di US buang sampah sembarangan (littering) bisa didenda sampai US$1000 masih 
ditambah community service lagi, sedang di Singapore lebih gila lagi bisa kena 
sampai S$5000 utk littering berulang kali. 

 HK saya rasa juga ada denda utk littering


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Lalu, ... apa sebenarnya masalah Kali Item itu berbau busuk? Yang namanya KALI 
Item airnya HARUS mengalir atau DANAU Item yang arinya tidak mengalir 
kemana-mana?
 
 Jadi, dalam pengertian saya, kalau air Kali Item itu begitu kotor penuh sampah 
dan berakibat tidak mengalir, tentu saja yg harus dipecahkan PEMBERSIHAN agar 
air sungai itu mengalir lebih baik! Bukan dengan menabur bubuk-bubuk penghilang 
bau sebanyak 7,5 Ton yg katanya bisa bertahan semingguan. Itu hanya membuktikan 
air Kali Item TIDAK mengalir dengan baik, jadi harus digali/dikeruk dasar 
sungai/kali yg sudah penuh lumpur/kotoran selama ini, ... sedang masyarakat 
HARUS membantu jangan lagi buang SAMPAH/KOTORAN ke kali Item lagi!
 Kemungkinan lain, Kali Item itu jadi pembuangan air kotor entah dari industri 
apa yg membuat aroma bau-busuk itu! Kejar dan tuntutlah industri itu SEGERA 
menghentikan polusi, pencemaran lingkungan yg selama ini terjadi!
 
 
 
 -------- 轉寄郵件 -------- 主旨: [GELORA45] Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk 
Kali,Item 日期: Sun, 29 Jul 2018 17:47:59 +0200 從: 'j.gedearka' j.gedearka@... 
mailto:j.gedearka@... [GELORA45] <[email protected]> 
mailto:[email protected] 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item
 
http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item
 
 Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali Item Penulis: Akmal Fauzi Pada: 
Minggu, 29 Jul 2018, 20:05 WIB Megapolitan 
http://mediaindonesia.com/megapolitanhttp://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-itemhttp://twitter.com/home/?status=Warga%20pun%20Turun%20Tangan%20Usir%20Bau%20Busuk%20Kali%20Item%20http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item%20via%20@mediaindonesia
 
 MI/Akmal Fauzi
 
 PENANGANAN Kali Sentiong atau yang kerap disebut Kali Item bukan hanya 
dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Pemerintah Pusat. Masyarakat 
pun turun tangan mengusir bau busuk di kali yang terletak di belakang Wisma 
Atlet Kemayoran, Jakarta.
 Sebanyak 500 kilogram bubuk penghilang bau busuk ditebar di beberapa titik di 
Kali Item , Minggu (29/7) pagi. Bubuk dengan nama Deogone disebar secara manual 
di hulu aliran Kali Item.
 
 
 
 
 
 "Idealnya itu jumlahnya 7,5 ton bubuk untuk di sepanjang Kali Item dari ujung 
ke ujung bukan hanya di sisi Wisma Atlet. Karena air mengalir ke utara, maka 
kami sebar ke hulunya, tujuannya bisa hanyut sedikit lah walau jumlahnya 
sedikit," kata koordinator aksi Suwardi Hagani, Minggu (29/7).
 Meski jumlahnya tak ideal, ia meyakini bau busuk di Kali Item bisa berkurang. 
Ia menyebut, biasanya serbuk itu bisa mengurangi bau kali kurang lebih satu 
minggu.
 "Mudah-mudahan bisa menghilangkan bau walau idealnya itu butuh 7,5 ton 
sepanjang Kali Item. Daripada berteriak dalam kegelapan lebih baik menyalakan 
lilin walau sebatang," kata Suwardi mengibaratkan polemik penangan Kali Item 
oleh pemerintah
 Ia menyebut aksi itu merupakan inisiatif masyarakat yang diakomodir Himpunan 
Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan pun dari 
urunan masyararakat.
 "Rp50 ribu per kilogramnya. Ya hitung saja berapa jumlahnya. 100 persen dari 
masyarakat," kata Suwardi
 Mengurai bakteri
 Suwardi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD HKTI DKI Jakarta 
mengatakan, bau busuk air limbah di Kali Item terjadi karena adanya bakteri 
pengurai dalam air limbah. Dalam proses penguraian, bakteri mengeluarkan gas 
amoniak dan gas sulfur.
 "Sebagaimana bakteri pengurai makanan di dalam perut kita yang menghasilkan 
gas amoniak, bernama kentut," ujarnya
 Serbuk Deogone ini, kata Suwardi, mengandung mikroba unggul hasil seleksi di 
laboratorium, yaitu jamur pelapuk kayu. Ketika ditabur pada limbah akan 
menggantikan peran bakteri dalam melapukan limbah.
 "Karena mikroba ini jenis jamur bukan bakteri, maka jamur adalah jenis 
tanaman. Jamur tidak mengeluarkan gas amoniak tapi hanya uap air, sebagaimana 
umumnya tanaman,"jelasnya
 Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan mengapresiasi bantuan yang 
dilakukan masyarakat terhadap Kali Item. Pihaknya akan melihat hasil kerja 
penaburan bubuk itu selama beberapa hari ke depan. Jika hasil dari kedua 
langkah tersebut efektif, maka bakal dilakukan kembali.
 "Sekarang masih uji coba. Kalau hasilnya bagus akan dilakukan kembali," ujar 
Teguh. (X-10)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 

Kirim email ke