Pikiran orang remo nggak ada bedanya dengan kapitalis atau fasis, pada
hakekatnya. Sama-sama pengkhianat rakyat, sama-sama saudaranya para
konglomerat... Terus berkaok-kaok untuk "mensejahterakan rakyat" dengan jalan
mengengkuk-ngengkuk kaum buruhnya yang harus kerja 12 jam sehari, 6 hari
seminggu, dengan kondisi kerja sangat buruk, tak punya kebebasan berpendapat
apalagi membentuk SB yang sejati membela kepentingan buruh!!! Yang percaya
ocehen orang remo ya orang-orang remo juga!!!!
On Saturday, February 9, 2019, 5:37:54 AM GMT+1, [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
keduanya saudara kembar
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
Bukannya LSL takluk sama Soeharto?
Asyiiikk... Sekarang mari alamatkan ke kepala negara,
hek..hek...
--- SADAR@... wrote:
Yang LOGIS itu apanya??? Karier Xi meroket pesat setelah ditunjang "bantuan"
taipan Liem Sioe Liong??? Atau justru disinilah NAMPAK JELAS perbedaan Xi
dengan Suharto! Xi pandai gunakan "bantuan" konglomerat untuk pembangunan
ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan RAKYAT banyak, sedang Suharto
hanya untuk gendutkan perut sendiri dengan kroni-kroninya saja, ...!
Jangan salahkan konglomerat nya saja, tapi tetap ujung tombak itu ditujukan
pada kepala negaranya! Bisa gunakan dan jinakkan konglomerat atau justru
ditunggangi konglomerat, ...
Tatiana Lukman 於 9/2/2019 2:10 寫道:
Ya logislah!!!
On Friday, February 8, 2019, 7:03:45 PM GMT+1, Jonathan Goeij wrote:
Foto tahun 1991, Xi muda mengunjungi taipan terbesar Asia Tenggara Liem Sioe
Liong di Indonesia. Tidak berapa lama kemudian Liem membangun Yuanghong
Investment Zone di Fuqing Fukkien yang merupakan investasi luar negeri terbesar
saat itu. Setelah itu karier Xi meroket pesat, terakhir sebagai Presiden
Tiongkok.
--- ajegilelu@... wrote :
Paling lucu setiap menyentuh soal oligarki semacam ini bisa muncul reaksi tak
terduga yaitu semburan "anti-Cinaǃ anti-toleransiǃ" sambil nampang ikut
perayaan imlek segala, hahahaha pengalihan isu yang cetek tapi dibesar-besarkan
media. Gilanya lagi, ngomong soal BLBI pun sudah cukup dijadikan bukti
keanticinaan seseorang. Padahal para "pembela Cina" itu (sebutlah begitu) tidak
ada yang peduli ketika Ahok diseret ke pengadilan.
--- jetaimemucho1@... wrote:
Sekedar mengingatkan saja....tapi masih ada yang terus ngotot
Jokowi tidak didukung Oligarki!!
Taipan di balik Jokowi: Salim Group Terus Moncer
Submitted by redaksi2 on Kamis, 26 Mar 2015 - 00:10
KONFRONTASI-Perihal dukungan pengusaha – pengusaha besar dibalik Jokowi ini
sudah menjadi rahasia umum. Sejumlah pengusaha besar yang diketahui berada di
belakang Jokowi adalah Anthony Salim, James Riady, Robert Budi Hartono dan
Edward Soeryadjaya. Dukungan para pengusaha besar ini pada bukanlah “gratis”,
berikut kepentingan cukong – cukong Jokowi bila dirinya terpilih menjadi
Presiden. Dalam artikel ini saya akan membahas lebih mendalam mengenai Sang
cukong terbesar, Anthony Salim..
Anthony Salim adalah pemilik PT Indofood yang memonopoli pangsa pasar sejumlah
produk pangan seperti gandum. Nilai impor gandum saat ini sangat besar,
sekitar 80 persennya dikuasai oleh Indofood. Sejatinya monopoli pangan seperti
sudah tidak diperbolehkan dan di atur dalam undang – undang. Namun impor
gandum ini dipertahankan karena harganya lebih murah padahal Indonesia bisa
menanam gandum sendiri. Karena punya kuasa atas impor gandum tersebut,
pengusaha yang lain tidak bisa melakukan produksi pangan sejenis.. Selain itu,
Di BCA pun kini Anthony Salim memiliki saham sebesar 1,76 persen. Namun,
Anthony masih mempertahankan PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour
Millsn sebagai tombak bisnisnya. Bisnis taipan Tionghoa terus moncer, sementara
pribumi kian keteter. Teranyar, Antony Salim terus membenahi bisnis Grup
Salim. Salim tetap ingin dihormati oleh para pelaku bisnis di Asia.
