Saya kira, dimana SGT dimakamkan tidak perlu dibawa dalam diskusi. Hal itu sepenuhnya urusan keluarga yang ditinggalkan. Lebih baik misalnya, yg dibawah kedalam diskusi pendapat SGT yang menentang perusahaan2 raksasa multinasional corporation. Pandangan SGT saya kira lebih mirip Lenin.
---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote : Tambahan. Satu pertanyaan, apa betul SGT dimakamkan di Tiongkok?? Kalau betul di Tkk, Lho kenapa di Tiongkok? SGT dulu itu WNI atau WNA? Kalau WNI, tapi sampai diboyong dari negerai Belanda untuk di makamkan di Tiongkok, wah itu kan bisa kasih alasan untuk orang reaksioner menuduhnya sebagai antek ASING!!! Jangan-jangan anaknya sendiri yang akan menuduhnya antek ASING / TIONGKOK!!Saya sendiri berpendapat, SGT seorang komunis sejati, tak perduli apakah WNI atau WNA. Seorang komunis sebetulnya tidak kenal kebangsaan, KARENA IA BERKEBANGSAAN INTERNASIONAL!!! On Monday, November 26, 2018, 5:43:45 PM GMT+1, Tatiana Lukman <jetaimemucho1@...> wrote: Jadi definisi Chan tentang Maois yang Marxis sejati adalah "mengerti dan berjuang memenangkan ide nya dengan baik-baik!! Apa maksudnya "dengan baik-baik"? Menyerahkan kepalanya untuk dipotong? Menyerahkan lehernya untuk dipancung, seperti tahun 65? Apakah Perang Rakyat Tahan Lama yang merupakan tesis Mao itu "berjuang dengan baik-baik"??? Mao mengajar "Kekuasaan lahir dari laras senapan", Mengapa harus pakai senapan? Apakah Mao seorang Maois yang Marxis sejati, padahal dia mimpin rakyatnya dalam Perang Rakyat Tahan Lama?? Lantas kaum yang berkuasa bersenjata dari kepala sampai kaki, sampai giginya, apakah mereka memperlakukan rakyat yang berjuang menuntut haknya "dengan baik-baik" ?? PKI ingin mencapai Sosialisme dengan cara damai, mengapa dibantai??? Ketika Chiang Kai Shek mengkhianati front persatuan dengan kaum komunis tahun 1927, dibantainya kaum komunis. Apakah Guomintang memperlakukan kaum komunis dengan baik-baik?? Menuduh saya "main seruduk bergaya nenek dalam tempurung apalagi bersandar pada ASING, kekuatan buruh-kuning di HK yg jelas BEGUNDAL imperialisme AS-Inggris itu, ...! Soal buruh kuning sudah saya jelaskan dalam bagian lain dari perdebatan ini.. Ada kawan lain yang ingin nimbrung dan menguraikan pengertiannya atas konsep "buruh kuning"?? Apa yang dimaksud "main seruduk bergaya nenek dalam tempurung"?? Jangan ngumbar kata-kata kosong!! Jelaskan!! Mana bukti "bersandar pada ASING"? Kalau yang dimaksud ASING itu adalah buruh "kuning di HK", lagi-lagi itu soal dimana orang berdiri. Buruh "kuning" adalah buruh yang memihak kepada majikan, kaum kapitalis dan para penguasa. Karena si Chan berdiri dibarisan majikan, kaum kapitalis dan penguasa, ya dia sendirilah yang sebetulnya KUNING!!! Ooo, jangan lupa, dalam sejarah perjuangan, PKI selalu dituduh sebagai partai yang tidak patriotik, sebagai antek ASING, antek MOSKOW, bahkan antek PEKING, pada tahun 1965!! Sampai sekarang ORBA terus menuduh kaum komunis ANTEK ASING... Mengapa sama suaranya dengan suara si Chan??? Jadi sebetulnya Chan telah membuktikan dirinya sendiri, berada di barisan kaum reaksioner.. Saya sama sekali tidak menuduhnya!! Dia sendiri, melalui tulisan dan komentarnya, menunjukkannya dengan gamblang dimana dia berdiri: di pihak majikan, di pihak kaum kapitalis, di pihak kaum penghisap, dipihak kaum berkuasa?? Apakah masih kurang jelas dan kurang bukti?? Sedangkan organisasi ATKI serta pemimpinnya, Eni Lestari, yang sekarang sudah menjadi pimpinan Aliansi Migran Internasional, justru semakin membuktikan organisasi dan dirinya sebagai organisasi yang mandiri. militan dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan buruh migran bukan saja nasional tapi juga internasional!! buktinya? Banyak sudah buktinya yang saya postingkan, dan taksatupun yang dapat dibantah si Chan remo dan reaksioner!! Ooo, ada reaksinya ketika melihat foto kawan-kawan pimpinan organisasi menuju Mexico. Di situ si Chan mengulang lagi soal ASING!! Ya betul, memang banyak orang asingnya, wong itu sebuah pertemuan internasional!!! Mana bukti "begundal imperialis asing"??? BTW, Chan tidak menjawab pertanyaannya Sunny tentang orang Maois.. Jawab, jangan menghindar terus!!! On Sunday, November 25, 2018, 1:15:46 AM GMT+1, ChanCT SADAR@... [GELORA45] <[email protected]> wrote: Maois yang sekaligus Marxis sejati akan mengerti dan berjuang memenangkan ide nya dengan baik-baik! TIDAK main seruduk bergaya nenek dalam tempurung apalagi bersandar pada ASING, kekuatan buruh-kuning di HK yg jelas BEGUNDAL imperialisme AS-Inggris itu, ...! Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 於 25/11/2018 1:13 寫道: Penindasan penguasa kapitalis Tkk yang semakin besar terhadap aktivis Marxis terus berkumandang di dunia... China Intensifies Crackdown on Marxist Student Activists | | | | | | | | | | | China Intensifies Crackdown on Marxist Student Activists Chinese university students, inspired by their studies of Marx, are facing an increasing state crackdown on thei... | | | On Friday, November 23, 2018, 2:23:42 AM GMT+1, ChanCT SADAR@... [GELORA45]<[email protected]> wrote: Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung BENAR-BENAR sudah kehilangan nalar sehat! TIDAK lagi bisa membedakan mana gerakan BURUH yang betul-betul mewakili RAKYAT dan mana yang ditunggangi sementara kekuatan, atau dulu biasa disebut BURUH-KUNING yang hakekatnya justru membela kepentingan KAPITALIS! TERBALIK, ...! Sadar atau tidak bahwa aksi-aksi yg menamakan diri Maois (saya yakin Maois GADUNGAN!) dan gunakan gerakan buruh Jia-Shi (Jasic Technology) kali ini, ternyata dibelakang mereka Kekuatan buruh-KUNING di HK??? ADALAH "MAOIS" yang didukung Partai DEMOKRAT di HK yg jelas dibentuk dan jadi begundal koloni Inggris itu! Dan oleh karenanya, beberapa tokoh JiaShi yang dicekal/ditangkap jelas sudah ada hubungan erat dengan buruh-Kuning HK itu! Begitulah dengan getolnya buruh-Kuning HK itu tampil dengan aksi-aksi di HK menuntut mereka dibebaskan! Yang ditengah (ke-4 dari kiri) itu Ketua BURUH KUNING-HK! Antek imperialisme AS-Inggris yg bertugas menjegal Pemerintah HK sekarang ini, ... Dahulu dimasa Mao, ratusan ribu kader/anggota beda pendapat dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja, untuk cuci-otak merubah pendapat yang dituduh kanan, penempuh jalan kapitalis, ... sekarang kamp konsentrasi kerja itu sudah di BUBARKAN karena dianggap TIDAK MANUSIAWI, dan kenyataan sudah membuat begitu banyak orang MENDERITA bahkan MATI dengan ngenes! Banyak diantara kader-kader yg dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja itu hanya karena "keturunan", entah anak tokoh/jenderal KMT, tuantanah, kapitalis, ... bahkan hanya untuk memenuhi JATAH saja! Ingat, nyaris semua kader yg dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja itu TIDAK melalui proses HUKUM yang ADIL dan Sah! Dan, ... TIDAK sedikitpun diberi kesempatan untuk membela diri, orang diperlakukan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun TANPA KEADILAN dan sikap manusiawi! Apa yang dibilang Da Ming, Da Fang, Da ZiBao dan Da Bian Lun TANPA KENDALI yang terjadi dimasa RBKP, tidak lain demokrasi kebablasan yg TIDAK BEDA dengan populisasi seperti sekarang ini yang sedang dikobarkan AS juga! Mengambil bentuk-bentuk Revolusi-warna, Revolusi-Payung di HK ... Atas nama rakyat menggempur rakyat dan kerusakan dan kerugian bahkan mencelakakan rakyat banyak sendiri! KEBENARAN lahir dari PRAKTEK PERJUANGAN! Demokrasi dan KEBEBASAN harus TETAP dijalankan dalam batas-batas ketentuan HUKUM, tidak diumbar secara kebablasan menjadi liberalisme yang merusak dan sangat MENCELAKAKAN seperti yg terjadi dimasa RBKP begitu! Beruntung PKT ditahun 1978 telah BERHASIL membuat KESIMPULAN dengan tandas menyatakan kesalahan-kesalahan yang terjadi dimasa RBKP, ...! Bagi RAKYAT Tiongkok sudah dianggap selesai, ...! Dan juga dengan DEMOKRASI yang dijalankan sekarang ini, dirasakan jauh, jauh lebih DEMOKRASI ketimbang masa Mao! Setiap warga diperkenankan bicara, berpikir dan berpendapat, ... selama dia TIDAK lakukan tindak provokasi apalagi berhubungan dengan ASING! Berapa banyak aksi-aksi buruh, tani juga tetap saja berjalan dan terjadi di Tiongkok. TIDAK ada larangan, dan boleh-boleh saja ajukan pendapat dengan aksi-aksi, ... tapi, jangan sampai merusak dan mencelakakan sekelompok orang lain! Ketertiban dan kemanan tentu MUTLAK HARUS dijaga, jangan sampai aksi-aksi itu DITUNGGANGI ASING untuk merusak ketertiban dan keamanan masyarakat! Itu saja masalahnya, ...! Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 於 23/11/2018 5:40 寫道: Kalau orang tak menerima dibilang remo, harusnya dia buktikan kesetiaannya pada ajaran guru-guru besar Marxisme. Bahkan Bung Karno menganjurkan Marxisme sebagai pisau untuk menganalisa masalah-masalah sosial. Misalnya bicara tentang demokrasi, tidak bisa kita lepaskan dari sistim ekonomi, sosial dan politik yang berdominasi dalam masyarakat. Dipandang dari segi kelas, hanya ada demokrasi rakyat/proletar dan demokrasi borjuis. Si Chan remo menganggap demokrasi di Tkk kapitalis lebih besar dari pada demokrasi pada jaman sosialis Mao. Orang yang tahu sedikit Marxisme sudah tentu akan tertawa terbahak-bahak mendengar igauan di tengah hari bolong! Ya betul. Deng telah memberi demokrasi/kebebasan kepada segelintir minoritas untuk menjadi kaya raya melalui penghisapan, bebas untuk menangkap mereka yang dianggap membahayakan sistimnya, bahkan memberi kebebasan kepada aparat polisinya untuk menganiaya bahkan membunuh orang yang dianggap berbahaya bagi sistim.. Sedangkan hak-hak demokratis kaum buruh dan kaum tani dihapus. Jaman Mao buruh punya hak untuk mogok. Jelas hak itu dihapus dalam reform kapitalisnya Deng. Jaman Mao rakyat pekerja punya si da (4 besar), Da Ming (Bebas Bicara), Da Fang (Bebas Mengajukan Pendapat) , Da Zi Bao (Bebas Menulis Poster Berhuruf Besar), Da Bian Lun (Bebas Mengadakan diskusi/perdebatan).. Itu adalah kenyataan! Dan ingat juga kata-kata Mao, setiap tindakan, setiap pikiran, ide, dll punya stempel kelas orang yang melakukannya.Sebenarnya perlawanan buruh dan tani Tkk sudah lama berjalan. Hanya tidak semuanya mendapat pemberitaan sampai keluar Tkk. Sudah tentu mereka yang berpihak kepada para penguasa, melemparkan tuduhan macam-macam kepada mereka yang berlawan. Yang paling mudah adalah dengan menuduhnya seolah-olah semua itu karena hasutan dari luar... Jelas, kalau tidak mengakui bahwa penghisapan di Tkk itu begitu brutal, pastilah tidak akan mengerti dan mengakui adanya perlawanan yang semakin besar dari rakyat pekerja...Sederhana saja masalahnya...Kepada siapa anda berpihak?? Kepada rakyat pekerja atau menjilat pantat penguasa!!By Jenny Chan Last month students and recent graduates from more than a dozen mainland Chinese universities turned out to provide solidarity support for workers of Jasic Technology. The activists included students from Peking University, Tsinghua University, Nanjing University, and Sun Yat-sen University. They wore T-shirts with the slogan “unity is power” printed in bold red. Nanjing University students supporting Jasic Technology workers. Photo: RFA.. They produced videos of speeches and peaceful demonstrations in front of the Jasic factory in the Pingshan District of Shenzhen City, a key node of globalized production in South China. They tweeted open letters and blogs and photos via social media. In response, the management of Jasic, a private company listed on the Shenzhen stock exchange, retaliated against workers who have been trying to establish a democratic trade union since May, and refused immediate reinstatement of dismissed workers, triggering waves of protests and campaigns. At the time of writing, 14 workers were still being detained by local authorities, and last week police raided a guesthouse where about 50 student supporters had been staying, crushing the worker-student coalition. The conflicts between workers and management over punitive fines, wage deductions, and non-payment of social security benefits at Jasic are not an isolated case. Facing infringement of rights and harsh treatment, aggrieved workers have resisted in numerous individual and collective forms. In 1982 China removed the right to strike from its constitution and the only official union organization is the All-China Federation of Trade Unions, an integral part of the government. With no leadership from the union, workers in places