Israel itu segede upil, tapi imperialis besar pun 
tunduk pada zombie, eh zionis ini. US & UK 
dipupuk menjadi pudelnya. 

Israel's Nuclear Arsenal Might Be Smaller And More Strategic

--- jetaimemucho1@... wrote:  
    Nah, anda tetap ngotot MENOLAK HAK membela kedaulatan nasional, membela 
dignity negara yang berdaulat, tidak perduli negeri kecil atau besar!! Anda 
menitikberatkan pada masalah GEOGRAFIS, bukan masalah POLITIKNYA!! anda 
memungkiri bahwa HAKEKAT hujatan anda pada percobaan senjata nuklir Korut dan 
menyetujui sanksi ekonomi AS adalah supaya Korut menuruti keinginan AS dan juga 
Tiongkok untuk MENGHENTIKAN PERCOBAAN SENJATANYA...TUNTUTAN INI JELAS 
DIKEMUKAKAN TRUMP!!! ANDA TETAP MENUDUH KARENA KORUT NEGERI KECIL, MAKA JANGAN 
MAIN-MAIN DENGAN NUKLIR!!! ANDA MENGANGGAP PERCOBAAN SENJATA KORUT ITU SEBAGAI 
"MAIN-MAIN" DENGAN NUKLIR!!!  JADI HANYA NEGERI BESAR YANG BOLEH "MAIN-MAIN'" 
DENGAN NUKLIR???? Ketakutan anda Korut akan memulai perang nuklir adalah karena 
anda tidak percaya dan menganggap Korut BISA memulai perang nuklir!! Karena 
anda sudah begitu benci kepada Kim Yong UN sehingga mencurigainya sebagai setan 
yang bisa memulai perang nuklir!! Tapi tak sepatah katapun anda mengutuk AS 
yang terus mengancam untuk menghancurkan Korut!!!Padahal di dunia rakyat dan 
organisasi progresif mengutuk AS dan mendukung KORUT!!! Itulah bedanya anda 
dengan rakyat dan organisasi2 progresif itu!! Bukan kebetulan anda berada 
dipihak AS!! Sikap itu lahir karena pikiran anda sendiri yang revisionis!!!  
Sudah tentu orang berjuang untuk menang, tapi tidak berarti, walaupun kondisi 
dan keseimbangan kekuatan masih ada dipihak musuh, lantas rakyat mengorbankan 
dignitynya untuk menjilat pantat imperialis!!! Tak perlu anda sok ngomong 
rakyat tak berdosa jatuh jadi korban segala!!! Lihat rakyat Palestina 
sekarang!!! rakyat tak berdosa sudah tak terhitung yang mati!!! Toh mereka 
terus melancarkan perjuangannya!!!Itulah namanya membela dignity kemanusiaannya 
dan hak kedaulatan negaranya!! Pasti anda tidak ngerti akan semangat membela 
dignity dan kedaulatan nasional,  karena anda sudah lama mencium pantat kaum 
revisionis dan imperialis!!!
Anda pikir perang nuklir tercegah karena Khrushtjov menarik rudalnya dari 
Kuba!!! Padahal, tak seorangpun yang bisa mengatakan bahwa PERANG NUKLIR AKAN 
MELETUS SEANDAINYA RUDAL TIDAK DITARIK DARI KUBA!!!Yang jelas dengan tunduknya 
Khrushchov kepada AS, maka AS terus melakukan sabotase di dalam negeri yang 
banyak makan korban..DAN MENERUSKAN BLOKADENYA...Hanya karena Kuba teguh 
membela kedaulatannya DAN SIAP MATI, maka sampai sekarang AS TIDAK BERANI LAGI 
MELAKUKAN AGRESI LANGSUNG!!! Bukan soal BERDARAH DINGIN ATAU BERDARAH PANAS!!! 
ANDA TIDAK KENAL ORANG KUBA, TIDAK KENAL PARA PEMIMPINNYA FIDEL DAN EL CHE!! 
