Rencana selanjutnya? Bukan mustahil program 'sertifikat 
untuk digadaikan' ini bersambung dengan peraturan yang
dibuat Jokowi segera setelah dia jadi presiden yaitu, 
membolehkan orang asing memiliki rumah di Indonesia.
---- SADAR@... wrote:

Yaaa, ... disinilah perbedaan mencolok dengan kondisi di Tiongkok, dengan 
dijalankannya PKT berperan memimpin dan membimbing kemajuan Tiongkok sedang di 
Indonesia tidak ada parti kuat yang berperan! Masalah mengentaskan kemiskinan 
jelas, karena warga miskin TIDAK berdaya merubah nasib! Pertama tidak ada dana 
dan kedua tidak ada pengetahuan teknologi yang memadai, .... Kalau saja mereka 
setelah menggadaikan sertifikat tanahnya ke bank dan bisa dapatkan DANA, tentu 
problem selanjutnya ada tidak yang berkemampuan membimbing memperbaiki dan 
mengembangkan produksi yang dikehendaki???  Tentu saya tidak menyatakan dilihat 
secara perseorangan, pasti ada saja yang berkemampuan dan berhasil! Tapi 
umumnya, bisa gagal. Jadi, tidak seharusnya dilepas begitu saja, ... di 
TIongkok yang digerakkan adalah komite partai desa dan sesuai dengan kebutuhan 
dikirim tenaga bantuan, baik gunakan pensiunan TPRT, maupun teknisi muda baru 
lulus sekolah, ... Begitu cara Tiongkok mendorong dan mengembangkan usaha 
koperasi-desa yang baru dibentuk untuk mengentaskan kemiskinan. Saya tidak 
jelas bagaimana mau dan rencana Jokowi konkritnya setelah membagikan sertifikat 
tanah itu, ... Salam,ChanCT
From: ajegYa, Anda memang terlalu baik. Padahal niat Jokowi 
sudah sejelas itu; supaya sertifikat digadaikan ke bank. 

Betul, tidak ada salahnya niat & omongan seperti itu 
kalau keluar dari mulut SPG/marketing bank. Tugas 
mereka memang begitu.

Lha Jokowi kan presiden. Tugas presiden adalah 
mempertanggungjawabkan program "sertifikat untuk 
utang" yang dia niatkan ini kalau ada Rakyat yang 
gagal angsur. Taruhlah seperti saat dia mempertanggungjawabkan 
utang PT Lapindo kepada korban lumpur.


--- SADAR@.... wrote:
  Tentu usaha pemerintah membenahi administrasi pemerintah sudah betul dan 
seruan mendekatkan masyarakat dengan bank juga TIDAK ada salahnya! Bahkan lebih 
baik masyarakat bisa menyimpankan uang di bank daripada disimpan dibawah 
ranjangnya!  Yang menjadi masalah kalau pemerintah TIDAK memberi pengarahan 
dengan sebaik-baiknya, setelah warga dapatkan sertifikat tanah, bisa 
“menggadaikan” ke bank, dapatkan dana apa jadinya kalau bukan untuk produksi, 
tapi hanya untuk berfoya-foya, pelihara gundik, .... lalu setelah menikmati 
kebahagiaan hidup seketika bagaimana kehidupan berikut? Hilanglah TANAH itu! 
Belum lagi kalau ketemu tengkulak licik, ketemu dengan juragan yang memang 
sedang butuh tanah untuk bangun proyek, “MEMBELI” sertifikat tanah mereka 
dengan harga yang sedikit menggiurkan saja, ... bukankah HILANAG tanah mereka 
itu???!!! Lalu bagaimana sikap pemerintah membantu rakyat? Salam,ChanCT
From: ajeg Ya pastilah masyarakat menyambut baik setiap kerja pemerintah 
yang benar dan berpihak ke Rakyat. 

