----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sie Tik Tan [email protected] [perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 5 Mei 2018 12.03.54 GMT+2Judul: Re: [perhimpunanpersaudaraan] Fw: [nasional-list] Gatot Nurmantyo: Sakit Saya Kalau Masjid Dilarang Bicara Politik
Bahwa mesjid bisa menjadi tempat untuk pembicaraan politik adalah wajar2 saja, karena agama sebagai bangunan atas dlm kehidupan masyarakat didasari oleh kepentingan2 sosial kemasyarakatan yg bearsumber dari kepentingan kehidupan ekonominya sebgai bangunan bawah. Dari mulai dianggap haramnya babi sampai dng bank Syariah dan aturan2 warisan didasari kepentingan ekonomi. Tapi klaim bahwa semua ilmu berasal dari Kitab Suci dlm hal ini Al Quran dng alasan duluan mana, justru menunjukkan keterbatasan wawasan yg mengatakan nya.Dilihat secara kronologi saja data2 sejarah yg didukung bukti2 catatan2 kuno dan temuan2 arkeologi baik dari Junani kuno, Mesir kuno, Sumeria , India kuno, Tiongkok kuno bahkan dari Amerika kuno sudah ada data2 operasi kepala/ otak.Ramuan obat2-an tradisional sampai mummikasi jenasah , acupuncture , amputasi bagaian badan dll. kedokteran modern saja menganggap dokter Junani dari Kos Hippocrates (460 SM-370 SM) sebagai " Bapak Kedokteran" , sehingga sumpah dokter juga disebut sebagai sumpah Hippocrates.Istilah astronomi yg dikenal internasional juga dari bahasa Junani kuno kombinasi dari ἄστρον=astron=bintang dan νόμος=nomos=hukum. Jadi semua gagasan2 kemanusiaan tidak lain merupakan hasil perkembangan evolusi kemanusiaan itu sendiri sebagai akumulasi hasil2 kolektif anggauta masyarakat sedunia. Verstuurd vanaf mijn iPad Op 5 mei 2018 om 07:50 heeft Chalik Hamid [email protected] [perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]> het volgende geschreven: "Mulai dari ilmu kedokteran asalnya dari Al Quran, ilmu astronomi atau kebintangan, cek saja, penemu kebintangan dan Al-Quran duluan mana," ujarnya. ======= Lho, kok bumi dikatakan rata, bukan bulat??? ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; [email protected] <[email protected]>; Persaudaraan <[email protected]>; Sahala Silalahi <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Jumat, 4 Mei 2018 18.59.26 GMT+2Judul: [nasional-list] Gatot Nurmantyo: Sakit Saya Kalau Masjid Dilarang Bicara Politik https://nasional.tempo.co/read/1085875/gatot-nurmantyo-sakit-saya-kalau-masjid- dilarang-bicara-politik?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1 Gatot Nurmantyo: Sakit Saya Kalau Masjid Dilarang Bicara Politik Reporter: Pribadi Wicaksono (Kontributor) Editor: Juli Hantoro Jumat, 4 Mei 2018 20:23 WIB 0 komentar 21005 - - - - Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta. 23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait polemik masjid yang dikabarkan dilarang untuk membahas politik. "Sakit (hati) saya kalau ada yang bilang masjid dilarang untuk bicara politik," ujar Gatot Nurmantyo saat mengikuti dialog di masjid Kampus UGM Yogya, Jumat 4 Mei 2018. Gatot menuturkan yang menyampaikan larangan masjid agar tak dipakai untuk membahas politik ada dua golongan. Pertama kalau orang itu beragama Islam artinya dia tidak tahu tentang agama. Dan golongan kedua kalau dia bukan umat Islam artinya orang itu sok tahu tentang agama Islam. "Rasullulah saja berbicara masalah politik pemerintaham di Raudah," ujar Gatot. Baca juga: Pengamat: Ingin Nyapres, Gatot Nurmantyo Harus Punya Rp 7 Triliun Gatot Nurmantyo menambahkan Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam. Sehingga di dalam Al Quran, ujar Gatot, memuat berbagai ilmu yang kini turunannya sangat banyak dalam berbagai bidang kehidupan. "Mulai dari ilmu kedokteran asalnya dari Al Quran, ilmu astronomi atau kebintangan, cek saja, penemu kebintangan dan Al-Quran duluan mana," ujarnya. Termasuk juga, ujar Gatot, ilmu tentang pemerintahan dan politik juga ada di Al Quran. Dengan kondisi itu maka Gatot menyatakan kalau pembicaraan politik dilarang dalam masjid, padahal isi Al Quran itu tentang manusia selalu terkait politik, ia pun bingung bagaimana selanjutnya harus bersikap. "Seorang muslim itu melakukan ibadah apa pun juga meniru rasulnya, Nabi Muhammad," ujarnya. Gatot menuturkan, ketika rasul itu berbicara tentang pemerintahan atau tentang politik di Raudah di Masjid Nabawi, namun hal itu dilarang ditiru tentu akan membingungkan. "Seharusnya yang dilarang bukan bicara politik di masjid, tapi bicara yang mengadu domba, mengajak yang tidak benar, itu baru benar," ujar Gatot. Baca juga: PAN Anggap Gatot Nurmantyo Patut Diperhitungkan di Pilpres 2019 Toh, Gatot Nurmantyo mengatakan, politik itu tujuannya mulia, hanya sering disalahartikan saja. "Jadi perlu diluruskan soal polemik masjid dilarang untuk bicara politik ini, nanti kalau itu terjadi orang akan takut ke masjid," ujar Gatot Gatot Nurmantyo pun meyakini polemik soal masjid dilarang untuk bicara politik itu hanya isu, bukan terjadi sebenarnya. "Tidak mungkin pemerintah melarang (masjid untuk bicara politik) itu, nggak mungkin, itu hanya isu saja," ujarnya. Perbincangan soal boleh tidaknya obrolan politik di tempat ibadah muncul setelah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan politik harus disisipkan dalam acara keagamaan atau pengajian. Amien menyampaikan hal itu dalam peringatan satu tahun Ustazah Peduli Negeri di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. “Ini dalam rangka ulang tahun ustazah peduli negeri, pengajian disisipkan politik itu harus,” ujar Amien.
