Di Jaman ORBA dikatakan kalau korupsi itu tidak apa-apa, selama
uangnya ada di dalam negeri dan diputar jadi modal kerja.

On Sat, 24 Nov 2018 at 00:40, zeta roza [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> RENUNGAN 🤔 🤓
>
> 🍒 Disimak disebut "jaman edan" ketika era Orba, semua yang tidak baik
> "dilihat" baik dan "dipercaya"  sebagai kebaikan... Semua hukum "dikuasa"i
> oleh uang sehingga hukuman berlaku hanya" kehendak" sang pemesan pelanggar
> hukum pidana yang berduit korup ... Jadi contohnya KORUPSI "dipercaya"
> sebagai kebaikan maka korupsi atau maling atau pencurian uang negara itu
> perlu dilihat dilindungi hukum dan serta fitnah "marak" digunakan untuk
> membenarkan pemfitnahan dianggap kebaikan atau maka perbuatan fitnah
> dilindungi hukum atau berhukum pidana adalah dikuasai oleh uang menjadi
> "harus" layak dibenarkan "kecuali" untuk semua yang TIDAK SESUAI KEHENDAK
> si pemesan sebagai penguasa uang korupsi ...Ini contoh-contoh yang "tidak"
> patut di tiru, tidak "patut" dianut karena melanggar UUD negara RI 🌹 Maka
> pula menurut Orba hal korupsi Yayasan Supersemar yang diputuskan hukum
> telah menyelewengkan "fungsinya" untuk "menggelapkan" uang ke berbagai
> "kroninya" adalah hal yang baik maka dibelanya dengan "motif" kepentingan
> rakyat seperti biasa modus sang orba...
> KORUPSI jelas BUKAN ASPIRASI RAKYAT...
>
>
> Verzonden via Yahoo Mail op Android
> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>
> Op vr, nov. 23, 2018 om 18:54 schreef Marco 45665 [email protected]
> [temu_eropa]
> <[email protected]>:
>
>
> Mohon disampaikan Link ini kepada  Ketua Dewan Pertimbangan Partai ''Berkarya
> dan Bergaya Korupsi'' ini > Mbok Siti Hediati Hariyadi agar
> dibacanya...... mungkin akan sedikit sadar dan sedikit merasa Malu (
> jikapun punya Kesadaran dan rasa Malu yang mungkin sudah tidak dipunyainya
> karena tertimbun OLEH BERGUDANG-GUDANG TUMPUKAN  UANG KORUPSI  )
>
>
>
> *Sat, 17 Nov, 15:25 (6 days ago)*
> [image: alt]
> [image: alt]
>
>
> *https://www.globalresearch.ca/poverty-and-extreme-poverty-filming-in-the-most-depressing-city-on-earth-jakarta/5659556*
> <https://www.globalresearch.ca/poverty-and-extreme-poverty-filming-in-the-most-depressing-city-on-earth-jakarta/5659556>
> Poverty and Extreme Poverty: Filming in the Most Depressing City on Earth
> — Jakarta.
> ** Penulis artikel ini - Andre Vitchek dalam tulisannya menyebut pihak
> Barat yang mendalangi kudeta 1965
>
>
>
>
>
>
> [image: alt]
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Bez
> virů. www.avast.com
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_521345565993604590_m_-1661721670867504343_m_-4478103774654605525_m_-7127287475136021402_m_8677546070875000452_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> On Fri, 23 Nov 2018 at 14:12, Marco 45665 <[email protected]> wrote:
>
> Setiap saat ketika  Ketua Dewan Pertimbangan Partai ''Berkarya dan
> Bergaya Korupsi'' ini > Siti Hediati Hariyadi yang sudah semakin gendut
> kekenyangan makan Duit Korupsi ( yang oleh seluruh Dynastinya turun-temurun
> yg diturunkan pada Para Kader Koruptnya ) - Maka Apa yang  keluar dari
> Mulut Mak Coblang dan Si Mbok ini  ...segala yang Pahit -Getirpun dirasakan
> olehnya dan oleh Para Abdi Pendukungnya serta Para Penjilatnya ....akan
> terasa Manis dan segala yang Segar menjadi BAU .... seperti Kata2 dan
> Pikirannyang ada didalam benak dan hati Mereka -seluruh Dynasti dan Para
> Prajurit Setiawannya...  dan seperti Pepatah bilang > BAU BUSUK IKAN itu
>  sudah mulai  terasa dan selalu datang dan  berasal dari Kepalanya <
> .....
> Makanya Jangan suka Makan Ikan yang didapat dari '' BENGAWAN SOLO ''  atau
> yang disiapkan dan dimasak dari  Dapur '' KRATON MAKUNEGORO ''....  Ghitu
> lho ...... Hayo sopo sing ora Kangen karo IKANKU....??
