Lho, ... BUKANKAH setiap AGAMA yang ada didunia ini memang SULIT bahkan
TIDAK BISA DIBUKTIKAN kebenarannya!!! Orang dituntut PERCAYA dan
MEYAKINI semua itu BENAR saja, ... Mana ada yang bisa dibuktikan itu
BENAR adanya, atau kata-kata yang keluar dari wahyu dan kehendak Tuhan???
Kalau begitu, orang yang percaya pada AGAMA yang diyakini, apalagi
menganggap KEBENARAN MUTLAK yg harus ditelan begitu saja itu adalah
orang-orang naif!!!??? Konyol banget?! Hehehee, ...
Maaf lahir dan batin, ... saya tidak bermaksud melecehkan apalagi
menghina Agama yang ada didunia ini, hanya sekadar meneruskan jalan
pemikiran yg meragukan kebenaran hari-jadi Yesus tgl. 25 Desember, ...
[email protected] [GELORA45] 於 26/12/2018 3:10 寫道:
Tidak tahu secara pasti, yg ada perkiraan2 terkecuali ditemukan akte
kelahiran ataupun catatan kelahiran pd catatan sipil. Seandainya
ditemukanpun akan ada perdebatan apakah orang yg sama.
Para "pendiri" agama2 lainpun tgl kelahirannya merupakan perkiraan,
terkecuali yg belum begitu lama.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
Sebenarnya tidak masalah untuk memberi ucapan
selamat ulangtahun. Tinggal dilihat, betulkah
Yesus a.k.a Isa Al Masih lahir pada 25 Desember?
Kalau betul, ya bagus. "Selamat Natal!".
Kalau tidak betul, lalu apa yang kita rayakan ini?
Perlu kajian sejarah yang akurat supaya tidak
konyol banget naifnya.
--- jonathangoeij@... wrote:
Untuk melakukan prediksi para analis akan melihat historical data,
selama ini sekian puluh tahun Ma'ruf Amin baik sebagai Ketua MUI
maupun Rais Aam PBNU tidak pernah secara publik mengucapkan selamat
natal, bahkan melarang. Sekarang ada ucapan natal, sebenarnya data yg
merupakan perkecualian alias distorsi karena kampanye jadi cawapres,
seharusnya distorsi seperti ini diabaikan.
Lucunya banyak sekali orang2 naive yg menelan begitu saja. Konyol banget.
On Monday, December 24, 2018, 3:58:04 PM PST, ChanCT wrote:
Masalahnya, ... "orang akan melihat sejauhmana kita konsisten dengan
semua itu." Setiap orang boleh-boleh saja BERUBAAAH pemikiran dan
sikap, dahulu melarang sekarang justru ucapkan SELAMAT NATAL! Yang
penting, harus jernih dahulu itu tercetus dari pemikiran SALAAAH dan
sekarang inilah pemikiran yang BENAAAR! Bisa memberi TOLERANSI,
menerima dan menghormati perbedaan yang nyata ada, ... termasuk
perbedaan AGAMA!
Jadi, perubahan pemikiran dan sikap demikian bukan semata untuk
kampanye pilpres saja, ... dan, juga tentunya itu tidak perlu
buru-buru beraprasangka, marilah kita saksikan bersama bagaimana
kemudian Maruf Amin melewati sisa hidupnya, selama 5 tahun berikut,
khususnya kalau berhasil menjabat wapres bersama Jokowi!
jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> 於 24/12/2018 23:57 寫道
Baru! Kiai Ma’ruf Ucapkan ‘Selamat Natal’, Kiai Nur: Risiko Merebut
Jabatan Politik
<https://duta.co/baru-kiai-maruf-ucapkan-selamat-natal-kiai-nur-risiko-merebut-jabatan-politik/>
24 Desember 2018
altSURABAYA | duta.co – Calon Wakil Presiden pasangan Joko Widodo, KH
Ma’ruf Amin mengucapkan selamat natal melalui video pendek. Tidak ada
yang salah, sesungguhnya, tetapi bagi warganet yang muslim, ini baru
(mendengar) pertama kalinya.
