Kalau anda mau menampilkan pendapat SGT soal korporasi multinasional, ya 
silahkan! Itu baik sekali untuk menambah pengetahuan. Saya sendiri tidak tahu. 
Soal debat saya dengan Chan dan menyangkut keluarga, sebenarnya itu sudah 
berjalan sejak lama. Anda kan juga tahu Chan sering sekali menampilkan tulisan 
yang berkaitan dengan SGT. SGT bukan saja kepala keluarga, tapi juga seorang 
figur publik. Saya pernah diskusi keras dengan Siauw Tiong Jin, soal SGT dalam 
hubungannya dengan pimpinan PKI. Pendapat Chan sangat negatif tentang pimpinan 
PKI, dan pernah secara langsung menghina MH Lukman. Berpendapat negatif atas 
pimpinan PKI adalah hak semua orang dan saya tidak menolak kritik. Yang saya 
tolak adalah penghinaan!! Sebaliknya saya sama sekali tidak punya sikap 
menghina SGT, saya justru menghargainya.  Yang saya tentang adalah 
pemutarbalikkan fakta sejarah oleh STJ yang menggunakan figur SGT untuk 
membenarkan pandangannya dan memojokkan pimpinan PKI.Saya bertanya soal 
pemakaman SGT dalam hubungannya dengan tuduhan "ASING" yang dilontarkan CHAN  
SEENAK PERUT SENDIRI KEPADA organisasi massa yang terus menerus menunjukkan 
sifatnya yang militan dan sungguh berjuang menuntut hak dan kesejahteraan 
anggotanya. Saya tidak terima penghinaan dan fitnah Chan, sebagaimana juga saya 
selalu menolak fitnah ORBA terhadap PKI dan ormas-ormas progresif. 
Mudah-mudahan dengan soal makam SGT, si Chan bisa ambil pelajaran dan 
berkaca!!!!
    On Monday, November 26, 2018, 6:53:23 PM GMT+1, Jonathan Goeij 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
     

Saya kira, dimana SGT dimakamkan tidak perlu dibawa dalam diskusi. Hal itu 
sepenuhnya urusan keluarga yang ditinggalkan.
Lebih baik misalnya, yg dibawah kedalam diskusi pendapat SGT yang menentang 
perusahaan2 raksasa multinasional corporation. Pandangan SGT saya kira lebih 
mirip Lenin.

---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :

Tambahan. Satu pertanyaan, apa betul SGT dimakamkan di Tiongkok?? Kalau betul 
di Tkk, Lho kenapa di Tiongkok? SGT dulu itu WNI atau WNA? Kalau WNI, tapi 
sampai diboyong dari negerai Belanda untuk di makamkan di Tiongkok, wah itu kan 
bisa kasih alasan untuk orang reaksioner menuduhnya sebagai antek ASING!!! 
Jangan-jangan anaknya sendiri yang akan menuduhnya antek ASING / TIONGKOK!!Saya 
sendiri berpendapat, SGT seorang komunis sejati, tak perduli apakah WNI atau 
WNA. Seorang komunis sebetulnya tidak kenal kebangsaan, KARENA IA BERKEBANGSAAN 
INTERNASIONAL!!!

On Monday, November 26, 2018, 5:43:45 PM GMT+1, Tatiana Lukman 
<jetaimemucho1@...> wrote:



