Lalu, ... apa sebenarnya masalah Kali Item itu berbau busuk? Yang namanya KALI Item airnya HARUS mengalir atau DANAU Item yang arinya tidak mengalir kemana-mana?

Jadi, dalam pengertian saya, kalau air Kali Item itu begitu kotor penuh sampah dan berakibat tidak mengalir, tentu saja yg harus dipecahkan PEMBERSIHAN agar air sungai itu mengalir lebih baik! Bukan dengan menabur bubuk-bubuk penghilang bau sebanyak 7,5 Ton yg katanya bisa bertahan semingguan. Itu hanya membuktikan air Kali Item TIDAK mengalir dengan baik, jadi harus digali/dikeruk dasar sungai/kali yg sudah penuh lumpur/kotoran selama ini, ... sedang masyarakat HARUS membantu jangan lagi buang SAMPAH/KOTORAN ke kali Item lagi!

Kemungkinan lain, Kali Item itu jadi pembuangan air kotor entah dari industri apa yg membuat aroma bau-busuk itu! Kejar dan tuntutlah industri itu SEGERA menghentikan polusi, pencemaran lingkungan yg selama ini terjadi!



-------- 轉寄郵件 --------
主旨:     [GELORA45] Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali,Item
日期:     Sun, 29 Jul 2018 17:47:59 +0200
從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>

        

        




http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item


 *Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali Item*

Penulis: *Akmal Fauzi* Pada: Minggu, 29 Jul 2018, 20:05 WIB Megapolitan <http://mediaindonesia.com/megapolitan> <http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item> <http://twitter.com/home/?status=Warga%20pun%20Turun%20Tangan%20Usir%20Bau%20Busuk%20Kali%20Item%20http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item%20via%20@mediaindonesia>

Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali Item

/MI/Akmal Fauzi/

PENANGANAN Kali Sentiong atau yang kerap disebut Kali Item bukan hanya dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Pemerintah Pusat. Masyarakat pun turun tangan mengusir bau busuk di kali yang terletak di belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Sebanyak 500 kilogram bubuk penghilang bau busuk ditebar di beberapa titik di Kali Item , Minggu (29/7) pagi. Bubuk dengan nama Deogone disebar secara manual di hulu aliran Kali Item.

"Idealnya itu jumlahnya 7,5 ton bubuk untuk di sepanjang Kali Item dari ujung ke ujung bukan hanya di sisi Wisma Atlet. Karena air mengalir ke utara, maka kami sebar ke hulunya, tujuannya bisa hanyut sedikit lah walau jumlahnya sedikit," kata koordinator aksi Suwardi Hagani, Minggu (29/7).

Meski jumlahnya tak ideal, ia meyakini bau busuk di Kali Item bisa berkurang. Ia menyebut, biasanya serbuk itu bisa mengurangi bau kali kurang lebih satu minggu.

"Mudah-mudahan bisa menghilangkan bau walau idealnya itu butuh 7,5 ton sepanjang Kali Item. Daripada berteriak dalam kegelapan lebih baik menyalakan lilin walau sebatang," kata Suwardi mengibaratkan polemik penangan Kali Item oleh pemerintah

Ia menyebut aksi itu merupakan inisiatif masyarakat yang diakomodir Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan pun dari urunan masyararakat.

"Rp50 ribu per kilogramnya. Ya hitung saja berapa jumlahnya. 100 persen dari masyarakat," kata Suwardi

*Mengurai bakteri*

Suwardi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD HKTI DKI Jakarta mengatakan, bau busuk air limbah di Kali Item terjadi karena adanya bakteri pengurai dalam air limbah. Dalam proses penguraian, bakteri mengeluarkan gas amoniak dan gas sulfur.

"Sebagaimana bakteri pengurai makanan di dalam perut kita yang menghasilkan gas amoniak, bernama kentut," ujarnya

Serbuk Deogone ini, kata Suwardi, mengandung mikroba unggul hasil seleksi di laboratorium, yaitu jamur pelapuk kayu. Ketika ditabur pada limbah akan menggantikan peran bakteri dalam melapukan limbah.

"Karena mikroba ini jenis jamur bukan bakteri, maka jamur adalah jenis tanaman. Jamur tidak mengeluarkan gas amoniak tapi hanya uap air, sebagaimana umumnya tanaman,"jelasnya

Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan mengapresiasi bantuan yang dilakukan masyarakat terhadap Kali Item. Pihaknya akan melihat hasil kerja penaburan bubuk itu selama beberapa hari ke depan. Jika hasil dari kedua langkah tersebut efektif, maka bakal dilakukan kembali.

"Sekarang masih uji coba. Kalau hasilnya bagus akan dilakukan kembali," ujar Teguh. (X-10)









---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke