Alur logis yang SALAAAH! Yang BENAR Aidit TERTIPU Suharto, ... antek
imperialisme AS yang BERTUGAS basmi komunis di Indonesia!
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 14/12/2018 12:39 寫道:
Alur yang logis untuk sampai pada kesimpulan:
Soekarno yang anti-imperialis didongkel Aidit yang
antek imperialis. Hhhaaaaa.........
--- SADAR@... wrote:
Lho, ... sebenarnya yang anti poligami itu bu Tien atau Suharto nya
sendiri??? Bukankah setelah bu Tien meninggal, Suharto tidak kawin
lagi? Ooouh, jadi sebetulnya Suharto itulah pengikut setia Aidit! Dan,
... oleh karenanya AIDIT memberi kepercayaan penuh pada jenderal
SUHARTO untuk memimpin aksi yg dikenal dengan G30S itu!!! Hehehee, ...
Ronggo Gmail 於 14/12/2018 8:45 寫道:
Ibu Tien Suharto juga anti poligami, berarti dia pengikut Aidit,
HAHAHAHAHA.......................
upaya memparalelkan aidit dg grace kah ????????
On Fri, Dec 14, 2018 at 4:33 AM Jonathan Goeij wrote:
Soal Antipoligami, Aidit Jauh Lebih Dulu Ketimbang Grace Natalie
<https://tirto.id/soal-antipoligami-aidit-jauh-lebih-dulu-ketimbang-grace-natalie-dbLs>
D.N. Aidit; 1958. Wikicommon/Rudi Ulmer
<https://tirto.id/soal-antipoligami-aidit-jauh-lebih-dulu-ketimbang-grace-natalie-dbLs>
D.N. Aidit; 1958. Wikicommon/Rudi Ulmer
Oleh: Fadrik Aziz Firdausi - 13 Desember 2018
Dibaca Normal 2 menit
/Tak ingin citra partai tercoreng, PKI menjatuhkan sanksi tegas kepada
semua anggota yang berpoligami dan main perempuan./
tirto.id <https://tirto.id/> - Dalam pidato akhir tahun berkepala
“Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia”, Ketua Umum
PSI Grace Natalie menyatakan partainya tak akan pernah mendukung
praktik poligami. Menurutnya, di tengah berbagai kemajuan yang dicapai
Indonesia, masih banyak perempuan yang mengalami ketidakadilan.
Grace menyitir riset LBH Apik tentang poligami yang menyimpulkan bahwa
pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan. Poligami jadi
muasal ketimpangan posisi kaum perempuan dan penelantaran anak-anak.
“Karena itu, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tidak akan ada
kader, pengurus, anggota legislatif dari partai ini yang boleh
mempraktikkan poligami,” katanya
<https://www.youtube.com/watch?v=BQjxnc9O26c&feature=youtu.be&a=> dalam
forum Festival 11 di Jatim Expo International Surabaya pada Selasa
(11/12/2018).
PSI, lanjut Grace, percaya bahwa perjuangan keadilan dan penghapusan
diskriminasi harus dimulai dari keluarga. Karenanya, Grace berjanji
jika lolos masuk parlemen pada Pemilu 2019 nanti, PSI akan
memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik
di ranah eksekutif, legislatif, yudikatif, dan aparatur sipil negara.
“Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-undang no. 1 tahun 1974,
yang memperbolehkan poligami,” ungkapnya tegas.
Aidit Tolak Poligami
Pidato ketua umum partai yang mantan presenter itu mengingatkan
kembali pada pidato Ketua Umum PKI D.N. Aidit pada 28 September 1965.
Kebetulan, dua-duanya sama menyinggung soal poligami.
Kala itu, Aidit berpidato dalam rangka ulang tahun organ sayap
mahasiswa PKI, Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), yang juga
dihadiri Presiden Sukarno. Di satu bagian Aidit seakan-akan menyindir
sang penyambung lidah rakyat Indonesia itu.
"Indonesia belum mencapai kemajuan dan kemakmuran. Negara ini memang
tidak akan bisa maju kalau diurus oleh pemimpin yang mempunyai empat
atau malahan lima orang istri!" teriak Aidit.
Pidato itu kontan bikin hadirin tersentak. Semua tahu belaka bahwa
Sukarno berpoligami. Meski tak menyinggung nama, tentu saja kata-kata
Aidit itu mudah diterka arahnya.
"Kasar sekali, pernyataan Aidit itu kasar sekali," kata mantan Wakil
Komandan Resimen Cakrabirawa Maulwi Saelan sebagaimana dikutip laman
/merdeka.com
<https://www.merdeka.com/peristiwa/ketua-pki-sebut-indonesia-salah-urus-gara-gara-presiden-poligami.html>/.
alt
Tak ada yang menduga ketua partai yang jadi sekutu dekat rezim Sukarno
itu akan berkata demikian. Selama Sukarno jadi kepala negara, PKI tak
pernah menyindir soal poligami sang presiden. Pun demikian dengan
Gerwani, organ perempuan yang berafiliasi dengan PKI, yang diketahui
menentang poligami.
"Tidak ada. Dikembalikan masing-masing saja. Hanya memang kenapa
wanita mau dipoligami. Kan yang rugi wanita," kata mantan pengurus
Gerwani Jawa Timur bernama Lestari sebagaimana dikutip /merdeka.com/
<https://www.merdeka.com/peristiwa/dilema-gerwani-hadapi-poligami-soekarno.html>.
Aidit adalah pria berwawasan dan pandai menyenangkan orang. Meski
demikian, ia tak lantas jadi punya hubungan luas dengan perempuan.
Fransisca Fanggidaej, satu-satunya kawan perempuan yang dekat dengan
Aidit, mengatakan bahwa Aidit dan sastrawan Utuy Tatang Sontani pernah
bersaing mencuri hati seorang anggota DPR bernama Ismiyati.
Tapi, nyatanya itu hanya persaingan bohongan. Ketika Ismiyati menikah
dengan pria lain Aidit maupun Utuy santai-santai saja. “Keduanya
sebatas mengagumi kecantikan. Tapi tidak tahu kalau Utuy, karena dia
suka mengejar perempuan,” kata Fransisca, yang juga anggota parlemen
dari PKI, seperti dikutip /Tempo/ edisi 1 Oktober 2007.
Selain kisah ini, tak pernah Aidit terlibat hubungan dengan perempuan
manapun. Ia dikenal setia pada istrinya dan sangat antipoligami dan
antiperselingkuhan. Bahkan, di masa kepemimpinannya, prinsip pribadi
itu hampir-hampir jadi garis partai yang tak boleh dilanggar kader.
Banyak anggota partai yang kena sanksi karena ketahuan memiliki
hubungan tak patut dengan perempuan lain, apalagi istri orang. Hal-hal
macam itu tentu bisa bikin citra partai tercoreng. Karenanya PKI
sangat ketat soal ini dan tak ada kompromi, termasuk kepada kalangan
elite PKI.
Salah satu yang kena adalah A.S. Dharta. Buku /Lekra dan Geger 1965
/(2014) mencatat, sekretaris umum Lekra dan anggota DPR ini langsung
dipecat ketika ketahuan berselingkuh. Kabar pemecatannya bahkan
diumumkan di koran PKI /Harian Rakjat /(hlm. 22-23).
Kader lain yang kedapatan kena kasus serupa adalah pelukis S.
Sudjojono. Ketika Sudjojono menjadi anggota DPR dari PKI, hubungannya
dengan penyanyi seriosa benama Rose ketahuan. Kala itu Sudjojono masih
beristri Mia Bustam dan Rose pun masih bersuami.
Dalam autobiografinya, /Cerita tentang Saya dan Orang-orang Sekitar
Saya/ (2017), Sudjojono berkisah bahwa ia dapat tekanan dari partai
usai hubungan itu terbongkar. Ia diminta mengakhiri hubungan tersebut
dan hendak dimutasi ke DPRD Yogyakarta. Dasar keras kepala, Sudjojono
menolak. Ia sudah kadung mencintai Rose.
Aidit sampai turun tangan bicara kepada Sudjojono. Tapi, Sudjojono
bergeming dan paksaan itu bikin ia kian jengah dengan kehidupan
politik di partai. Ia lebih memilih untuk keluar saja dari PKI dan
kepengurusan Lekra.
“Saya minta keluar dan mereka boleh mengumumkan: Saya dipecat. Itu
terjadi tahun 1958, saya keluar dari partai, dari parlemen, dan dari
Lekra,” tulis Sudjojono (hlm. 104).
infografik poligami hukum negara
Afair Njoto
Sanksi karena terlibat afair dengan perempuan juga dijatuhkan kepada
Njoto, orang ketiga di CC PKI dan kawan dekat Aidit. Pada 1965,
menjelang geger G30S, Njoto dikabarkan menjalin hubungan tak resmi
dengan seorang penerjemah Uni Soviet bernama Rita..
Rita adalah penerjemah yang menemani Njoto ketika berkunjung ke Uni
Soviet. Rita juga digosipkan akrab dengan beberapa mahasiswa Indonesia
di Uni Soviet. Suatu kali seorang mahasiswa menemukan surat-surat
Njoto kepada Rita. Dari situlah gosip hubungan Njoto-Rita berembus
sampai ke Politbiro PKI.
Gosip ini berkembang bersamaan dengan simpang-siur hubungan Aidit dan
Njoto yang tak lagi guyub. Njoto dianggap terlalu pro-Uni Soviet,
sementara Aidit lebih sreg dengan garis komunisme Cina.
Entah musabab mana yang benar, yang jelas Njoto akhirnya dihadapkan
pada sidang partai. PKI tak ingin citranya tercoreng.
Dalam buku /Njoto: Peniup Saksofon di Tengah Prahara /(2010) yang
dieditori Arif Zulkifli dan Bagja Hidayat disebutkan, “Keputusan
partai tetap harus dijatuhkan. Njoto diskorsing dan semua jabatannya
di partai dipreteli. Ia juga dituding terlalu dekat dekat dengan
Sukarno bahkan mengadopsi ideologinya, ketimbang bersetia pada
ideologi PKI yang mengusung Marxisme-Leninisme” (hlm. 34).
Baca juga artikel terkait SEJARAH INDONESIA
<https://tirto.id/q/sejarah-indonesia-dwA?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword> atau
tulisan menarik lainnya Fadrik Aziz Firdausi
<https://tirto.id/author/fadrikazizfirdausi?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id <http://tirto.id> - Politik)
Penulis: Fadrik Aziz Firdausi
Editor: Ivan Aulia Ahsan
alt
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com