Yang menjadi masalah tentu PERAN Pemerintah yang berkuasa! Bagaimana
Pemerintah yang berkuasa itu memperjuangkan KEPENTINGAN RAKYAT banyak,
.... sebatas mana pasar bebas itu dijalankan dan kapan pemerintah turun
tangan mengendalikan dengan baik, agar tetap kepentingan rakyat banyak
TIDAK DIRUGIKAN! Itu saja masalahnya, ...
Begitu juga dalam menghadapi "BANTUAN" IMF/WB, atau darimanapun
datangnya "BANTUAN" itu, bukan serta-merta harus ditolak, tapi bagaimana
pemerintah yang berkuasa itu bisa TETAP pertahankan kedaulatan dengan
menerima "BANTUAN" itu! Jangan mau apalagi membiarkan dirinya
dicocok-hidung oleh pemberi "bantuan", siapapun dia! Artinya, begitu
juga dalam menghadapi "BANTUAN" atau konkritnya PINJAMAN atau investasi
modal yang datang dari RRT. Sama saja, pelajarilah baik-baik subjeknya,
dan pertimbangkankan kepentingan bangsa dan rakyat banyak, ... terimalah
kalau menguntungkan dan tolaklah kalau dianggap merugikan.
Yang penting, jangan teruskan terjadi persekongkolan sementara pejabat
dengan pengusaha asing utk merampok habis-habisan harta kekayaan bumi
alam Indonesia! Berjuanglah dihentikan dan akhiri secepat mungkin, ...
Baguuus Jokowi sudah berhasil membubarkan Petral, ... hentikan
tunjangan/subsidi BBM dan gunakan dana itu utk bangun infrastruktur!
Tapi belum berhasil menyelesaikan Freeport yang nampaknya sangat alot
itu! Nampaknya kepentingan AS yg hendak dipertahankan kuat-kuat utk
pertahankan dasar ekonomi AS sendiri yg sudah makin goyah itu??? Setelah
tergempur dengan keberhasilan Tk mengajak makin banyak transaksi dagang,
khususnya minyak di Arab dan Amerika-Latin, bahkan Eropah mulai
meninggalkan USDollar dan langsung gunakan Yen RMB!
Salam,
ChanCT
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 11/6/2018 22:49 寫道:
Bung Chan, dalam pengertian yang murni sudah tentu yang namanya PASAR
BEBAS tidak ada bahkan di US sekalipun tidak. Ambil contoh sederhana
penetapan minimum wage (atau di Indonesia namanya UMR) sudah
menunjukkan pembatasan pada pasar bebas, sedemikian juga fiscal policy
menunjukkan adanya intervensi pemerintah seperti contohnya pengenaan
tarif pada barang2 import tertentu. Dalam konteks seperti ini sudah
tentu pasar bebas tidak ada, tidak pernah ada, dan lebih merupakan
utopia daripada kenyataan.
Tetapi yang dimaksud ibu Tatiana atau kritik yang dilancarkan beliau
adalah aset2 negara/rakyat yang dikuasai modal asing ataupun
segelintir/sedikit modal dalam negeri karena bagaimanapun juga
institusi ekonomi masih belum benar2 terbangun dengan baik tetapi
telah terkuras sedemikian rupa. Contoh jelas dan nyata dalam hal ini
adalah penguasaan pertambangan emas di Papua ataupun perkebunan2
kelapa sawit, kereta cepat, juga semen kendeng, masih banyak sekali
contoh yang lain tetapi yg saya sebutkan yg pernah didiskusikan dengan
meriah dimilis ini.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Dasar nenek yang satu ini hanya bisa ngomel saja tanpa dasar! Seperti
angin sepoi-sepoi yang ditiupkan bung Nesare itu, TIDAK ADA itu pasar
bebas! Yang ada hanya bebas relatif saja, masalahnya bebas untuk
kepentingan RAKYAT banyak atau kapitalis-monopoli saja, Dan, ...
menurut saya yang BENAR ya harus ada perpaduan ekonomi pasar kapitalis
dengan ekonomi berencana (penuh) sosialisme itu, dengan adanya
keseimbangan antara perencanaan dengan kesesuaian jalannya pasar yang
ada, akan membuat ekonomi nasional maju lebih CEPAT! Itulah KENYATAAN
yang terjadi di Tiongkok dalam waktu 40 tahun terakhir ini!
Masalah "bantuan" IMF/BD boleh-boleh saja kita gunakan, yang lebih
penting bagaimana kedaulatan negara TETAP dipertahankan, jangan mau
dicocok hidung harus nuruti kehendak mereka saja! "Bantuan" digunakan
sebaik-baiknya untuk percepat bergulirnya roda ekonomi nasional,
begitulah Deng diawal mula jalankan politik Reformasi dan Keterbukaan
juga dengan berani menggunakan "bantuan" IMF/BD itu.
IMF/BD dalam memberi "bantuan" menjalankan motif imperialisme AS,
rakyat juga tetap bisa gunakan "bantuan" mereka untuk perkuat diri
sendiri! Bodoh kalau menolak mentah-mentah dan justru disinilah bentuk
perjuangan rakyat melawan keculasan dan keserakahan imperialisme, ....!
Tatiana Lukman jetaimemucho1@... <mailto:jetaimemucho1@...> [GELORA45]
於 9/6/2018 22:54 寫道:
Bahan pelajaran lagi tentang Structural Adjustment yang selalu
dituntut oleh IMF-Bank Dunia kepada negeri Dunia Ketiga...
Orang-orang revisionis seperti Chan dengan terang-terangan
menyatakan kecintaannya pada pasar bebas yang terus didorong oleh
kaum imperialis . Ingat, free trade didorong/dipaksa masuk ke
Dunia Ketiga oleh kaum imperialis. Jadi sebenarnya, kalau orang
mau jujur, mereka yang gandrung dengan pasar bebas, secara sadar
atau tidak sadar, mendukung proyeknya imperialis.
http://static2.globaliss ues.org/video/martinkhor/sap.webm
<http://static2.globalissues.org/video/martinkhor/sap.webm>
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com