Commitment Fee
Definition - What does Commitment Fee mean?

A commitment fee is a charge that a lender imposes on a borrower as
compensation for keeping a line of credit open. This fee represents the
lender's promise to adhere to the agreed-upon terms of the loan, such as
specific dates of availability and rates of interest, regardless of
financial market conditions.

A commitment fee is often confused with the interest rates charged on a
loan; however, they are different. A commitment fee is charged on future or
unused credit while interest is charged on loan amounts that have already
been disbursed to the borrower.

Pada tanggal Jum, 30 Nov 2018 pukul 02.24 ajeg [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Dan tidak beretika.
> Contoh, tiba-tiba membatalkan proyek kereta cepat JKT-BDG dengan alasan
> "cuma butuh kereta berkecepatan sedang". Lalu, sebulan kemudian (tiba-tiba
> lagi) mengumumkan sebaliknya, pengin punya kereta cepat di jalur yang sama,
> tapi proyeknya diserahkan ke negara lain.
>
> --- lusi_d@... wrote:
>
>
>
> Tapi ikatan yang wajib.
>
> Am 28 Nov 2018 21:12:09 +0000
> schrieb bhjo@ :
>
> > Per-tama2 ttg proyek dari luar negeri dari Tkk, Jepang, Eropa tidak
> > ada paksaan, bisa memilih mana yg paling tidak merugikan. Atau kalau
> > tidak mau ada proyek dari luar negeri, ya bisa saja..
> >
> > Kedua, inflasi adalah kira2 paling sedikit 2.5% setahunnya, ya masuk
> > akal sehat kalau biaya bunga harus lebih tinggi dari 2.5%. Selain
> > itu ada resiko, financial system "ambruk", uang yg dipinjamkan bisa
> > tidak ada harganya apalagi uang pinjaman dalam jangka panjang, misal
> > 10-30 tahun...
> >
> > Jadi kesalahan, jangan ditumpahkan yg membikin proyek, wong tidak
> > ada paksaan dan bisa negosiasi. Kalau tidak setuju, ya jangan
> > mengambil proyeknya. As simple as that.
> >
> > --- jetaimemucho1@... wrote :
> >
> > Mengapa Pinjaman Tiongkok menjadi tak terbayar?
> > Oleh: Jose Maria Sison
> > Kepala Konsultan Politik NDFP
> > 21 November 2018
> >
> > Bukan hanya biaya bunga 2% hingga 6% yang membuat pinjaman Tiongkok
> > untuk proyek infrastruktur akhirnya terlalu memberatkan dan tidak
> > dapat dibayar. Yang lebih penting lagi adalah harga terlalu mahal
> > dari berbagai bagian dan aspek dari proyek-proyek itu yang membuat
> > pinjaman ini tak terbayar kembali. Perusahaan-perusahaan konstruksi
> > Tiongkok bisa dengan seenak perutnya sendiri menetapkan harga mahal
> > semuanya: desain, jasa teknik, penggunaan peralatan, pasokan bahan
> > konstruksi, kontrak tenaga kerja Tiongkok, dan sebagainya. Harga
> > terlalu mahal membawa bunga tersembunyi yang jauh lebih besar pada
> > pinjaman. Penetapan harga yang mahal sekali memungkin-kan pembayaran
> > kepada para pejabat rezim dan itu terwujud dalam amortisasi
> > pembayaran utang pokok dan bunganya yang tak terbayar. Apa yang
> > dilakukan kaum imperialis Tiongkok serupa dengan penipuan yang
> > dilakukan sosial imperialis Soviet terhadap Tiongkok sosialis pada
> > paruh kedua tahun 1950-an. Pembiayaan proyek-proyek Uni Soviet di
> > Tiongkok sama sekali tidak dikenakan bunga tetapi harga yang terlalu