“Saudara-saudara kami dari kaum Kristiani, kami sampaikan selamat hari
natal dan tahun baru, semoga berbahagia,” demikian Kiai Ma’ruf.
KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares,
Ambunten, Sumenep, ikut kaget menyaksikan video tersebut. Sebab, meski
ucapan itu kontroversi, tetapi, banyak yang kemudian memburu jejak
digitalnya.
“Memang kontroversi. Ada yang mengharamkan, memakruhkan sampai
membolehkan. Masalahnya adalah, orang akan melihat sejauhmana kita
konsisten dengan semua itu. Jangan dulunya melarang, sekarang
membolehkan, atau malah menganjurkan seperti yang dilakukan
kader-kader PSI (Partai Solidaritas Indonesia red.),” demikian Kiai
Nur Maymoun kepada /duta..co/ Senin (24/12/2018).
alt KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares,
Ambunten, Sumenep. (FT/IST)
Jejak digital Kiai Ma’ruf memang sempat ditulis /Tempo.co/, edisi
Sabtu, 11 Agustus 2018. Kiai Ma’ruf dinilai kerap menjadi sorotan
karena pernyataannya. Berikut pandangan-pandangan Ma’ruf Amin yang
sempat mengundang perdebatan:
1. Melarang mengucapkan natal
Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan
selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. “Itu jadi perdebatan,
sebaiknya enggak usah sajalah,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma’ruf
Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012.
/https://pilpres.tempo.co/read/1115995/menolak-ucapan-selamat-natal-ini-lima-kontroversi-maruf-amin?page_num=5/
Meskipun melarang, Maruf meminta umat Islam menjaga kerukunan dan
toleransi. Dia menyatakan ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti
ritual Natal. Dia menegaskan, mengikuti ritual Natal adalah haram.
“Karena itu ibadah (umat lain),” kata dia.
2. Melarang Ahmadiyah
Kiai Ma’ruf menyatakan kecewa terhadap sikap Badan Koordinasi
Pengkajian Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang tidak
melarang aliran Ahmadiyah. MUI akan segera melayangkan keberatan
secara tertulis dan meminta Bakor Pakem menarik kembali keputusannya.
“MUI kecewa terhadap toleransi Bakor Pakem. MUI menganggap Ahmadiyah
tidak akan berubah dan kembali ke ajaran Islam. Bagi MUI, Ahmadiyah
tetap sesat,” kata Ma’ruf saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Januari 2008.
3. Mendukung pembatasan tempat ibadah.
Kiai Ma’ruf mengatakan, Peraturan Bersama Menteri (PBM) yang mengatur
pendirian rumah ibadah tidak bisa direvisi oleh pemerintah. ”PBM itu
dibuat oleh majelis-majelis agama (di Indonesia) dia merupakan piagam
kesepakatan, pemerintah hanya meregulasikan,” katanya di sela-sela
kunjungan kerjanya di Bandung, Kamis, 23 September 2017.
4. Mendukung pidana LGBT
Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta sejumlah pemimpin organisasi
masyarakat Islam menanggapi munculnya fenomena lesbian, gay,
biseksual, dan transgender (LGBT) yang belakangan ini menyita
perhatian. “Atas sejumlah pertimbangan, kami menolak keberadaan LGBT
ataupun dukungan terkait dengan aktivitasnya,” ujar Ketua Umum MUI
Ma’ruf Amin di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17
Februari 2016.
5. Mengharuskan Sertifikat Halal untuk semua produk
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar dilibatkan dalam kegiatan
jaminan produk halal dan ditegaskan dalam Rancangan Undang-Undang
Jaminan Produk Halal. “Secara historis, penilaian dan pelabelan produk
halal telah dilakukan oleh MUI selama puluhan tahun,” kata Ketua MUI
Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, dalam acara Sosialisasi RUU Jaminan Produk
Halal di Kantornya Sabtu, 14 April 2012.
Lima catatan /Tempo.co/ ini menjadi perhatian publik. Soal
/pertama/ sudah terjawab. Jangan-jangan berikutnya juga sama. “Sangat
disayangkan kalau kemudian masalah hukum agama, ini harus berubah-ubah
hanya karena jabatan,” kata Kiai Nur. (tmp,mky)
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com