Urip ono donyo cuma mampir ngoombee.........?
Hidup di dunia hanya mampir minum....?

Pada tanggal Jum, 30 Nov 2018 pukul 19.30 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> menulis:

>
>
> Saya koq malahan berpendapat bhw penguasa Indonesia adalah nomor 1/satu
> utk membawa masyarakat ke arah adil-makmur yg kekal yaitu di surga, misal
> dgn adanya Kementrian Agama, bantuan naik haji dll. Keadilan-kemakmuran di
> dunia cuma hanya sekejap saja dan tidak kekal, he, he, he.....
>
>
>
>
> ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
>
> Anda betul. Kemampuan penguasa Indonesia sekarang
> memang sangat jauh dari kemungkinan membawa masyarakat
> ke arah adil-makmur. Tapi, terpilihnya si penguasa sekarang
> bukan karena rendahnya tingkat kesadaran Rakyat, melainkan
> karena kemasabodohan pendukungnya. KPU menyatakan
> perolehan suara Jokowi hanya 37%. Ini justru membuktikan
> lebih banyak Rakyat yang sadar dibanding pendukungnya
> yang cuma 37% itu. Pendukung yang tidak tahu bahwa 37%
> bukanlah dukungan mayoritas. Bahkan masih jauh dari
> separuh (50%). Jadi, ya wajar kalau penguasa sekarang
> tidak bisa menjinakkan para kapitalis, lebih-lebih melawan
> kapitalisme yang mengguyurnya dengan bantuan utang.
>
> Soal imperialisme RRC di LCS bisa tolong dijelaskan, kenapa
> Anda menganggap RRC bersikap bijaksana dengan bersengketa?
> Bukankah kebijaksanaan bersengketa dengan para tetengga itu
> justru mengundang campurtangan pihak lain?
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Nah, ... kalau sudah ada kesamaan pendapat, masalahnya bisa tidak
> pemerintah yang berkuasa mengendalikan dan menjinakkan kapitalis-kapitalis.
> Lebih lanjut masalahnya bagaimana yang berkuasa itu betul-betul merupakan
> kekuatan RAKYAT!
>
> Saya melihatnya disini, sangat tergantung dari tingkat kesadaran rakyat
> dan dalam perjuangannya lahir pemimpin yang jempolan, berkemampuan membawa
> rakyat nya membangun masyarakat adil dan makmur, ... bagi Indonesia
> nampaknya masih jauh.
>
> Sedang RRT yang saya lihat menempuh jalan Sosialisme Berkepribadian
> Tiongkok, dan sekarang menggencarkan jalan Sutera, OBOR didunia dengan
> prinsip saling menguntungkan, maju bersama, untung bersama dan menang
> bersama, ... tentunya merupakan jalan lain yg berlawanan dengan jalan
> imperialisme AS yg selama ini menguasai dan mengangkangi dunia. Pertarungan
> RRT-AS masih berlangsung sengit, entah bagaimana kelanjutannya, siapa bisa
> menangkan pertarungan ini.
> LCS tidak membuktikan jiwa imperialisme RRT utk kuasai dunia. TIDAK! Jelas
> pengakuan LCS, dengan perjanjian perairan laut 9 garis-putus tahun 1946
> sesaat setelah PD-II itu, yg tetap dipegang RRT bahkan juga KMT-Taiwan!
> Itulah kekuasaan wilayah perairan Tiongkok yang harus dipertahankan, bukan
> menguasai atau hendak mengangkangi LCS! Sikap bijaksana RRT, sengketa yg
> terjadi dengan negara-negara bersangkutan, biarlah diselesaikan sendiri
> tanpa harus campur tangan AS! Menjadi gaduh,dan tegang hubungan kenegaraan
> hanya karena diobok-obok AS saja! Seolah-olah ancaman keamanan terjadi oleh
> RRT, sebaliknya AS yang akan jadi pelindung mereka! Belilah senjata
> "MODERN" dari AS dan latihan militer bersama, ...!
>
> ajeg 於 29/11/2018 21:22 寫道:
>
> Bisa. Penguasa bisa menertibkan para kapitalis. Harus
> bisa. Karena memang itu tujuan dibentuknya pemerintahan
> sejak memudarnya feodalisme di jaman kolonial, yaitu
> untuk mengendalikan kaum kapitalis yang pada masa itu
> terdiri dari para bangsawan yang ikut terbebas dari belenggu
> raja/istana oleh gerakan anti-monarkhi.