Jadi definisi Chan tentang Maois yang Marxis sejati adalah  "mengerti dan 
berjuang memenangkan ide nya dengan baik-baik!! Apa maksudnya "dengan 
baik-baik"? Menyerahkan kepalanya untuk dipotong? Menyerahkan lehernya untuk 
dipancung, seperti tahun 65?   Apakah Perang Rakyat Tahan Lama yang merupakan 
tesis Mao itu "berjuang dengan baik-baik"??? Mao mengajar "Kekuasaan lahir dari 
laras senapan", Mengapa harus pakai senapan? Apakah Mao seorang Maois yang 
Marxis sejati, padahal dia mimpin rakyatnya dalam Perang Rakyat Tahan Lama?? 
Lantas kaum yang berkuasa bersenjata dari kepala sampai kaki, sampai giginya, 
apakah mereka memperlakukan rakyat yang berjuang menuntut haknya "dengan 
baik-baik" ?? PKI ingin mencapai Sosialisme dengan cara damai, mengapa 
dibantai??? Ketika Chiang Kai Shek mengkhianati front persatuan dengan kaum 
komunis tahun 1927, dibantainya kaum komunis. Apakah Guomintang memperlakukan 
kaum komunis dengan baik-baik?? Menuduh saya "main seruduk bergaya nenek dalam 
tempurung apalagi bersandar pada ASING, kekuatan buruh-kuning di HK yg jelas 
BEGUNDAL imperialisme AS-Inggris itu, ...!

Soal buruh kuning sudah saya jelaskan dalam bagian lain dari perdebatan ini.. 
Ada kawan lain yang ingin nimbrung dan menguraikan pengertiannya atas konsep 
"buruh kuning"??

Apa yang dimaksud "main seruduk bergaya nenek dalam tempurung"?? Jangan  
ngumbar kata-kata kosong!! Jelaskan!! Mana bukti "bersandar pada ASING"? Kalau 
yang dimaksud ASING itu adalah buruh "kuning di HK", lagi-lagi itu soal dimana 
orang berdiri. Buruh "kuning" adalah buruh yang memihak kepada majikan, kaum 
kapitalis dan para penguasa. Karena si Chan berdiri dibarisan majikan, kaum 
kapitalis dan penguasa, ya dia sendirilah yang sebetulnya KUNING!!!
Ooo, jangan lupa, dalam sejarah perjuangan, PKI selalu dituduh sebagai partai 
yang tidak patriotik, sebagai antek ASING, antek MOSKOW, bahkan antek PEKING, 
pada tahun 1965!! Sampai sekarang ORBA terus menuduh kaum komunis ANTEK 
ASING... Mengapa sama suaranya dengan suara si Chan??? Jadi sebetulnya Chan 
telah membuktikan dirinya sendiri, berada di barisan kaum reaksioner.. Saya 
sama sekali tidak menuduhnya!! Dia sendiri, melalui tulisan dan komentarnya, 
menunjukkannya dengan gamblang dimana dia berdiri: di pihak majikan, di pihak 
kaum kapitalis, di pihak kaum penghisap, dipihak kaum berkuasa?? Apakah masih 
kurang jelas dan kurang bukti?? Sedangkan organisasi ATKI serta pemimpinnya, 
Eni Lestari, yang sekarang sudah menjadi pimpinan Aliansi Migran Internasional, 
justru semakin membuktikan organisasi dan dirinya sebagai organisasi yang 
mandiri.. militan dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan 
buruh migran bukan saja nasional tapi juga internasional!! buktinya? Banyak 
sudah buktinya yang saya postingkan, dan taksatupun yang dapat dibantah si Chan 
remo dan reaksioner!! Ooo, ada reaksinya ketika melihat foto kawan-kawan 
pimpinan organisasi menuju Mexico. Di situ si Chan mengulang lagi soal ASING!! 
Ya betul, memang banyak orang asingnya, wong itu sebuah pertemuan 
internasional!!! Mana bukti "begundal imperialis asing"???
BTW, Chan tidak menjawab pertanyaannya Sunny tentang orang Maois.. Jawab, 
jangan menghindar terus!!!



On Sunday, November 25, 2018, 1:15:46 AM GMT+1, ChanCT SADAR@... [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:

 


Maois yang sekaligus Marxis sejati akan mengerti dan berjuang memenangkan ide 
nya dengan baik-baik! TIDAK main seruduk bergaya nenek dalam tempurung apalagi 
bersandar pada ASING, kekuatan buruh-kuning di HK yg jelas BEGUNDAL 
imperialisme AS-Inggris itu, ...!


Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 於 25/11/2018 1:13 寫道:

  Penindasan penguasa kapitalis Tkk yang semakin besar terhadap aktivis Marxis 
terus berkumandang di dunia...
China Intensifies Crackdown on Marxist Student Activists


| 
| 
| 
| 
 | 
 |

 |

 |
| 
|  | 
China Intensifies Crackdown on Marxist Student Activists

Chinese university students, inspired by their studies of Marx, are facing an 
increasing state crackdown on thei...
 |

 |

 |




On Friday, November 23, 2018, 2:23:42 AM GMT+1, ChanCT SADAR@... 
[GELORA45]<[email protected]> wrote:

 


Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung BENAR-BENAR sudah kehilangan nalar 
sehat! TIDAK lagi bisa membedakan mana gerakan BURUH yang betul-betul mewakili 
RAKYAT dan mana yang ditunggangi sementara kekuatan, atau dulu biasa disebut 
BURUH-KUNING yang hakekatnya justru membela kepentingan KAPITALIS!

TERBALIK, ...! Sadar atau tidak bahwa aksi-aksi yg menamakan diri Maois         
                        (saya yakin Maois GADUNGAN!) dan gunakan gerakan buruh 
Jia-Shi (Jasic Technology) kali ini, ternyata dibelakang mereka Kekuatan 
buruh-KUNING di HK??? ADALAH "MAOIS" yang didukung Partai DEMOKRAT di HK yg 
jelas dibentuk dan jadi begundal koloni Inggris itu! Dan oleh karenanya, 
beberapa tokoh JiaShi yang dicekal/ditangkap jelas sudah ada hubungan erat 
dengan buruh-Kuning HK itu! Begitulah dengan getolnya buruh-Kuning HK itu 
tampil dengan aksi-aksi di HK menuntut mereka dibebaskan!







Yang ditengah (ke-4 dari kiri) itu Ketua BURUH KUNING-HK! Antek imperialisme 
AS-Inggris yg bertugas menjegal Pemerintah HK sekarang ini, ...


Dahulu dimasa Mao, ratusan ribu kader/anggota beda pendapat dijebloskan dalam 
kamp konsentrasi kerja, untuk cuci-otak merubah pendapat yang dituduh kanan, 
penempuh jalan kapitalis, ... sekarang kamp konsentrasi kerja itu sudah di 
BUBARKAN karena dianggap TIDAK MANUSIAWI, dan kenyataan sudah membuat begitu 
banyak orang MENDERITA bahkan MATI dengan ngenes! Banyak diantara kader-kader 
yg dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja itu hanya karena "keturunan", entah 
anak tokoh/jenderal KMT, tuantanah, kapitalis, ... bahkan hanya untuk memenuhi 
JATAH saja! Ingat, nyaris semua kader yg dijebloskan dalam kamp konsentrasi 
kerja itu TIDAK melalui proses HUKUM yang ADIL dan Sah! Dan, ... TIDAK 
sedikitpun diberi kesempatan untuk membela diri, orang diperlakukan 
bertahun-tahun bahkan puluhan tahun TANPA KEADILAN dan sikap manusiawi! 


Apa yang dibilang Da Ming, Da Fang, Da ZiBao dan Da Bian Lun TANPA KENDALI yang 
terjadi dimasa RBKP, tidak lain demokrasi kebablasan yg TIDAK BEDA dengan 
populisasi seperti sekarang ini yang sedang dikobarkan AS juga! Mengambil 
bentuk-bentuk Revolusi-warna, Revolusi-Payung di HK ... Atas nama rakyat 
menggempur rakyat dan kerusakan dan kerugian bahkan mencelakakan rakyat banyak 
sendiri! KEBENARAN lahir dari PRAKTEK PERJUANGAN! Demokrasi dan KEBEBASAN harus 
TETAP dijalankan dalam batas-batas ketentuan HUKUM, tidak diumbar secara 
kebablasan menjadi liberalisme yang merusak dan sangat MENCELAKAKAN seperti yg 
terjadi dimasa RBKP begitu! Beruntung PKT ditahun 1978 telah BERHASIL membuat 
KESIMPULAN dengan tandas menyatakan kesalahan-kesalahan yang terjadi dimasa 
RBKP, ...! Bagi RAKYAT Tiongkok sudah dianggap selesai, ...!

