Hampir satu Dasawarsa saya ikuti di GELORA45 apa yang disebut Revisionisme, kin 
iingin saya bertanya kepada Tokoh Marxisme terhebat Tatiana Lukman, Hari 
pertama Lenin memproklamasikan berdirinya Uni Sowyet, Lenin mengeluarkan Dekrit 
TENTANG PERDAMAIAN ( bahasa Russia        
 Dekrit o Mire". disaat Perang Dunia Pertama sedang mengancam kedamaian 
civilizasi Dunia: Inggeris masih menguasai Baku-Azerbaizan, Produksi Gas and 
Oil; Polandia dan German masih menduduki Ukraina dan Baltikum: Tentara Merah 
Uni Sowyet sedang dibangun; dengan demikian yaitu Lenin dengan Dekrit tentang 
Perdamaian ingin mengadakan Perjanjian Perdamaian dengan musuh kekuasaan 
Proletariat, kenapa tidak dibilang "Lenin seorang Revisionis"?.
Mao Tse Tung mengundang Kisinger dan Presiden USA Nixon ke Peking, kemudian 
adanya "politik buka pintu" dari Mao Tse Tung. Hey, kenapa tidak  dibilang 
MaoTse "Revisionis"?
Ho Chi Min berpidato di Paris,disaat Perang Agresi USA di Vietnam meningkat 
lebih brutal, untuk adanya pertemuan dengan Pemerintah USA, mengenai urusan 
Perdamain di Vietnam. Ho Chi Min seorang revisionis?

Also, yang bukan Revisionis hanya Pimpinan PKI- dari Ketua PKI Bung Aidit dan 
seluruh anggota Politbiro PKI, termasuk Bung Lukman.Nyoto Pidato "dengan Kawan 
jor joran", dengan lawan "dor doran". Apa yang terjadi September 1965? Jendral 
Nasution/Kementerian Pertahanan, atas permintaan Subchan-Pimpinan NU 
memerintahkan kepada Lotkol.Sarwo Edie untuk mempersenjatai semua Anggota 
NU,ANSOR, dan ORMAS-ORMAS Islam lainnya, untuk membunuh semua 
Pimpinan-Pimpinan, dan Anggota-Anggota PKI.dan sejumlah 25.000 mereka 
dipersenjatai oleh Letkol.Sarwo Edhie dan bersama RPKAD ketika itu, dari 
01.10.1965 melakukan pembunuhan massal diseluruh R.I.
Anggota-Anggota PKI digiring seperti sapi digiring kerumah potong.
Sikap maxistis Pimpinan PKI "Tunggu penyelesaian dari Presiden Soekarno"
Hey, nasib PKI diserahkan kepada seorang yang bukan Anggota Pimpinan PKI, dan 
dalam waktu         
 24 Jam, seluruh Pimpinan PKI tertangkap atau dibunuh habis, dengan Daftar Nama 
yyang diberikan oleh Marshal Green-Duta Besar USA di Jakarta ketika itu dan 
John Stockwell(CIA) melaksanakan semua pembunuhan massal tsb. bersama dengan 
TNI.Dari pernyataan John Stockwell (CIA) yang hadir pada setiap Pembunuhan, 
sekitar 800.000 PKI yang telah dibunuh selama taklebih dati setengah tahun

Pertanyan saya "sikap Pimpinan PKI ketika itu .- REVISIONIS? atau 
KAPITULASIONISME? atau PENGKHIANATAN? terhadap Klas Pekerja Indonesia; atau 
semuanya berjalan dalam satu form.

Coba jawab pertanyan saya ini, dengan Dialektika historis 
Maxisme-Leninisme,(Ilmiah-tanpa emosional) akan lebih banyak kegunaannya, dari 
pada pekerjaan menstempel PKT-RRT . Revisionis, Imperialisme, tanpa analysa 
Ilmiah mengenai Pertumbuhan/Perkembangan Perekonomian dan Masyarakat di RRT.
Satu saya ingatkan, RRT adalah lautan Petani dari segala bentuk, dan dengan 
mekhanisasi Pertanian dan industrialisasi negeri harus merobah struktur 
masyarakat tsb. menjadi masyarakat yang dinamis, inilah diantaranya yang 
dilakukan RRT dan itu tidak mudah, dan PKT-Pemerintahan RRT berhasil membangun 
Perkonomian negeri, terutama untuk melawan Kemiskinan dan membangun system 
Pertahanan negeri dan di Arena Internasional para Petugas Pemerintahan RRT 
memberikan warna dalam hubungan Internasional yang multilateral, sesuai dengan 
ketentuan Hukum Internasional yang berlaku.
Sampai disini dan dengan segala harapan terbaik,
                 Tjaniago
 