>
> Itu jawaban untuk pertanyaan bisa-tidaknya penguasa
> menertibkan para *kapitalis* (subyek). Tetapi, kalau ditanya
> bisakah penguasa / pemerintah mengendalikan *kapitalisme *
> (obyek), maka jawabannya tergantung pada sang penguasa
> dan konstitusi di negara bersangkutan, karena pada dasarnya
> tugas pemerintah adalah mengelola kapital negara. Ada
> pemerintahan yang sepakterjangnya seolah ia adalah negara
> (pemilik kapital) dan ada juga negara yang menugaskan
> pemerintahnya mengelola kapital negara untuk sebesar-besarnya
> kemakmuran Rakyat - dengan para kapitalis di dalamnya
> sebagai aset negara juga.
>
> Kekuasaan jenis pertama jelas mustahil mengendalikan
> kapitalisme. Sebab, pemerintahan jenis ini justru menjalankan
> negara dengan prinsip-prinsip kapitalisme dalam tahapan
> pembangunannya - sekalipun sang penguasa bukan seorang
> kapitalis / pengusaha.
>
> Nah, karena tahapan tertinggi dari kapitalisme adalah imperialisme
> maka suatu masyarakat harus betul-betul mengawasi peran
> dan kerja pemerintahnya hanya sebagai pengelola kapital negara.
> Jangan sampai pemerintah menyangka dirinya adalah negara
> (pemilik kapital) lantas menempatkan manusia lebih rendah
> dari modal!
>
> Jadi, dibungkus dengan ciri apa pun, sepakterjang RRC sekarang
> kelihatannya ada di tahap ini, sebagai negara imperialis berkembang.
> Kalau tidak, buat apa dia repot-repot bikin persoalan dengan para
> tetangga di LCS. Ya kan?
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Pertanyaannya, bisa tidak PENGUASA menertibkan dan mengendalikan
> kapitalis-kapitalis itu TIDAK mengumbar KESERAKAHAN dan KEKEJAMANnya itu???
> Memberikan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi dalam persaingan di
> pasar yang terjadi, TIDAK SALING mematikan, tapi bisa maju bersama, untung
> bersama dan menang bersama, ... dan nampaknya inilah yang sedang dijalankan
> dan diperjuangkan oleh pemerintah RRT, baik didalam negeri maupun usaha
> menjalankan "Jalan Sutera" atau "OBOR" didunia! Juga dengan prinsip "MAJU
> BERSAMA, UNTUNG BERSAMA dan MENANG BERSAMA!"
>
> Ketidak seimbangan yang terjadi dalam perdagangan, sudah seharusnya bisa
> diselesaikan dalam meja perundingan! Saling mengalah dan beri konsesi untuk
> meneruskan maju bersama dan untung bersama, ... tidak secara sepihak mau
> menang sendiri dengan mempertahankan kepentingan dan keuntungan sendiri
> saja! Seperti perang-dagang yang dilancarkan Trump, akhirnya kedua belah
> pihak bahkan berdampak negatif bagi ekonomi dunia, banyak negara dirugikan,
> ... Lalu, siapa yang menang kalau diteruskan berkepanjangan??? Saya setuju
> sementara ulasan menyatakan, sejak awal mula dilancarkan perang-dagang ini,
> justru AS sudah berada dalam posisi yang lebih dirugikan! Rakyat AS sendiri
> yang kena getah dengan kenaikan pajak import yang membuat barang-barang
> Made-China jadi lebih MAHAAL! Begitu juga petani kedele AS sendiri
> tergempur dengan perang-dagang begitu dimulai, Dan, ... tujuan Trump
> menarik kembali pabrik-pabrik untuk berproduksi didalam negeri, KENYATAAN
> juga TIDAK TERCAPAI! GM sudah menyatakan akan meneruskan produksi mobilnya
> di Tiongkok! Sebaliknya pabrik GM di AS sendiri akan menutup beberapa
> pabrik dan mem PHK lebih 18 ribu buruhnya! Nah, ... lu! Inilah KENYATAAN
> yang terjadi!