Dan juga dengan DEMOKRASI yang dijalankan sekarang ini, dirasakan jauh, jauh 
lebih DEMOKRASI ketimbang masa Mao! Setiap warga diperkenankan bicara, berpikir 
dan berpendapat, ... selama dia TIDAK lakukan tindak provokasi apalagi 
berhubungan dengan ASING! Berapa banyak aksi-aksi buruh, tani juga tetap saja 
berjalan dan terjadi di Tiongkok. TIDAK ada larangan, dan boleh-boleh saja 
ajukan pendapat dengan aksi-aksi, ... tapi, jangan sampai merusak dan 
mencelakakan sekelompok orang lain! Ketertiban dan kemanan tentu MUTLAK HARUS 
dijaga, jangan sampai aksi-aksi itu DITUNGGANGI ASING untuk merusak ketertiban 
dan keamanan masyarakat!

Itu saja masalahnya, ...!




Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 於 23/11/2018 5:40 寫道:

 Kalau orang tak menerima dibilang remo, harusnya dia buktikan kesetiaannya 
pada ajaran guru-guru besar Marxisme. Bahkan Bung Karno menganjurkan Marxisme 
sebagai pisau untuk menganalisa masalah-masalah sosial. Misalnya bicara tentang 
demokrasi, tidak bisa kita lepaskan dari sistim ekonomi, sosial dan politik 
yang berdominasi dalam masyarakat. Dipandang dari segi kelas, hanya ada 
demokrasi rakyat/proletar dan demokrasi borjuis. Si Chan remo menganggap 
demokrasi di Tkk kapitalis lebih besar dari pada demokrasi pada jaman sosialis 
Mao. Orang yang tahu sedikit Marxisme sudah tentu akan tertawa terbahak-bahak 
mendengar igauan di tengah hari bolong! Ya betul.  Deng telah memberi 
demokrasi/kebebasan kepada segelintir minoritas untuk menjadi kaya raya melalui 
penghisapan, bebas untuk menangkap mereka yang dianggap membahayakan sistimnya, 
bahkan memberi kebebasan kepada aparat polisinya untuk menganiaya bahkan 
membunuh orang yang dianggap berbahaya bagi sistim.. Sedangkan hak-hak 
demokratis kaum buruh dan kaum tani dihapus. Jaman Mao buruh punya hak untuk 
mogok. Jelas hak itu dihapus dalam reform kapitalisnya Deng. Jaman Mao rakyat 
pekerja punya si da (4 besar), Da Ming (Bebas Bicara), Da Fang (Bebas 
Mengajukan Pendapat) , Da Zi Bao                                                
 (Bebas Menulis Poster Berhuruf Besar), Da Bian Lun (Bebas Mengadakan 
diskusi/perdebatan).. Itu adalah kenyataan! Dan ingat juga kata-kata Mao, 
setiap tindakan, setiap pikiran, ide, dll punya stempel kelas orang yang 
melakukannya.Sebenarnya perlawanan buruh dan tani Tkk sudah lama berjalan. 
Hanya tidak semuanya mendapat pemberitaan sampai keluar Tkk. Sudah tentu mereka 
yang berpihak kepada para penguasa, melemparkan tuduhan macam-macam kepada 
mereka yang berlawan. Yang paling mudah adalah dengan menuduhnya seolah-olah 
semua itu karena hasutan dari luar... Jelas, kalau tidak mengakui bahwa 
penghisapan di Tkk itu begitu brutal, pastilah tidak akan mengerti dan mengakui 
adanya perlawanan yang semakin besar dari rakyat pekerja...Sederhana saja 
masalahnya...Kepada siapa anda berpihak?? Kepada rakyat pekerja atau menjilat 
pantat penguasa!!By Jenny Chan
Last month students and recent graduates from more than a dozen mainland 
Chinese universities turned out to provide solidarity support for workers of 
Jasic Technology.

