Lho, ... kalau importir yg harus menanggung kenaikan pajak import 25%, artinya pemerintah Tk merugikan diri sendiri, mestinya yg terlambat 30 menit tiba dipelabuhan diterima dahulu, baru berlakukan ketentuan kenaikan pajakdong. Tapi kenapa pula mereka berkeras menuntut AS bayar kenaikan pajak kedele yg ditimpa itu lebih dahulu baru boleh bongkar kedele dipelabuhan??? Hehehee, ... menarik juga pertengkaran ini, dan cukup muuuaahal!

Belum kedengaran bagaimana kesudahannya?

Tempo hari terbaca tulisan menyatakan, harga kedele AS jatuh lebih separoh dan banyak dibeli Brasil, Mexico, ... yang siap dapatkan pembeli RRT juga, dan, ... jatuhnya masih bisa lebih murah ketimbang beli langsung dari AS. Kok, ya ada saja akal-akalan pedagang bisa dapatkan harga lebih murah? Lalu, siapa yang dirugikan? Petani AS yang harus jual; harga kedele lebih murah? Tidak juga, krn kabarnya, Trump akan subsidi kerugian petani kedele sampai puluhan Milyar, ...

Diputer-puter akhirnya batu yg diangkat Trump menimpa kakinya sendiri juga! Sedang RRT tetap saja bisa dapatkan kedele yang dibutuhkan dgn harga lebih murah, ... Sementara petani Tk digencarkan untuk kembali tanam kedele, siap mengurangi sedapat mungkin kebutuhan kedele dengan import.



kh djie 於 17/8/2018 17:12 寫道:
Yang naikkan pajak import kedelai adalah Tiongkok, Jadi importir kedelai di Tiongkok yang harus bayar. Harga kedelai Amerika di Tiongkok akan naik. Importir kedelai di Tiongkok akan berusaha beli kedelainya dari negeri lain,
misalnya dari Brazilia, yang tidak dikenai pajak import kedelai 25 %.
Kapal yang harus tunggu berhari-hari baru bisa bongkar muatannya rugi besar.
Tidak tahu akan claim ke mana ? Ke perusahaan assuransi ?
Mungkin ada pendapat lain ?

2018-08-17 9:27 GMT+02:00 ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Barangkali ada yang bisa memberi penjelasan, semalam dalam benak
    saya timbul pertanyaan: sehubungan perdagangan yang tiba-tiba
    kenaikan pajak import terjadi. Memang siapa jadi nya yang harus
    menanggung, karena HARGA kedele jadi 25% lebih tinggi dari kontrak
    pembelian? Penjual atau pembeli?

    Kalau saja pemerintah RRT menuntut AS harus bayar lebih dahulu
    kenaikan pajak yg terjadi, logis kah? Lalu, kira2 apa yang akan
    terjadi?

    Salam,

    ChanCT



    ChanCT 於 17/8/2018 7:38 寫道:
    https://www.disway.id/tit-for-tat-setelah-telat-30-menit/
    <https://www.disway.id/tit-for-tat-setelah-telat-30-menit/>
    Home <https://www.disway.id/>
    »Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit
    Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit
    Catatan Harian
    <https://www.disway.id/category/catatan-harian/>,Internasional
    <https://www.disway.id/category/catatan-harian/internasional/>,Terbaru
    <https://www.disway.id/category/terbaru/>


      Tit-For-Tat Setelah Telat 30 Menit

    *Oleh: Dahlan Iskan*

    Hanya karena telat 30 menit. Harus bayar Rp 100 miliar. Betapa
    mahal perang dagang ini. Antara Amerika dan Tiongkok sekarang ini.

    Yang telat itu kapal raksasa: The Peak Pegasus. Yang memuat
    kedelai. Satu kapal penuh. Seharga hampir Rp 500 miliar.

    Kapal itu berlayar dari pelabuhan Seattle. Di negara bagian
    Washington. Tujuannya: pelabuhan Dalian. Di Tiongkok. Posisi dua
    pelabuhan itu berhadapan. Dipisahkan samudera Pasifik.

    Ketika The Peak Pegasus tiba di Dalian jam menunjukkan pukul
    00.30. Tanggal 6 Juli 2018.

    Setengah jam sebelumnya Amerika mulai memberlakukan perang
    dagangnya: mengenakan tarif 25 persen pada baja dan alumunium
    dari Tiongkok. Dan beberapa komoditi lain.

