Oo, itu soal borjuasi nasional. Perdebatan saya dengan STD juga menyangkut
kebijakan berhubungan dengan bornas. STD berusaha "membersihkan" nama SGT dari
cap komunis dengan mempertentangkan nya dengan pimpinan PKT. Wah, itu satu
perdebatan yang panjang. Pada pokoknya, isinya adalah STD ingin menunjukkan
seolah-olah pendapat SGT tentang Bornas bertentangan dengan kebijakan PKI.
Sebaliknya saya menunjukkan, dengan menampilkan secara kongkrit tulisan D.N.
Aidit dan M.H. Lukman, bahwa garis PKI ketika itu tidak memandang bornas
sebagai musuh revolusi nasional demokratis. PKI menuntut Pemerintah agar bornas
didukung untuk berkembang, karena kedudukan ekonominya lemah dan tidak dapat
bersaing dengan multinasional asing. Jadi sebenarnya sikap terhadap bornas
bukanlah satu penemuan dari SGT. Garis itu sudah diterapkan Mao di Tkk dalam
revolusi nasional demokratis (yang juga disebut rev. demokrasi baru). Itu ada
hubungannya dengan sifat masyarakat setengah jajahan setengah feodal di mana
Mao mengadakan analisa kelas untuk menentukan siapa musuh siapa kawan revolusi
demokrasi baru. Karena Indonesia juga negeri setengah jajahan setengah feodal
maka dalam tahap pertama revolusi, bornas bukan musuh karena ada sektor bornas
patriotik yang bisa diajak berrevolusi melawan imperialisme yang tidak
memungkinan berkembangnya ekonomi nasional.
Hal lain lagi yang saya tidak setuju adalah SGD berkata bahwa SGT berpandangan
sosialisme yang dikombinasikan dengan kapitalisme pada tahun 50'an. Nah, ini
yang saya anggap tidak betul dan tidak mungkin!! Karena kaum revisionis Tkk
baru bisa menerapkan dan mempropagandakan teori kombinasi sosialisme dengan
kapitalisme setelah Mao meninggal, 1976. Ya, tidak mungkinlah!! SGT mendukung
sosialisme a la Indonesia nya Bung Karno yang menentang exploitation de l'homme
par l'homme. Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bermusuhan dengan seorang tokoh
tionghoa lainnya (saya lupa namanya). Permusuhannya itu juga ada hubungannya
dengan sosialisme.
Argumentasi STD untuk mempertentangkannya dengan PKI adalah, SGT dekat dengan
Adam Malik, tokoh Murba, yang merupakan partai musuh bebuyutannya PKI. Saya
ingatkan STD bahwa Murba mendukung ORBA, maka itu dia tidak dibubarkan oleh
Suharto, bahkan tokohnya diangkat jadi Wk. Presiden. Artinya STD membanggakan
kedekatan SGT dengan Murba. Ya, syah syah saja anggapanya itu.. Tapi asal adar
siapa Adam Malik, yang juga diberitakan bekerja untuk CIA.Saya melihat
kedekatan SGT dengan tokoh partai lain sebagai sesuatu yang biasa karena mereka
sama-sama di DPR. Tapi tidak berarti dalam politik mereka tidak berseberangan
pendapat.
Jadi saya sudah tahu, kalau memang yang anda maksud adalah soal kedudukan
bornas dalam ekonomi Indonesia. Makanya koar-koar si Chan yang menuduh saya
melawan bornas, betul-betul menggelikan dan menunjukkan betapa bodohnya si Chan
itu. Sikap terhadap bornas berhubungan erat dengan tahap revolusi. Hanya dalam
tahap revolusi sosialis, bornas sebagai kelas menjadi musuh (ingat, saya bilang
sebagai kelas, bukan individunya dibunuhi!!). Semua kelonggaran dan toleransi
yang mereka nikmati dalam tahap nasional demokratis dihapus, karena masyarakat
sudah masuk dalam tahap sosialis. Inilah justru yang ditentang kaum revisionis
Liu-Deng yang ingin terus mempertahankan tahap nasdem, tidak mau
meningkatkannya menjadi revolusi sosialis. Dari situ datangnya tuduhan dan
fitnah si Chan kepada Mao yang menuduhnya terlalu cepat masuk tahap sosialis.
