Oouh, ... rupanya begitu. Terimakasih, ... bung Djie!
kh djie 於 15/3/2019 10:32 寫道:
Dalam data SULNI, utang BUMN termasuk dalam utang swasta.Adapun utang
sektor swasta dan BUMN pada akhir November 2018 mencapai US$ 189,3
miliar atau setara dengan Rp 2.669 triliun (asumsi US$ 1 = Rp 14.100).
https://www.cnbcindonesia.com/market/20190115182149-17-50811/data-ini-menunjukkan-besaran-utang-luar-negeri-bumn-simak
Pada tanggal Jum, 15 Mar 2019 pukul 02.41 ChanCT <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
BETUUUL, tentu saja setiap hutang yg terjadi melalui BUMN yaa
harus dibayar oleh masing-masing BUMN, begitu juga dengan
hutang-hutang perusahaan swasta, ... dan, semua hutang-hutang yg
terjadi itu nampaknya secara KESELURUHAN dicakup dalam hutang
NEGARA dan Hutang SWASTA, saja. Jadi, kalau hutang BUMN tidak
tergabung dalam hutang NEGARA, dimasukkan kemana?
Bahwa bagaimana negara bayar hutang, tentunya juga bukan hanya
dari penghasilan penarikan pajak, tapi juga dari hasil produksi
hasil bumi termasuk hasil kekayaan bumi-alam yg sekarang dituntut
harus lebih diolah dengan ekspor bahan-mentah!
kh djie [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於
14/3/2019 23:41 寫道:
Bung Chan,
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/29/111800326/5-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-utang-negara
Yang bayar utang BUMN tertentu adalah BUMN yang bersangkutan
sendiri, bukan pemerintah yang bayar
cicilan dan bunganya. Jadi bukan utang negara.
KH
Pada tanggal Kam, 14 Mar 2019 pukul 15.48 Jonathan Goeij
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
lho...... waktu pembicaraan utang KA Cepat sekian tahun lalu
anda kemana saja?
On Thursday, March 14, 2019, 5:28:45 AM PDT, ChanCT
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Jadi, ... utangnya Inalum di 51% saham Freeport, utang
KA-Cepat Jkt-Bdg dll kan, masih ada untuk pembangunan
infrastruktut lain yg dikelola BUMN, juga tidak masuk
kategori utang negara??? Hehehee, ... menarik juga! Lalu
utang negara utk apa saja,???
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] 於 14/3/2019 9:28 寫道:
SDA dikelola oleh BUMN yg juga punya utang sendiri
utang BUMN tidak dikategorikan sbg utang pemerintah yg masuk
APBN nggak tahu kenapa saya kira mungkin supaya utang
pemerintah tdk kelihatan banyak seakan masih jauh dibawah
mandat max 60% GDP shg masih bebas cari utangan
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <SADAR@....>
<mailto:SADAR@...> wrote :
Tapi kenyataan tidak begitu, ... dari penjelasan bung Nesare
saya lihat pendapatan negara tidak hanya PAJAK, ... bisa
juga dari hasil produksi lokal termasuk hasil bumi-alam
secara keseluruhan! Dan saya perhatikan, banyak negara
sedang berkembang justru membayar hutang dengan hasil
produksi nya itu!
jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於
13/3/2019 22:08 寫道:
debt service to income, rasio antara bunga+cicilan
dibanding pendapatan pajak.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <djiekh@...>
<mailto:djiekh@...> wrote :
Mungkin lebih baik bila bung Jo jelaskan apa itu debt
to income yang dimaksud,
dan bagaimana seharusnya. Satu diperjelas dulu.
Pada tanggal Rab, 13 Mar 2019 pukul 01.31 ChanCT
SADAR@... <mailto:SADAR@...> [GELORA45]
<[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
BAGUUUSLAH, ... akhirnya diskusi, perdebatan di
GELORA45 bisa kembali dilangsungkan dengan
lebih nyaman dan sehat, tanpa saling
menggoblok-goblokan lawan diskusi! Terimakasih
bung Nesare, ...! Lanjutkan dengan utamakan adu
argumentasi dan keluarkan data-data utk
menyanggah opini yang diajukan, menjadikan
GELORA45 ajang pembelajaran dan pencerahan yang
sangat baik! Sekolah gratis, khususnya bagi
saya sendiri, ...
Masalah utang-piutang ini tentu baik
dilanjutkan, bagaimana utang bisa dikatakan
sampai titik BAHAYA bagi satu negara? Benarkan
sebagaimana diberitakan Bloomberg hutang
Indonesia sudah sangat resiko dengan rasio 51%???
Namun bagi saya sendiri tetap sangat ANEH
melihat kenyataan didunia ini sudah TIDAK ADA
negara TANPA HUTANG! Dijaman kapitalisme yang
kita lalui ini, bahkan negara yg dikenal
terkaya didunia ini, AS hutangnya juga
berlimpah! Tiongkok yg simpanan sampai
Triliunan US$ dan kemana-mana investasi modal
dengan agresifnya itu juga banyak HUTANG! Lalu,
apa betul hutang-hutang yg dilakukan itu bisa
produktif dan bisa UNTUNG bukan sebaliknya
BUNTUNG??? Kalau saja dengan hutang2 itu bisa
untung, bukankah dengan gunakan dana simpanan
sendiri untung jadi lebih besar, tanpa lagi
harus bayar bunga-hutang pada negara lain???
Bagaimana hitung2annya, ...
'nesare' nesare1@... <mailto:nesare1@....>
[GELORA45] 於 12/3/2019 22:03 寫道:
Lah sekarang nanya ada enggak pejabat keuangan
Indonesia yg mengutarakan debt to service
ratio dan debt to income? Tadinya bilang
pemerintah Indonesia ngibul, dengan kata lain
pemerintah Indonesia ngibul ke rakyat krn
hanya ngasih tahu rakyatnya debt to GDP ratio.