Dalam hal sertifikat tanah, sebenarnya ini kan masalah internal 
pemerintah yang ruwet atau malah mempersulit urusan masyarakat. 
Makanya begitu urusan bisa selesai sebagaimana mestinya (dan 
gratis pula) tentu saja disambut gembira. Memang sudah tugas 
pemerintah kok untuk melayani Rakyat sebagaimana mestinya. 
Mudah, cepat, dan murah. Sukur-sukur gratis. Jadi, pemerintah 
mengerjakan tugas sebagaimana harusnya samasekali bukanlah 
hal yang istimewa.

Masalahnya, Anda terlalu baik mengharapkan para penerima 
sertifikat itu jangan sampai menggadaikan tanahnya, sedangkan 
faktanya Jokowi sendiri terang-terangan meniatkan bagi-bagi 
sertifikat gratis itu untuk digadaikan ke bank:
 Jokowi: Sudah Ada Sertifikat Tanah, Silakan Datang ke Bank
Kepolosan aeperti inilah yang sering terlihat pada pendukung Jokowi, 
menghamburkan harapan baik tanpa mau melihat kenyataan bahwa 
Jokowinya sontoloyo. Wajar banyak pendukung yang sadar akhirnya 
balik badan.

Karena Anda masih menanyakan tingkat kesadaran masyarakat desa 
di Nusantara, maka saya ulang sekali lagi bahwa sejak awal masyarakat 
keheranan melihat tingkah Jokowi yang dari jaman Gubernur DKI terus 
menggiring masyarakat untuk berurusan dengan bank, bahkan menggiring 
anak sekolah lewat KJP. Padahal, kesadaran konstitusi masyarakat 
menuntut Jokowi bekerja mengembangkan perkoperasian! (waktu itu 
saya beri contoh jalan koperasi yang ditempuh masyarakat desa 
Sidakaton-Sidapurna membawa kesejahteraan yang lebih hakiki dibanding 
kemewahan desa Huaxi).
Nah, sekarang ganti saya yang tanya, sudah setinggi apa tingkat kesadaran 
pendukung Jokowi khususnya yang tinggal di perkotaan maupun di luar 
Indonesia? 
bonus:

Jokowi: Sertifikat Tanah Bisa Dekatkan Masyarakat ke Bank
 "Pemerintah berupaya mendekatkan masyarakat kepada akses perbankan. 
Dengan begitu, masyarakat bisa mudah mendapat permodalan dan mendorong 
perekonomian. Salah satu cara yang ditempuh pemerintah ialah mempercepat 
sertifikasi tanah."
  --- SADAR@... wrote: 

Yang PERLU menjadi PERHATIAN dengan serius, jangan sampai terjadi warga PEMILIK 
TANAH itu “MENGGADAIKAN” tanahnya dengan sertifikatnya ke Bank, usaha produksi 
yang dijalankan gagal panen, ... TANAH jadi disita bank! Warga jadi dengan 
RESMI KEHILANGAN TANAH!Jangan sampai karena diserukan: “bahwa dengan mempunyai 
sertifikat, dirinya kini bisa mempunyai modal untuk usaha, karena keberadaan 
sertifikat bisa dijadikan penjamin di perbankan.”  warga setelah mendapatkan 
dana utk usaha, lalu terjadi kehilangan tanah mereka! Saya perhatikan modus 
demikian inilah yang terjadi dalam belasan tahun terakhir ini di Tiongkok 
daratan dalam usaha mengentaskan kemiskinan di desa terbelakang. Hak-guna atas 
tanah garapan yang sudah dibagikan kesetiap petani, digabungkan dalam usaha 
kerja kolektif kembali. Dengan sendirinya setiap petani yang tergabung dalam 
koperasi-desa itu menjadi PEMILIK SAHAM Koperasi-desa sesuai nilai luas 
hak-guna tanah yg digabungkan dalam koperasi itu. Tapi, ... karena kenyataan 
ada saja oknum pejabat yang NAKAL, pejabat yg ditugasi mengurus koperasi-desa 
itu menggondol kabur dana koperasi-desa yang sudah terkumpul. Ditengah jalan 
koperasi-desa bankrut, warga tani jadi kehilangan tanah garapan! Jadi, untuk 
menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan itu, pemerintah membuat 
ketentuan-ketentuan pembentukan koperasi desa, dari pembentukan pengurus sampai 
keuangan koperasi, ... untuk menjamin koperasi-desa TIDAK bankrut dan merugikan 
warga petani. Tentu semua ketentuan yang baik-baik itu bisa membawakan hasil 
baik setelah kesadaran masyarakat dan pejabat-pejabat juga terawasi dengan 
baik. Disinilah peran komite Partai desa dianggap sangat menentukan dalam usaha 
mengentaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang!  Saya tidak tahu bagaimana 
tingkat kesadaran masyarakat didesa Nusantara sekarang ini, juga tidak tahu 
sampai dimana peran parpol-parpol didesa-desa dalam membantu usaha produksi 
pertanian didesa, ... mudah-mudahan saja pemerintah sudah membuat rambu-rambu 
ketentuan agar dengan menyerahkan sertifikat TANAH pada warga itu, TIDAK 
menjadikan banyak warga secara resmi KEHILANGAN TANAH!  Salam,ChanCT 
From: 
j.gedearkahttps://www.antaranews.com/berita/696810/pemberian-sertifikat-tanah-gratis-oleh-presiden-disambut-baik-seluruh-warga-negara