Dan dari situ juga datangnya ejekan Mao kepada kaum revisionis yang
"terhuyung-huyung seperti perempuan feodal yang kakinya terikat sambil teriak
'kalian terlalu cepat'.
On Monday, November 26, 2018, 9:35:11 PM GMT+1, Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Kalau begitu saya mulai dengan tulisan STD tentang pandangan ekonomi SGT
dibawah, terlihat disana Siauw lebih mengutamakan "modal domestik" dibandingkan
modal luar negeri multinational corporation dan bantuan/utang luar negeri
termasuk IMF. Satu hal yg saya garis bawahi adalah "tanpa memperdulikan siapa
dan latar belakang ras pemiliknya" suatu hal yang bertentangan/berlawanan
dengan policy anti Tionghoa PP10 yg diadopsi pemerintahan Soekarno.
Menurut saya PP10 ini bersama dengan utang2 luar negeri diluar kemampuan
membayar untuk membeli persenjataan waktu agresi Irian Barat itulah yang
membawa kejatuhan ekonomi orde baru. Dus, seandainya pendapat SGT ini yang
diadopsi jadi policy nasional, saya kira ekonomi nasional waktu itu tidak akan
terpuruk. Sayangnya tidak.
Kutipan:Program Ekonomi
Salah satu sumbangan penting Siauw dalam memformulasikan program ekonomi
Nasionalberkaitan dengan anjurannya agar modal domestik – tanpa memperdulikan
siapa dan latarbelakang ras pemiliknya – dikembangkan sedemikian rupa sehingga
dapat dikerahkan untukmembangun ekonomi negara dan mempercepat kemakmuran
rakyat.
Menurut Siauw, pemilik modal domestik memiliki pembawaan yang sangat berbeda
dengan pemilikmodal luar negeri, apalagi yang bersifat multi-Nasional. Tujuan
utama mereka yang memiliki modalluar negeri adalah mengeruk keuntungan sebanyak
mungkin tanpa memperdulikan kemakmuranatau nasib rakyat, dan keuntungan ini
ditarik keluar dari Indonesia. Sedangkan mereka yangmemiliki modal domestik,
hidup di Indonesia dan akan memutarkan keuntungan yang diperolehnyadi
Indonesia, bilamana memang program politik dan ekonomi pemerintah mendorongnya.
Dengan demikian, ia berpendapat, sebaiknya pemerintah lebih mengabaikan
pengembanganmodal domestik daripada bersandar pada “bantuan” luar negeri,
termasuk IMF. Kebijakan inidiadopsi oleh pemerintah RI mulai tahun 1963 dan
masuk pula dalam Garis Besar Haluan Negara(GBHN) – MPRS.
https://rowlandpasaribu.files.wordpress.com/2013/09/s-tiong-djin-oey-hay-djoen-sumbangsih-siauw-giok-tjhan-baperki.pdf
---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
Kalau anda mau menampilkan pendapat SGT soal korporasi multinasional, ya
silahkan! Itu baik sekali untuk menambah pengetahuan. Saya sendiri tidak tahu..