>
>
> [image: alt]
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Bez
> virů. www.avast.com
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_521345565993604590_m_-1661721670867504343_m_-4478103774654605525_m_-7127287475136021402_m_8677546070875000452_m_-140795213014169734_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> On Fri, 23 Nov 2018 at 04:40, ChanCT [email protected] [temu_eropa] <
> [email protected]> wrote:
>
>
>
> Titiek Soeharto Ungkap Dampak Yayasan Supersemar Dibekukan
> Reporter:  Budiarti Utami Putri
> Editor:  Rina Widiastuti
> Jumat, 23 November 2018 08:50 WIB
> 0 KOMENTAR
> <https://nasional.tempo.co/read/1148847/titiek-soeharto-ungkap-dampak-yayasan-supersemar-dibekukan/full&view=ok#comments>
> 000
>
>    -   Arial   Roboto   Times   Verdana
>    -
>    -
>    -
>
> [image: Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati atau Titiek
> Soeharto berbicara kepada wartawan sebelum nobar film Penumpasan
> Pengkhianatan G30S/PKI di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta
> Selatan, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.]
> <https://statik.tempo.co/data/2018/09/30/id_737379/737379_720..jpg>
>
> Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati atau Titiek Soeharto
> berbicara kepada wartawan sebelum nobar film Penumpasan Pengkhianatan
> G30S/PKI di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad,
> 30 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ketua Dewan Pertimbangan Partai
> Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menyebut pemerintah
> menghalangi rezeki orang lantaran membekukan Yayasan Supersemar
> <https://www.tempo.co/tag/yayasan-supersemar>. Titiek beralasan, yayasan
> yang sudah dibekukan selama dua tahun itu tak bisa lagi memberikan beasiswa
> kepada anak-anak Indonesia yang pandai tetapi tak bisa mengakses pendidikan.
>
> *Baca: Terkait Kasus Yayasan Supersemar, Granadi Sudah Disita Sejak 2016
> <https://nasional.tempo.co/read/1148527/terkait-kasus-yayasan-supersemar-granadi-sudah-disita-sejak-2016>*
>
> "Kami tidak bisa memberikan beasiswa kepada masyarakat yang anak-anaknya
> pintar itu tapi tidak mampu. Ini namanya apa ya, mengambil rezeki orang,"
> kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.
>
> Titiek mengatakan Yayasan Supersemar yang didirikan keluarga Cendana
> adalah yayasan pendidikan yang membantu anak-anak tidak mampu. Dia
> mengklaim, hingga saat ini sudah ada lebih dari dua juta orang yang
> mendapatkan beasiswa Yayasan Supersemar.
>
> Titiek juga mengklaim, 70 persen rektor yang memimpin universitas negeri
> merupakan penerima beasiswa Supersemar. "Karena mereka orang-orang pintar,
> jadi mereka dapat beasiswa Supersemar," ujarnya.
>
> *Baca: PN Jakarta Selatan Masih Simpan Uang Sitaan Yayasan Supersemar
> <https://nasional.tempo.co/read/1148590/pn-jakarta-selatan-masih-simpan-uang-sitaan-yayasan-supersemar>*
>
> Yayasan Supersemar divonis bersalah atas perkara penyelewengan dana
> beasiswa pada berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai serta
> dipinjamnkan kepada pihak ketiga. Putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah
> Agung menyatakan Yayasan Supersemar harus membayar ganti rugi ke negara
> senilai Rp 4,4 triliun.
>
> Titiek mengklaim Yayasan Supersemar tidak bersalah. Dia menuding ada
> perintah kepada Kejaksaan hingga lembaga tersebut menyatakan yayasan
> bersalah.
>
> "Yayasan Supersemar tidak ada yang salah. Ini kan ada perintah sehingga
> Kejaksaan bilang Yayasan Supersemar salah," kata Titiek.
>
> Titik menambahkan, Yayasan Supersemar didirikan Soeharto dengan tujuan
> mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata dia, pemerintah boleh tak menyukai
> Soeharto, tetapi Yayasan Supersemar harus tetap berjalan.
>
> ADVERTISEMENT
>
> *Baca: Mengintip Aset-aset Yayasan Supersemar senilai Rp 4,4 Triliun
> <https://nasional.tempo.co/read/1147911/mengintip-aset-aset-yayasan-supersemar-senilai-rp-44-triliun>*
>
> Titiek lantas meminta pemerintah bijak dalam menyikapi persoalan tersebut..
> Apalagi, dia menilai pemerintah belum mampu mencukupi kebutuhan pendidikan
> untuk masyarakat.
>
> "Tolonglah pemerintah, bijaksanalah sedikit, kalau sudah bisa memenuhi
> pendidikan semua orang bisa sekolah dengan baik, fine. Tapi ini kan masih
> banyak yang butuh pendidikan ya, tapi kok disetop begitu," ujarnya.
>
> *ANDITA RAHMA*
>
> [image: alt]
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_521345565993604590_m_-1661721670867504343_m_-4478103774654605525_m_-7127287475136021402_m_8677546070875000452_m_-140795213014169734_m_-5254310743221078057_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke