Barangkali ada yang bisa memberi penjelasan, semalam dalam benak saya
timbul pertanyaan: sehubungan perdagangan yang tiba-tiba kenaikan pajak
import terjadi. Memang siapa jadi nya yang harus menanggung, karena
HARGA kedele jadi 25% lebih tinggi dari kontrak pembelian? Penjual atau
pembeli?
Kalau saja pemerintah RRT menuntut AS harus bayar lebih dahulu kenaikan
pajak yg terjadi, logis kah? Lalu, kira2 apa yang akan terjadi?
Salam,
ChanCT
ChanCT 於 17/8/2018 7:38 寫道:
https://www.disway.id/tit-for-tat-setelah-telat-30-menit/
Home <https://www.disway.id/>
»Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit
Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit
Catatan Harian
<https://www.disway.id/category/catatan-harian/>,Internasional
<https://www.disway.id/category/catatan-harian/internasional/>,Terbaru
<https://www.disway.id/category/terbaru/>
Tit-For-Tat Setelah Telat 30 Menit
*Oleh: Dahlan Iskan*
Hanya karena telat 30 menit. Harus bayar Rp 100 miliar. Betapa mahal
perang dagang ini. Antara Amerika dan Tiongkok sekarang ini.
Yang telat itu kapal raksasa: The Peak Pegasus. Yang memuat kedelai.
Satu kapal penuh. Seharga hampir Rp 500 miliar.
Kapal itu berlayar dari pelabuhan Seattle. Di negara bagian
Washington. Tujuannya: pelabuhan Dalian. Di Tiongkok. Posisi dua
pelabuhan itu berhadapan. Dipisahkan samudera Pasifik.
Ketika The Peak Pegasus tiba di Dalian jam menunjukkan pukul 00.30.
Tanggal 6 Juli 2018.
Setengah jam sebelumnya Amerika mulai memberlakukan perang dagangnya:
mengenakan tarif 25 persen pada baja dan alumunium dari Tiongkok. Dan
beberapa komoditi lain.
Tiongkok membalas. Pada jam yang sama. Mulai mengenakan tarif baru
bagi kedelai Amerika. Sebesar 25 persen.
The Peak Pegasus tidak boleh merapat ke pelabuhan Dalian. Kecuali
sudah membayar bea masuk baru. Perdebatan terjadi. Tapi tidak ada
jalan keluar.
Sejak awal Tiongkok memang sudah mengumumkan: akan selalu membalas
serangan Amerika. Untuk nilai yang sama. Waktu yang sama. Hanya
komoditinya yang berbeda.
Amerika memilih menghukum baja Tiongkok. Yang bisa memukul telak
ekonomi negeri panda.
Tiongkok memilih kedelai Amerika. Yang bisa menyulitkan posisi Trump
di mata petani: basis pemilihnya.
Belum pernah ada perang dagang seseru ini. Tiongkok benar-benar
menjalankan tit-for-tat. Mata dibalas dengan mata. Tangan dibalas
dengan tangan.
Kini Trump terlihat sering pakai topi hijau. Dengan tulisan: make
farmer great again. Menunjukkan solidaritasnya pada petani. Termasuk
menganggarkan subsidi petani. Sebesar Usd 12 miliar.
The Peak Pegasus kelimpungan.
Di atas laut. Tiap malam awak kapalnya bisa melihat gemerlap cahaya
kota Dalian (baca: Ta-li-en). Yang cantik itu. Kota 大连 adalah pusat
bisnis konglomerat Wanda. Yang iklannya menguasai stadion-stadion
Rusia. Saat piala dunia lalu.
Sampai setengah bulan kemudian belum ada jalan keluar. The Peak
Pegasus masih mengapung di kejauhan.
Saya tidak bisa membayangkan: betapa mahal sewa kapal itu. Juga betapa
sulitnya negosiasi.
Kalau bayar bea masuk, rugi. Tidak cocok dengan hitung dagang.
Kalau mau dibawa balik ke Seattle tambah rugi.
Cari pembeli lain di negara lain juga tidak mudah.
Ditahan lebih lama kedelainya rusak. Atau mutunya turun.
Sampai sebulan kemudian masih belum ada jalan keluar.
Trump lebih sering lagi pakai topi hijau.
Tiongkok teguh dengan prinsip tit-for-tat. Bea masuk baru itu akhirnya
harus dibayar. Ini pilihan yang ruginya paling kecil. Dibanding
pilihan lain tadi.
Gara-gara telat hanya 30 menit. Kerugiannya ratusan miliar.
Trump kini mengancam lagi: memperluas cakupan komoditi. Tiongkok
membalas dengan tit-for-tat.
Amerika menambah permainan: memberi angin pada Taiwan. Amerika tahu
soal Taiwan ini sensitif. Tiongkok bisa tiba-tiba emosi.
Dua hari lalu Amerika memberi panggung pada Presiden Taiwan, Tsai
Ing-wen. Boleh dua hari singgah di daratan Amerika. Dalam
perjalanannya ke Paraguay dan Belize. Dua dari hanya 18 negara yang
masih mengakui Taiwan sebagai negara.
Di Los Angeles Tsai Ing-wen mengunjungi perpustakaan Ronald Reagan.
Dan berpidato. Menguraikan perjuangannya. Untuk membuat Taiwan negara
merdeka.
Tiongkok protes. Dan terus berlatih militer. Menghadapi situasi tersulit.
The Peak Pegasus pagi ini masih terlihat sandar di dermaga pelabuhan
Dalian. Entah sudah bongkar muatan atau belum.
Untung ada Google. Para wartawan terus mengarahkan kamera ke pelabuhan
itu. Salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia: kedalaman draftnya 30
meter.
Perkembangan perang ini kian serius. Belum ada pertanda-pertanda.
Untuk maju ke meja perundingan.
Harga meja tampaknya terlalu mahal sekarang ini. Belum lagi termasuk
bawahnya. (dahlan iskan)
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita" di
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com