Soal debat saya dengan Chan dan menyangkut keluarga, sebenarnya itu sudah
berjalan sejak lama. Anda kan juga tahu Chan sering sekali menampilkan tulisan
yang berkaitan dengan SGT. SGT bukan saja kepala keluarga, tapi juga seorang
figur publik. Saya pernah diskusi keras dengan Siauw Tiong Jin, soal SGT dalam
hubungannya dengan pimpinan PKI. Pendapat Chan sangat negatif tentang pimpinan
PKI, dan pernah secara langsung menghina MH Lukman. Berpendapat negatif atas
pimpinan PKI adalah hak semua orang dan saya tidak menolak kritik. Yang saya
tolak adalah penghinaan!! Sebaliknya saya sama sekali tidak punya sikap
menghina SGT, saya justru menghargainya. Yang saya tentang adalah
pemutarbalikkan fakta sejarah oleh STJ yang menggunakan figur SGT untuk
membenarkan pandangannya dan memojokkan pimpinan PKI.Saya bertanya soal
pemakaman SGT dalam hubungannya dengan tuduhan "ASING" yang dilontarkan CHAN
SEENAK PERUT SENDIRI KEPADA organisasi massa yang terus menerus menunjukkan
sifatnya yang militan dan sungguh berjuang menuntut hak dan kesejahteraan
anggotanya. Saya tidak terima penghinaan dan fitnah Chan, sebagaimana juga saya
selalu menolak fitnah ORBA terhadap PKI dan ormas-ormas progresif.
Mudah-mudahan dengan soal makam SGT, si Chan bisa ambil pelajaran dan
berkaca!!!!
On Monday, November 26, 2018, 6:53:23 PM GMT+1, Jonathan Goeij
jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Saya kira, dimana SGT dimakamkan tidak perlu dibawa dalam diskusi. Hal itu
sepenuhnya urusan keluarga yang ditinggalkan.
Lebih baik misalnya, yg dibawah kedalam diskusi pendapat SGT yang menentang
perusahaan2 raksasa multinasional corporation. Pandangan SGT saya kira lebih
mirip Lenin.
---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
Tambahan. Satu pertanyaan, apa betul SGT dimakamkan di Tiongkok?? Kalau betul
di Tkk, Lho kenapa di Tiongkok? SGT dulu itu WNI atau WNA? Kalau WNI, tapi
sampai diboyong dari negerai Belanda untuk di makamkan di Tiongkok, wah itu kan
bisa kasih alasan untuk orang reaksioner menuduhnya sebagai antek ASING!!!
Jangan-jangan anaknya sendiri yang akan menuduhnya antek ASING / TIONGKOK!!Saya
sendiri berpendapat, SGT seorang komunis sejati, tak perduli apakah WNI atau
WNA. Seorang komunis sebetulnya tidak kenal kebangsaan, KARENA IA BERKEBANGSAAN
INTERNASIONAL!!!
On Monday, November 26, 2018, 5:43:45 PM GMT+1, Tatiana Lukman
<jetaimemucho1@...> wrote:
Jadi definisi Chan tentang Maois yang Marxis sejati adalah "mengerti dan
berjuang memenangkan ide nya dengan baik-baik!! Apa maksudnya "dengan
baik-baik"? Menyerahkan kepalanya untuk dipotong? Menyerahkan lehernya untuk
dipancung, seperti tahun 65? Apakah Perang Rakyat Tahan Lama yang merupakan
tesis Mao itu "berjuang dengan baik-baik"??? Mao mengajar "Kekuasaan lahir dari
laras senapan", Mengapa harus pakai senapan? Apakah Mao seorang Maois yang
Marxis sejati, padahal dia mimpin rakyatnya dalam Perang Rakyat Tahan Lama??
Lantas kaum yang berkuasa bersenjata dari kepala sampai kaki, sampai giginya,
apakah mereka memperlakukan rakyat yang berjuang menuntut haknya "dengan
baik-baik" ?? PKI ingin mencapai Sosialisme dengan cara damai, mengapa
dibantai??? Ketika Chiang Kai Shek mengkhianati front persatuan dengan kaum
komunis tahun 1927, dibantainya kaum komunis. Apakah Guomintang memperlakukan
kaum komunis dengan baik-baik?? Menuduh saya "main seruduk bergaya nenek dalam
tempurung apalagi bersandar pada ASING, kekuatan buruh-kuning di HK yg jelas
BEGUNDAL imperialisme AS-Inggris itu, ...!