JANGAN SOK TAHU!!! KUBA MEMBANTU ANGOLA DENGAN MENGIRIM PASUKAN UNTUK MELAWAN 
REZIM APARTHEID!! EL CHE. SEBELUM KE BOLIVIA, JUGA ADA DI AFRIKA...JANGAN 
MUNAFIK!! SEKARANG  IKUT MEMUJI KUBA YANG KECIL YANG MEMBELA KEDAULATANNYA, 
SETELAH MENGATAKAN NEGERI KECIL HARUS BERJUANG MELIHAT KONDISINYA!! DASAR 
MUNAFIK!!! MEMUAKKAN!!!
On Tuesday, May 15, 2018 2:26 PM, Chan CT wrote:Negara kecil harus berjuang 
sesuai dengan KONDISI negara KECIL! TIDAK ada yang bilang karena negara kecil 
TUNDUK saja pada AS! TIDAK! Tetaplah berjuang dengan cara-caranya sesuai 
kondisi negara kecil, ... Yang saya bilang negara kecil, jangan bermain-main 
dengan nuklir, salah-salah bisa terjadi maut membunuh habis RAKYATnya sendiri, 
... yang MUTLAK harus dicegah dan jangan sampai terjadi! Karena kita berjuang 
untuk MENANG, bukan hancur-hancuran tanpa peduli berapa besar rakyat tak 
berdosa jatuh jadi KORBAN, ...! Boleh saja anda salahkan Krushchove menarik 
rudalnya dari Cuba, ... tapoi, KENYATAAN perang nuklir berhasil diredam, TIDAK 
TERJADI yg bom ATOM yang akan MEMBUNUH RAKYAT CUBA dan memusnahkan Cuba! Tapi, 
anda juga TIDAK BISA menyangkal, sekalipun tanpa nuklir, setelah tahun 1962 
Cuba kecil dibawah pimpinan Fidel Castro, ... TETAP BERLAWAN melanjutkan 
perjuangan dengan cukup baik! Itu yang saya bilang, negara kecil bisa tetap 
berjuang PERTAHANKAN KEDAULATAN dan melawan ketidak adilan imperialisme AS! 
Bukan seperti nenek dalam tempurung yang BERDARAH-DINGIN, tanpa gunakan 
strategi-taktik perjuangan dengan baik, membabi-buta maju main seruduk ANGKAT 
SENJATA, tanpa perhitungkan jutaan rakyat bisa jatuh KORBAN, ... Mengenai 
kenyataan Tiongkok yang sedang menempuh jalan Sosialisme berkarakter Tiongkok 
itu, biarlah kita sama-sama mengamati dan menyaksikan sendiri sepanjang sisa 
hidup kita masing-masing saja, TIDAK perlu diperdebatkan yang tiada 
berkesudahan, buang waktu dan energi saja. TIDAK ada gunanya! Begitulah prinsip 
KEBENARAN teori diuji dalam PRAKTEK! From: Tatiana Lukman   Ha...ha..ha mencoba 
bersilat lidah untuk memungkiri sifat pro-imperialis yang sudah dengan jelas 
tercermin dari dukungannya kepada sanksi AS terhadap Korut dan menentang hak 
Korut untuk mengembangkan segala macam senjata termasuk nuklir!! Alasannya: 
Korea negeri kecil, tidak ada wilayah cukup luas....!!! Alasan geografis!!! 
