memang lebih tepat mafia

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 Seperti varian dari gaya mafioso. Dalam rangka meraih perhatian atau 
kepercayaan bos besar kadang bos-bos kecil memberi hadiah atau memenuhi 
kebutuhan bos besar dengan menginjak kaki rekanannya - yang biasanya dibayar 
tidak dengan uang melainkan dengan balas budi.  Karyawan si rekanan di lapangan 
tentu tidak paham apa yang berlangsung di lapisan atas. Wajar kalau bingung 
cuma dapat "terimakasih". Tapi kalau level bos (si rekanan) juga ikut bingung, 
apalagi sampai ngedumel, ya berarti dia sudah gugur sejak "uji frekuensi". Mana 
bisa terbangun kerjasama dengan yang frekuensinya beda. Belum apa-apa sudah 
minta makanan, ngedumel pula. Rekanan seperti ini biasanya diarahkan untuk 
mencari rekan/kumpulan lain yang sefrekuensi. 

 --- jonathangoeij@... wrote: 
 
 Seorang yg tempo doeloe pernah mensuplai proyek salah seorang keluarga Cendana 
mengeluh karena tidak dibayar cuman dikirimi ucapan terima kasih, jadi 
habis2an. Tidak tahu berapa banyak yg jadi korban seperti itu.
 

 Tetapi pengusaha yg sebenarnya harus memupuk keperyaan dari kecil untuk bisa 
berkembang jadi besar. Kalau sebentar2 sudah main makan siapa yang mau memberi 
kepercayaan, usaha berhenti hanya sampai disitu.
 

 


 --- ajegilelu@... wrote:
 

 
 Makan teman saat membangun bersama, itu 

 sering terjadi. Makan teman-baik setelah berhasil, 

 nah itu raja tega. 



 --- jonathangoeij@... wrote:
 

 pengusaha yang berhasil tidak makan teman tetapi membangun kepercayaan barulah 
bisnis bisa berkembang

--- ajegilelu@... wrote :

 Kejamnya si raja tega.
 

 --- djiekh@... wrote:
 Hopeng ciak kuping.........



 

 

 

 Telinganya dimakan teman baiknya.......
 Serakah......
 

 Pada tanggal Rab, 28 Nov 2018 pukul 05.37 ajeg menulis:

 

 Resiko sudah merupakan konsekuensi dari berusaha Itu sebabnya pengusaha / 
kapitalis akan berusaha 

 habis-habisan untuk lolos dari resiko dan memenangkan 

 konsekuensi. Kapitalis kecil berusaha jadi kapitalis besar, 

 kapitalis besar berusaha jadi monopoli dst. 

 

 Jangankan makan teman, makan saudara sendiri pun 

 sering terjadi dalam "rantai makanan" di dunia usaha ini.
 

 --- SADAR@... wrote:

 


 Bung Sunny, ... untuk menjadi kapitalis berhasil disamping harus ada MODAL, 
duit yg cukup, juga mutlak harus ada jiwa usaha, keahlian entrepreneur! Sedang 
kedua unsur itu TIDAK ada pada diri saya! Apalagi terjun dibidang usaha itu 
seringkali harus menerjang resiko, ... bagi orang model saya yg memang tidak 
berjiwa dagang, apalagi sudah lansia lebih dbaik tidak menerjang resiko! 
Biarlah hidup biasa-biasa dengan segala kesederhanaan saja, cukup untuk makan 
3X/hari saja, ... TIDAK perlu berambisa hidup bermewah-mewah! Yang lebih 
PENTING hidup sehat-sehat saja, ... sampai ajal tiba!
 

 Sunny ambon 於 28/11/2018 7:57 寫道:
 

 Setiap menit yang dimiliki adalah waktu untuk menjadi kaya atau lebih manis 
istilahnya "kapitalis", jadi tidak terlambat. Jadi jangan anggap enteng 
kemampuan Bung Chan.hehehehehe
 











































Kirim email ke