Biasanya si importiir yg harus bayar import duty, demikian juga kapal dichater oleh importiir dan kalau kapal harus tunggu diluar maka utk setiap MENIT tunggu lmportir harus bayar pada pemilik kapal tergantung pada besar kecilnya kapal, setiap hari bisa2 USD 8,000 _ 20000 atau lebih. Lin
On 17 Aug 2018 2:42 p.m., "kh djie [email protected] [GELORA45]" < [email protected]> wrote: > > > Yang naikkan pajak import kedelai adalah Tiongkok, Jadi importir kedelai > di Tiongkok yang harus bayar. > Harga kedelai Amerika di Tiongkok akan naik. Importir kedelai di Tiongkok > akan berusaha beli kedelainya dari negeri lain, > misalnya dari Brazilia, yang tidak dikenai pajak import kedelai 25 %. > Kapal yang harus tunggu berhari-hari baru bisa bongkar muatannya rugi > besar. > Tidak tahu akan claim ke mana ? Ke perusahaan assuransi ? > Mungkin ada pendapat lain ? > > 2018-08-17 9:27 GMT+02:00 ChanCT [email protected] [GELORA45] < > [email protected]>: > >> >> >> Barangkali ada yang bisa memberi penjelasan, semalam dalam benak saya >> timbul pertanyaan: sehubungan perdagangan yang tiba-tiba kenaikan pajak >> import terjadi. Memang siapa jadi nya yang harus menanggung, karena >> HARGA kedele jadi 25% lebih tinggi dari kontrak pembelian? Penjual atau >> pembeli? >> >> Kalau saja pemerintah RRT menuntut AS harus bayar lebih dahulu kenaikan >> pajak yg terjadi, logis kah? Lalu, kira2 apa yang akan terjadi? >> >> Salam, >> >> ChanCT >> >> >> >> ChanCT 於 17/8/2018 7:38 寫道: >> >> https://www.disway.id/tit-for-tat-setelah-telat-30-menit/ >> Home <https://www.disway.id/> >> » Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit >> [image: Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit] >> Catatan Harian <https://www.disway.id/category/catatan-harian/>, >> Internasional >> <https://www.disway.id/category/catatan-harian/internasional/>, Terbaru >> <https://www.disway.id/category/terbaru/> Tit-For-Tat Setelah Telat 30 >> Menit >> >> *Oleh: Dahlan Iskan* >> >> Hanya karena telat 30 menit. Harus bayar Rp 100 miliar. Betapa mahal >> perang dagang ini. Antara Amerika dan Tiongkok sekarang ini. >> >> Yang telat itu kapal raksasa: The Peak Pegasus. Yang memuat kedelai. Satu >> kapal penuh. Seharga hampir Rp 500 miliar. >> >> Kapal itu berlayar dari pelabuhan Seattle. Di negara bagian Washington. >> Tujuannya: pelabuhan Dalian. Di Tiongkok. Posisi dua pelabuhan itu >> berhadapan. Dipisahkan samudera Pasifik. >> >> Ketika The Peak Pegasus tiba di Dalian jam menunjukkan pukul 00.30. >> Tanggal 6 Juli 2018. >> >> Setengah jam sebelumnya Amerika mulai memberlakukan perang dagangnya: >> mengenakan tarif 25 persen pada baja dan alumunium dari Tiongkok. Dan >> beberapa komoditi lain. >> >> Tiongkok membalas. Pada jam yang sama. Mulai mengenakan tarif baru bagi >> kedelai Amerika. Sebesar 25 persen. >> >> The Peak Pegasus tidak boleh merapat ke pelabuhan Dalian. Kecuali sudah >> membayar bea masuk baru. Perdebatan terjadi. Tapi tidak ada jalan keluar.. >> >> Sejak awal Tiongkok memang sudah mengumumkan: akan selalu membalas >> serangan Amerika. Untuk nilai yang sama. Waktu yang sama. Hanya komoditinya >> yang berbeda. >> >> Amerika