saya rasa kelemahan universitas atau pendidikan di Indonesia terletak pada 
pengutamaan agama diatas ilmu pengetahuan, jadinya kalau mahasiswa negara lain 
mengembangkan tenaga surya mahasiswa Indonesia mengembangkan minuman kencing 
onta, mahasiswa negara lain meneliti kecepatan hyperloop Indonesia meneliti 
kecepatan lari onta.  

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Saya kira kelemahan universitas di Indonesia itu tidak adanya kontak yang 
cukup baik antara universitas dengan alumninya. Kalau dari Delft, istri saya 
selalu dapat majallah
 berkala berisi kemajuan2 penyelidikan dari Delft. Terakhir Delft membentuk 
fonds, minta
 bantuan dari alumninya untuk menempuh jalan baru di bidang obat2an. Karena 
lulusan
 selalu diundang kalau ada kejadian istimewa, jadi orang merasa ada ikatan dan 
bangga
 sebagai alumni. Maka ya, tidak segan2 orang beri bantuan. Apalagi orang yang 
pegang
 jabatan penting di perusahaan, perusahaannya yang menyumbang.
 Saya lihat dulu ada kontak yang cukup baik antara universitas Brawijaya dan 
alumninya 
 di Belanda. Mereka kumpulkan dana untuk bantuan alma maternya. Kalau mereka 
datang
 di Indonesia, disambut dengan pertemuan2.
 Kalau ITB banyak yang kemudian meninggalkan Indonesia tidak bisa melupakan 
peristiwa 
 10 mei 63, waktu banyak mahasiswa etnis Tionghoa dipukuli. Juga seorang dosen 
elektroteknik, 
 yang kemudian pindah ke Amerika.
 Ada teman yang menyumbang 2 ha tanah pada ITB, waktu ITB minta sumbangan lewat
 walikota Bandung yang ex ITB. Wakil rektornya dan yang lain2 tidak tahu kalau 
yang
 dimintai bantuan itu ex ITB. Baru ngerti setelah penyumbangnya bilang ya ini 
sumbangan
 untuk almamater. Apalagi tambah terkejut waktu diberitahu kalau kakeknya dulu 
adalah
 anggota panitia cari dana untuk mendirikan TH Bandung di jaman Hindia Belanda. 

 
 2018-06-17 8:01 GMT+02:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...>:
 
 berita bulan April dikatakan "soon" tp belum ada berita baru rasanya masih 
dalam persiapan, sedang bulan depan (Juli) sdh ada competition yg fokus pada 
speed "The 2018 Hyperloop Pod Competition 
http://www.spacex.com/sites/spacex/files/2018_hyperloop_competition_rules.pdf 
will take place on July 22, 2018."
 

 Saya lihat didaftar peserta cukup banyak yg dari luar US, ada yg dari Jepang 
(Keio Univ), Delft, Zurich, Dublin. Sayangnya kok tidak ada team dari Indonesia 
seperti ITB dan ITS ya.
 

 2018 COMPETITION TEAM ROSTER (AS OF FEBRUARY 2018) MAIN COMPETITION TEAMS Team 
Name University Keio Alpha Keio University AZLoop Arizona State University, 
Embry-Riddle Aeronautical University Delft Hyperloop Delft University of 
Technology HyperXite University of California, Irvine Michigan Hyperloop 
University of Michigan Berkeley Hyperloop University of California, Berkeley 
Hyperloop at Virginia Tech Virginia Tech Swissloop ETH Zurich EPFLoop Ecole 
Polytechnique Federale de Lausanne WARR Hyperloop Technische Universität 
München Purdue Hyperloop Purdue University Hyperloop UPV Universitat 
Politècnica de València Hyperloop at VCU Virginia Commonwealth University 
DiggerLoop Colorado School of Mines UW Hyperloop University of Washington 
HyperPodX University of Applied Sciences Emden/Leer and Carl von Ossietzky 
University Oldenburg ÉirLoop Dublin City University, Trinity College Dublin, 
University College Dublin, Dublin Institute of Technology, Institute of 
Technology Tallaght, Maynooth University, Carlow Institute of Technology (CIT) 
Texas Guadaloop The University of Texas at Austin Badgerloop University of 
Wisconsin–Madison HYPED University of Edinburgh LEVITATION SUB-COMPETITION 
TEAMS Team Name University UCSB Hyperloop University of California, Santa 
Barbara Spartan Hyperloop San Jose State University