--------------------------------------------
Pada Jum, 12/4/19, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: Re: [GELORA45] Filipina Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina
 Kepada: "GELORA45" <[email protected]>, "ajeg [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]>, "ajeg" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>
 Tanggal: Jumat, 12 April, 2019, 8:16 PM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
         Sayang sekali bung Doktor baru
 bicara dan membela Tiongkok revisionis-imperialis sekarang.
 Kenapa tidak ikut dalam perdebatan yang sudah berjalan lebih
 4-5 tahun tentang sifat masyarakat dan sistim ekonomi yang
 berdominasi di tiongkok? Saya tidak punya gelar akademisi
 dalam ekonomi atau ilmu politik. Anda yang punya gelar. Saya
 ingin ajukan  pertanyaan yang sederhana saja (yang tak
 pernah bisa dijawab Chan. maka bantulah dia!) : cara
 produksi (mode of production) apa yang sekarang berdominasi
 di Tiongkok???
 
         
         
             
                 
                 
                     On Friday, April 12, 2019, 5:41:20 PM
 GMT+2, ajeg [email protected] [GELORA45]
 <[email protected]> wrote:
                 
                 
 
                 
 
                 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       Anda bicara ke saya, DR? 
 
 Oke, saya tolak sajalah seluruh
 omongkosong Anda yang berhari-hari terbukti tidak mampu
 sepatah kata pun menjawab pertanyaan ini: 
 
 "seperti
                                         apa penghormatan RRC
 terhadap
                                     
    hukum internasional dalam
                                         sengketa wilayah
 dengan
                                         negara-negara ASEAN
 (bukan cuma
                                         dengan Filipina) di
 Laut Cina
                                        
 Selatan?"
 
                     ---
 yskp45@... wrote:
 
 
 hello
 ajeg>ajeglielu,Terminology "Inmperialisme" yang
 Anda 
 pergunakan untuk RRT, saya tolok sepenuhnya. Imperialisme
 yalah puncak 
 tertinggi dari kesatuan Monopolkapital raksasa Kapitalisme,
 dengan 
 birokrasi negara dan kekuatan Militer melakukan Agresi
 Militer 
 perampokan Territorium, perampokan Sumber Daya Alam dan
 menghancurkan 
 seluruh system kenegaraan, negara-negara yang diserang dan
 diduduki. 
 Seperti yang dilakukan USA di Iraq, membunuh Presiden Iraq
 Saddan 
 Husein, merampok Gas dan Minyak Bumi, menghancurkan system
 Kenegaraan 
 Iraq; demikian juga di Afghanistan selama 25 Tahun ini dan
 di Libya. 
 Negara mana lagi yang akan diserang oleh sahabat  Anda
 Imperialisme USA?
  Ke Indonesia?, sudah tidak perlu, fungsi USArmy sudah
 diambil untuk USA
  selama 1/2 Abad ini oleh TNI. Perusahaan-Perusahan Raksasa
 USA dengan 
 tenang bisa menguras Sumber Daya Alam Indonesia,
 seenaknya.
 
 
 
 RRT mengadakan business di Arena Internasional dengan
 menghormati Hukum 
 Internasional yang berlalku, RRT tidak merampok negara
 manapun, dan 
 tidak menyerang dan menduduki territorium negara manapun,
 karena itu 
 tidak dibenarkan oleh Konstitusi RRT. dan Presiden RRT-Xi
 Jinping 
 menghormati Konstitusi
 negerinya..
 
 
         
         
             
                 
                 
                     On Friday, April 12, 2019, 9:52:30 AM
 GMT+7, ChanCT wrote:
 
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
   
   
     Harus
 ingat, bahwa
           tidak beda dengan Republik Indonesia, Republik
 Rakyat Tiongkok
           adalah keberhasilan perjuangan rakyat Tiongkok
 melawan
           kolonialisme-imperialisme dan kekuasaan Tjiang
 Kaisek yg
           menjadikan dirinya boneka AS itu! Dan sampai
 sekarang ini,
           dalam 70tahun, RRT berubah menjadi negara yang
 cukup kuat
           dibidang ekonomi dan teknologi menyaingi
 imperialisme AS dan
           dijadikan ancaman berat AS, ...! 
 
         
     Tapi,
 dalam politik
           luarnegeri RRT saya tidak melihat ada gejala usaha
 kangkangi
           dunia, khususnya dengan kekuatan militer! Usaha
 pembangunan
           dibidang ekonomi yg selama ini dilakukan juga
 berulangkali
           ditegaskan dengan prinsip Saling menguntungkan dan
 menang
           bersama! Justru dengan prinsip jalan Sutera yang
 saling
           menguntungkan dan menang bersama inilah nampaknya
 usaha RRT
           berhasil mendesak AS, ...! Sekalipun AS berusaha
           mengobok-obok, bahkan tak segan-segan
 menggulingkan kekuasaan
           yg tidak nurut dan simpati atau lebih dekat pd RRT
 dibbanyak
           negara didunia, ....
     Teentu
 adalah hak RRT
           membangun pangkalan militer di beberapa kepulauan
 di Laut
           Tiongkok Timur/Selatan yg dianggap masuk wilayah
 kedaulatan
           RRT! Dan selama ini RRT tidak ada usaha membangun
 pangkalan
           militer dinegara lain ataupun lautan Atlanthik
 sana! Karena
           RRT BUKAN dan tidak jalankan imperialisme,
 ...
     Sengketa
 RRT dengan
           Viet Nam dan Filipina yang terjadi tentu saja
 harus
           diselesaikan secara DAMAI. Duduk berunding TANPA
 harus
           direcoki AS! Dengan Filipina pun kerjasama masih
 bisa
           berlangsung, sekalipun ada protes dengan mendekat
 dan masuknya
           kapal perang RRT dikepulauan yg jadi sengketa itu.
 Dan,
           mestinya dibaca sebagai protes RRT terhadap
 gencarnya kembali
           latihan militer Filipina dengan AS semingguan
 terakhir ini,
           ... Bukan ancaman RRT utk mencaplok Filipina! Itu
 saja
           masalahnya!
     
 
 ajeg
 於
       11/4/2019 22:50 寫道:
 Semua
                                 orang yang memahami
 perjuangan
                                 bangsa-bangsa di Nusantara
 pasti tahu
                                 bahwa kemerdekaan Indonesia
 tidak untuk
                                 memusuhi siapa pun, negara
 mana pun.
                                 Sebab, Indonesia secara
 dialektis adalah
                                 antitesa dari penjajahan.
 
 
                              
 
                       
                     
                           
 
                                
 
                         
                       
                             Jadi, satu-satunya musuh yang
                                     harus dilawan bangsa
 Indonesia
                                     hanyalah isme,
                                    
 kolonialisme-imperialisme, yang
                                     jelas tidak
 berperikemanusiaan dan
                                     perikeadilan. Founding
 mothers &
                                     fathers mau bangsa
 merdeka ini tidak
                                     gampang terkecoh urusan
 lahiriah dan
                                     golongan, baik itu londo
 imperialis
                                     putih, londo hitam,
 londo kuning,
                                     maupun londo sawo
 mateng. Bagi saya,
                                     normal saja Anda tidak
 tahu tentang
                                     itu karena Anda terlalu
 sibuk
                                     memaksakan cara pandang
 rasis supaya
                                     saya memusuhi negara ini
 dan itu
                                     hanya karena Anda jiper
 pada ras
                                     yang lain.
 
                           
                         
                       
                       
                             
                           
 
                         
                     
                   
                   
                     Khusus
 soal RRC
                               Ping-Ping, Anda kan akui
 sendiri negara
                               itu sebagai imperialis
 terhadap EU.
                               Panjang lebar Anda ngoceh
 untuk menyanjung
                               bahwa negara imperialis-baru
 itu adalah
                               imperialis yang menghormati
 hukum
                               internasional, tanpa sepatah
 kata pun Anda
                               jawab pertanyaan
 saya:
 
                                      
 
                     
 
                                      
 
                     "seperti
                                         apa penghormatan RRC
 terhadap
                                         hukum internasional
 dalam
                                         sengketa wilayah
 dengan
                                         negara-negara ASEAN
 (bukan cuma
                                         dengan Filipina) di
 Laut Cina
                                        
 Selatan?"
                                     
 
                                  
 
                     
 
                                  
 
                     Kalau
                                     tidak sanggup jawab ya
 tidak ada
                                     gunanya omong kosong
 Anda
                                     dilanjutkan. 
 
