https://bisnis.tempo.co/read/1137211/geram-dengan-sandiaga-susi-pudjiastuti-jangan-asal-omong/full&view=ok
Geram dengan Sandiaga, Susi Pudjiastuti: Jangan
Asal Omong
Reporter:
Chitra Paramaesti
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Rabu, 17 Oktober 2018 13:14 WIB
Gaya Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Sandiaga Uno setelah meraih garis finish bersama dalam adu cepat di
Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria
Fransisca Lahur.
<https://statik.tempo.co/data/2018/02/25/id_686933/686933_720.jpg>
Gaya Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Sandiaga Uno setelah meraih garis finish bersama dalam adu cepat di
Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria
Fransisca Lahur.
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
geram dengan pernyataan calon wakil presiden Sandiaga
<https://bisnis.tempo.co/read/1136105/make-indonesia-great-again-mirip-trump-sandiaga-jangan-baper>
Uno, yang mengatakan pihaknya mempersulit perizinan penangkapan ikan di
Indramayu. "Saya marah, dan ini sudah diingatkan. Jangan bawa ekonomi
perikanan ke politik," ujar Susi di kantor Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Rabu, 17 Oktober 2018.
*Baca:* *Sandiaga Uno Akui Aksi Tukar Dolarnya Adalah Pencitraan yang
....
<https://bisnis.tempo.co/read/1133562/sandiaga-uno-akui-aksi-tukar-dolarnya-adalah-pencitraan-yang>*
Susi menjelaskan, kelompok yang disebut nelayan ialah orang-orang yang
memiliki kapal berukuran di bawah 10 /gross tonase/ (GT). Susi
mengatakan sudah membebaskan nelayan tersebut dari segala perizinan.
Menurut Susi, perizinan kapal diberlakukan untuk kapal berukuran 10-30
GT. Kemudian izin tersebut dikeluarkan pemerintah daerah setempat, bukan
kementeriannya. Perizinan yang dikeluarkan Kementerian diperuntukkan
bagi kapal-kapal besar berukuran di atas 100 GT.
Susi menyayangkan pernyataan Sandiaga mengenai keberpihakan pemerintah
pada nelayan. Susi lalu menyebutkan Sandiaga seharusnya banyak melakukan
riset sebelum mengeluarkan pernyataan di depan publik. "Jadi jangan asal
/ngomong/, belajar dan baca undang-undang perikanan," tuturnya.
Nelayan, kata Susi, ialah orang yang mengoperasikan kapal tangkap ikan
di bawah 10 GT. Jika ukuran kapal besar, tidak dapat disebut
nelayan, melainkan industri. Selain itu, karena sebagai industri itu
pula, pendapatan setiap tahun bisa mencapai miliaran rupiah.
Sebelumnya, pada 10 Oktober lalu, Sandiaga mengunjungi Indramayu dan
bertemu dengan nelayan di tempat pelelangan ikan Karangsong. Di sana,
menurut Sandiaga, nelayan mengeluhkan soal surat perizinan penangkapan ikan.
*Baca: **Sandiaga Uno Sebut Biaya Hidup Kini Kian Berat
<https://bisnis.tempo.co/read/1129546/sandiaga-uno-sebut-biaya-hidup-kini-kian-berat>*
Para nelayan tersebut mengeluhkan tidak dapat melaut karena birokrasi
yang rumit. "Prabowo-Sandi tidak akan melupakan jasa nelayan. Proses
perizinan ini akan saya pangkas birokrasinya," ujar Sandiaga
<https://www.tempo.co/tag/sandiaga>.
------------------------------------------------------------------------
# Sandiaga <https://www.tempo.co/tag/sandiaga>
# Sandiaga Uno <https://www.tempo.co/tag/sandiaga-uno>
#