 


 On Saturday, June 16, 2018, 10:10:04 PM PDT, kh djie <djiekh@... 
mailto:djiekh@...> wrote:
 

 

 Bung Jo, Apa benar sudah berhasil sampai kecepatan itu, atau masih dalam 
perhitungan :
 Musk’s updates came late Saturday on Twitter. Expanding on a tweet he posted 
last August about the SpaceX Hyperloop pusher pod, Musk candidly stated that 
the new goal https://twitter.com/elonmusk/status/982826517443915776 for the 
upcoming speed test would be “kinda nutty.” Accelerating from a standstill to a 
blazing 383.7 mph (half the speed of sound) in around 1.2 km, after all, is a 
pretty challenging endeavor.

 Itu menurut tulisan :  
BySimon Alvarez https://www.teslarati.com/author/simon-alvarez/ 
https://twitter.com/ResidentSponge
 Posted on  April 9, 2018




 https://www.reddit.com/submit


 
 2018-06-17 6:56 GMT+02:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...>:
 
 Sedikit koreksi untuk bung Djie, percobaan terakhir mencapai kecepatan 381 
miles/jam atau 613 km/jam bukan 350 km/jam seperti yg anda katakan, itupun 
dengan jarak yang hanya 0.75 miles (atau 1.2 km) sangat pendek sekali. 
Kecepatan percobaan ini sudah beberapa kali lipat dibanding high speed train yg 
ada.
 


 On Saturday, June 16, 2018, 9:00:44 PM PDT, Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...> wrote:
 

 

 
 Memang begitu bung Djie, yg pertama kali dihitung dalam full capacity, itu 
mungkin dgn pemberangkatan setiap 0.5 menit. Setelah itu dilihat berapa 
penumpang yg secara real akan naik, sehingga bisa dijadwalkan setiap berapa 
menit dengan capsule terisi penuh atau hampir penuh katakanlah setiap 5 menit 
atau 10 menit, dihitung apakah masih bisa profitable. Kalau masih ada untung 
dihitung berapa lama modal kembali. dst dst.
 

 Percobaan Tesla baru pd jarak pendek, sdh tentu belum akan mencapai kecepatan 
penuh.
 

 Memang akan ada industri yg tersaingi, seperti penerbangan atau kereta api. 
Tiongkok misalnya yg telah membangun sedemikian banyak high speed railway tentu 
akan berpikir beberapa kali utk juga membangun hyperloop yg akan bersaing dgn 
kereta cepat.
 

 


 On Saturday, June 16, 2018, 4:48:08 PM PDT, kh djie <djiekh@... 
mailto:djiekh@...> wrote:
 

 

 Yang bung hitung itu kemungkinan ideale kapasitas, bukan berdasarkan jumlah 
orang per hari yang bepergian antar kota, berdasarkan data yang ada.
 Biasanya banyak projek baru, technisch uitvoerbaar (dapat dilaksanakan), 
tetapi ekonomis
 niet haalbaar (tidak menguntungkan secara ekonomi).Tetapi pada projek 
hyperloop ini, tekniknya 
 belum betul2 teratasi, baru  bisa hingga 350 km/jam pada percobaan terakhir 
Tesla. Kalau teknisnya
 teratasi, projeknya bisa ekonomisch bagus. Tetapi ada kemungkinan masalah 
keputusan politik
 yang harus diatasi. Kemungkinan dihambat oleh industri penerbangan.