Artinya kalau kamu dari negeri kecil, sudah jangan sok membela kedaulatanmu, 
tunduk saja pada AS, jangan nantang-nantang AS???!!! Itu lah logika orang 
revisionis pro imperialis!!! Sama sekali si remo Chan ini tidak mengerti Hak 
tiap negeri, besar dan kecil, untuk membela kedaulatan nasionalnya!!! Kuba, 
negeri kecil, hanya dengan 9 juta penduduk, berani menantang AS dan melancarkan 
Revolusi dan membangun sistim yang mereka pilih sendiri... Ketika terjadi 
krisis rudal tahun 1962, Fidel Castro dan El Che marah besar kepada Khrushchov 
yang tunduk kepada tuntutan KENNEDY dengan menarik rudalnya dari Kuba!! Nah, 
itulah sikap orang revisionis!!! Takut pada ancaman imperialis!! Sedangkan 
rakyat Kuba sendiri bersedia mati membela kedaulatannya, bersedia lenyap dari 
permukaan bumi demi membela dignity dan hak menentukan jalan dan sistim yang 
dipilihnya!! Sama sekali bukan soal saya TIDAK BERHASIL MEMBACA PENDAPAT ORANG 
LAIN DENGAN BAIK!!! Saya baca dengan SANGAT BAIK, DAN MAMPU MENGENALI 
PERNYATAAN ORANG REVISIONIS, PENGECUT MENGHADAPI IMPERIALIS, PERSIS SEPERTI 
KHRUSHCHOV!!!Bagaimana dengan perlawanan rakyat Palestina melawan zionisme 
Israel???? Sudah tak terhitung lagi korban yang mati termasuk anak-anak, 
ditambah lagi ribuan yang meringkuk di penjara, tak punya senjata, hanya batu, 
ketapel, TAPI PUNYA KEBERANIAN DAN SEMANGAT PENGORBANAN TAK TERHINGGA UNTUK 
MEMBELA KEDAULATANNYA, HAK UNTUK EXIST SEBAGAI MANUSIA YANG BERBANGSA!!! Kalau 
menuruti logika orang revisionis , kecil nyalinya menghadapi imperialis AS 
serta anteknya, zionisme Israel, maka harusnya rakyat Palestina tidak perlu 
turun kejalan, melawan agresi dan penghinaan teroris nomer satu di dunia!!! 
Begitulah logika orang revisionis!!!! Mengungkit Nixon ke Tiongkok, seolah-olah 
Nixon melakukannya  sebagai hasil kemenangan AS!! Nah, kelihatan lagi piciknya 
orang remo ini yang sangat meremehkan hasil pembangunan Tkk di bawah Mao. 
Justru karena sikapnya yang sebenarnya sangat meremehkan pembangunan Tkk di 
bawah Mao, maka tidak mampu menilai bahwa Nixon begitu karena sudah terbukti 
blokadenya kepada Tkk sosialis GAGAL! Seperti juga sekarang Trump mau bicara 
dengan Kim Yong Un, setelah dia melihat kemampuan Korut menciptakan senjata 
yang bisa menghancurkan wilayah AS dan juga setelah melihat bahwa Korsel juga 
menginginkan perdamaian dengan Korut!!!Hanya orang remo dan pro imperialis yang 
tidak mampu melihat bahwa percobaan nuklir Korut bukan main-main atau 
sok-sokan. Tapi merupakan upaya membela kedaulatan nasionalnya!! Jadi AS tidak 
pernah dengan SUKA RELA menghormati kedaulatan negara yang bertentangan dan 
melawan politik tongkat komandonya. Lihat pengalaman Irak dan Libia!!!  Saya 
bilang Chan sangat meremehkan Tkk sosialis, itu bukan tuduhan seenak wudel 
sendiri!! Jangan lupa si Chan menamakan sosialisme di bawah Mao sebagai 
perataan "kemiskinan" dan rakyat bekerja mati-matian membangun sosialisme 
dianggap si Chan sebagai "penghisapan"!!! Itu sudah keterlaluan!!!Jadi kalau 
dia kadang-kadang "terpaksa" menulis seolah-olah memuji pembangunan Mao, itu 
hanyalah lip service saja!! Tak mungkin orang yang dengan jujur dan tulus 
mengakui hasil pembangunan di bawah Mao, bisa memfitnah Sosialisme sebagai 
"perataan kemiskinan" dan kerja keras rakyat sebagai penghisapan!!! Nah, 
sekarangpun tetap berkaok-kaok seolah-olah yang runtuh adalah Sosialisme!! 
