Mungkin di bidang perdamaian paling banyak perempuan yang dapat Hadiah Nobel. Sedangkan di bidang sains-teknologi baru tahun 2018 lalu ada lagi perempuan penerima hadiah bidang fisika, alias perempuan Nobel saintis ketiga sepanjang 100 tahun. Kenapa begitu langka perempuan Nobel di bidang sains? Seorang kawan dengan yakin bilang karena perempuan kurang suka matematik dan angka. Tentu saja saya bantah karena punya banyak fakta, terutama istri. Jago sekali dia menghitung angka-angka pengeluaran dan pendapatan, hahaha...
Ya, nyaris tidak ada perempuan yang kesulitan menghitung uang belanja. Ketelitian kaum perempuan mengurus angka-angka neraca sangat handal. Tidak perlu macam-macam teori ekonomi dan kadang cuma perlu ketelitian lebih ditambah info pasar untuk dapatkan sesuatu yang - menurutnya - lebih berharga. Dengan kehebatan perempuan mengurus ekonomi begini, berapa perempuan yang sudah Nobel beri hadiah dalam urusan ekonomi? Secara keseluruhan, perempuan Nobel kayaknya tidak sampai 10% dari lelaki yang dihadiahi Nobel. --- jonathangoeij@... wrote: Saya lihat dlm 10 th terakhir ini cukup banyak wanita yg jd pemenang nobel perdamaian. --- ajegilelu@... wrote : Oo..jadi yang Anda kagumi dari Sri Mulyani itu cuma riwayat pekerjaannya (pernahmenduduki ini-itu), bukan prestasi intelektualnya. Apabolehbuat,dengan kedudukannya sebagai menteri perutangan yang cuma menghasilkanpertumbuhan 5% kelihatannya betul, ijazah dan gelar yang disabet SriMulyani cuma membuktikan dia pernah sekolah (sampai luarnegeri) tapitidak membuktikan dia pernah berpikir. Cuma pegawai / bawahan yang baik dan penurut makanya terlibat skandal Century. Masih penasaran, apa betul Hadiah Nobel itu bias gender? --- bhjo@... wrote: Saya setuju dgn bung Sunny bhw Hadiah Nobel utk bidang Ekonomi standar nya jauh lebih tinggi daripada seperti HadiahNobel utk Perdamaian seperti yg diberikan kpd Ramos-Horta atau Obama.Juga bukan cuma utk yg pernah atau banyak mengeluarkan publikasi sajaatau yg punya PhD atau yg pernah menjadi Menteri Keuangan atau yg pernahbekerja di posisi yg tinggi di World Bank dll.. PemenangHadiah Nobel biasanya jauh diatas pemegang PhD degree tetapi dia ygjuga memimpin institusi dimana dia mendidik calon2 PhD student dan ygmempunyai menciptakan ide2/teori2 baru. Yg lebih penting dimana ciptaanteori nya akan mempengaruhi kenyataan/praktek (baru) diseluruh dunia. Sayarespek dgn Sri Mulyani dgn riwayat pekerjaannya tetapi, saya kira, diamasih jauh utk dijadikan calon pemenang Hadiah Nobel di bidang Ekonomi. --- ajegilelu@... wrote : BerartiSriMulyani harus mengalihkan kebolehannya menulis puisi panjang tentangmenteri pencetak utang menjadi karya tulis ilmiah bertema sama. Sayangkan kalau ilmunya dari universitas luarnegeri dan pengalamannya di BankDunia hanya dapat keplok dan gelar bertubi-tubi sebagai menterikeuangan terbaik. Dengan mengantongi Hadiah Nobel siapa tahu tambahterkenal karena menjadi perempuan kedua peraih Nobel di bidangekonomi, walau tidak ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan yang sudah 20tahunmentok di 5%. Oya, apa betul Nobel Prize bias gender? --- ilmesengero@... wrote: Hadiah Nobeldiberikan bukan karena dinobatkanmenteri keuangan terbaik, tetapi karyailmu pengetahuan yang biasanya dipublikasi. Kalau Hadiah nobel untukperdamaian yang diberikan di Oslo, tidak perlu adanya publikaasi tentangperdamaian tetapi pekerjaan di lapangan. Disampinghadiah Nobel yang diciptakan oleh Alfred Nobel, ada juga hadiah yangdisebut alternative Noble Prize atau Right Lifehood Award jugadiberikan di Stockholm.. Hadiah ini diciptakan oleh filantropist GermanSwedia bernama Jacob von Uexkull pada 1980. Dua orang yang terkaitdengan masalah HAM di Indonesia telah menerima hadiah tsb. yaitu CarmelBudiardjo pendiri organisasi Tapol di London dan Munir pembela HAM yangdirancun mati di pesawat terbang antara Singapura-Amsterdam. On Mon, Apr 8, 2019 at 10:46 AM ajeg wrote: Maksudnya, pertumbuhan yang mentok di angka rata-rata selama 20 tahun itu (5%) yang membuat Sri Mulyani bertubi-tubi dinobatkan jadi menteri keuangan terbaik versi internasional? Ya kita tunggu deh berita Sri Mulyani ditomplok rejeki Nobel. --- bhjo@... wrote: Ya, betul setahu saya,Berkeley unggul di bidang ekonomi tertentu dan University of Chicagounggul dalam bidang ekonomi tertentu yg lain. Entah, mana yg lebihbanyak memproduksi Pemenang Hadiah Nobel. TapiSri Mulyani, kualifikasi dan pengalaman akademik nya, lebih bagus dariKwik Kian Gie. Kalau Amien Rais, sih, barangkali boleh diragukankualifikasinya walaupun dari University of Chicago. --- jonathangoeij@... wrote : Amien Rais juga alumni University of Chicago. Dalam hal apa Univ. Chicago lebih terkenal/baik dibanding UC Berkeley?Apa perbedaan pandangan ekonomi antara Chicago dan Berkeley? --- bhjo@... wrote : Tanpa ekonom, ekonom pasti negatf. Menteri Sri Mulyani, barangkali ekonom yg terbaik di Indonesia belakangan ini Bukan Mafia dari Berkeley, tetapi dari University Chicago yg terkenal.