like Jasic have taken independent actions to defend their legal rights and interests. Jasic Technology workers protesting outside a Shenzhen police office. Photo: Screenshot. Government statistics indicate that, in 1996, 48,121 labour disputes (including individual and collective cases) were accepted for arbitration, involving 189,120 people nationwide. The incidence of arbitrated labour disputes, along with mounting protests, has been growing rapidly. In the global economic crisis of 2008, when millions of workers were laid off, the number of cases skyrocketed to 693,465 – nearly double that of the previous year – involving more than 1.2 million workers across the country. Following a brief decline, labour dispute cases have shot up annually, reaching an unprecedented 813,859 cases in 2015, according to the China Labour Statistical Yearbook. In addition to filing cases through dispute resolution mechanisms, workers have sought to strengthen their associational power to better protect themselves. Jasic workers had submitted their written intent to form a union in accordance with China’s Trade Union Law. They had prepared to engage in dialogue with management. On August 1, under mounting pressure, Jasic executives quickly set up a union preparatory committee. From 2005 when the company was founded, Jasic, like many other companies, had refused to recognize workers’ fundamental rights to unionize. On August 20, Jasic called the first meeting to “elect” nine union committee members. How were the elections run? Who were the union chair and committee members? Apparently the Jasic management has taken over organizing at the workplace level. For nearly two months now, a core group of university students, along with tens of thousands of fellow students from all over the country, have been supporting Jasic workers in their struggles. This young cohort was born in the 1990s and early 2000s, when China accelerated its opening to the world and privatized its industries to enhance “flexibility” of work and employment in the market. In and through self-organized study groups, internships, and waged work, the student activists understand the need for more progressive legal reforms and a fairer share of economic gains for those who produce them. The effective use of digital media to present a united worker-student voice, despite removal and blockage of the content by Chinese authorities, has drawn attention from academics and the wider public at home and abroad. Hong Kong protesters supporting Jasic Technology workers. Photo: inmediahk.net In recent years, a young generation of migrant factory workers at Foxconn (Shenzhen), Honda (Foshan), and Yue Yuen (Dongguan) have staged numerous strikes and protests in a bid to democratize their respective company unions. The workers’ demand for higher wages and better benefits are among the top priorities. As capital moves from coastal Guangdong to interior provinces to tap into cheaper labour and more abundant land, conflicts over unpaid wages and arbitrary dismissals may well increase. University students share concerns about fair labour in an age of contracting and temporary work. The battle for social and economic justice from the bottom up at Jasic and other workplaces has written a new page in contemporary Chinese society. Jenny Chan is an Assistant Professor in the Department of Applied Social Sciences, The Hong Kong Polytechnic University深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议 | | | | | | | | | | | 深圳佳士科技工人筹建工会被抓被打,到派出所抗议 (博讯综合报道)深圳佳士科技的职工,因为建立工会被厂方打击报复,威胁恐吓。工友们发出的公开信透露,刘鹏华,在厂里正常上班,被两名不明身份的厂外人士殴打,并以打架为由被开除。米久平,本月18号被厂方以不服从安排为由,被4、5个... | | | Mereka memprotes penganiayaan yang dilakukan aparat kepolisian kepada rekan-rekan buruh mereka. Liu Penghua, dipukul dan ditembak. Mi Jiuping diseret oleh 4-5 penjaga keamanan dan dilempar keluar pabrik. Buruh bersiap untuk membentuk serikat buruhnya sendiri, tapi mereka menemukan penindasan dari aparat polisi, pemecatan dari perusahaan. Bukan penjahat yang ditangkap polisi, melainkan wakil-wakil buruh dan buruh yang mundukung mereka. (Message over 64 KB, truncated)