                                  
 
                     
                       
 
                       
                       
                         
                            ---
 yskp45@... wrote:
                           
                             
                               
                                 
                                   
                                     
                                       
                                         300 Tahun
 lebih,Spanyol
                                           Portugal,
 Inggeris, Perancis,
 Belgia,Niederland,Jerman,merampok diseluruh Kontinent Duniai
 ini,
                                           termasuk di China.
 Dengan
                                           kemenangan Uni
 Sowyet dalam
                                           Perang Dunia ke-II
 hancur
                                           system
                                          
 Kolonialisme/Imperialisme
                                           Europa. Dan
 kemudian semua
                                           kaum Kolonial tsb.
 dikumpulkan
                                           oleh US-Presiden
 Truman dalam
                                           satu Club yang
 bernama NATO:
                                           untuk Spanol,
 Portugal,
                                           Inggeris,
 Perancis,
                                           Belgia,.Nierdeland
 dan Jerman
                                           mereka membutuhkan
 NATO untuk
                                           merebut kembali
 posisi
                                           Kolonialisme
 mereka yang
                                           hilang; untuk
 USA-membutuhkan
                                           Europa untuk batu
 loncatan
                                           expansionisme ke
 Kontinent
                                           lainnya, terutama
 untuk
                                           melawan Uni
 Sowyet/Russia. 
 
                                           
 
                                           Yang sangat
 anehnya, tidak
                                           sepatahkatapun
 dari Anda
                                           mengenai
 kebrutalan
                                          
 Kolonialisme/Imperialisme
                                           EU/NATO-USA, dan
 Anda
                                           pindahkan system
 Imperialisme
                                           itu kepada RRT,
 atau Anda
                                           berharapan dengan
                                           anti-sosialisme
 akan
                                           memperoleh Hadiah
 Nobel?
 
                                           
 
                                           Atau,
 "seerkor Anjing
                                           menggonggongi
 sebuah bayangan;
                                           Anjing-Anjing
 lainnya menerima
                                           signal tsb.
 sebagai bahaya
                                           realitas",
 dan menggonggonglah
                                           semuanya wow wow
 wow,
                                           menggonggongi
 bayangan, bukan
                                           realitas".
 
                                           Demikian yang
 sedang tejadi.
 
                                           
 
                                           Saya pernah
 mengikuti sebuaht
                                           ulisan dengan
 inisial "
                                           Noroyono
 1963," dengan
                                           dramatis
 menulis:
 
                                           
 
                                           “Awas, Bahaya
 Kuning dari
                                           Utara”,
 “PENJAJAH KUNING
                                           SEDANG MENGINTAI
 INDONESIA
 
                                           
 
                                           " KE ARAH
 KOLONIALISME CHINA
                                           “, dan sesudah
 ini bermunculan
                                           Tulisan-Tulisan
 Anti-RRT
                                           dengan nada
 seperti yang Anda
                                           Tulis
 "Imperialisme,
                                           Kapitalisme -
 Sontoloyo,etc.
                                           dan itulah
 mereka-mereka, yang
                                           mengonggongi
 bayangan.". tanpa
                                           menguasai siatuasi
 civilisasi
                                           Dunia pada Abad
 ke-XXI ini;
                                           bahwasanya
 Republik Indonesia
                                           semenjak lebih
 dari 1/2 Abad
                                           Perkonomiannya
 dikuasai oleh
                                          
 Perusahaan-Perusahaan Raksasa
                                           USA dan
 Kementerian Pertahanan
                                           R.I dikuasai oleh
 CIA,
                                           semuanya diam
 seribu bahasa..
 
                                           Delegasi
 Pemerintah RRT pada
                                           Pertemuan di
 Belgia- dengan EU
                                           mendemonstrasikan
 Ofensive
                                           Politik Luarnegeri
 yang Damia
                                           dari RRT, dengan
 segalam
                                           ketentuan Hukum
 Internasional
                                           yang berlaku.
 
                                           
 
 --------------------------------
 
                                           Pada Ming, 7/4/19,
 ajeg
                                           menulis:
                                       
                                     
                                   
                                 
                               
                             
                           
                         
                       
                     
                     
                       
                         
                           Terimakasih.
                                       Jawaban Anda tentang
 cara melawan
                                       imperialisme dengan
 metode
                                       imperialis cukup
 mempertegas
                                       posisi RRC sebagai
 negara
                                       imperialis berkembang
 yaitu,
                                       beraninya cuma menekan
                                       negara-negara yang
 lebih lemah
                                       pertahanan dan
 terutama
                                       ekonominya. 
 
                                    
 
                           
 
                                    
 
                           Jadi,
                                       menurut Anda kenapa
 RRC tidak
                                       berani membangun
 pulau-pulau
                                       buatan (basis militer)
 di
                                       sepanjang pantai timur
 dan pantai
                                       barat AS misalnya,
 sebagai cara
                                       melawan imperialisme
 "berciri
                                      
 Tiongkok"?
                           
 
                                    
 
                           Juga,
                                       kembali ke topik asal,
 seperti apa
                                       penghormatan RRC
 terhadap hukum
                                       internasional dalam
 sengketa
                                       wilayah dengan
 negara-negara ASEAN
                                       (bukan cuma dengan
 Filipina) di
                                       Laut Cina
 Selatan?
 
                               
                           
 
                             
                           
                            ---
 yskp45@... wrote:
                           
 
                           
                           Hello Mr. ajeg ajegilelu,
 melawan Imperialisme dengan methode
                               Imperialisme itu sendiri dan
 di negeri
                               Imperialisme itu
 sendiri, seperti
                             di EU ( didalam EU berkumpul
 semua kekuatan
                             Kolonialisme/Imperialisme, yang
 merampok
                             dengan kekuatan Militer lebih
 dari 350 Tahun
                             hampir diseluruh Kontionent di
 Dunia) inilah
                             salahsatu Seni dari Ofensive
 Damai Politik
                             Luarnegeri Pemerintahan RRT,yang
 tidak
                             terlihat pada Abad ke-19 dan
 ke-20 dari
                             pelaku-pelaku Hubungan
 kenegaraan di Arena
                             Internasional ketika itu dan
 Pemerintahan
                             RRT tidak melupakan Pembangunan
 Kemampuan
                             kekuatan Militer RRT yang ampuh
 dan kuat.
 
                           
                           
 
                           
                           Pemerintah RRT tidak
 membangun Kemiskinan
                             dan Pembodohan Warganegara RRT
 di
                             negerinya,untuk itu Negara
 memerlukan
                             Pembangunan Perekonomian Negeri
 disegala
                             bidang, termasuk Bussines di
 Arena
                             Internasional dan sampai hari ini Pemerintah RRT
                               menghormati Hukum
 Internasional,
                             dan itu bukan Sontoloyo
 Mr.wow,wow,wow.
 
                           
                           
 
                           
                           Istilah
 "China-Kuli"-penghinaan untuk
                             manusia China,yang dipakai
 hampir diseluruh
                             negeri-negeri yang dikuasai oleh
                             Kolonialisme/Imperiliasme selama
 350 Tahun,
                             kini, dengan kehadiran RRTdi
 Arena
                             Internasional yang kuat dibidang
 Ekonomi,
                             pun kekuatan Militer, istilah
 penghinaan
                             "China-Kuli" habis
 dari seluruh komunikasi.
                             Mr.wow,wow,wow tidak mampu
 melihat
                             kemenangan Kemanusiaan, yang
 kelihatannya
                             kecil, tetapi menentukan status
 Nasional
                             sebuah Bangsa China yang
 besar.
 
                           
                           
 
                           
                           Make China Great again bukan
 romantisme
                             massa lalu, melainkan untuk hari
 ini dan
                             menuju kedapan yang jauh, sesuai
 dengan
                             Konstitusi RRT, dimana
 jelas-jemelas
                             tertulis "RRT menuju
 pembangun masyarakat
                             siosialis", dan itu akan
 melalui perjalana
                             yang lauh berliku-liku.
 
                           
                           
 
                           
                           Imperialisme Europa Union
 sedang berada
                             dalam Erosi Politik-Integrasi
 yang serius,
                             dan hubungan Diplomatik yang
 tiggi dengan
                             RRT akan memberikan cuaca
 pembentukan
                             hubungan Internasional tanpa
 kekerasan
                             Militer. Kita ikuti selanjutnya
 pada awal
                             Minggu depan; delegasi
 Kementerian
                             Luarnegeri RRT akan berada di
 Brussel ( dan
                             itu bukan Sontoloyo, semua
 berjalan dalam
                             wadah Hukum Internasional yang
 berlaku).
 