    Tiongkok membalas. Pada jam yang sama. Mulai mengenakan tarif
    baru bagi kedelai Amerika. Sebesar 25 persen.

    The Peak Pegasus tidak boleh merapat ke pelabuhan Dalian. Kecuali
    sudah membayar bea masuk baru. Perdebatan terjadi. Tapi tidak ada
    jalan keluar.

    Sejak awal Tiongkok memang sudah mengumumkan: akan selalu
    membalas serangan Amerika. Untuk nilai yang sama. Waktu yang
    sama. Hanya komoditinya yang berbeda.

    Amerika memilih menghukum  baja Tiongkok. Yang bisa memukul telak
    ekonomi negeri panda.

    Tiongkok memilih kedelai Amerika. Yang bisa menyulitkan posisi
    Trump di mata petani: basis pemilihnya.
    Belum pernah ada perang dagang seseru ini. Tiongkok benar-benar
    menjalankan tit-for-tat. Mata dibalas dengan mata. Tangan dibalas
    dengan tangan.

    Kini Trump terlihat sering pakai topi hijau. Dengan tulisan: make
    farmer great again. Menunjukkan solidaritasnya pada petani.
    Termasuk menganggarkan subsidi petani. Sebesar Usd 12 miliar.
    The Peak Pegasus kelimpungan.

    Di atas laut. Tiap malam awak kapalnya bisa melihat gemerlap
    cahaya kota Dalian (baca: Ta-li-en). Yang cantik itu. Kota 大连
    adalah pusat bisnis konglomerat Wanda. Yang iklannya menguasai
    stadion-stadion Rusia. Saat piala dunia lalu.

    Sampai setengah bulan kemudian belum ada jalan keluar. The Peak
    Pegasus masih mengapung di kejauhan.
    Saya tidak bisa membayangkan: betapa mahal sewa kapal itu. Juga
    betapa sulitnya negosiasi.
    Kalau bayar bea masuk, rugi. Tidak cocok dengan hitung dagang.

    Kalau mau dibawa balik ke Seattle tambah rugi.
    Cari pembeli lain di negara lain juga tidak mudah.

    Ditahan lebih lama kedelainya rusak. Atau mutunya turun.
    Sampai sebulan kemudian masih belum ada jalan keluar.
    Trump lebih sering lagi pakai topi hijau.

    Tiongkok teguh dengan prinsip tit-for-tat. Bea masuk baru itu
    akhirnya harus dibayar. Ini pilihan yang ruginya paling kecil.
    Dibanding pilihan lain tadi.

    Gara-gara telat hanya 30 menit. Kerugiannya ratusan miliar.

    Trump kini mengancam lagi: memperluas cakupan komoditi. Tiongkok
    membalas dengan tit-for-tat.

    Amerika menambah permainan: memberi angin pada Taiwan. Amerika
    tahu soal Taiwan ini sensitif. Tiongkok bisa tiba-tiba emosi.

    Dua hari lalu Amerika memberi panggung pada Presiden Taiwan, Tsai
    Ing-wen. Boleh dua hari singgah di daratan Amerika. Dalam
    perjalanannya ke Paraguay dan Belize. Dua dari hanya 18 negara
    yang masih mengakui Taiwan sebagai negara.

    Di Los Angeles Tsai Ing-wen mengunjungi perpustakaan Ronald
    Reagan. Dan berpidato. Menguraikan perjuangannya. Untuk membuat
    Taiwan negara merdeka.

    Tiongkok protes. Dan terus berlatih militer. Menghadapi situasi
    tersulit.

    The Peak Pegasus pagi ini masih terlihat sandar di dermaga
    pelabuhan Dalian. Entah sudah bongkar muatan atau belum.

    Untung ada Google. Para wartawan terus mengarahkan kamera ke
    pelabuhan itu. Salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia:
    kedalaman draftnya 30 meter.

    Perkembangan perang ini kian serius. Belum ada pertanda-pertanda.
    Untuk maju ke meja perundingan.

    Harga meja tampaknya terlalu mahal sekarang ini. Belum lagi
    termasuk bawahnya. (dahlan iskan)


    
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
        不含病毒。www.avg.com
    
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


    <#m_6638723836012645106_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
-- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita"
    di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
    ini, kirim email ke [email protected]
    <mailto:[email protected]>.
    Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
    https://groups.google.com/d/optout
    <https://groups.google.com/d/optout>.





---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke