Ada lebih dari sepuluh tahun yang lalu, saya lihat ada beberapa hal yang luar biasa menonjol di Indonesia, bahkan ada yang sudah melebihi perusahaan di Belanda. Di tempat saya kerja, dulu kami baru menterapkan 5 S. Waktu saya diundang teman datang ke perusahaan tempat dia kerja sebagai kepala perusahaan, kemudian jadi komisaris perusahaan, saya lihat dia sudah melebihi kami di Belanda. Sudah berhasil menterapkan hingga 7 S. Di Malang ada perusahaan alcohol yang paling modern di seluruh Asia, dijadikan reference factory perusahaan automatisering Amerika yang punya agency di Jepang. Perusahaan alcohol yang besar sekali ini selalu low profile, takut diambil anak2nya Suharto. Ternyata memang berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada mobil mewah. Anaknya yang jadi mahasiswa naik sepeda, pakaian biasa. Perusahaan tambak udang di Indonesia maju pesat. Kesulitannya adalah pencurian. Teman saya pilih daerah Blitar selatan di pantai. Pikir daerah bekas kiri lebih aman dari daerah agama. Wah, kenyataannya lain. Di Blitar selatan, pernah dijaga polisi, bisa kecurian. Lalu ganti dijaga angkatan laut. Juga sama saja. Belakangan setelah 16 tahun, dan lahannya tidak bagus lagi untuk tambak udang, dia pindah ke Pasuruan. Dia bilang, kontraknya sama seperti di Blitar. Dibayar per tahunnya sama dengan harga beras tiap saat yang dihasilkan bekas sawah itu per tahunnya. Si pemilik lahan dapat kerja , dibayar tiap minggu untuk ngurusi tambak. Di tempat baru, tempat orang2 Madura, tidak perlu pakai penjagaan, tidak ada yang dicuri. Karena itu anaknya jadi mau berhenti kerja, ikut ayahnya, buka tambak lagi. Dia bilang pada saya, orang kerja, pokoknya tidak dipersulit pemerintah, tidak dipersulit birokrasi, tempatnya aman, tidak usah diberi fasilitas ini itu, bisa maju sendiri. Bibit-bibit udang mahall, diangkut dari daerah2 dengan kapal terbang kecil. Baru terbayang wah, ibu Susi ya memang pinter kerja. Tahu apa yang dibutuhkan orang. Perusahaan cold storage begitu ditelpon, langsung beritahu harga udang kwalitas tertentu harganya hari itu berapa. Begitu setuju mereka langsung datang. Udang2 besar diexport ke Jepang. Semua serba cepat, hanya per telpon janjian. Yang kecil2 dia tawarkan ke restaurant langganannya. Yang hebat itu perusahaan real estate Indonesia. Sudah lama ada di Pudong Shanghai, Fujian, Hangzhou, hanoi, kamboja. Perusahaan mienya juga ada di Tiongkok.
On Wed, 14 Nov 2018 at 05:39, ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Berarti Indonesia adalah negara "dunia pertama", karena sudah punya banyak > restoran piza & starbucks sampai angkutan online ala Uber, Grab, dan > Go-Jek, hahaha.... Syukurlah, alhamdulillah... > > Kadang saya ketawa melihat orang menilai Indonesia (negara) begitu > terbelakang, padahal di sana-sini gampang sekali ditemui identitas dan > simbol modernisme. Gedung, hotel, lapangan terbang dan segala infrastruktur > tampak megah menggencet Rakyat (Indonesia) yang cuma bisa berdoa, berharap, > semoga masalah kebutuhan pokok bisa teratasi. > > Angkutan sistem online sebagaimana kesaksian mBak Titiek memang membuka > sedikit harapan "kesejahteraan" bagi para mantan pelaku ojek pangkalan. > Tetapi penyelenggaraan sistem yang terlalu dipaksakan dengan melawan > undang-undang ini (ditolak Jonan saat menjabat menhub) menjadi bukti bahwa > si Jokowi sesungguhnya memberi makan Rakyat dengan cara "haram", ilegal. > > Landasan hukum tentang angkutan online tak kunjung beres sampai detik ini > sehingga terus mengundang demo yang dipelopori mitra Go-car & Grab-car yang > relatif melek hukum. > > Kita semua tahu kok, niat Jokowi memaksakan angkutan online ini > pertama-tama bukanlah untuk membuka lapangan kerja, melainkan untuk sekedar > gemboran "Indonesia sudah memasuki era revolusi 4.0!" > > Sontoloyo. > > --- lusi_d@... wrote: > > > > Yang dimaksudkan pisa itu apa piza? > > Am Tue, 13 Nov 2018 17:44:59 +0100 > (West-Europa (standaardtijd)) schrieb "'tmaslam.2007@: > > > Kalau yang dimaksud bung Djie itu di Indonesia namanya mirip ke Go > > Food. > > > > salam, > > > > Titiek Maslam > > > > > > > > -------Oorspronkelijk bericht------- > > > > Van: kh djie > > > > Di Amsterdam ada semacam Go Jek , dengan bomfiets, dan dibelakangnya > > peti untuk antar pisa. Ada