Persis seperti Iwamardi yang menganggap Sosialisme runtuh karena kediktaturan 
proletariat!! Kedua-duanya ngawur, tidak ingin mengakui bahwa Revisionismelah 
yang menyelewengkan sosialisme!!! Revisionisme bisa mengalahkan sosialisme 
justru karena dalam pembangunan sosialisme , perjuangan kelas masih terus 
berlangsung, bahkan dalam Partai Komunis itu sendiri!! Adanya revisionisme yang 
diwakili oleh para dedengkotnya seperti Khurshchov, Liu shao qi dan Deng 
xiaoping justru membuktikan anggota sebuah partai komunis tidak OTOMATIS 
mempunyai ideologi komunis!!! Lihat saja PKI!! Bahkan orang PKI di luar negeri 
yang tidak kena siksaan, tidak kelaparan, toh bisa meninggalkan keyakinannya 
dan berpihak kepada kelas penguasa!!!!Jadi kenapa heran Khrushchov, Liu-Deng, 
mengkhianati sosialisme dan dengan teori revisionismenya menghancurkan 
sosialisme!!!????
On Tuesday, May 15, 2018 4:03 AM, Chan CT wrote:  Nenek yang satu ini sudah 
TIDAK BERHASIL membaca pendapat orang lain dengan baik, ...! Orang sudah 
memberi jawaban jelas, hanya karena tetap berbeda pendapat saja lalu dianggap 
TIDAK menjawab pertanyaannya???  Dalam hal percobaan nuklir, sejak awal saya 
sudah berpendapat, Korut sebagai negara KECIL, tidak ada syarat spt Tiongkok 
terdapat wilayah cukup luas jauh dari penduduk untuk mengembangkan senjata 
nuklir! Apalagi dengan sikap nantang-nantang Trump untuk lancarkan perang 
nuklir, itu namanya GEGABAH mempertaruhkan nyawa RAKYAT Korea dan, ... rakyat 
Tiongkok timur-laut juga terancam radiasi-nuklir yang akan terjadi! Oleh karena 
itu RRT TEGAS dan BERKERAS meneentang Korut mengembangkan senjata nuklir! Kalau 
saja sikap menentang Korut mengembangkan senjata nuklir ini, yang kebetulan 
sejalan dengan AS, dikatakan pro imperialisme AS, yaa, terserah saja! Padahal 
kenyataan masih banyak hal bisa dan akan terjadi sejalan, bekerja sama dalam 
satu kesatuan kontradiksi yang bertentangan antara RRT-AS dan nampaknya TIDAK 
bisa dimengerti nenek yang satu ini! Taunya dan maunya masih tetap PERANG saja? 
Hehehee, ... Nenek dalam tempurung ini, TETAP TIDAK berhasil melihat PERUBAHAN 
situasi setelah tahun 1972, dimana Nixon terpaksa datang ke Beijing bersamalan 
dengan Ketua Mao, dan terjadi perubahan BENTUK PERJUANGAN didunia, khususnya 
RRT vs AS! Lho, ... memang sesweorang TIDAK BOLEH mempertahankan pendapatnya 
sendiri? Harus nuruti pendapat nenek yang satu ini, baru tidak ngotot??? 
Sebaliknya, dimata saya andalah yang NGOTOT dan kepala-batu! DIjaman sekarang 
masih saja merindukan negara sosialis yang sudah lebih 20 tahun yl roboh dengan 
sendirinya itu! Hehehee, ...
From: Tatiana Lukman  Sekarang tidak ngaku pro-imperialis AS!!?? Kenapa tidak 
jawab PERNYATAAN SAYA ITU ketika Korut masih melakukan terus menerus percobaan 
nuklirnya?? Ketika itu saya sudah berkata anda pro-imperialis AS karena 
mendukung SANKSI AS dan karena MENYALAHKAN Korut dan menganggap percobaan 
nuklir Korut membahayakan perdamaian dunia! Padahal saya bilang itu adalah hak 
Korut untuk membela kedaulatannya dan saya bandingkan dengan Tkk yang juga 
meledakkan nuklirnya untuk menghancurkan monopoli nukilir oleh AS dan Remo 
Soviet!! Anda bahkan menghina Kim Yong UN secara personal, saking bencinya anda 
kepada DIA!!! 