                           
                           
                             
 --------------------------------------------
 
                             
                             
                             
                               
                                 Pada Sab,
 6/4/19, ajeg
                                   menulis:
                               
 
                               
                               
                                 
                                   
                                     
                                       
                                        
 
                                           
                                            
 Nah, ini komentar agak lumayan,
 penuh keheranan
                                                          
 berlumur
                                                          
 romantisme
                                                          
 masa lalu. "Make RRT Great and
 Strong again"
                                                          
 katanya
                                                          
 tiba-tiba.
 
                                                
 
                                             
                                              
 
 
                                                  
 
                                               
                                                 
                                                  
 Betul,
                                                        
 bahwa
                                                        
 imperialisme-kapitalisme
                                                         itu
 sontoloyo ya
                                                        
 jelas harus
                                                        
 dilawan. Tinggal
                                                        
 dicari caranya.
                                                        
 Pertanyaannya,
                                                        
 kenapa RRC
                                                        
 sekarang
                                                        
 ikut-ikutan jadi
                                                        
 sontoloyo
                                                        
 (imperialis
                                                        
 kapitalis)?
 
                                                      
 
                                                   
                                                    
 
 
                                                        
 
                                                     
                                                      
 
                                                        
 Kalau RRC serius
 mau melawan AS maka yang
                                                          
 pertama harus
                                                          
 dilakukan
                                                          
 adalah stop
                                                          
 jadi
                                                          
 sontoloyo.
                                                          
 Kemudian unjuk
                                                          
 gigi bikin
                                                          
 pulau-pulau
                                                          
 buatan (basis
                                                          
 militer) di
                                                          
 sepanjang
                                                          
 pantai timur
                                                          
 dan barat
                                                          
 AS-Kanada
                                                          
 untuk
                                                          
 membuktikan
                                                          
 kesungguhan
                                                          
 RRC membangun
                                                          
 komunisme di
                                                          
 Pasifik
                                                          
 selatan
                                                          
 (Australia,
                                                          
 Papua,
                                                          
 Selandia Baru,
                                                          
 Fiji dst).
                                                          
 Sekurangnya,
                                                          
 masuklah ke
                                                          
 Honolulu,
                                                          
 jangan cuma
                                                          
 sampai Manila.
                                                          
 
 
                                                          
 
                                                        
 
                                                          
 
 
                                                          
 
                                                          
 Biarkan ASEAN jadi
 penonton VIP pertarungan
                                                          
 raksasa
                                                          
 komunis vs
                                                          
 imperialis
                                                          
 kapitalis di
                                                          
 Pasifik (atau
                                                          
 sekedar
                                                          
 imperialis
                                                          
 maju vs
                                                          
 imperialis
                                                          
 berkembang?) 
                                                        
 
                                                       
                                                      
 
                                                        
 
                                                         
 
                                                       
                                                      
 
                                                        
 
                                                        
 
                                                        
 --
                                                          
 yskp45@...
                                                          
 wrote:
                                                       
                                                     
                                                   
                                                 
                                               
                                             
                                           
                                          
 
                                           
                                             
                                            
 
                                           
                                           
                                             
 
                                             
                                             Sangat aneh
 Bung
                                               Chanct,
                                             
 
                                             
                                            
 
                                               Semenjak
 berakhir
                                                 Perang
 Imperialisme
                                                 Dunia ke-II.
 Filipina
                                                 dijadikan
 USA sebagai
                                                 basis
 Militer untuk
                                                
 mengintervensi
                                                
 negara-negara
                                                
 Asia-Tenggara, dan dari
                                                 Pelabuhan
 Udara Manila
                                                 berterbangan
 pesawat
                                                 Udara penBom
 USA memBom
                                                 Vietnam,
 mengsubversi
                                                 RRT, Uni
 Sowyet,
                                                
 mengintervensi, dan
                                                
 mengorganisasi segala
                                                 bentuk aksi
 penghancuran
                                                 kekuasaan
 Negara
                                                 Republik
                                                