Soal buruh kuning sudah saya jelaskan dalam bagian lain dari perdebatan ini..
Ada kawan lain yang ingin nimbrung dan menguraikan pengertiannya atas konsep
"buruh kuning"??
Apa yang dimaksud "main seruduk bergaya nenek dalam tempurung"?? Jangan
ngumbar kata-kata kosong!! Jelaskan!! Mana bukti "bersandar pada ASING"? Kalau
yang dimaksud ASING itu adalah buruh "kuning di HK", lagi-lagi itu soal dimana
orang berdiri. Buruh "kuning" adalah buruh yang memihak kepada majikan, kaum
kapitalis dan para penguasa. Karena si Chan berdiri dibarisan majikan, kaum
kapitalis dan penguasa, ya dia sendirilah yang sebetulnya KUNING!!!
Ooo, jangan lupa, dalam sejarah perjuangan, PKI selalu dituduh sebagai partai
yang tidak patriotik, sebagai antek ASING, antek MOSKOW, bahkan antek PEKING,
pada tahun 1965!! Sampai sekarang ORBA terus menuduh kaum komunis ANTEK
ASING... Mengapa sama suaranya dengan suara si Chan??? Jadi sebetulnya Chan
telah membuktikan dirinya sendiri, berada di barisan kaum reaksioner.. Saya
sama sekali tidak menuduhnya!! Dia sendiri, melalui tulisan dan komentarnya,
menunjukkannya dengan gamblang dimana dia berdiri: di pihak majikan, di pihak
kaum kapitalis, di pihak kaum penghisap, dipihak kaum berkuasa?? Apakah masih
kurang jelas dan kurang bukti?? Sedangkan organisasi ATKI serta pemimpinnya,
Eni Lestari, yang sekarang sudah menjadi pimpinan Aliansi Migran Internasional,
justru semakin membuktikan organisasi dan dirinya sebagai organisasi yang
mandiri... militan dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan
buruh migran bukan saja nasional tapi juga internasional!! buktinya? Banyak
sudah buktinya yang saya postingkan, dan taksatupun yang dapat dibantah si Chan
remo dan reaksioner!! Ooo, ada reaksinya ketika melihat foto kawan-kawan
pimpinan organisasi menuju Mexico. Di situ si Chan mengulang lagi soal ASING!!
Ya betul, memang banyak orang asingnya, wong itu sebuah pertemuan
internasional!!! Mana bukti "begundal imperialis asing"???
BTW, Chan tidak menjawab pertanyaannya Sunny tentang orang Maois.. Jawab,
jangan menghindar terus!!!
On Sunday, November 25, 2018, 1:15:46 AM GMT+1, ChanCT SADAR@... [GELORA45]
<[email protected]> wrote:
Maois yang sekaligus Marxis sejati akan mengerti dan berjuang memenangkan ide
nya dengan baik-baik! TIDAK main seruduk bergaya nenek dalam tempurung apalagi
bersandar pada ASING, kekuatan buruh-kuning di HK yg jelas BEGUNDAL
imperialisme AS-Inggris itu, ...!
Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 於 25/11/2018 1:13 寫道:
Penindasan penguasa kapitalis Tkk yang semakin besar terhadap aktivis Marxis
terus berkumandang di dunia...
China Intensifies Crackdown on Marxist Student Activists
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
China Intensifies Crackdown on Marxist Student Activists
Chinese university students, inspired by their studies of Marx, are facing an
increasing state crackdown on thei...
|
|
|
On Friday, November 23, 2018, 2:23:42 AM GMT+1, ChanCT SADAR@...