Kemudian soal RBKP yang menyasar pada kaum revisionis yang mengambil jalan 
kapitalis... Sudah berkali-kali saya bilang logika anda tidak jalan!! Orang 
yang berpikir waras akan melihat dengan mudah sekali bahwa  apa yang anda 
bilang "tuduhan" kepada para pengambil jalan kapitalis adalah sebuah 
KEBENARAN... buktinya terlihat  jelas dalam sistim kapitalis di Tiongkok 
sekarang!! Mengapa bung Tik bilang anda orangnya NGOTOT!! Inilah buktinya!! 
sudah begitu jelas sistim kapitalis yang dibangun Deng, toh anda masih NGOTOT 
SEOLAH-OLAH SOSIALISME MASIH JAYA DI TIONGKOK!! TAPI DIMINTA MENUNJUKKAN 
UNSUR-UNSUR SOSIALIS , ANDA BILANG PLANIFIKASI ... INDONESIA JUGA PAKAI 
PLANIFIKASI, APAKAH INDONESIA JUGA SOSIALIS!!
Kelihatan lagi logika anda tidak jalan dalam menanggapi tulisan bung Djie. Anda 
tidak mampu membedakan kapitalisme di Belanda dengan kapitalisme di Tiongkok. 
Banyak kaum kapitalis Tiongkok yang berhasil menjadi kaya raya, merangkap 
menjadi anggota PKT, dan keberhasilannya bersandar kepada fasilitas yang 
didapat dari jabatan politiknya, bukan karena kelihaiannya sebagai 
entrepeneur.. Contohnya adalah desa "komunis" yang anda banggakan itu!!! On 
Monday, May 14, 2018 3:33 AM, Chan CT wrote:
 Apanya pemutar balikkan??? Bahwa keputusan akhir ditetapkan oleh Kim tentu 
saja begitu! Boleh-boleh saja menganggap percobaan nuklir Korut sudah BERHASIL 
dan boleh dihentikan, ... dan keputusan itu sesuai dengan tujuan yang hendak 
dicapai Tiongkok, untuk bersama-sama duduk dimeja perundingan agar menghentikan 
ketegakan perang nuklir yang setiap saat bisa meledak itu! Dan, ... dicapainya 
keputusan Kim yang bijaksana itu juga TIDAK bisa mengabaikan kebijakan politik 
Xi dalam perundingannya dengan Kim yang nampaknya BERHASIL terjadi kesepakatan 
bersama! Coba saja lihat bagaimana gembiranya wajah Kim saat bersalaman dengan 
Xi, dan kemudian dilanjutkan pertemuan ke-2 di Da Lian itu, ....... nampak 
jelas adanya kesepakatan bersama untuk kepentingan RAKYAT kedua negara, 
RRT-Korut dan semenanjung Korea!  Memangnya siapa yang PRO-imperialis AS??? 
Bukankah keberhasilan perundingan Xi-Kim itu JUSTRU menggagalkan politik Trump 
yang hendak bikin onar, kegaduhan bahkan ancaman perang-nuklir di Korea, ... 