>
> Jadi, berbeda dengan yang dijalankan negara kapitalis maju atau
> imperialisme, yang selama ini menjadikan negara-negara sedang berkembang
> didunia sebagai koloni atau neo-koloni nya, sumber penghisapan untuk
> perkaya diri sendiri dan tanpa peduli penderitaan kemiskinan rakyat banyak!
> Itulah KENYATAAN ratusan tahun terakhir ini yang TERJADI DIDUNIA! Begitu
> yang terjadi di Afrika, begitu juga yang terjadi di Asia, termasuk
> Indonesia!
>
> Sekarang hadir dan muncul didunia ini kekuatan baru, kekuatan RAKYAT
> Tiongkok yg berhasil menempuh dengan jalan Sosialisme Berkepribadian
> Tiongkok, dengan prinsip "Maju bersama, Untung bersama dan menang
> bersama!", kemajuan kehidupan rakyat dibeberapa negara Afrika yg puluhan
> tahun terakhir ini menerima BANTUAN RRT menjadi kenyataan. Dan itulah sebab
> sejak belasan tahun terakhir ini pengaruh kekuatan AS terdesak dan, ...
> diteriakkanlah jebakan HUTANG RRT yg akan menjadikan negara-negara itu
> koloni Tiongkok, tidak mampu bayar hutang. Begitu juga kemudian di Asia,
> yang 10 tahun terakhir ini pengaruh AS terdesak dengan kemajuan RRT.
> Kembali diobok-obok AS, dibikin keruh dan tegang, ... memutar-balikkan
> kenyataan yang terjadi sesungguhnya untuk menghujat dan menghitamkan
> BANTUAN RRT, ...
>
> Mencari KEBENARAN dari KENYATAAN, ... perjalanan 40 tahun PKT membawa maju
> 1,3 milyar rakyat Tiongkok adalah KENYATAAN yang tidak terbantahkan!
> Kemajuan yang dicapai dan kemakmuran masyarakat yang NYATA terjadi adalah
> BUKTI KEBENARAN! Sedang KEADILAN yg lebih baik masih terus diperjuangkan
> dan telah menjadi TITIK berat tugas PKT, mengentaskan lebih 30 juta
> kemiskinan yg tersisa dan targetnya selesai ditahun 2020 nanti. Hampir 1,4
> milyar RAKYAT yang hidup didunia ini lolos dan bebas dari kemiskinan!
> Inilah sumbangan besar jalan Sosialisme Berkepribadian Tiongkok pada umat
> manusia didunia! Adalah KENYATAAN yang tak terbantahkan, ...
>
> ajeg 於 29/11/2018 0:55 寫道:
>
> Kejamnya si raja tega.
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Hopeng ciak kuping.........
> Telinganya dimakan teman baiknya.......
> Serakah.....
>
> Pada tanggal Rab, 28 Nov 2018 pukul 05.37 ajeg menulis:
>
> Resiko sudah merupakan konsekuensi dari berusaha.
> Itu sebabnya pengusaha / kapitalis akan berusaha
> habis-habisan untuk lolos dari resiko dan memenangkan
> konsekuensi. Kapitalis kecil berusaha jadi kapitalis besar,
> kapitalis besar berusaha jadi monopoli dst.
>
> Jangankan makan teman, makan saudara sendiri pun
> sering terjadi dalam "rantai makanan" di dunia usaha ini.
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Bung Sunny, ... untuk menjadi kapitalis berhasil disamping harus ada
> MODAL, duit yg cukup, juga mutlak harus ada jiwa usaha, keahlian
> entrepreneur! Sedang kedua unsur itu TIDAK ada pada diri saya! Apalagi
> terjun dibidang usaha itu seringkali harus menerjang resiko, ... bagi orang
> model saya yg memang tidak berjiwa dagang, apalagi sudah lansia lebih dbaik
> tidak menerjang resiko! Biarlah hidup biasa-biasa dengan segala
> kesederhanaan saja, cukup untuk makan 3X/hari saja, ... TIDAK perlu
> berambisa hidup bermewah-mewah! Yang lebih PENTING hidup sehat-sehat saja,
> ... sampai ajal tiba!
>
> Sunny ambon 於 28/11/2018 7:57 寫道:
> Setiap menit yang dimiliki adalah waktu untuk menjadi kaya atau lebih
> manis istilahnya "kapitalis", jadi tidak terlambat. Jadi jangan anggap
> enteng kemampuan Bung Chan.hehehehehe
>
> 
>

Kirim email ke