[GELORA45]<[email protected]> wrote:
Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung BENAR-BENAR sudah kehilangan nalar
sehat! TIDAK lagi bisa membedakan mana gerakan BURUH yang betul-betul mewakili
RAKYAT dan mana yang ditunggangi sementara kekuatan, atau dulu biasa disebut
BURUH-KUNING yang hakekatnya justru membela kepentingan KAPITALIS!
TERBALIK, ...! Sadar atau tidak bahwa aksi-aksi yg menamakan diri Maois
(saya yakin Maois GADUNGAN!) dan gunakan gerakan buruh
Jia-Shi (Jasic Technology) kali ini, ternyata dibelakang mereka Kekuatan
buruh-KUNING di HK??? ADALAH "MAOIS" yang didukung Partai DEMOKRAT di HK yg
jelas dibentuk dan jadi begundal koloni Inggris itu! Dan oleh karenanya,
beberapa tokoh JiaShi yang dicekal/ditangkap jelas sudah ada hubungan erat
dengan buruh-Kuning HK itu! Begitulah dengan getolnya buruh-Kuning HK itu
tampil dengan aksi-aksi di HK menuntut mereka dibebaskan!
Yang ditengah (ke-4 dari kiri) itu Ketua BURUH KUNING-HK! Antek imperialisme
AS-Inggris yg bertugas menjegal Pemerintah HK sekarang ini, ...
Dahulu dimasa Mao, ratusan ribu kader/anggota beda pendapat dijebloskan dalam
kamp konsentrasi kerja, untuk cuci-otak merubah pendapat yang dituduh kanan,
penempuh jalan kapitalis, ... sekarang kamp konsentrasi kerja itu sudah di
BUBARKAN karena dianggap TIDAK MANUSIAWI, dan kenyataan sudah membuat begitu
banyak orang MENDERITA bahkan MATI dengan ngenes! Banyak diantara kader-kader
yg dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja itu hanya karena "keturunan", entah
anak tokoh/jenderal KMT, tuantanah, kapitalis, ... bahkan hanya untuk memenuhi
JATAH saja! Ingat, nyaris semua kader yg dijebloskan dalam kamp konsentrasi
kerja itu TIDAK melalui proses HUKUM yang ADIL dan Sah! Dan, ... TIDAK
sedikitpun diberi kesempatan untuk membela diri, orang diperlakukan
bertahun-tahun bahkan puluhan tahun TANPA KEADILAN dan sikap manusiawi!
Apa yang dibilang Da Ming, Da Fang, Da ZiBao dan Da Bian Lun TANPA KENDALI yang
terjadi dimasa RBKP, tidak lain demokrasi kebablasan yg TIDAK BEDA dengan
populisasi seperti sekarang ini yang sedang dikobarkan AS juga! Mengambil
bentuk-bentuk Revolusi-warna, Revolusi-Payung di HK ... Atas nama rakyat
menggempur rakyat dan kerusakan dan kerugian bahkan mencelakakan rakyat banyak
sendiri! KEBENARAN lahir dari PRAKTEK PERJUANGAN! Demokrasi dan KEBEBASAN harus
TETAP dijalankan dalam batas-batas ketentuan HUKUM, tidak diumbar secara
kebablasan menjadi liberalisme yang merusak dan sangat MENCELAKAKAN seperti yg
terjadi dimasa RBKP begitu! Beruntung PKT ditahun 1978 telah BERHASIL membuat
KESIMPULAN dengan tandas menyatakan kesalahan-kesalahan yang terjadi dimasa
RBKP, ...! Bagi RAKYAT Tiongkok sudah dianggap selesai, ...!