Liem Sioe Liong alias Sudono Salim boleh mati, tapi tidak dengan bisnisnya. Di
tangan Antony Salim, puteranya, Grup Salim terus berbenah setelah sempat
mengalami kemunduran akibat krisis ekonomi 1998. Penambahan sahamnya dari 20%
menjadi 30% di Bank Ina dan aksi korporasi yang lain, menandakan kebangkitan
itu.
Sebelum krisis, Group Salim merupakan konglomerat terbesar di Indonesia dengan
aset mencapai US$ 10 miliar. Majalah Forbes bahkan pernah menobatkan Sudomo
Salim alias Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim, sebagai Orang Terkaya di Asia
Tenggara.
Krisis 1998 memang telah merontokkan beberapa perusahaan kebanggaan Grup Salim.
Sebut saja Bank Centra Asia (BCA). Bank swasta terbesar di Indonesia ini
hampir kolaps gara-gara masyarakat, yang panik melihat penutupan belasan bank
oleh pemerintah, beramai-ramai menarik tabungannya. Antrean panjang mengular
di tiap pojok anjungan tunai BCA di seluruh Indonesia. BCA pun terjerat kredit
macet raksasa milik nasabahnya, termasuk yang dikucurkan ke grup sendiri.
Untuk menyelamatkan permodalan BCA, pemerintah mengucurkan dana Bantuan
Likuiditas Bank Indonesia senilai Rp 52 triliun. Sebagai gantinya, Salim harus
menyerahkan 108 perusahaannya ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional selaku
wakil pemerintah.
Dari sinilah, satu per satu "permata" Salim lepas. Salim tak lagi menjadi
pemilik mayoritas di sejumlah perusahaan yang dulu menjadi tambang uangnya.
Sebut saja PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT Indomobil Sukses
Internasional. Yang paling menyakitkan, Salim harus kehilangan BCA, yang
hampir sepenuhnya jatuh ke tangan Grup Djarum dan Farallon Capital (Amerika
Serikat).
Namun Antony tetap mempertahankan PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari
Flour Mills.
Di tengah kontroversi yang tak pernah reda, Salim akhirnya mengantongi surat
keterangan lunas dari pemerintah Megawati Soekarnoputri pada Maret 2004.
Berbekal itu, Anthony pun perlahan-lahan kembali tampil ke panggung bisnis
nasional.
Hanya selang tiga bulan, Anthony mengambil alih kendali PT Indofood Sukses
Makmur dari tangan Eva Riyanti Hutapea. Ia muncul di hadapan wartawan dan
pemegang saham dengan sejumlah rencana besar untuk menggenjot kinerja produsen
mi instan terbesar di dunia ini. Termasuk melebarkan sayap ke mancanegara,
dengan mencatatkan saham anak perusahaannya di bidang kelapa sawit dan minyak
goreng, PT Salim Ivomas Pratama, di Singapura.
Untuk mendongkrak penjualan Indofood, Antony menggandeng Nestle S..A. Keduanya
sepakat untuk memperlebar pangsa pasar Indofood dan Nestle. Deal bisnis antara
dua kerajaan makanan dan minuman ini berujung pada pendirian PT Nestle Indofood
Citarasa Indonesia. Perusahaan berstatus PMA ini menyedot dana Rp 50 miliar,
dengan masing-masing pihak menyetor 50%.
Anthony percaya reputasi yang dimiliki kedua perusahaan setidaknya bisa
mendongkrak nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham. Perusahaan
tersebut akan bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan
distribusi produk kuliner. Mulai April 2005, pada botol kecap merek Piring
Lombok sudah ditemukan “cap” perusahaan patungan tersebut.