Baguslah karena ane sentil, ente jadi mundur
ya. Tapi lucunya sudah mundur masih nanya hal2
yg mboten2.
Apa sih debt to income itu? Istilah baru lagi
ya? Ane gak pernah tahu ada istilah debt to
income dalam ekonomi makro. BELUM PERNAH ADA?
Ini mah bikinan orang yg gak ngerti ilmu
ekonomi saja pake’ bahasanya dewek!
Hutang Indonesia risky? Risky krn debt to
service ratio nya tinggi?
Lalu ente kasih data 51% dari Bloomberg kan?!
Hehehehehe minta ampun!
Ane gak mau lagi pake’ istilah GOBLOK lagi
disini krn memandang wajah bung Chan.
Ini data ane dari worldbank
http://data.isdb.org/pxfdrcg/world-bank-development-indicators-wdi-2017-idb-aggregates?tsId=1049490
Debt service ratio Indonesia gak pernah sampai
36% sejak 1990.
JELAS2 ENTE GAK NGERTI APA YG ENTE OMONGIN!
DARI debt to service DAN debt to income SAJA
ORANG SUDAH TAHU ENTE GAK NGERTI EKONOMI!!!
Mendingan diam aja! Belajar dulu bentar apa
artinya debt to service, debt to GDP dan debt
to income sebelum dipakai buat nyinyir Indonesia!
Nesare
*From:* [email protected]
<mailto:[email protected]>
<[email protected]>
<mailto:[email protected]>
*Sent:* Monday, March 11, 2019 3:00 PM
*To:* Yahoogroups <[email protected]>
<mailto:[email protected]>
*Subject:* RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal
Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia
Masih Sangat Jauh
Pejabat pemerintah berulang kali mengutarakan
Debt to GDP Ratio tetapi sangat jarang (atau
tidak pernah?) mengutarakan Debt to Service
Ratio dan Debt to Income Ratio. Setiap kali
pejabat keuangan selalu mengutarakan hutang
masih kecil dgn membandingkan Debt to GDP dan
dibandingkan dgn negara2 lain seperti Jepang
dan US, tetapi sayangnya Debt to Service dan
Debt to Income tidak dibandingkan. Belum lagi
kenyataan Indonesia negara pengutang murni
dengan sedikit piutang (atau tidak ada?)
sementara Jepang dan US selain utang juga
banyak piutang.
Bloomberg tahun lalu memberitakan hutang
Indonesia sangat risky dengan rasio 51%.
Moody’s Investors Service’s external
vulnerability index -- *which is the ratio of
short-term debt, maturing long-term debt and
non-resident deposits over one year calculated
as a proportion of reserves -- puts Indonesia
at 51 percent* and India at 74 percent.
India, Indonesia Are Among Asia's Most
Debt-Risky Nations
<https://www.bloomberg.com/news/articles/2018-05-29/india-indonesia-are-among-asia-s-most-debt-risky-nations>
India, Indonesia Are Among Asia's Most
Debt-Risky Nations
Karl Lester M Yap
It’s no surprise that India and Indonesia are
among the worst-hit Asian currencies this year
when you look at th...
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>,
<nesare1@... <mailto:nesare1@...>> wrote :
Lah kan sudah ada data debt to GDP dan debt
service ratio dan tersebar dimana2.
Ayo ente analisa!
Mari kita lihat klaim ente bahwa RI ngibul
rakyatnya!
Mari kita lihat gimana ente membahas debt to
GDP vs debt service ratio ini!
Atau ente hanya nyinyir saja!
Atau kabur pake’ meme lagi?!
Gimana ya pemerintah RI ngibulin rakyatnya itu?
Nesare
*From:*[email protected]
<mailto:[email protected]>
<[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sent:* Monday, March 11, 2019 1:47 PM
*To:* Yahoogroups <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Subject:* RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal
Chinese Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia
Masih Sangat Jauh
Artinya sederhana, dengan hanya meng-koar2kan
Debt to GDP tanpa mengutarakan DSR pemerintah
mengelabuhi rakyatnya sendiri seakan utang tsb
kecil dgn menyembunyikan betapa untuk bayar
gelagepan sehingga yang terjadi utang baru
untuk bayar utang lama alias terjerat dalam
debt trap.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>,
<nesare1@... <mailto:nesare1@...>> wrote :
Pemerintah suatu negara tidak berkewajiban
menjawab pertanyaan2 seperti ini. Pemerintah
suatu negara berkewajiban mengeluarkan data
yang relevan dalam penyelenggaraan negaranya.
Kalau ente mau tahu, cari datanya. Bukannya
menyalahkan pemerintah RI tidak memberikan
jawabannya.
Orang2 yang belajar ekonomi dan disiplin ilmu
yg terkait dgn data2 ekonomi, akan mencari
data dan memberikan kesimpulan atas
interpretasi data yg tersedia dari pemerintah
suatu negara.
Ente mentalnya minta2 saja!
Jelas sekali ente gak ngerti permintaan ente
dan data yg sdh tersedia!
Data hutang dan data pajak serta data eksport
pemerintah RI tersedia dimana2 baik primer,
sekunder sampai tersier. Tinggal dilihat lalu
disajikan dan diinterpretasikan.
MAMPU NDAK ENTE SETELAH ANE KASIH TAHU BEGINI?!!!!
Nesare
*From:*[email protected]
<mailto:[email protected]> <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sent:* Monday, March 11, 2019 1:15 PM
*To:* Yahoogroups <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Subject:* [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese
Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih
Sangat Jauh
(Message over 64 KB, truncated)
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_-9013068698097443366_m_3701280624634094751_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com