Dan juga dengan DEMOKRASI yang dijalankan sekarang ini, dirasakan jauh, jauh
lebih DEMOKRASI ketimbang masa Mao! Setiap warga diperkenankan bicara, berpikir
dan berpendapat, ... selama dia TIDAK lakukan tindak provokasi apalagi
berhubungan dengan ASING! Berapa banyak aksi-aksi buruh, tani juga tetap saja
berjalan dan terjadi di Tiongkok. TIDAK ada larangan, dan boleh-boleh saja
ajukan pendapat dengan aksi-aksi, ... tapi, jangan sampai merusak dan
mencelakakan sekelompok orang lain! Ketertiban dan kemanan tentu MUTLAK HARUS
dijaga, jangan sampai aksi-aksi itu DITUNGGANGI ASING untuk merusak ketertiban
dan keamanan masyarakat!
Itu saja masalahnya, ...!
Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 於 23/11/2018 5:40 寫道:
Kalau orang tak menerima dibilang remo, harusnya dia buktikan kesetiaannya
pada ajaran guru-guru besar Marxisme. Bahkan Bung Karno menganjurkan Marxisme
sebagai pisau untuk menganalisa masalah-masalah sosial. Misalnya bicara tentang
demokrasi, tidak bisa kita lepaskan dari sistim ekonomi, sosial dan politik
yang berdominasi dalam masyarakat. Dipandang dari segi kelas, hanya ada
demokrasi rakyat/proletar dan demokrasi borjuis. Si Chan remo menganggap
demokrasi di Tkk kapitalis lebih besar dari pada demokrasi pada jaman sosialis
Mao. Orang yang tahu sedikit Marxisme sudah tentu akan tertawa terbahak-bahak
mendengar igauan di tengah hari bolong! Ya betul. Deng telah memberi
demokrasi/kebebasan kepada segelintir minoritas untuk menjadi kaya raya melalui
penghisapan, bebas untuk menangkap mereka yang dianggap membahayakan sistimnya,
bahkan memberi kebebasan kepada aparat polisinya untuk menganiaya bahkan
membunuh orang yang dianggap berbahaya bagi sistim.. Sedangkan hak-hak
demokratis kaum buruh dan kaum tani dihapus. Jaman Mao buruh punya hak untuk
mogok. Jelas hak itu dihapus dalam reform kapitalisnya Deng. Jaman Mao rakyat
pekerja punya si da (4 besar), Da Ming (Bebas Bicara), Da Fang (Bebas
Mengajukan Pendapat) , Da Zi Bao
(Bebas Menulis Poster Berhuruf Besar), Da Bian Lun (Bebas Mengadakan
diskusi/perdebatan).. Itu adalah kenyataan! Dan ingat juga kata-kata Mao,
setiap tindakan, setiap pikiran, ide, dll punya stempel kelas orang yang
melakukannya.Sebenarnya perlawanan buruh dan tani Tkk sudah lama berjalan.
Hanya tidak semuanya mendapat pemberitaan sampai keluar Tkk. Sudah tentu mereka
yang berpihak kepada para penguasa, melemparkan tuduhan macam-macam kepada
mereka yang berlawan. Yang paling mudah adalah dengan menuduhnya seolah-olah
semua itu karena hasutan dari luar... Jelas, kalau tidak mengakui bahwa
penghisapan di Tkk itu begitu brutal, pastilah tidak akan mengerti dan mengakui
adanya perlawanan yang semakin besar dari rakyat pekerja...Sederhana saja
masalahnya...Kepada siapa anda berpihak?? Kepada rakyat pekerja atau menjilat
pantat penguasa!!By Jenny Chan
Last month students and recent graduates from more than a dozen mainland
Chinese universities turned out to provide solidarity support for workers of
Jasic Technology.
The activists included students from Peking University, Tsinghua University,
Nanjing University, and Sun Yat-sen University. They wore T-shirts with the
slogan “unity is power” printed in bold red.
Nanjing University students supporting Jasic Technology workers. Photo: RFA..
They produced videos of speeches and peaceful demonstrations in front of the
Jasic factory in the Pingshan District of Shenzhen City, a key node of
globalized production in South China. They tweeted open letters and blogs and
photos via social media.
