Hampir satu Dasawarsa saya ikuti di GELORA45 apa yang disebut Revisionisme, kin iingin saya bertanya kepada Tokoh Marxisme terhebat Tatiana Lukman, Hari pertama Lenin memproklamasikan berdirinya Uni Sowyet, Lenin mengeluarkan Dekrit TENTANG PERDAMAIAN ( bahasa Russia Dekrit o Mire". disaat Perang Dunia Pertama sedang mengancam kedamaian civilizasi Dunia: Inggeris masih menguasai Baku-Azerbaizan, Produksi Gas and Oil; Polandia dan German masih menduduki Ukraina dan Baltikum: Tentara Merah Uni Sowyet sedang dibangun; dengan demikian yaitu Lenin dengan Dekrit tentang Perdamaian ingin mengadakan Perjanjian Perdamaian dengan musuh kekuasaan Proletariat, kenapa tidak dibilang "Lenin seorang Revisionis"?. Mao Tse Tung mengundang Kisinger dan Presiden USA Nixon ke Peking, kemudian adanya "politik buka pintu" dari Mao Tse Tung. Hey, kenapa tidak dibilang MaoTse "Revisionis"? Ho Chi Min berpidato di Paris,disaat Perang Agresi USA di Vietnam meningkat lebih brutal, untuk adanya pertemuan dengan Pemerintah USA, mengenai urusan Perdamain di Vietnam. Ho Chi Min seorang revisionis?
Also, yang bukan Revisionis hanya Pimpinan PKI- dari Ketua PKI Bung Aidit dan
seluruh anggota Politbiro PKI, termasuk Bung Lukman.Nyoto Pidato "dengan Kawan
jor joran", dengan lawan "dor doran". Apa yang terjadi September 1965? Jendral
Nasution/Kementerian Pertahanan, atas permintaan Subchan-Pimpinan NU
memerintahkan kepada Lotkol.Sarwo Edie untuk mempersenjatai semua Anggota
NU,ANSOR, dan ORMAS-ORMAS Islam lainnya, untuk membunuh semua
Pimpinan-Pimpinan, dan Anggota-Anggota PKI.dan sejumlah 25.000 mereka
dipersenjatai oleh Letkol.Sarwo Edhie dan bersama RPKAD ketika itu, dari
01.10.1965 melakukan pembunuhan massal diseluruh R.I.
Anggota-Anggota PKI digiring seperti sapi digiring kerumah potong.
Sikap maxistis Pimpinan PKI "Tunggu penyelesaian dari Presiden Soekarno"
Hey, nasib PKI diserahkan kepada seorang yang bukan Anggota Pimpinan PKI, dan
dalam waktu
24 Jam, seluruh Pimpinan PKI tertangkap atau dibunuh habis, dengan Daftar Nama
yyang diberikan oleh Marshal Green-Duta Besar USA di Jakarta ketika itu dan
John Stockwell(CIA) melaksanakan semua pembunuhan massal tsb. bersama dengan
TNI.Dari pernyataan John Stockwell (CIA) yang hadir pada setiap Pembunuhan,
sekitar 800.000 PKI yang telah dibunuh selama taklebih dati setengah tahun
Pertanyan saya "sikap Pimpinan PKI ketika itu .- REVISIONIS? atau
KAPITULASIONISME? atau PENGKHIANATAN? terhadap Klas Pekerja Indonesia; atau
semuanya berjalan dalam satu form.
Coba jawab pertanyan saya ini, dengan Dialektika historis
Maxisme-Leninisme,(Ilmiah-tanpa emosional) akan lebih banyak kegunaannya, dari
pada pekerjaan menstempel PKT-RRT . Revisionis, Imperialisme, tanpa analysa
Ilmiah mengenai Pertumbuhan/Perkembangan Perekonomian dan Masyarakat di RRT.
Satu saya ingatkan, RRT adalah lautan Petani dari segala bentuk, dan dengan
mekhanisasi Pertanian dan industrialisasi negeri harus merobah struktur
masyarakat tsb. menjadi masyarakat yang dinamis, inilah diantaranya yang
dilakukan RRT dan itu tidak mudah, dan PKT-Pemerintahan RRT berhasil membangun
Perkonomian negeri, terutama untuk melawan Kemiskinan dan membangun system
Pertahanan negeri dan di Arena Internasional para Petugas Pemerintahan RRT
memberikan warna dalam hubungan Internasional yang multilateral, sesuai dengan
ketentuan Hukum Internasional yang berlaku.
Sampai disini dan dengan segala harapan terbaik,
Tjaniago
--------------------------------------------
Pada Jum, 12/4/19, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:
Judul: Re: [GELORA45] Filipina Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina
Kepada: "GELORA45" <[email protected]>, "ajeg [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>, "ajeg" <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 12 April, 2019, 8:16 PM
Sayang sekali bung Doktor baru
bicara dan membela Tiongkok revisionis-imperialis sekarang.
Kenapa tidak ikut dalam perdebatan yang sudah berjalan lebih
4-5 tahun tentang sifat masyarakat dan sistim ekonomi yang
berdominasi di tiongkok? Saya tidak punya gelar akademisi
dalam ekonomi atau ilmu politik. Anda yang punya gelar. Saya
ingin ajukan pertanyaan yang sederhana saja (yang tak
pernah bisa dijawab Chan. maka bantulah dia!) : cara
produksi (mode of production) apa yang sekarang berdominasi
di Tiongkok???
On Friday, April 12, 2019, 5:41:20 PM
GMT+2, ajeg [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> wrote:
Anda bicara ke saya, DR?
Oke, saya tolak sajalah seluruh
omongkosong Anda yang berhari-hari terbukti tidak mampu
sepatah kata pun menjawab pertanyaan ini:
"seperti
apa penghormatan RRC
terhadap
hukum internasional dalam
sengketa wilayah
dengan
negara-negara ASEAN
(bukan cuma
dengan Filipina) di
Laut Cina
Selatan?"
---
yskp45@... wrote:
hello
ajeg>ajeglielu,Terminology "Inmperialisme" yang
Anda
pergunakan untuk RRT, saya tolok sepenuhnya. Imperialisme
yalah puncak
tertinggi dari kesatuan Monopolkapital raksasa Kapitalisme,
dengan
birokrasi negara dan kekuatan Militer melakukan Agresi
Militer
perampokan Territorium, perampokan Sumber Daya Alam dan
menghancurkan
seluruh system kenegaraan, negara-negara yang diserang dan
diduduki.
Seperti yang dilakukan USA di Iraq, membunuh Presiden Iraq
Saddan
Husein, merampok Gas dan Minyak Bumi, menghancurkan system
Kenegaraan
Iraq; demikian juga di Afghanistan selama 25 Tahun ini dan
di Libya.
Negara mana lagi yang akan diserang oleh sahabat Anda
Imperialisme USA?
Ke Indonesia?, sudah tidak perlu, fungsi USArmy sudah
diambil untuk USA
selama 1/2 Abad ini oleh TNI. Perusahaan-Perusahan Raksasa
USA dengan
tenang bisa menguras Sumber Daya Alam Indonesia,
seenaknya.
RRT mengadakan business di Arena Internasional dengan
menghormati Hukum
Internasional yang berlalku, RRT tidak merampok negara
manapun, dan
tidak menyerang dan menduduki territorium negara manapun,
karena itu
tidak dibenarkan oleh Konstitusi RRT. dan Presiden RRT-Xi
Jinping
menghormati Konstitusi
negerinya..
On Friday, April 12, 2019, 9:52:30 AM
GMT+7, ChanCT wrote:
Harus
ingat, bahwa
tidak beda dengan Republik Indonesia, Republik
Rakyat Tiongkok
adalah keberhasilan perjuangan rakyat Tiongkok
melawan
kolonialisme-imperialisme dan kekuasaan Tjiang
Kaisek yg
menjadikan dirinya boneka AS itu! Dan sampai
sekarang ini,
dalam 70tahun, RRT berubah menjadi negara yang
cukup kuat
dibidang ekonomi dan teknologi menyaingi
imperialisme AS dan
dijadikan ancaman berat AS, ...!
Tapi,
dalam politik
luarnegeri RRT saya tidak melihat ada gejala usaha
kangkangi
dunia, khususnya dengan kekuatan militer! Usaha
pembangunan
dibidang ekonomi yg selama ini dilakukan juga
berulangkali
ditegaskan dengan prinsip Saling menguntungkan dan
menang
bersama! Justru dengan prinsip jalan Sutera yang
saling
menguntungkan dan menang bersama inilah nampaknya
usaha RRT
berhasil mendesak AS, ...! Sekalipun AS berusaha
mengobok-obok, bahkan tak segan-segan
menggulingkan kekuasaan
yg tidak nurut dan simpati atau lebih dekat pd RRT
dibbanyak
negara didunia, ....
Teentu
adalah hak RRT
membangun pangkalan militer di beberapa kepulauan
di Laut
Tiongkok Timur/Selatan yg dianggap masuk wilayah
kedaulatan
RRT! Dan selama ini RRT tidak ada usaha membangun
pangkalan
militer dinegara lain ataupun lautan Atlanthik
sana! Karena
RRT BUKAN dan tidak jalankan imperialisme,
...
Sengketa
RRT dengan
Viet Nam dan Filipina yang terjadi tentu saja
harus
diselesaikan secara DAMAI. Duduk berunding TANPA
harus
direcoki AS! Dengan Filipina pun kerjasama masih
bisa
berlangsung, sekalipun ada protes dengan mendekat
dan masuknya
kapal perang RRT dikepulauan yg jadi sengketa itu.
Dan,
mestinya dibaca sebagai protes RRT terhadap
gencarnya kembali
latihan militer Filipina dengan AS semingguan
terakhir ini,
... Bukan ancaman RRT utk mencaplok Filipina! Itu
saja
masalahnya!
ajeg
於
11/4/2019 22:50 寫道:
Semua
orang yang memahami
perjuangan
bangsa-bangsa di Nusantara
pasti tahu
bahwa kemerdekaan Indonesia
tidak untuk
memusuhi siapa pun, negara
mana pun.
Sebab, Indonesia secara
dialektis adalah
antitesa dari penjajahan.
Jadi, satu-satunya musuh yang
harus dilawan bangsa
Indonesia
hanyalah isme,
kolonialisme-imperialisme, yang
jelas tidak
berperikemanusiaan dan
perikeadilan. Founding
mothers &
fathers mau bangsa
merdeka ini tidak
gampang terkecoh urusan
lahiriah dan
golongan, baik itu londo
imperialis
putih, londo hitam,
londo kuning,
maupun londo sawo
mateng. Bagi saya,
normal saja Anda tidak
tahu tentang
itu karena Anda terlalu
sibuk
memaksakan cara pandang
rasis supaya
saya memusuhi negara ini
dan itu
hanya karena Anda jiper
pada ras
yang lain.
Khusus
soal RRC
Ping-Ping, Anda kan akui
sendiri negara
itu sebagai imperialis
terhadap EU.
Panjang lebar Anda ngoceh
untuk menyanjung
bahwa negara imperialis-baru
itu adalah
imperialis yang menghormati
hukum
internasional, tanpa sepatah
kata pun Anda
jawab pertanyaan
saya:
"seperti
apa penghormatan RRC
terhadap
hukum internasional
dalam
sengketa wilayah
dengan
negara-negara ASEAN
(bukan cuma
dengan Filipina) di
Laut Cina
Selatan?"
Kalau
tidak sanggup jawab ya
tidak ada
gunanya omong kosong
Anda
dilanjutkan.
---
yskp45@... wrote:
300 Tahun
lebih,Spanyol
Portugal,
Inggeris, Perancis,
Belgia,Niederland,Jerman,merampok diseluruh Kontinent Duniai
ini,
termasuk di China.
Dengan
kemenangan Uni
Sowyet dalam
Perang Dunia ke-II
hancur
system
Kolonialisme/Imperialisme
Europa. Dan
kemudian semua
kaum Kolonial tsb.
dikumpulkan
oleh US-Presiden
Truman dalam
satu Club yang
bernama NATO:
untuk Spanol,
Portugal,
Inggeris,
Perancis,
Belgia,.Nierdeland
dan Jerman
mereka membutuhkan
NATO untuk
merebut kembali
posisi
Kolonialisme
mereka yang
hilang; untuk
USA-membutuhkan
Europa untuk batu
loncatan
expansionisme ke
Kontinent
lainnya, terutama
untuk
melawan Uni
Sowyet/Russia.
Yang sangat
anehnya, tidak
sepatahkatapun
dari Anda
mengenai
kebrutalan
Kolonialisme/Imperialisme
EU/NATO-USA, dan
Anda
pindahkan system
Imperialisme
itu kepada RRT,
atau Anda
berharapan dengan
anti-sosialisme
akan
memperoleh Hadiah
Nobel?
Atau,
"seerkor Anjing
menggonggongi
sebuah bayangan;
Anjing-Anjing
lainnya menerima
signal tsb.
sebagai bahaya
realitas",
dan menggonggonglah
semuanya wow wow
wow,
menggonggongi
bayangan, bukan
realitas".
Demikian yang
sedang tejadi.
Saya pernah
mengikuti sebuaht
ulisan dengan
inisial "
Noroyono
1963," dengan
dramatis
menulis:
“Awas, Bahaya
Kuning dari
Utara”,
“PENJAJAH KUNING
SEDANG MENGINTAI
INDONESIA
" KE ARAH
KOLONIALISME CHINA
“, dan sesudah
ini bermunculan
Tulisan-Tulisan
Anti-RRT
dengan nada
seperti yang Anda
Tulis
"Imperialisme,
Kapitalisme -
Sontoloyo,etc.
dan itulah
mereka-mereka, yang
mengonggongi
bayangan.". tanpa
menguasai siatuasi
civilisasi
Dunia pada Abad
ke-XXI ini;
bahwasanya
Republik Indonesia
semenjak lebih
dari 1/2 Abad
Perkonomiannya
dikuasai oleh
Perusahaan-Perusahaan Raksasa
USA dan
Kementerian Pertahanan
R.I dikuasai oleh
CIA,
semuanya diam
seribu bahasa..
Delegasi
Pemerintah RRT pada
Pertemuan di
Belgia- dengan EU
mendemonstrasikan
Ofensive
Politik Luarnegeri
yang Damia
dari RRT, dengan
segalam
ketentuan Hukum
Internasional
yang berlaku.
--------------------------------
Pada Ming, 7/4/19,
ajeg
menulis:
Terimakasih.
Jawaban Anda tentang
cara melawan
imperialisme dengan
metode
imperialis cukup
mempertegas
posisi RRC sebagai
negara
imperialis berkembang
yaitu,
beraninya cuma menekan
negara-negara yang
lebih lemah
pertahanan dan
terutama
ekonominya.
Jadi,
menurut Anda kenapa
RRC tidak
berani membangun
pulau-pulau
buatan (basis militer)
di
sepanjang pantai timur
dan pantai
barat AS misalnya,
sebagai cara
melawan imperialisme
"berciri
Tiongkok"?
Juga,
kembali ke topik asal,
seperti apa
penghormatan RRC
terhadap hukum
internasional dalam
sengketa
wilayah dengan
negara-negara ASEAN
(bukan cuma dengan
Filipina) di
Laut Cina
Selatan?
---
yskp45@... wrote:
Hello Mr. ajeg ajegilelu,
melawan Imperialisme dengan methode
Imperialisme itu sendiri dan
di negeri
Imperialisme itu
sendiri, seperti
di EU ( didalam EU berkumpul
semua kekuatan
Kolonialisme/Imperialisme, yang
merampok
dengan kekuatan Militer lebih
dari 350 Tahun
hampir diseluruh Kontionent di
Dunia) inilah
salahsatu Seni dari Ofensive
Damai Politik
Luarnegeri Pemerintahan RRT,yang
tidak
terlihat pada Abad ke-19 dan
ke-20 dari
pelaku-pelaku Hubungan
kenegaraan di Arena
Internasional ketika itu dan
Pemerintahan
RRT tidak melupakan Pembangunan
Kemampuan
kekuatan Militer RRT yang ampuh
dan kuat.
Pemerintah RRT tidak
membangun Kemiskinan
dan Pembodohan Warganegara RRT
di
negerinya,untuk itu Negara
memerlukan
Pembangunan Perekonomian Negeri
disegala
bidang, termasuk Bussines di
Arena
Internasional dan sampai hari ini Pemerintah RRT
menghormati Hukum
Internasional,
dan itu bukan Sontoloyo
Mr.wow,wow,wow.
Istilah
"China-Kuli"-penghinaan untuk
manusia China,yang dipakai
hampir diseluruh
negeri-negeri yang dikuasai oleh
Kolonialisme/Imperiliasme selama
350 Tahun,
kini, dengan kehadiran RRTdi
Arena
Internasional yang kuat dibidang
Ekonomi,
pun kekuatan Militer, istilah
penghinaan
"China-Kuli" habis
dari seluruh komunikasi.
Mr.wow,wow,wow tidak mampu
melihat
kemenangan Kemanusiaan, yang
kelihatannya
kecil, tetapi menentukan status
Nasional
sebuah Bangsa China yang
besar.
Make China Great again bukan
romantisme
massa lalu, melainkan untuk hari
ini dan
menuju kedapan yang jauh, sesuai
dengan
Konstitusi RRT, dimana
jelas-jemelas
tertulis "RRT menuju
pembangun masyarakat
siosialis", dan itu akan
melalui perjalana
yang lauh berliku-liku.
Imperialisme Europa Union
sedang berada
dalam Erosi Politik-Integrasi
yang serius,
dan hubungan Diplomatik yang
tiggi dengan
RRT akan memberikan cuaca
pembentukan
hubungan Internasional tanpa
kekerasan
Militer. Kita ikuti selanjutnya
pada awal
Minggu depan; delegasi
Kementerian
Luarnegeri RRT akan berada di
Brussel ( dan
itu bukan Sontoloyo, semua
berjalan dalam
wadah Hukum Internasional yang
berlaku).
--------------------------------------------
Pada Sab,
6/4/19, ajeg
menulis:
Nah, ini komentar agak lumayan,
penuh keheranan
berlumur
romantisme
masa lalu. "Make RRT Great and
Strong again"
katanya
tiba-tiba.
Betul,
bahwa
imperialisme-kapitalisme
itu
sontoloyo ya
jelas harus
dilawan. Tinggal
dicari caranya.
Pertanyaannya,
kenapa RRC
sekarang
ikut-ikutan jadi
sontoloyo
(imperialis
kapitalis)?
Kalau RRC serius
mau melawan AS maka yang
pertama harus
dilakukan
adalah stop
jadi
sontoloyo.
Kemudian unjuk
gigi bikin
pulau-pulau
buatan (basis
militer) di
sepanjang
pantai timur
dan barat
AS-Kanada
untuk
membuktikan
kesungguhan
RRC membangun
komunisme di
Pasifik
selatan
(Australia,
Papua,
Selandia Baru,
Fiji dst).
Sekurangnya,
masuklah ke
Honolulu,
jangan cuma
sampai Manila.
Biarkan ASEAN jadi
penonton VIP pertarungan
raksasa
komunis vs
imperialis
kapitalis di
Pasifik (atau
sekedar
imperialis
maju vs
imperialis
berkembang?)
--
yskp45@...
wrote:
Sangat aneh
Bung
Chanct,
Semenjak
berakhir
Perang
Imperialisme
Dunia ke-II.
Filipina
dijadikan
USA sebagai
basis
Militer untuk
mengintervensi
negara-negara
Asia-Tenggara, dan dari
Pelabuhan
Udara Manila
berterbangan
pesawat
Udara penBom
USA memBom
Vietnam,
mengsubversi
RRT, Uni
Sowyet,
mengintervensi, dan
mengorganisasi segala
bentuk aksi
penghancuran
kekuasaan
Negara
Republik
Indonesia-Presiden
Soekarno,
pemberontakan
PRRI,
PERMESTA, membantu
DII/TII
sampai dengan
Operasi CIA
yang
dipimpin
langsung oleh
DUBES USA
Marshal Green
dan pelaku
Lapangan John
Sotckwell
bersama para
Jendral TNI
September
1965, dan
tidak
seorangpun
dari para
heroik
anti-RRT bilang
itu adalah
ofensive
Imperialisme
USA, untuk
menguasai
selanjutnya
regional
Asia dan
Pacific.
Permulaan Abad
ke-XXI
muncul RRT di
Arena
Internasional
dengan
ofensive Damai
berusaha
mengexpos
kehadiran
Militer/kekuasaan USA
dari Asia
&
Pacific
dan berteriak
para
anti-RRT , "itu
adalah
Imperialisme",
amboi,
amboi, Bung
Chanct,
pada Abad
ke-XXI
banyak bentuk
perjuangan, dari
kekuatan
Demokratis
Civilisasi
Dunia dalam
konstalasi
imbangan
kekuatan,
yang selau
berobah
dan dengan RRT
yang
sedang menuju
bentuknya.