apanya yang pro imperialis AS?  From: Tatiana Lukman  Pemutar balikkan dan 
interpretasi picik seorang revisionis PRO IMPERIALIS  yang TIDAK MAU MENGAKUI 
BAHWA KEADAAN SEKARANG ADALAH JUSTRU HASIL DARI POLITIK KIM YONG UN!! Dan itu 
dicerminkan oleh Putin yang mengakui ketepatan dan kepandaian KIM YONG UN dalam 
mengatasi ancaman perang AS!! Korut menghentikan percobaan nuklir BUKAN KARENA 
MEMENUHI TUNTUTAN IMPERIALIS AS DAN REVISIONIS TIONGKOK!!  Korut 
menghentikannya, KARENA SUDAH TERCAPAI  TUJUAN DALAM PERCOBAAN SENJATA 
NUKLIRNYA!!!!On Sunday, May 13, 2018 3:44 PM, Chan CT wrote:
 
BETUUUL, bung Djie, ... yang saya ketahui di Tiongkok pada awal mengembangkan 
kapitalis dan mengundang masuk modal-asing ditahun 1980 juga begitu, pemerintah 
memberikan keloggaran bebas pajak diawal 2 tahun dan dengan sewa tanah murah, 
dan tentunya juga dengan dapatkan upah buruh yg ketika itu terhitung sangat 
MURAH, ... orang bilang kalau saja manajemen nya beres dan bagus, jalankan 
usaha apa juga jadi UNTUNG! Tentu kalau tidak ada rangsang kuat begitu, 
bagaimana kapitalis berani masuk, mengingat masa RBKP bukan saja klas kapitalis 
diganyang/dibasmi, lha kader-kader yang dituduh “penempuh jalan kapitalis” saja 
diganyang habis-habisan! Baru beberapa tahun kemudian pemerintah 
berangsur-angsur menaikkan pajak keuntungan dan, .... adanya upah minimum 
buruh/pekerja. Akhirnya 8 tahunan terakhir ini dirasakan banyak pengusaha 
ongkos produksi di Tiongkok, khususnya di pesisir selatan, Guang Zhou, Shen 
Zhen juga di Fu Jian, Xia Men sudah terlalu mahal. Banyak yg harus hijrah ke 
pedalaman barat-laut atau keluar ke VietNam, Kamboja, Laos, termasuk Indonesia, 
........ Kalau di Indonesia, nampak sangat jelas ada permainan politik anti 
TIongkok yang sedang berusaha kembangkan “Jalan Sutera”, “OBOR” nya untuk 
melawan hegemoni imperialisme AS didunia, ... pertarungan masih berlangsung dan 
tentu kesulitan masih cukup besar harus dihadapi Tiongkok. Sudah bagus 
perkembangan Korea-Utara yg akhirnya bisa menghentikan percobaan nuklir dan 
bersedia duduk dimeja perundingan dengan Korsel, AS, ... meredakan ketegangan 
disemenanjung Korea itu! Sedang Jepang juga nampaknya siap memperbaiki kembali 
hubungan dengan RRT, melanjutkan kembali perbaiki perdagangan ekonomi dengan 
kebawahkan persengketaan pulau Diao Yu yg 4 tahun terakhir ini bikin tegang, 
........!  Salam,ChanCTFrom: kh djieBung Chan, Di negeri Belanda itu banyak 
usaha2 perseorangan, yang didorong maju dan dibantu pemerintah.Usaha perorangan 
ini selain dapat bebas pajak selama 3 tahun, juga boleh melaporkan 
kerugianusahanya dalam 3 tahun pertama, yang akan diganti kantor pajak, setelah 
diteliti dulu di tempat,diperiksa semua administrasinya. Jadi ya seperti bayi, 
ya permulaan perlu dibantu dulu, sampai bisajalan dan lari......Kalau orang 
sudah punya kerja, tetapi dia nyambi buka usaha sendiri, kerugiannya bisa 
dipotongkanpada penghasilan tetapnya, dan setelah itu baru dipajaki.Tidak tahu 
apa di Indonesia apa ada sistim seperti ini.Masalah pabrik pupuk Kalimantan 
Timur, pemerintah perlu selidiki benar2 apa terjadi salah kontrak dengan 
Pertamina, karena ini adalah industri yang sangat penting (tidak tahu apa sudah 
termasuk industri strategis yang perlu dibantu dengan pinjaman uang berbunga 
sangat rendah), agar hasil2 pertanian naik, dan tidak perlu import, yang 
menghabiskan devisa.Salam,KH


   

Kirim email ke