In response, the management of Jasic, a private company listed on the Shenzhen
stock exchange, retaliated against workers who have been trying to establish a
democratic trade union since May, and refused immediate reinstatement of
dismissed workers, triggering waves of protests and campaigns.
At the time of writing, 14 workers were still being detained by local
authorities, and last week police raided a guesthouse where about 50 student
supporters had been staying, crushing the worker-student coalition.
The conflicts between workers and management over punitive fines, wage
deductions, and non-payment of social security benefits at Jasic are not an
isolated case.. Facing infringement of rights and harsh treatment, aggrieved
workers have resisted in numerous individual and collective forms.
In 1982 China removed the right to strike from its constitution and the only
official union organization is the All-China Federation of Trade Unions, an
integral part of the government. With no leadership from the union, workers in
places like Jasic have taken independent actions to defend their legal rights
and interests.
Jasic Technology workers protesting outside a Shenzhen police office. Photo:
Screenshot.
Government statistics indicate that, in 1996, 48,121 labour disputes (including
individual and collective cases) were accepted for arbitration, involving
189,120 people nationwide. The incidence of arbitrated labour disputes, along
with mounting protests, has been growing rapidly.
In the global economic crisis of 2008, when millions of workers were laid off,
the number of cases skyrocketed to 693,465 – nearly double that of the previous
year – involving more than 1..2 million workers across the country.
Following a brief decline, labour dispute cases have shot up annually, reaching
an unprecedented 813,859 cases in 2015, according to the China Labour
Statistical Yearbook.
In addition to filing cases through dispute resolution mechanisms, workers have
sought to strengthen their associational power to better protect themselves.
Jasic workers had submitted their written intent to form a union in
accordance with China’s Trade Union Law. They
had prepared to engage in dialogue with management.
On August 1, under mounting pressure, Jasic executives quickly set up a union
preparatory committee. From 2005 when the company was founded, Jasic, like many
other companies, had refused to recognize workers’ fundamental rights to
unionize.
On August 20, Jasic called the first meeting to “elect” nine union committee
members. How were the elections run? Who were the union chair and committee
members? Apparently the Jasic management has taken over organizing at the
workplace level.
For nearly two months now, a core group of university students, along with tens
of thousands of fellow students from all over the country, have been supporting
Jasic workers in their struggles.
This young cohort was born in the 1990s and early 2000s, when China accelerated
its opening to the world and privatized its industries to enhance “flexibility”
of work and employment in the market.
In and through self-organized study groups, internships, and waged work, the
student activists understand the need for more progressive legal reforms and a
fairer share of economic gains for those who produce them.
The effective use of digital media to present a united worker-student voice,
despite removal and blockage of the content by Chinese authorities, has drawn
attention from academics and the wider public at home and abroad.
Hong Kong protesters supporting Jasic Technology workers. Photo: inmediahk.net
In recent years, a young generation of migrant factory workers at Foxconn
(Shenzhen), Honda (Foshan), and Yue Yuen (Dongguan) have staged numerous
strikes and protests in a bid to democratize their respective company unions.
The workers’ demand for higher wages and better benefits are among the top
priorities. As capital moves from coastal Guangdong to interior provinces to
tap into cheaper labour and more abundant land, conflicts over unpaid wages and
arbitrary dismissals may well increase.
University students share concerns about fair labour in an age of contracting
and temporary work.. The battle for social and economic justice from the bottom
up at Jasic and other workplaces has written a new page in contemporary Chinese
society.
