetyo)*
> *“Senang mas, dan memudahkan anak cucu saya nanti, karena tidak
> susah-susah lagi untuk mengurus sertifikat."*
>
> Malang (ANTARA News) - Pemberian sertifikat tanah oleh pemerintah secara
> gratis kepada warga Malang Raya disambut baik, bahkan beberapa warga
> mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.
>
> Salah satu warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Solikin di Malang, Rabu
> mengaku senang, karena beberapa tahun terakhir pengurusan tanah miliknya
> sangat sulit dilakukan dan membutuhkan biaya yang tidak murah.
>
> Sehingga, kata dia, ketika mendapatkan kuota ikut dalam program ini
> dirinya mengaku kaget, karena selama ini mempunyai keinginan untuk mengurus
> sertifikat namun belum mempunyai uang.
>
> "Senang mas, dan memudahkan anak cucu saya nanti, karena tidak susah-susah
> lagi untuk mengurus sertifikat," kata Solikin, yang ditemui pada acara
> pembagian sertifikat oleh Presiden Joko Widodo di Malang, Jatim, Rabu.
>
> Sama halnya yang diungkapkan Sulis, warga Desa Sumber Sekar, Kabupaten
> Malang yang mengaku program ini sangat bagus karena bisa membantu
> masyarakat dalam kepemilikan tanah, dan membuat warga bisa dipercaya
> perbankan untuk meminjam kredit.
>
> "Ke depan kami ingin program ini bisa lebih diperbanyak lagi, dan semakin
> luas warga yang menerima sertifikat tanah," tuturnya.
>
> Keinginan Sulis agar pemerintah bisa memperluas program ini, diamini oleh
> Imam Basori warga Kecamatan Wajak, Desa Codo, Malang.
>
> "Kalau bisa ada lagi, sebab sangat terbantu, tentunya program ke depan
> harus lebih banyaknya target dan sasaran penerimanya," kata dia.
>
> Ia mengatakan, dengan adanya sertifikat tanah yang diberikan gratis
> pemerintah, masyarakat sudah mempunyai hak hukum atas tanahnya, dan
> memudahkan dalam meminjam modal usaha.
>
> Bu Rokim dari Wajinan, Kabupaten Malang pun mengakui hal itu, *bahwa
> dengan mempunyai sertifikat, dirinya kini bisa mempunyai modal untuk usaha,
> karena keberadaan sertifikat bisa dijadikan penjamin di perbankan.*
>
> Pewarta: Abdul Malik Ibrahim
> Editor: Kunto Wibisono
>
>
> 
>

Kirim email ke