Ke depan, Indofood masih akan memberi lisensi penggunaan merek produk kuliner
kepadaNestle-Indofood. Indofood sendiri memiliki kekuatan pada profil produksi
rendah biaya, jangkauan distribusi yang luas, dan kecepatan menjangkau
konsumen melalui anak perusahaannya, PT Indosentra Pelangi, yang menjadi pemain
utama di bidang industri bumbu penyedap makanan.
Sementara itu, Nestle bergerak di bidang produksi dan penjualan berbagai produk
makanan dan minuman, termasuk mi instan dan bumbu penyedap makanan di seluruh
dunia. Kekuatan perusahaan asal Swiss itu ada pada riset dan pengembangan yang
kuat dalam memproduksi makanan dan nutrisi.
Sejak empat tahun lalu PT Indofood Sukses Makmur memiliki anak usaha bernama PT
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Perusahaan terakhir ini adalah penggabungan
empat perusahaan di bawah bisnis Grup Salim.
Empat perusahaan itu adalah PT Indosentra Pelangi, PT Gizindo Primanusantara,
PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi. Proses penggabungan
empat perusahaan itu mulai dilakukan sejak September 2009 dan tuntas 17
(Message over 64 KB, truncated)
#yiv8209653979 #yiv8209653979 -- #yiv8209653979ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-mkp #yiv8209653979hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mkp #yiv8209653979ads
{margin-bottom:10px;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mkp .yiv8209653979ad
{padding:0 0;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mkp .yiv8209653979ad p
{margin:0;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mkp .yiv8209653979ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-sponsor
#yiv8209653979ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-sponsor #yiv8209653979ygrp-lc #yiv8209653979hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-sponsor #yiv8209653979ygrp-lc .yiv8209653979ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8209653979 #yiv8209653979actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8209653979
#yiv8209653979activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8209653979
#yiv8209653979activity span {font-weight:700;}#yiv8209653979
#yiv8209653979activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv8209653979 #yiv8209653979activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8209653979 #yiv8209653979activity span
span {color:#ff7900;}#yiv8209653979 #yiv8209653979activity span
.yiv8209653979underline {text-decoration:underline;}#yiv8209653979
.yiv8209653979attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv8209653979 .yiv8209653979attach div a
{text-decoration:none;}#yiv8209653979 .yiv8209653979attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8209653979 .yiv8209653979attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8209653979 .yiv8209653979attach label a
{text-decoration:none;}#yiv8209653979 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv8209653979 .yiv8209653979bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8209653979
.yiv8209653979bold a {text-decoration:none;}#yiv8209653979 dd.yiv8209653979last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8209653979 dd.yiv8209653979last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8209653979
dd.yiv8209653979last p span.yiv8209653979yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv8209653979 div.yiv8209653979attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv8209653979 div.yiv8209653979attach-table
{width:400px;}#yiv8209653979 div.yiv8209653979file-title a, #yiv8209653979
div.yiv8209653979file-title a:active, #yiv8209653979
div.yiv8209653979file-title a:hover, #yiv8209653979 div.yiv8209653979file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8209653979 div.yiv8209653979photo-title a,
#yiv8209653979 div.yiv8209653979photo-title a:active, #yiv8209653979
div.yiv8209653979photo-title a:hover, #yiv8209653979
div.yiv8209653979photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8209653979
div#yiv8209653979ygrp-mlmsg #yiv8209653979ygrp-msg p a
span.yiv8209653979yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8209653979
.yiv8209653979green {color:#628c2a;}#yiv8209653979 .yiv8209653979MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv8209653979 o {font-size:0;}#yiv8209653979
#yiv8209653979photos div {float:left;width:72px;}#yiv8209653979
#yiv8209653979photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8209653979
#yiv8209653979photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8209653979
#yiv8209653979reco-category {font-size:77%;}#yiv8209653979
#yiv8209653979reco-desc {font-size:77%;}#yiv8209653979 .yiv8209653979replbq
{margin:4px;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-mlmsg select, #yiv8209653979 input, #yiv8209653979 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-mlmsg pre, #yiv8209653979 code {font:115%
monospace;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-mlmsg #yiv8209653979logo
{padding-bottom:10px;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-msg
p#yiv8209653979attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-reco #yiv8209653979reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-sponsor
#yiv8209653979ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-sponsor #yiv8209653979ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-sponsor #yiv8209653979ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv8209653979 #yiv8209653979ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8209653979
#yiv8209653979ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv8209653979