Lihat
umpamyana.
Artikel
dibawah,
belum pernah
terjadi
Volume
perdagangan ( Business
antara RRT
dan Europa
Union)
dalam tempo
duabulan
terakhir
mencapai
100 Milliard
USDolar,
dan disini
kelihatan,
bahwa EU
sedang
dalam perobahan
konstalasi
hubungan
Internasional yang
serius,
dan saya
ikuti,para
Pimpinan
RRT
sangat-hati-hati,
menguasai
Perekonomian
Imperialisme EU
bukanlah
masalah
mudah, dan
permulaan
telah
berjalan dengan
baik,
dalam ketentuan
hukum
Internasional.
Mungkin
pula akan
berteriak para
heroik
anti-RRT,
"itu adalah
Imperilisme
RRT menguasai
PerekonomianEU...???).
"Make
RRT Great and
Strong
again".
Tjaniago
#yiv5832078187 #yiv5832078187 --
#yiv5832078187ygrp-mkp {
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp hr {
border:1px solid #d8d8d8;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp #yiv5832078187hd {
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp #yiv5832078187ads {
margin-bottom:10px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp .yiv5832078187ad {
padding:0 0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp .yiv5832078187ad p {
margin:0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp .yiv5832078187ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor
#yiv5832078187ygrp-lc {
font-family:Arial;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor
#yiv5832078187ygrp-lc #yiv5832078187hd {
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor
#yiv5832078187ygrp-lc .yiv5832078187ad {
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187actions {
font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187activity {
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187activity span {
font-weight:700;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187activity span:first-child {
text-transform:uppercase;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187activity span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187activity span span {
color:#ff7900;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187activity span
.yiv5832078187underline {
text-decoration:underline;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187attach {
clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187attach div a {
text-decoration:none;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187attach img {
border:none;padding-right:5px;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187attach label {
display:block;margin-bottom:5px;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187attach label a {
text-decoration:none;}
#yiv5832078187 blockquote {
margin:0 0 0 4px;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187bold {
font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187bold a {
text-decoration:none;}
#yiv5832078187 dd.yiv5832078187last p a {
font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv5832078187 dd.yiv5832078187last p span {
margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv5832078187 dd.yiv5832078187last p
span.yiv5832078187yshortcuts {
margin-right:0;}
#yiv5832078187 div.yiv5832078187attach-table div div a {
text-decoration:none;}
#yiv5832078187 div.yiv5832078187attach-table {
width:400px;}
#yiv5832078187 div.yiv5832078187file-title a, #yiv5832078187
div.yiv5832078187file-title a:active, #yiv5832078187
div.yiv5832078187file-title a:hover, #yiv5832078187
div.yiv5832078187file-title a:visited {
text-decoration:none;}
#yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a,
#yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a:active,
#yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a:hover,
#yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a:visited {
text-decoration:none;}
#yiv5832078187 div#yiv5832078187ygrp-mlmsg
#yiv5832078187ygrp-msg p a span.yiv5832078187yshortcuts {
font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187green {
color:#628c2a;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#yiv5832078187 o {
font-size:0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187photos div {
float:left;width:72px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187photos div div {
border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187photos div label {
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187reco-category {
font-size:77%;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187reco-desc {
font-size:77%;}
#yiv5832078187 .yiv5832078187replbq {
margin:4px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-actbar div a:first-child {
margin-right:2px;padding-right:5px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg table {
font-size:inherit;font:100%;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg select,
#yiv5832078187 input, #yiv5832078187 textarea {
font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg pre, #yiv5832078187
code {
font:115% monospace;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg #yiv5832078187logo {
padding-bottom:10px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-msg p a {
font-family:Verdana;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-msg
p#yiv5832078187attach-count span {
color:#1E66AE;font-weight:700;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-reco
#yiv5832078187reco-head {
color:#ff7900;font-weight:700;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor #yiv5832078187ov
li a {
font-size:130%;text-decoration:none;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor #yiv5832078187ov
li {
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor #yiv5832078187ov
ul {
margin:0;padding:0 0 0 8px;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-text {
font-family:Georgia;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-text p {
margin:0 0 1em 0;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-text tt {
font-size:120%;}
#yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-vital ul li:last-child {
border-right:none !important;
}
#yiv5832078187
