Tuh, ribet kan. Makanya saya bilang Sri Mulyani perlu tulis puisi
berjilid-jilid untuk bisa jawab 'sekedar bertanya' soal dana (utang) yang sudah
cair itu.
Itu baru soal dana. Belum soal gudang + di mana sekolah operator mesin canggih
pemasang relnya dll.
Untung tol trans-jawa tanpa rel.
--- djiekh@... wrote:
Masih baru taraf membebaskan seluruh tanah, memadatkan tanah, menyelesaikan
tunnel,memasang dinding beton supaya tidak longsor kemudian baru bantalan rel
dipasang. Padawaktunya, baru rel harus masuk.Pembuatan dinding beton juga harus
dipersiapkan.Tidak bisa semua keperluan untuk beberapa tahun seperti rail
harus masuk dulu. Modal pinjaman dari bank bunganya akan terlalu banyak. Lagi
pula butuh gudang material yang besar sekali. mahal. Semua dilakukan Just in
Time ( juga bukan just to late, just to wait).Pemasangan rail KA cepat di
Tiongkok : Yang menarik teknik pengkeleman rel, sehingga tidakbengkok waktu
musim panas (pemuaian) dan tidak mengkerut patah waktu musim
dingin.https://www.youtube.com/watch?v=MZ-Ti7hvqgYKalau pengelasan untuk
nyambung rel sudah dipakai umum dengan termit.
Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 20.44 ajeg menulis:
Kalau relnya nggak datang-datang pasang rel gorden saja, gampang.
Soal Proyek Kereta Cepat dan LRT, Sri Mulyani: Impornya Besar
--- djiekh@... wrote:
Tunnel baru selesai separonya pada proyek KA cepat Bandung- Jakarta.
Di tanah yang sudah dibebaskan(katanya sudah sampai 80% Oktober yang lalu),
sebagian tanah dipadatkan.
Pemasangan relnya kalau sudah tiba dapat dilakukan dengan cepat, dengan mesin
:https://www.youtube.com/watch?v=MZ-Ti7hvqg