Jenny Chan is an Assistant Professor in the Department of Applied Social
Sciences, The Hong Kong Polytechnic University深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议
(博讯综合报道)深圳佳士科技的职工,因为建立工会被厂方打击报复,威胁恐吓。工友们发出的公开信透露,刘鹏华,在厂里正常上班,被两名不明身份的厂外人士殴打,并以打架为由被开除。米久平,本月18号被厂方以不服从安排为由,被4、5个...
|
|
|
Mereka memprotes penganiayaan yang dilakukan aparat kepolisian kepada
rekan-rekan buruh mereka. Liu Penghua, dipukul dan ditembak. Mi Jiuping diseret
oleh 4-5 penjaga keamanan dan dilempar keluar pabrik. Buruh bersiap untuk
membentuk serikat buruhnya sendiri, tapi mereka menemukan penindasan dari
aparat polisi, pemecatan dari perusahaan. Bukan penjahat yang ditangkap polisi,
melainkan wakil-wakil buruh dan buruh yang mundukung mereka..
(Message over 64 KB, truncated)
#yiv8561566816 #yiv8561566816 -- #yiv8561566816ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-mkp #yiv8561566816hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mkp #yiv8561566816ads
{margin-bottom:10px;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mkp .yiv8561566816ad
{padding:0 0;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mkp .yiv8561566816ad p
{margin:0;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mkp .yiv8561566816ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-sponsor
#yiv8561566816ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-sponsor #yiv8561566816ygrp-lc #yiv8561566816hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-sponsor #yiv8561566816ygrp-lc .yiv8561566816ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8561566816 #yiv8561566816actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8561566816
#yiv8561566816activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8561566816
#yiv8561566816activity span {font-weight:700;}#yiv8561566816
#yiv8561566816activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv8561566816 #yiv8561566816activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8561566816 #yiv8561566816activity span
span {color:#ff7900;}#yiv8561566816 #yiv8561566816activity span
.yiv8561566816underline {text-decoration:underline;}#yiv8561566816
.yiv8561566816attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv8561566816 .yiv8561566816attach div a
{text-decoration:none;}#yiv8561566816 .yiv8561566816attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8561566816 .yiv8561566816attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8561566816 .yiv8561566816attach label a
{text-decoration:none;}#yiv8561566816 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv8561566816 .yiv8561566816bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8561566816
.yiv8561566816bold a {text-decoration:none;}#yiv8561566816 dd.yiv8561566816last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8561566816 dd.yiv8561566816last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8561566816
dd.yiv8561566816last p span.yiv8561566816yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv8561566816 div.yiv8561566816attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv8561566816 div.yiv8561566816attach-table
{width:400px;}#yiv8561566816 div.yiv8561566816file-title a, #yiv8561566816
div.yiv8561566816file-title a:active, #yiv8561566816
div.yiv8561566816file-title a:hover, #yiv8561566816 div.yiv8561566816file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8561566816 div.yiv8561566816photo-title a,
#yiv8561566816 div.yiv8561566816photo-title a:active, #yiv8561566816
div.yiv8561566816photo-title a:hover, #yiv8561566816
div.yiv8561566816photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8561566816
div#yiv8561566816ygrp-mlmsg #yiv8561566816ygrp-msg p a
span.yiv8561566816yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8561566816
.yiv8561566816green {color:#628c2a;}#yiv8561566816 .yiv8561566816MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv8561566816 o {font-size:0;}#yiv8561566816
#yiv8561566816photos div {float:left;width:72px;}#yiv8561566816
#yiv8561566816photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8561566816
#yiv8561566816photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8561566816
#yiv8561566816reco-category {font-size:77%;}#yiv8561566816
#yiv8561566816reco-desc {font-size:77%;}#yiv8561566816 .yiv8561566816replbq
{margin:4px;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-mlmsg select, #yiv8561566816 input, #yiv8561566816 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-mlmsg pre, #yiv8561566816 code {font:115%
monospace;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-mlmsg #yiv8561566816logo
{padding-bottom:10px;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-msg
p#yiv8561566816attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-reco #yiv8561566816reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-sponsor
#yiv8561566816ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-sponsor #yiv8561566816ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-sponsor #yiv8561566816ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv8561566816 #yiv8561566816ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8561566816
#yiv8561566816ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv8561566816