BETUUUL, tentu saja setiap hutang yg terjadi melalui BUMN yaa harus
dibayar oleh masing-masing BUMN, begitu juga dengan hutang-hutang
perusahaan swasta, ... dan, semua hutang-hutang yg terjadi itu nampaknya
secara KESELURUHAN dicakup dalam hutang NEGARA dan Hutang SWASTA, saja.
Jadi, kalau hutang BUMN tidak tergabung dalam hutang NEGARA, dimasukkan
kemana?
Bahwa bagaimana negara bayar hutang, tentunya juga bukan hanya dari
penghasilan penarikan pajak, tapi juga dari hasil produksi hasil bumi
termasuk hasil kekayaan bumi-alam yg sekarang dituntut harus lebih
diolah dengan ekspor bahan-mentah!
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 14/3/2019 23:41 寫道:
Bung Chan,
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/29/111800326/5-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-utang-negara
Yang bayar utang BUMN tertentu adalah BUMN yang bersangkutan sendiri,
bukan pemerintah yang bayar
cicilan dan bunganya. Jadi bukan utang negara.
KH
Pada tanggal Kam, 14 Mar 2019 pukul 15.48 Jonathan Goeij
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:
lho...... waktu pembicaraan utang KA Cepat sekian tahun lalu anda
kemana saja?
On Thursday, March 14, 2019, 5:28:45 AM PDT, ChanCT
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Jadi, ... utangnya Inalum di 51% saham Freeport, utang KA-Cepat
Jkt-Bdg dll kan, masih ada untuk pembangunan infrastruktut lain yg
dikelola BUMN, juga tidak masuk kategori utang negara??? Hehehee,
... menarik juga! Lalu utang negara utk apa saja,???
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] 於 14/3/2019 9:28 寫道:
SDA dikelola oleh BUMN yg juga punya utang sendiri
utang BUMN tidak dikategorikan sbg utang pemerintah yg masuk APBN
nggak tahu kenapa saya kira mungkin supaya utang pemerintah tdk
kelihatan banyak seakan masih jauh dibawah mandat max 60% GDP shg
masih bebas cari utangan
---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
<SADAR@....> <mailto:SADAR@...> wrote :
Tapi kenyataan tidak begitu, ... dari penjelasan bung Nesare saya
lihat pendapatan negara tidak hanya PAJAK, ... bisa juga dari
hasil produksi lokal termasuk hasil bumi-alam secara keseluruhan!
Dan saya perhatikan, banyak negara sedang berkembang justru
membayar hutang dengan hasil produksi nya itu!
jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於
13/3/2019 22:08 寫道:
debt service to income, rasio antara bunga+cicilan dibanding
pendapatan pajak.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <djiekh@...>
<mailto:djiekh@...> wrote :
Mungkin lebih baik bila bung Jo jelaskan apa itu debt to
income yang dimaksud,
dan bagaimana seharusnya. Satu diperjelas dulu.
Pada tanggal Rab, 13 Mar 2019 pukul 01.31 ChanCT SADAR@...
<mailto:SADAR@...> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
BAGUUUSLAH, ... akhirnya diskusi, perdebatan di
GELORA45 bisa kembali dilangsungkan dengan lebih
nyaman dan sehat, tanpa saling menggoblok-goblokan
lawan diskusi! Terimakasih bung Nesare, ...!
Lanjutkan dengan utamakan adu argumentasi dan
keluarkan data-data utk menyanggah opini yang
diajukan, menjadikan GELORA45 ajang pembelajaran dan
pencerahan yang sangat baik! Sekolah gratis,
khususnya bagi saya sendiri, ...
Masalah utang-piutang ini tentu baik dilanjutkan,
bagaimana utang bisa dikatakan sampai titik BAHAYA
bagi satu negara? Benarkan sebagaimana diberitakan
Bloomberg hutang Indonesia sudah sangat resiko
dengan rasio 51%???
Namun bagi saya sendiri tetap sangat ANEH melihat
kenyataan didunia ini sudah TIDAK ADA negara TANPA
HUTANG! Dijaman kapitalisme yang kita lalui ini,
bahkan negara yg dikenal terkaya didunia ini, AS
hutangnya juga berlimpah! Tiongkok yg simpanan
sampai Triliunan US$ dan kemana-mana investasi modal
dengan agresifnya itu juga banyak HUTANG! Lalu, apa
betul hutang-hutang yg dilakukan itu bisa produktif
dan bisa UNTUNG bukan sebaliknya BUNTUNG??? Kalau
saja dengan hutang2 itu bisa untung, bukankah dengan
gunakan dana simpanan sendiri untung jadi lebih
besar, tanpa lagi harus bayar bunga-hutang pada
negara lain??? Bagaimana hitung2annya, ...
'nesare' nesare1@... <mailto:nesare1@....>
[GELORA45] 於 12/3/2019 22:03 寫道:
Lah sekarang nanya ada enggak pejabat keuangan
Indonesia yg mengutarakan debt to service ratio dan
debt to income? Tadinya bilang pemerintah Indonesia
ngibul, dengan kata lain pemerintah Indonesia
ngibul ke rakyat krn hanya ngasih tahu rakyatnya
debt to GDP ratio.
Baguslah karena ane sentil, ente jadi mundur ya.
Tapi lucunya sudah mundur masih nanya hal2 yg mboten2.
Apa sih debt to income itu? Istilah baru lagi ya?