Pemberian sertifikat tanah gratis oleh Presiden disambut baik seluruh warga 
negara
 Rabu, 28 Maret 2018 18:53 WIB Dokumentasi Presiden Joko Widodo menyaksikan 
pembagian sertifikat tanah kepada 3.630 keluarga di GOR Rudi Rusnawan, Kota 
Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghindari sengketa lahan, 
Senin, (26/3/2018). (ANTARA / Bayu Prasetyo)“Senang mas, dan memudahkan anak 
cucu saya nanti, karena tidak susah-susah lagi untuk mengurus sertifikat." 
Malang (ANTARA News) - Pemberian sertifikat tanah oleh pemerintah secara gratis 
kepada warga Malang Raya disambut baik, bahkan beberapa warga mengaku sangat 
terbantu dengan program tersebut.

Salah satu warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Solikin di Malang, Rabu 
mengaku senang, karena beberapa tahun terakhir pengurusan tanah miliknya sangat 
sulit dilakukan dan membutuhkan biaya yang tidak murah.

Sehingga, kata dia, ketika mendapatkan kuota ikut dalam program ini dirinya 
mengaku kaget, karena selama ini mempunyai keinginan untuk mengurus sertifikat 
namun belum mempunyai uang.

"Senang mas, dan memudahkan anak cucu saya nanti, karena tidak susah-susah lagi 
untuk mengurus sertifikat," kata Solikin, yang ditemui pada acara pembagian 
sertifikat oleh Presiden Joko Widodo di Malang, Jatim, Rabu.

Sama halnya yang diungkapkan Sulis, warga Desa Sumber Sekar, Kabupaten Malang 
yang mengaku program ini sangat bagus karena bisa membantu masyarakat dalam 
kepemilikan tanah, dan membuat warga bisa dipercaya perbankan untuk meminjam 
kredit.

"Ke depan kami ingin program ini bisa lebih diperbanyak lagi, dan semakin luas 
warga yang menerima sertifikat tanah," tuturnya.

Keinginan Sulis agar pemerintah bisa memperluas program ini, diamini oleh Imam 
Basori warga Kecamatan Wajak, Desa Codo, Malang.

"Kalau bisa ada lagi, sebab sangat terbantu, tentunya program ke depan harus 
lebih banyaknya target dan sasaran penerimanya," kata dia.

Ia mengatakan, dengan adanya sertifikat tanah yang diberikan gratis pemerintah, 
masyarakat sudah mempunyai hak hukum atas tanahnya, dan memudahkan dalam 
meminjam modal usaha.

Bu Rokim dari Wajinan, Kabupaten Malang pun mengakui hal itu, bahwa dengan 
mempunyai sertifikat, dirinya kini bisa mempunyai modal untuk usaha, karena 
keberadaan sertifikat bisa dijadikan penjamin di perbankan.  Pewarta: Abdul 
Malik Ibrahim
Editor: Kunto Wibisono

   

Kirim email ke