memilih menghukum baja Tiongkok. Yang bisa memukul telak ekonomi >> negeri panda. >> >> Tiongkok memilih kedelai Amerika. Yang bisa menyulitkan posisi Trump di >> mata petani: basis pemilihnya. >> Belum pernah ada perang dagang seseru ini. Tiongkok benar-benar >> menjalankan tit-for-tat. Mata dibalas dengan mata. Tangan dibalas dengan >> tangan. >> >> Kini Trump terlihat sering pakai topi hijau. Dengan tulisan: make farmer >> great again. Menunjukkan solidaritasnya pada petani. Termasuk menganggarkan >> subsidi petani. Sebesar Usd 12 miliar. >> The Peak Pegasus kelimpungan. >> >> Di atas laut. Tiap malam awak kapalnya bisa melihat gemerlap cahaya kota >> Dalian (baca: Ta-li-en). Yang cantik itu. Kota 大连 adalah pusat bisnis >> konglomerat Wanda. Yang iklannya menguasai stadion-stadion Rusia. Saat >> piala dunia lalu. >> >> Sampai setengah bulan kemudian belum ada jalan keluar. The Peak Pegasus >> masih mengapung di kejauhan. >> Saya tidak bisa membayangkan: betapa mahal sewa kapal itu. Juga betapa >> sulitnya negosiasi. >> Kalau bayar bea masuk, rugi. Tidak cocok dengan hitung dagang. >> >> Kalau mau dibawa balik ke Seattle tambah rugi. >> Cari pembeli lain di negara lain juga tidak mudah. >> >> Ditahan lebih lama kedelainya rusak. Atau mutunya turun. >> Sampai sebulan kemudian masih belum ada jalan keluar. >> Trump lebih sering lagi pakai topi hijau. >> >> Tiongkok teguh dengan prinsip tit-for-tat. Bea masuk baru itu akhirnya >> harus dibayar. Ini pilihan yang ruginya paling kecil. Dibanding pilihan >> lain tadi. >> >> Gara-gara telat hanya 30 menit. Kerugiannya ratusan miliar. >> >> Trump kini mengancam lagi: memperluas cakupan komoditi. Tiongkok membalas >> dengan tit-for-tat. >> >> Amerika menambah permainan: memberi angin pada Taiwan. Amerika tahu soal >> Taiwan ini sensitif. Tiongkok bisa tiba-tiba emosi. >> >> Dua hari lalu Amerika memberi panggung pada Presiden Taiwan, Tsai >> Ing-wen. Boleh dua hari singgah di daratan Amerika. Dalam perjalanannya ke >> Paraguay dan Belize. Dua dari hanya 18 negara yang masih mengakui Taiwan >> sebagai negara. >> >> Di Los Angeles Tsai Ing-wen mengunjungi perpustakaan Ronald Reagan. Dan >> berpidato. Menguraikan perjuangannya. Untuk membuat Taiwan negara merdeka. >> >> Tiongkok protes. Dan terus berlatih militer. Menghadapi situasi tersulit.. >> >> The Peak Pegasus pagi ini masih terlihat sandar di dermaga pelabuhan >> Dalian. Entah sudah bongkar muatan atau belum. >> >> Untung ada Google. Para wartawan terus mengarahkan kamera ke pelabuhan >> itu. Salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia: kedalaman draftnya 30 >> meter. >> >> Perkembangan perang ini kian serius. Belum ada pertanda-pertanda. Untuk >> maju ke meja perundingan. >> >> Harga meja tampaknya terlalu mahal sekarang ini. Belum lagi termasuk >> bawahnya. (dahlan iskan) >> >> >> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >> 不含病毒。www.avg.com >> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >> <#m_-5728105859423411409_m_6638723836012645106_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> >> -- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> >> >> > >