> > mahal memberi keuntungan jauh lebih besar daripada beban bunga yang
> > dinyatakan secara terbuka. Dalam kontrak dengan bank-bank dan
> > perusahaan konstruksi Tiongkok, ada ketentuan untuk mengubah utang
> > yang belum dibayar menjadi ekuitas Tiongkok serta pengambilalihan
> > struktur yang telah dibangun oleh perusahaan Tiongkok. Ini terpapar
> > dengan jelas di Sri Lanka, Pakistan, Maladewa, Kenya dan tempat lain.
> > Mahatir Mohamad, perdana menteri Malaysia, telah secara terbuka
> > memperingatkan terhadap operasi rentenir Tiongkok. Selalu haus akan
> > sumber daya alam untuk memberi makan kepada industrinya, Tiongkok
> > juga terkenal karena mengambil sumber daya alam negeri-negeri
> > kliennya yang terbelit hutang sebagai jaminan. Maka itu, rezim
> > Duterte terang-terangan menjadi pengkhianat karena secara praktis
> > menukar hak kedaulatan Filipina atas Laut Filipina Barat dan minyak
> > serta gas senilai sekitar 60 miliar dolar AS dan sumber daya lainnya
> > dengan pinjaman beberapa miliar dolar dengan bunga tinggi untuk
> > proyek-proyek infrastruktur yang terlalu mahal. Ini adalah
> > pertukaran yang tidak adil. Dengan mengijinkan Tiongkok menjadi mitra
> > dan rekan pemilik usaha bersama untuk mengeksplorasi dan
> > mengeksploitasi sumber daya energi di Laut Filipina Barat, Filipina
> > dibuat bungkam dan menyerahkan hak kedaulatannya. Ini telah
> > memungkinkan perusahaan Tiongkok mengeksplorasi dan mengeksploitasi
> > minyak , gas dan sumber daya lainnya, memonopoli penemuan eksplorasi
> > dan akuntansi biaya, serta hasil eksplorasi dan eksploitasi. Di
> > bawah rezim pengkhianat Duterte yang bodoh, Filipina tunduk pada
> > persyaratan Tiongkok untuk melepaskan hak kedaulatan dan warisan
> > alam, tidak hanya dengan jatuh dalam perangkap utang yang curang
> > tetapi juga dengan menerima ketentuan hukum dan politik bahwa
> > perjanjian ekonomi, perdagangan dan pinjaman diatur dan ditafsirkan
> > sesuai dengan undang-undang Tiongkok ; perselisihan dengan Filipina
> > mengenai ketentuan kontrak harus diselesaikan melalui arbitrase
> > Komisi Arbitrase Ekonomi dan Perdagangan Internasional Tiongkok.
> > Perangkap utang Tiongkok cukup untuk mengubah Filipina menjadi
> > koloni utang Tiongkok. Tetapi akumulasi utang Filipina dari kreditor
> > bilateral dan multilateral tradisionalnya (AS, Jepang, Bank Dunia,
> > IMF dan sebagainya) akan secara otomatis meningkat sebagai akibat
> > dari pengetatan kuantitatif (peningkatan suku bunga) yang telah
> > dimulai oleh Bank Federal AS untuk mengatasi utang publik AS yang
> > sudah berlebihan selama periode pelonggaran kuantitatif (rezim suku
> > bunga rendah). Satu-satunya sebab Duterte dan kroni-kroninya masuk ke
> > dalam jebakan utang Tiongkok dan tindakan pengkhianatan menyerahkan
> > hak kedaulatan dan warisan nasional ke Tiongkok adalah karena mereka
> > mendapatkan keuntungan pribadi dari saham kontrak dan komisi sebagai
> > perantara transaksi dan tampaknya hadiah sudah mereka terima di muka
> > dalam bentuk pinjaman dan akomodasi yang diberikan oleh bank dan
> > perusahaan Tiongkok kepada Dennis Uy, agen pentolan Duterte.
> >
> >
> >
> >
>
> 
>

Kirim email ke