----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: GELORA45 <[email protected]>Terkirim:
Selasa, 25 Desember 2018 14.24.10 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Baru! Kiai Ma’ruf
Ucapkan ‘Selamat Natal’, Kiai Nur: Risiko Merebut Jabatan Politik
Sebenarnya tidak masalah untuk memberi ucapan
selamat ulangtahun. Tinggal dilihat, betulkah
Yesus a.k.a Isa Al Masih lahir pada 25 Desember?
Kalau betul, ya bagus. "Selamat Natal!".
Kalau tidak betul, lalu apa yang kita rayakan ini?
Perlu kajian sejarah yang akurat supaya tidak
konyol banget naifnya.
--- jonathangoeij@... wrote:
Untuk melakukan prediksi para analis akan melihat historical data, selama ini
sekian puluh tahun Ma'ruf Amin baik sebagai Ketua MUI maupun Rais Aam PBNU
tidak pernah secara publik mengucapkan selamat natal, bahkan melarang. Sekarang
ada ucapan natal, sebenarnya data yg merupakan perkecualian alias distorsi
karena kampanye jadi cawapres, seharusnya distorsi seperti ini diabaikan.
Lucunya banyak sekali orang2 naive yg menelan begitu saja. Konyol banget.
On Monday, December 24, 2018, 3:58:04 PM PST, ChanCT wrote:
Masalahnya, ... "orang akan melihat sejauhmana kita konsisten dengan semua
itu." Setiap orang boleh-boleh saja BERUBAAAH pemikiran dan sikap, dahulu
melarang sekarang justru ucapkan SELAMAT NATAL! Yang penting, harus jernih
dahulu itu tercetus dari pemikiran SALAAAH dan sekarang inilah pemikiran yang
BENAAAR! Bisa memberi TOLERANSI, menerima dan menghormati perbedaan yang nyata
ada, ... termasuk perbedaan AGAMA!
Jadi, perubahan pemikiran dan sikap demikian bukan semata untuk kampanye
pilpres saja, ... dan, juga tentunya itu tidak perlu buru-buru beraprasangka,
marilah kita saksikan bersama bagaimana kemudian Maruf Amin melewati sisa
hidupnya, selama 5 tahun berikut, khususnya kalau berhasil menjabat wapres
bersama Jokowi!
jonathangoeij@... 於 24/12/2018 23:57 寫道
Baru! Kiai Ma’ruf Ucapkan ‘Selamat Natal’, Kiai Nur: RisikoMerebut Jabatan
Politik
24 Desember 2018
SURABAYA | duta.co – Calon Wakil Presiden pasangan Joko Widodo, KH Ma’ruf Amin
mengucapkan selamat natal melalui video pendek. Tidak ada yang salah,
sesungguhnya, tetapi bagi warganet yang muslim, ini baru (mendengar) pertama
kalinya.“Saudara-saudara kami dari kaum Kristiani, kami sampaikan selamat hari
natal dan tahun baru, semoga berbahagia,” demikian Kiai Ma’ruf.
KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares, Ambunten,
Sumenep, ikut kaget menyaksikan video tersebut. Sebab, meski ucapan itu
kontroversi, tetapi, banyak yang kemudian memburu jejak digitalnya.
“Memang kontroversi. Ada yang mengharamkan, memakruhkan sampai membolehkan.
Masalahnya adalah, orang akan melihat sejauhmana kita konsisten dengan semua
itu. Jangan dulunya melarang, sekarang membolehkan, atau malah menganjurkan
seperti yang dilakukan kader-kader PSI (Partai Solidaritas Indonesia red.),”
demikian Kiai Nur Maymoun kepada duta...co Senin (24/12/2018).
KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares, Ambunten,
Sumenep. (FT/IST)
Jejak digital Kiai Ma’ruf memang sempat ditulis Tempo.co, edisi Sabtu, 11
Agustus 2018. Kiai Ma’ruf dinilai kerap menjadi sorotan karena pernyataannya.
Berikut pandangan-pandangan Ma’ruf Amin yang sempat mengundang perdebatan:
- Melarang mengucapkan natal
Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal
kepada pemeluk agama Nasrani. “Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah
sajalah,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember
2012.
https://pilpres.tempo.co/read/1115995/menolak-ucapan-selamat-natal-ini-lima-kontroversi-maruf-amin?page_num=5
Meskipun melarang, Maruf meminta umat Islam menjaga kerukunan dan toleransi..
Dia menyatakan ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal. Dia
menegaskan, mengikuti ritual Natal adalah haram. “Karena itu ibadah (umat
lain),” kata dia.
- Melarang Ahmadiyah
Kiai Ma’ruf menyatakan kecewa terhadap sikap Badan Koordinasi Pengkajian Aliran
Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang tidak melarang aliran Ahmadiyah. MUI
akan segera melayangkan keberatan secara tertulis dan meminta Bakor Pakem
menarik kembali keputusannya.
“MUI kecewa terhadap toleransi Bakor Pakem. MUI menganggap Ahmadiyah tidak akan
berubah dan kembali ke ajaran Islam. Bagi MUI, Ahmadiyah tetap sesat,” kata
Ma’ruf saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Januari 2008.
- Mendukung pembatasan tempat ibadah.
Kiai Ma’ruf mengatakan, Peraturan Bersama Menteri (PBM) yang mengatur pendirian
rumah ibadah tidak bisa direvisi oleh pemerintah. ”PBM itu dibuat oleh
majelis-majelis agama (di Indonesia) dia merupakan piagam kesepakatan,
pemerintah hanya meregulasikan,” katanya di sela-sela kunjungan kerjanya di
Bandung, Kamis, 23 September 2017.
- Mendukung pidana LGBT
Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta sejumlah pemimpin organisasi masyarakat
Islam menanggapi munculnya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender
(LGBT) yang belakangan ini menyita perhatian. “Atas sejumlah pertimbangan, kami
menolak keberadaan LGBT ataupun dukungan terkait dengan aktivitasnya,” ujar
Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17
Februari 2016.
- Mengharuskan Sertifikat Halal untuk semua produk
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar dilibatkan dalam kegiatan jaminan
produk halal dan ditegaskan dalam Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal.
“Secara historis, penilaian dan pelabelan produk halal telah dilakukan oleh MUI
selama puluhan tahun,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, dalam acara
Sosialisasi RUU Jaminan Produk Halal di Kantornya Sabtu, 14 April 2012.
Lima catatan Tempo.co ini menjadi perhatian publik. Soal pertama sudah
terjawab. Jangan-jangan berikutnya juga sama. “Sangat disayangkan kalau
kemudian masalah hukum agama, ini harus berubah-ubah hanya karena jabatan,”
kata Kiai Nur. (tmp,mky)