Bagaimana sikap Mao / Beijing saat itu?
--- SADAR@... wrote:

Bagaimana sampai akhirnya Soekarno bisa menandatangani dan keluarkan PP10, 
tahun 1959, setelah ada kompromi dengan pihak AD, melarang Tionghoa ASINGĀ  
berdagang di dibawah kota kabupaten. Bukan MELARANG Tionghoa asing tetap 
tinggal dan hidup dibawah kota Kabupaten! Tapi dalam pelaksanaan, di bawah 
KODAM Jawa-barat dan Aceh, tetap melaksanakan rencana semula, melarang 
Tionghoa-Asing meneruskan hidup didesa-desa, ... itulah sebab terjadi 2 ibu 
Tionghoa ditembak mati saat mempertahankan rumah tinggalnya dan menentang 
penggusuran yg terjadi, ...! 
Sikap pemerintah ketika itu yang dirasakan lebih kejam dan tidak manusiawi, ... 
Ingat, UU Kewarganegaraan no. 62/1958 baru saja disahkan, jadi banyak orang 
Tionghoa didesa-desa, BELUM SEMPAT mengurus kewarganegaraannya, ... di tahun 
1960 pelaksanaan PP-10/1959 sudah dijalankan. Mengakibatkan lebih banyak 
Tionghoa otomatis diperlakukan sebagai ASING yang kena gusur dari kediaman 
mereka yang  sudah turun temurun beberapa generasi didesa-desa, ... Seorang 
sahabat asal Tjiandjur ditahun 1960 baru saja kesenangan dapatkan pengumuman 
berhasil diterima masuk UI, belum juga ikuti kuliah akhirnya tergusur juga 
akibat PP-10 itu! Impian indah sekeluarga GAGAL hanya karena SBKRI belum juga 
keluar! Jelas ada kesengajaan pihak AD yang memang menghendaki lebih banyak 
Tionghoa keluar dari Indonesia! Ini pertama. 
 
 
Kedua, pengusiran begitu banyak warga Tionghoa keluar dari desa-desa ke kota 
Propinsi, TANPA ada pengaturan penampungan yang baik oleh pemerintah, TIDAK 
lebih dahulu memikirkan dan menyiapkan bagaimana kehidupan mereka dikota 
propinsi dan sekolah anak-anak sebanyak ratusan ribu itu! Masih beruntung 
organisasi kemasyarakatan Tionghoa cukup cekatan, dengan sigap dan cepat 
mengatur sekolah-sekolah TIonghoa dan klenteng/vihara di kota propinsi untuk 
menampung warga Tionghoa sampai menunggu RRT mengirimkan kapal menjemput warga 
Tionghoa tergusur itu pulang kenegeri leluhur! Sebagian ditampung keluarga yang 
sudah mapan di kota-propinsi, sebagian menunggu kapal yg diutus pemerintah 
TIongkok kembali kenegeri leluhur, ...
 
 
Padahal Tiongkok ketika itu sedang KESULITAN menghadapi bencana alam-berat 3 
tahun berturut-turut, 1959-1961! Namun pemerintah Tiongkok masih juga 
berkemampuan mengatur dan menampung ratusan ribu warga Huakiao yang tergusur 
dari Indonesia itu, ...dengan membangun perkebunan Huakiao dibeberapa propinsi.

Kirim email ke