rumah makan Tionghoa yang antar pesanan > > sampai rumah tambah beaya E 2.50. > > Ada juga yang tidak punya orang sendiri, lalu nelpon pengantar pisa > > untuk antar > > makanan, dan ini yang dapat E 2.50 > > Di Amsterdam, hanya dalam kota ada juga kalau tak salah untuk jarak > > maximum 4 km, > > ada semacam mobil kecil sederhana untuk 2 penumpang, bayar E 4,- > > > > > > On Tue, 13 Nov 2018 at 16:52, Jonathan Goeij wrote: > > > > Saya kira ideologi bapak Jokowi "apa saja yang bisa membangkitkan > > elektabilitas" dan hal yang seakan ber-api2 nasionalis itu > > dimasyarakat Indonesia sangat2 laku keras. Mungkin tepat sekali > > dengan "sontoloyo" yang diucapkan beliau, sedang pasangan beliau > > cocok dengan "genderuwo" yang segalanya serba mistis bahkan budek dan > > buta juga katanya sesuai kitab suci.. Jadi pasangan yang harmonis > > sekali. > > > > > > --- ajegilelu@... wrote : > > > > Ya kan tidak harus dengan membangun imajinasi > > sesontoloyo itu terhadap para tetangga. > > > > Katanya si Jokowi ini mau bersaing, suka persaingan. > > Lha kalau begini caranya, menghembuskan hoax sontoloyo, > > kan jadi ketahuan tuh taktik culasnya dalam bersaing. > > Lagi-lagi membombardir pendukung dengan hoax sontoloyo > > tentang pesaing. > > > > Ini mah bab pengantar dari taktik propaganda Goebbels; > > kebohongan yang dicekokkan berulang-ulang lama-lama > > > > akan dipercaya sebagai kebenaran. > > > > > > --- jonathangoeij@... wrote: > > > > kelihatannya si bapak presiden sedang membangun citra nasionalis > > melindungi start-up. > > > > --- ajegilelu@... wrote : > > > > Pertanyaannya kan jadi, untuk apa / kena apa Jokowi > > > > membangun imaji-imaji buruk di benak para > > pendukungnya terhadap negara-negara tetangga? > > -- yang notabene sama-sama berjuang keras untuk > > berhimpun dalam ASEAN dan menjadikan Asia-tenggara ini > > kawasan damai > > > > Siapa titip pesan-pesan buruk ini dalam masa kampanye > > yang menurut Jokowi sendiri harus gembira dan damai? > > > > > > --- jonathangoeij@... wrote: > > > > Saya baca artikel Go Viet memang platform ojek seperti itu cuman bisa > > dikembangkan di Vietnam, Thailand, Filipina, sedangkan Singapura kok > > gak bakalan bisa. Cuman apakah nantinya juga dibilang Singapura > > menghambat start-up Indonesia? Kenyataannya platformnya gak cocok > > sama kondisi negara. > > > > > > On Monday, November 12, 2018, 12:32:42 AM PST, ajeg wrote: > > > > > > Belakangan ini Jokowi seperti keranjinganan berhalusinasi. > > Sedikit-sedikit merasa diserang, bolak-balik bilang ada > > > > yang menakuti-nakuti, ada sontoloyo, lalu ada genderuwo. > > > > > > > > Sekarang dia bilang negara tetangga takut sama Go-Jek. > > > > Omong kosong apa pula ini? > > > > > > > > Prihatin juga sih... > > > > > > -------------------------- > > > > "Negara tetangga kita takut sekali dengan yang namanya Go-Jek, takut > > banget > > > > mereka ngomong ke saya kok, sehingga mereka menghambat setiap kita > > akan > > > > masuk ke pasar yang ada di sana," kata Presiden Jokowi di Kota > > Tangerang, Banten, > > > > Minggu malam. > > --------------------------------------- > > > > > > > > Faktanya: > > Tak ada Go-Viet Tanpa Go-Jek > > > > > > Namun, Go-Viet tidak dibiarkan berjalan begitu saja oleh Go-Jek. > > > > > > --- jonathangoeij@... wrote: > > > > > > Go Jek rasanya cuman bisa jalan di-negara2 berkembang yg masih > > menggunakan sepeda motor sebagai ojek, mungkin seperti Vietnam, > > Thailand. > > > > > > --- bhjo@... wrote : > > > > > > Kutipan:"Negara tetangga kita takut sekali dengan yang namanya > > Go-Jek, takut banget, mereka ngomong ke saya kok, sehingga mereka > > menghambat setiap kita akan masuk ke pasar yang ada di sana," kata > > Presiden Jokowi di Kota Tangerang, Banten, Minggu malam". > > > > > > Tidak diterangkan kenapa takutnya atau apa motifnya negara lain tidak > > mau menganut Go-Jek. Pendapat saya sebagai orang Timur, tidak akan > > memperbolehkan anak perempuan saya naik Go-Jek dimana saja. > > Barangkali orang Barat juga akan berpendapat seperti saya dimana > > badan penumpang akan bersentuhan dgn pengendara yg tidak dikenal. Dan > > kelakuan pengendara tidak bisa diduga sebelumnya. Go-Jek dgn > > berlainan jenis kelamin harus dilarang. > > > > > > BH Jo > > > > >