The activists included students from Peking University, Tsinghua University, 
Nanjing University, and Sun Yat-sen University. They wore T-shirts with the 
slogan “unity is power” printed in bold red.
                                           
Nanjing University students supporting Jasic Technology workers. Photo: RFA..

They produced videos of speeches and peaceful demonstrations in front of the 
Jasic factory in the Pingshan District of Shenzhen City, a key node of 
globalized production in South China. They tweeted open letters and blogs and 
photos via social media.

In response, the management of Jasic, a private company listed on the Shenzhen 
stock exchange, retaliated against workers who have been trying to establish a 
democratic trade union since May, and refused immediate reinstatement of 
dismissed workers, triggering waves of protests and campaigns.

At the time of writing, 14 workers were still being detained by local 
authorities, and last week police raided a guesthouse where about 50 student 
supporters had been staying, crushing the worker-student coalition.

The conflicts between workers and management over punitive fines, wage 
deductions, and non-payment of social security benefits at Jasic are not an 
isolated case..  Facing infringement of rights and harsh treatment, aggrieved 
workers have resisted in numerous individual and collective forms.

In 1982 China removed the right to strike from its constitution and the only 
official union organization is the All-China Federation of Trade Unions, an 
integral part of the government. With no leadership from the union, workers in 
places like Jasic have taken independent actions to defend their legal rights 
and interests.

Jasic Technology workers protesting outside a Shenzhen police office. Photo: 
Screenshot.

Government statistics indicate that, in 1996, 48,121 labour disputes (including 
individual and collective cases) were accepted for arbitration, involving 
189,120 people nationwide. The incidence of arbitrated labour disputes, along 
with mounting protests, has been growing rapidly.

In the global economic crisis of 2008, when millions of workers were laid off, 
the number of cases skyrocketed to 693,465 – nearly double that of the previous 
year – involving more than 1..2 million workers across the country.

Following a brief decline, labour dispute cases have shot up annually, reaching 
an unprecedented 813,859 cases in 2015, according to the China Labour 
Statistical Yearbook.

In addition to filing cases through dispute resolution mechanisms, workers have 
sought to strengthen their associational power to better protect themselves. 
Jasic workers had submitted their written intent to form a union in             
                                  accordance with China’s Trade Union Law. They 
had prepared to engage in dialogue with management.

On August 1, under mounting pressure, Jasic executives quickly set up a union 
preparatory committee. From 2005 when the company was founded, Jasic, like many 
other companies, had refused to recognize workers’ fundamental rights to 
unionize.

On August 20, Jasic called the first meeting to “elect” nine union committee 
members. How were the elections run? Who were the union chair and committee 
members? Apparently the Jasic management has taken over organizing at the 
workplace level.

For nearly two months now, a core group of university students, along with tens 
of thousands of fellow students from all over the country, have been supporting 
Jasic workers in their struggles.

This young cohort was born in the 1990s and early 2000s, when China accelerated 
its opening to the world and privatized its industries to enhance “flexibility” 
of work and employment in the market.

In and through self-organized study groups, internships, and waged work, the 
student activists understand the need for more progressive legal reforms and a 
fairer share of economic gains for those who produce them.

The effective use of digital media to present a united worker-student voice, 
despite removal and blockage of the content by Chinese authorities, has drawn 
attention from academics and the wider public at home and abroad.
                                           
Hong Kong protesters supporting Jasic Technology workers. Photo: inmediahk.net

In recent years, a young generation of migrant factory workers at Foxconn 
(Shenzhen), Honda (Foshan), and Yue Yuen (Dongguan) have staged numerous 
strikes and protests in a bid to democratize their respective company unions.

The workers’ demand for higher wages and better benefits are among the top 
priorities. As capital moves from coastal Guangdong to interior provinces to 
tap into cheaper labour and more abundant land, conflicts over unpaid wages and 
arbitrary dismissals may well increase.