 Indonesia-Presiden
                                                 Soekarno,
 pemberontakan
                                                 PRRI,
 PERMESTA, membantu
                                                 DII/TII
 sampai dengan
                                                 Operasi CIA
 yang
                                                 dipimpin
 langsung oleh
                                                 DUBES USA
 Marshal Green
                                                 dan pelaku
 Lapangan John
                                                 Sotckwell
 bersama para
                                                 Jendral TNI
 September
                                                 1965, dan
 tidak
                                                 seorangpun
 dari para
                                                 heroik
 anti-RRT bilang
                                                 itu adalah
 ofensive
                                                 Imperialisme
 USA, untuk
                                                 menguasai
 selanjutnya
                                                 regional
 Asia dan
                                                
 Pacific.
                                              
 
                                                 
 
                                                 
                                                
 Permulaan Abad
                                                   ke-XXI
 muncul RRT di
                                                   Arena
 Internasional
                                                   dengan
 ofensive Damai
                                                   berusaha
 mengexpos
                                                   kehadiran
                                                  
 Militer/kekuasaan USA
                                                   dari Asia
 &
                                                   Pacific
 dan berteriak
                                                   para
 anti-RRT , "itu
                                                   adalah
 Imperialisme",
                                                   amboi,
 amboi, Bung
                                                   Chanct,
 pada Abad
                                                   ke-XXI
 banyak bentuk
                                                  
 perjuangan, dari
                                                   kekuatan
 Demokratis
                                                   Civilisasi
 Dunia dalam
                                                   konstalasi
 imbangan
                                                   kekuatan,
 yang selau
                                                   berobah
 dan dengan RRT
                                                   yang
 sedang menuju
                                                   bentuknya.
 Lihat
                                                   umpamyana.
 Artikel
                                                   dibawah,
 belum pernah
                                                   terjadi
 Volume
                                                  
 perdagangan ( Business
                                                   antara RRT
 dan Europa
                                                   Union)
 dalam tempo
                                                   duabulan
 terakhir
                                                   mencapai
 100 Milliard
                                                   USDolar,
 dan disini
                                                   kelihatan,
 bahwa EU
                                                   sedang
 dalam perobahan
                                                   konstalasi
 hubungan
                                                  
 Internasional yang
                                                   serius,
 dan saya
                                                   ikuti,para
 Pimpinan
                                                   RRT
 sangat-hati-hati,
                                                   menguasai
 Perekonomian
                                                  
 Imperialisme EU
                                                   bukanlah
 masalah
                                                   mudah, dan
 permulaan
                                                   telah
 berjalan dengan
                                                   baik,
 dalam ketentuan
                                                   hukum
 Internasional.
                                               
                                             
                                             
                                             
 
                                             
                                             Mungkin
 pula akan
                                               berteriak para
 heroik
                                               anti-RRT,
 "itu adalah
                                               Imperilisme
 RRT menguasai
                                              
 PerekonomianEU...???).
                                             
 
                                             
                                             "Make
 RRT Great and
                                               Strong
 again".
 
                                             
                                             
 
                                             
                                            
 Tjaniago
                                           
                                         
                                       
                                     
                                   
                                 
                               
                             
                           
                         
                       
                     
                   
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
             
         
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187 --
   #yiv5832078187ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp #yiv5832078187hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp #yiv5832078187ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp .yiv5832078187ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp .yiv5832078187ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mkp .yiv5832078187ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor
 #yiv5832078187ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor
 #yiv5832078187ygrp-lc #yiv5832078187hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor
 #yiv5832078187ygrp-lc .yiv5832078187ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187activity span
 .yiv5832078187underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 dd.yiv5832078187last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv5832078187 dd.yiv5832078187last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv5832078187 dd.yiv5832078187last p
 span.yiv5832078187yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187file-title a, #yiv5832078187
 div.yiv5832078187file-title a:active, #yiv5832078187
 div.yiv5832078187file-title a:hover, #yiv5832078187
 div.yiv5832078187file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a,
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a:active,
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a:hover,
 #yiv5832078187 div.yiv5832078187photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 div#yiv5832078187ygrp-mlmsg
 #yiv5832078187ygrp-msg p a span.yiv5832078187yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv5832078187 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187photos div div {
 border:1px solid
 #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv5832078187 .yiv5832078187replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg select,
 #yiv5832078187 input, #yiv5832078187 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg pre, #yiv5832078187
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-mlmsg #yiv5832078187logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-msg
 p#yiv5832078187attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-reco
 #yiv5832078187reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor #yiv5832078187ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor #yiv5832078187ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-sponsor #yiv5832078187ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv5832078187 #yiv5832078187ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv5832078187 
 

Kirim email ke