Tepatnya penipuan. Menipu pendukungnya sendiri (di mana kewarasan?) Apalagi pemerintah tidak membantah soal jebakan utang inidan mengakui "masih jauh" (berdasarkan debt to GDP).
Padahal janjinya tidak mau ngutang. --- jonathangoeij@... wrote: Artinya sederhana, dengan hanya meng-koar2kan Debt to GDP tanpa mengutarakan DSR pemerintah mengelabuhi rakyatnya sendiri seakan utang tsb kecil dgn menyembunyikan betapa untuk bayar gelagepan sehingga yang terjadi utang baru untuk bayar utang lama alias terjerat dalam debt trap. --- nesare1@... wrote : Pemerintah suatu negara tidak berkewajiban menjawab pertanyaan2 seperti ini.. Pemerintah suatu negara berkewajiban mengeluarkan data yang relevan dalam penyelenggaraan negaranya. Kalau ente mau tahu, cari datanya. Bukannya menyalahkan pemerintah RI tidak memberikan jawabannya. Orang2 yang belajar ekonomi dan disiplin ilmu yg terkait dgn data2 ekonomi, akan mencari data dan memberikan kesimpulan atas interpretasi data yg tersedia dari pemerintah suatu negara. Ente mentalnya minta2 saja! Jelas sekali ente gak ngerti permintaan ente dan data yg sdh tersedia! Data hutang dan data pajak serta data eksport pemerintah RI tersedia dimana2 baik primer, sekunder sampai tersier. Tinggal dilihat lalu disajikan dan diinterpretasikan. MAMPU NDAK ENTE SETELAH ANE KASIH TAHU BEGINI?!!!! Nesare From: Jonathan Goeij Pemerintah selalu beralasan masih aman melihat rasio utang terhadap GDP, tetapi tidak pernah diutarakan cicilan+bunga dibanding pendapatan pajak, tidak pernah diutarakan besarnya cicilan+bunga dibanding pendapatan ekspor atau yang disebut debt service ratio. Melihat tingginya tingkat bunga artinya cicilan + bunga (debt service) juga tinggi. --- Pemerintah menjelaskan, selain besaran jumlah utang dari China yang masih sebesar Rp 22 triliun atau 0,50 persen, rasio utang pemerintah terhadap PDB per 2018 masih dalam batas aman atau kurang dari 30 persen. Rasio utang Indonesia saat ini sebesar 29,78 persen, jauh di bawah negara peer atau yang setara. Di mana, Mesir sebesar 101,2 persen, Mongolia 79,4 persen, Sri Lanka 77,6 persen, Pakistan 67,2 persen. .... Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat Jauh | | | | | | | | | | | Kemenkeu Soal Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat ... Harwanto Bimo Pratomo Disebutkan, China memberikan pinjaman ke beberapa negara untuk mewujudkan New Silk Road yang semuanya akan terhu... | | | Senin, 11 Maret 2019 16:10Reporter : Harwanto Bimo Pratomo Ilustrasi Chinese Money Trap. ©2016 Merdeka.comMerdeka.com - Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa Indonesia masih aman dari pengaruh Chinese Money Trap
