Proyek Kerata API Cepat (KAC) Jakarta-Bandung-Jakarta, kalau kita masih ingat apa yang diucapkan penguasa rezim neo-Mojopaahit ialah untuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia sudah berada pada tingkat teknologi tinggi. Kalau maksudnya mau menunjukan sudah berada pada tingkat teknologi tinggi "*ibarat bahtera berlayar memakai layar orang*". Bandung Jakarta itu jaraknya 150 KM, kalau ditinjau jarak 150 km itu relatif tidak panjang dan apa pentingnya Bandung untuk Jakarta? Biaya KAC itu 4 miliar dollar, mungkin akan lebih lagi karena berbagai masalah yang menyebabkan terlambat...
Sekarang waktu kA Jakarta- Bandung 3h. 20m 150 KM, pertanyaanya apakah tidak lebih baik dibuat kereta express (KAE) dengan jadwali kAE misalnya setiap 15 menit dengan kecepetan 100 km/h, pasti akan lebih murah biayanya dan ticket akan tidak begitu mahal jika nanti dibandingkan dengan super express (KAC) yang sedang dibangun. Sekarang harga karcis Bandung-Jakarta Rp. 90.000,-- Mungkin nanti dengan super express (KAC) akan lebih mahal dua atau tiga kali lipat. Waktu proyek ini diberikan kepada Tiongkok, SBY segera pergi ke Jepang, karena Jepang yang melakukan fisibility study untuk KAC Jakarta-Bandung-Jakarta. Paling kurang dua kali SBY bula balik ke Jepang. Pertanyaannya siapa yang kehilangan rejeki? hehehehehe Itulah sedikit komentar iseng-iseng saja. hehehe On Sat, Feb 2, 2019 at 10:09 PM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Tuh, ribet kan. > Makanya saya bilang Sri Mulyani perlu tulis puisi berjilid-jilid untuk > bisa jawab 'sekedar bertanya' soal dana (utang) yang sudah cair itu. > > Itu baru soal dana. Belum soal gudang + di mana sekolah operator mesin canggih > pemasang relnya dll. > > Untung tol trans-jawa tanpa rel. > > --- djiekh@... wrote: > > Masih baru taraf membebaskan seluruh tanah, memadatkan tanah, > menyelesaikan tunnel, > memasang dinding beton supaya tidak longsor kemudian baru bantalan rel > dipasang. Pada > waktunya, baru rel harus masuk.Pembuatan dinding beton juga harus > dipersiapkan. > Tidak bisa semua keperluan untuk beberapa tahun seperti rail harus masuk > dulu. Modal > pinjaman dari bank bunganya akan terlalu banyak. Lagi pula butuh gudang > material yang > besar sekali. mahal. Semua dilakukan Just in Time ( juga bukan just to > late, just to wait). > Pemasangan rail KA cepat di Tiongkok : Yang menarik teknik pengkeleman > rel, sehingga tidak > bengkok waktu musim panas (pemuaian) dan tidak mengkerut patah waktu musim > dingin. > https://www.youtube.com/watch?v=MZ-Ti7hvqgY > Kalau pengelasan untuk nyambung rel sudah dipakai umum dengan termit. > > Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 20.44 ajeg menulis: > > Kalau relnya nggak datang-datang pasang rel gorden saja, gampang. > > Soal Proyek Kereta Cepat dan LRT, Sri Mulyani: Impornya Besar > <https://m.detik.com/finance/infrastruktur/d-4313040/soal-proyek-kereta-cepat-dan-lrt-sri-mulyani-impornya-besar?tag_from=wp_nhl_judul_4> > > --- djiekh@... wrote: > > Tunnel baru selesai separonya pada proyek KA cepat Bandung- Jakarta. > > Di tanah yang sudah dibebaskan(katanya sudah sampai 80% Oktober yang > lalu), sebagian tanah dipadatkan. > > Pemasangan relnya kalau sudah tiba dapat dilakukan dengan cepat, dengan > mesin : > https://www.youtube.com/watch?v=MZ-Ti7hvqg > <https://www.youtube.com/watch?v=MZ-Ti7hvqgY> > > > >
