Satu hal yang perlu dipikirkan lebih jernih, apakah setiap orang yang
sudah tergolong dalam kelompok RADIKALIS Islam itu harus di MUSUHI dan
dibasmi saja??? TENTU HARUS ada usaha untuk menarik bahkan meyakinkan
kesalahan pandangan radikalis, ... Dimana dan kapanpun akan terjadi
usaha tarik-menarik, susup-menyusup itu!
Jadi, masalahnya bukan pada tergabungnya tokoh-tokoh macam Maruf Amin,
Ngabalin, Kapitra, Yustril, dlb, ... dalam kubu Jokowi, tapi, sampai
dimana kemampuan dan kekuatan Jokowi itu sendiri dalam usaha meluruskan
pemikiran radikalis, intoleran itu menjadi pemikiran yang benar! Atau
sebaliknya, Jokowi yang BERUBAH menjadi intoleran dan radikal-Islam???!!!
Kemana arah gerak yang terjadi, tentu terlalu pagi dan gegabah kalau
sudah berkesimpulan sekarang ini, sekalipun terasa gejala gerak berbau
Islam makin kental, ...
[email protected] [GELORA45] 於 14/1/2019 6:15 寫道:
ngomong apa adanya kedua kelompok capres membeli suara radikal.
Jokowi membeli Ma'ruf Amin yg jadi tukang stempel ini itu sesat nan
haram biang keroknya radikalisme, diikutin dgn Ngabalin, Kapitra, La
Nyalla, Yusril dll. Setelah HTI bubar banyak anggota2nya dipungutin
Yusril dan jadi caleg PBB, boleh dibilang HTI ber-reinkarnasi kedalam
PBB, yg ketua umumnya jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.
Tidak tahu mana yg lebih radikal diantara kedua capres tsb.
---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
Golongan Wowo yg mau membeli suara kaum radikal?
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com