Siapa pun yang menang Pemilu akan melakukan politik radikal, langkah
pertama ialah diterapkan hukum syariah, banyak peraturan halal haram
dikeluarkan, jadi mulai sekarang harus kita sucikan diri sesuai hukum halal
haram. Akibat manis halal haram  ini adalah kalau  mati bisa banyak
diantara kita  yang masuk surga, kalau sudah masuk surga berarti ke Taman
Firdaus tidak repot, seperti warung kopi sebelah jalan. Tapi beda dengan
warung kopi, habis minum kopi dan ngobrol bisa kembali ke rumah. Kalau
sudah masuk Taman Firdaus tidak ada yang mau keluar, karena service
jasmaiah dan rochaniah luar biasa hebat dilayani oleh malaekat
cantik-cantik, montok nan sexy. Itulah keuntungan bersyariah, demikian
keterangan ahli ilmu surgawi dari salah satu partai.

On Mon, Jan 14, 2019 at 8:42 AM kh djie [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Dari golongan menyalak jadi golongan perkutut ?
>
> Pada tanggal Sen, 14 Jan 2019 pukul 08.11 [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>
>>
>>
>>
>> Mereka2 itu pd waktu bukan dipihak Jokowi dinamakan kelompok radikal,
>> setelah menyeberang tentu ganti disebut moderat atau bahkan pluralis.
>>
>> ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
>>
>> Apa iya mereka radikalis? Buat kebanyakan orang sih
>> yang radikal itu kelompok agama dan kelompok kiri,
>> alias orang-orang yang teguh pada apa yang dipahami/
>> diyakininya. Tidak mencla-mencle. Sedangkan mereka
>> yang Anda sebut itu sama saja kan dengan Jokowi,
>> dulu gembor Esemka sekarang numpak chopper emas
>> - dan Rakyat cuma dikasih sepeda.
>>
>> Jokowi membawa orang-orang sejenis masuk ke dalam
>> barisannya ya lumrah kok, sebagai tambatan posisinya
>> yang terombang-ambing di antara partai koalisi.
>>
>> --- SADAR@... wrote:
>>
>> Satu hal yang perlu dipikirkan lebih jernih, apakah setiap orang yang
>> sudah tergolong dalam kelompok RADIKALIS Islam itu harus di MUSUHI dan
>> dibasmi saja??? TENTU HARUS ada usaha untuk menarik bahkan meyakinkan
>> kesalahan pandangan radikalis, ... Dimana dan kapanpun akan terjadi usaha
>> tarik-menarik, susup-menyusup itu!
>>
>> Jadi, masalahnya bukan pada tergabungnya tokoh-tokoh macam Maruf Amin,
>> Ngabalin, Kapitra, Yustril, dlb, ... dalam kubu Jokowi, tapi, sampai dimana
>> kemampuan dan kekuatan Jokowi itu sendiri dalam usaha meluruskan pemikiran
>> radikalis, intoleran itu menjadi pemikiran yang benar! Atau sebaliknya,
>> Jokowi yang BERUBAH menjadi intoleran dan radikal-Islam???!!!
>> Kemana arah gerak yang terjadi, tentu terlalu pagi dan gegabah kalau
>> sudah berkesimpulan sekarang ini, sekalipun terasa gejala gerak berbau
>> Islam makin kental, ...
>>
>>
>> jonathangoeij@... 於 14/1/2019 6:15 寫道:
>>
>> ngomong apa adanya kedua kelompok capres membeli suara radikal.
>>
>> Jokowi membeli Ma'ruf Amin yg jadi tukang stempel ini itu sesat nan haram
>> biang keroknya radikalisme, diikutin dgn Ngabalin, Kapitra, La Nyalla,
>> Yusril dll. Setelah HTI bubar banyak anggota2nya dipungutin Yusril dan jadi
>> caleg PBB, boleh dibilang HTI ber-reinkarnasi kedalam PBB, yg ketua umumnya
>> jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.
>>
>> Tidak tahu mana yg lebih radikal diantara kedua capres tsb.
>>
>>
>> --- bhjo@... wrote :
>>
>> Golongan Wowo yg mau membeli suara kaum radikal?
>>
>>
>> 
>

Kirim email ke