Ane gak pernah tahu ada istilah debt to income
dalam ekonomi makro. BELUM PERNAH ADA? Ini mah
bikinan orang yg gak ngerti ilmu ekonomi saja pake’
bahasanya dewek!
Hutang Indonesia risky? Risky krn debt to service
ratio nya tinggi?
Lalu ente kasih data 51% dari Bloomberg kan?!
Hehehehehe minta ampun!
Ane gak mau lagi pake’ istilah GOBLOK lagi disini
krn memandang wajah bung Chan.
Ini data ane dari worldbank
http://data.isdb.org/pxfdrcg/world-bank-development-indicators-wdi-2017-idb-aggregates?tsId=1049490
Debt service ratio Indonesia gak pernah sampai 36%
sejak 1990.
JELAS2 ENTE GAK NGERTI APA YG ENTE OMONGIN! DARI
debt to service DAN debt to income SAJA ORANG SUDAH
TAHU ENTE GAK NGERTI EKONOMI!!!
Mendingan diam aja! Belajar dulu bentar apa artinya
debt to service, debt to GDP dan debt to income
sebelum dipakai buat nyinyir Indonesia!
Nesare
*From:* [email protected]
<mailto:[email protected]>
<[email protected]>
<mailto:[email protected]>
*Sent:* Monday, March 11, 2019 3:00 PM
*To:* Yahoogroups <[email protected]>
<mailto:[email protected]>
*Subject:* RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese
Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat Jauh
Pejabat pemerintah berulang kali mengutarakan Debt
to GDP Ratio tetapi sangat jarang (atau tidak
pernah?) mengutarakan Debt to Service Ratio dan
Debt to Income Ratio. Setiap kali pejabat keuangan
selalu mengutarakan hutang masih kecil dgn
membandingkan Debt to GDP dan dibandingkan dgn
negara2 lain seperti Jepang dan US, tetapi
sayangnya Debt to Service dan Debt to Income tidak
dibandingkan. Belum lagi kenyataan Indonesia negara
pengutang murni dengan sedikit piutang (atau tidak
ada?) sementara Jepang dan US selain utang juga
banyak piutang.
Bloomberg tahun lalu memberitakan hutang Indonesia
sangat risky dengan rasio 51%.
Moody’s Investors Service’s external vulnerability
index -- *which is the ratio of short-term debt,
maturing long-term debt and non-resident deposits
over one year calculated as a proportion of
reserves -- puts Indonesia at 51 percent* and India
at 74 percent.
India, Indonesia Are Among Asia's Most Debt-Risky
Nations
<https://www.bloomberg.com/news/articles/2018-05-29/india-indonesia-are-among-asia-s-most-debt-risky-nations>
India, Indonesia Are Among Asia's Most
Debt-Risky Nations
Karl Lester M Yap
It’s no surprise that India and Indonesia are among
the worst-hit Asian currencies this year when you
look at th...
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <nesare1@...
<mailto:nesare1@...>> wrote :
Lah kan sudah ada data debt to GDP dan debt service
ratio dan tersebar dimana2.
Ayo ente analisa!
Mari kita lihat klaim ente bahwa RI ngibul rakyatnya!
Mari kita lihat gimana ente membahas debt to GDP vs
debt service ratio ini!
Atau ente hanya nyinyir saja!
Atau kabur pake’ meme lagi?!
Gimana ya pemerintah RI ngibulin rakyatnya itu?
Nesare
*From:*[email protected]
<mailto:[email protected]>
<[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sent:* Monday, March 11, 2019 1:47 PM
*To:* Yahoogroups <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Subject:* RE: [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese
Money Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat Jauh
Artinya sederhana, dengan hanya meng-koar2kan Debt
to GDP tanpa mengutarakan DSR pemerintah
mengelabuhi rakyatnya sendiri seakan utang tsb
kecil dgn menyembunyikan betapa untuk bayar
gelagepan sehingga yang terjadi utang baru untuk
bayar utang lama alias terjerat dalam debt trap.
---In [email protected]
<mailto:[email protected]>, <nesare1@...
<mailto:nesare1@...>> wrote :
Pemerintah suatu negara tidak berkewajiban menjawab
pertanyaan2 seperti ini. Pemerintah suatu negara
berkewajiban mengeluarkan data yang relevan dalam
penyelenggaraan negaranya.
Kalau ente mau tahu, cari datanya. Bukannya
menyalahkan pemerintah RI tidak memberikan jawabannya.
Orang2 yang belajar ekonomi dan disiplin ilmu yg
terkait dgn data2 ekonomi, akan mencari data dan
memberikan kesimpulan atas interpretasi data yg
tersedia dari pemerintah suatu negara.
Ente mentalnya minta2 saja!
Jelas sekali ente gak ngerti permintaan ente dan
data yg sdh tersedia!
Data hutang dan data pajak serta data eksport
pemerintah RI tersedia dimana2 baik primer,
sekunder sampai tersier. Tinggal dilihat lalu
disajikan dan diinterpretasikan.
MAMPU NDAK ENTE SETELAH ANE KASIH TAHU BEGINI?!!!!
Nesare
*From:*[email protected]
<mailto:[email protected]> <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sent:* Monday, March 11, 2019 1:15 PM
*To:* Yahoogroups <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Subject:* [GELORA45] Kemenkeu Soal Chinese Money
Trap: Pengaruh untuk Indonesia Masih Sangat Jauh
(Message over 64 KB, truncated)
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_3701280624634094751_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com