 
 2018-06-16 22:49 GMT+02:00 jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>:
   

 Kita coba hitung2 sedikit, dgn 20 orang tiap capsule dan diberangkatkan setiap 
menit, dalam 1 jam ada 1200 penumpang, dalam 1 hari 24 jam nonstop 28,800 
penumpang, 1 bulan 30 hari penuh 864,000 penumpang.  
 

 Seandainya pemberangkatan bisa setiap 0.5 menit, setiap hari bisa mengangkut 
57,600 penumpang, sebulan 1,728,000 penumpang.

 

 Juga dengan keberangkatan setiap saat seperti itu penumpang bisa punya waktu 
yg flexible sekali.
 

 Tantangan terbesar saya rasa safety, dgn kecepatan sekitar 1200 km/jam yg 
setara dengan kecepatan suara, seandainya kecelakaan tentu sukar dibayangkan 
apa yg terjadi tubuh manusia mungkin jadi perkedel, tetapi hal ini rasanya bisa 
diatasi dgn technology dan perhitungan yg cermat. Yg menakutkan bila ada 
serangan teroris baik yg menyerang dari luar ataupun bom bunuh diri sebagai 
penumpang.
 

 Gabungan maglev dengan vacuum tube saya rasa brilliant membuat tdk ada gesekan 
dgn rel dan tidak ada udara yg menghambat, makanya bisa mencapai kecepatan 
suara saat ini, dimasa yad mungkin bisa jauh lebih cepat lagi.
 

 Video ini loop competition yg digelar Elon Musk tahun lalu, para mahasiswa itu 
inovative sekali (mungkin setara dengan para siswa penemu mobil esemka:) )  
competition berikutnya akan digelar bulan Juli 2018
 https://youtu.be/pm48hdYskt0 https://youtu.be/pm48hdYskt0
 
---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@...> 
wrote :

 

Capsule : 10 - 20 orang Capsule diberangkatkan tiap 0.5 - 2 menit.
 Probleem di Eropa : ongkos bebaskan tanah.
 Probleem lain : Ongkos buat hyperloop dan ongkos buatnya yang tinggi agar 
benar2 aman
 Belanda gunakan teknik melayang pakai magneet (maglev system), mengurangi 
frictie.
 Tesla tadinya mau pakai princiep Hoover,mengeluarkan udara dari bawah untuk 
membuat capsule melayang.
 Kabarnya banyak engineer yang lebih memilih maglev system dikombinasi dengan 
hampa udara.
 Ada lagi yang dengan idee, di beberapa bagian ada magneet tambahan, untuk 
menolak kemagnetan yang ada
 sehingga capsulenya daya tolaknya tiap kali jadi besar.
 Tesla pinter, bikin kompetisi antar universitas dan perusahaan pakai tabung 
dan Hyperloop dari Tesla.
  Yang pernah jadi juara kompetisi : Technische Universiteit Delft. yang pernah 
juara klassement : Universiteit Munchen.
 Probleem terbesar : Kemauan politik dan keberatan2 dari Industri penerbangan 
dan pembuatr mobil.
 


 
 2018-06-16 7:29 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]>:
   
 
 bisa bikin dr downtown LA ke airport LAX cuman $1 tentu ekonomis
 tabung besar itu hampa udara, makanya bisa cepat sampai 1200 km/jam
 dgn sistem pengaturan yg bagus bisa setiap saat naik turun 16 orang tentu jadi 
banyak juga
 


 On Wednesday, June 13, 2018, 11:39:03 PM PDT, bhjo@... mailto:bhjo@... 
[GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> wrote:
 

 

 Saya lihat video nya high speed hyperloop, cuma bisa mengangkut 16 penumpang 
dan kendaraannya berjalan seperti tabung besar, rasamya tidak bisa economical 
seperti bullet train diatas tanah.




 

 








 



 




































Kirim email ke