University students share concerns about fair labour in an age of contracting 
and temporary work.. The battle for social and economic justice from the bottom 
up at Jasic and other workplaces has written a new page in contemporary Chinese 
society.
Jenny Chan is an Assistant Professor in the Department of Applied Social 
Sciences, The Hong Kong Polytechnic University深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议


| 
| 
| 
| 
 | 
 |

 |

 |
| 
|  | 
深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议

(博讯综合报道)深圳佳士科技的职工,因为建立工会被厂方打击报复,威胁恐吓。工友们发出的公开信透露,刘鹏华,在厂里正常上班,被两名不明身份的厂外人士殴打,并以打架为由被开除。米久平,本月18号被厂方以不服从安排为由,被4、5个...
 |

 |

 |


Mereka memprotes penganiayaan yang dilakukan aparat kepolisian kepada 
rekan-rekan buruh mereka. Liu Penghua, dipukul dan ditembak. Mi Jiuping diseret 
oleh 4-5 penjaga keamanan dan dilempar keluar pabrik. Buruh bersiap untuk 
membentuk serikat buruhnya sendiri, tapi mereka menemukan penindasan dari 
aparat polisi, pemecatan dari perusahaan. Bukan penjahat yang ditangkap polisi, 
melainkan wakil-wakil buruh dan buruh yang mundukung mereka..

(Message over 64 KB, truncated)


  #yiv0742330346 #yiv0742330346 -- #yiv0742330346ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-mkp #yiv0742330346hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mkp #yiv0742330346ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mkp .yiv0742330346ad 
{padding:0 0;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mkp .yiv0742330346ad p 
{margin:0;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mkp .yiv0742330346ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-sponsor 
#yiv0742330346ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-sponsor #yiv0742330346ygrp-lc #yiv0742330346hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-sponsor #yiv0742330346ygrp-lc .yiv0742330346ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0742330346 #yiv0742330346actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0742330346
 #yiv0742330346activity span {font-weight:700;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv0742330346 #yiv0742330346activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0742330346 #yiv0742330346activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv0742330346 #yiv0742330346activity span 
.yiv0742330346underline {text-decoration:underline;}#yiv0742330346 
.yiv0742330346attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv0742330346 .yiv0742330346attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv0742330346 .yiv0742330346attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0742330346 .yiv0742330346attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0742330346 .yiv0742330346attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv0742330346 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv0742330346 .yiv0742330346bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0742330346 
.yiv0742330346bold a {text-decoration:none;}#yiv0742330346 dd.yiv0742330346last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0742330346 dd.yiv0742330346last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0742330346 
dd.yiv0742330346last p span.yiv0742330346yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv0742330346 div.yiv0742330346attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv0742330346 div.yiv0742330346attach-table 
{width:400px;}#yiv0742330346 div.yiv0742330346file-title a, #yiv0742330346 
div.yiv0742330346file-title a:active, #yiv0742330346 
div.yiv0742330346file-title a:hover, #yiv0742330346 div.yiv0742330346file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0742330346 div.yiv0742330346photo-title a, 
#yiv0742330346 div.yiv0742330346photo-title a:active, #yiv0742330346 
div.yiv0742330346photo-title a:hover, #yiv0742330346 
div.yiv0742330346photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0742330346 
div#yiv0742330346ygrp-mlmsg #yiv0742330346ygrp-msg p a 
span.yiv0742330346yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0742330346 
.yiv0742330346green {color:#628c2a;}#yiv0742330346 .yiv0742330346MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv0742330346 o {font-size:0;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346photos div {float:left;width:72px;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0742330346
 #yiv0742330346reco-category {font-size:77%;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346reco-desc {font-size:77%;}#yiv0742330346 .yiv0742330346replbq 
{margin:4px;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-mlmsg select, #yiv0742330346 input, #yiv0742330346 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-mlmsg pre, #yiv0742330346 code {font:115% 
monospace;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-mlmsg #yiv0742330346logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-msg 
p#yiv0742330346attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-reco #yiv0742330346reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-sponsor 
#yiv0742330346ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-sponsor #yiv0742330346ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-sponsor #yiv0742330346ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv0742330346 #yiv0742330346ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0742330346 
#yiv0742330346ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv0742330346   

Kirim email ke