Berkisar pertengahan th 1996-an saya bersama rombongan mengunjungi gereja2 
kecil didaerah pelosok Jawa Timur, tidak berapa lama sekitar 2-3 bulan setelah 
itu banyak gereja2 itu yg dibakar, dirusak, bahkan ada pendeta sekeluarga yg 
dibakar hidup2 didalam gerejanya. Di Jawa Tengah nisan salib kuburan-pun 
digergaji, mereka yg non-Islam diusir keluar. Baik Jawa Timur ataupun Jawa 
Tengah merupakan basis pemilih Jokowi-Ma'ruf. Apakah kemudian mau dibilang 
Jokowi-Ma'ruf didukung/dipilih garis keras?
Mengatakan para pemilih sekian puluh bahkan ratusan juta garis keras adalah hal 
yg absurd.
    On Monday, April 29, 2019, 8:28:39 PM EDT, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
  
Tentu menjadi salah kalau kita jadi main gebuk semua pemilih kubu-02 adalah 
"garis keras" dan fanatik Islam, ... Tapi, juga tidak salah kalau diperhatikan 
kelompok "garis keras, "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat kubu-02! Jadi, ... 
yang benar dan bijaksana kita pilah-pilah saja saat melihat dan menilai orang 
perorang pendukung dan pemilih kubu-02 itu, tidak main gebyah uyah.
 
Selama ini yang berhasil saya ikuti pembicaraan Mahfud cukup baik dan 
mencjernihkan, kok. Tidak terdengar suara sumbang keluar dari mulutnya, sikap 
perpindahan dukungan dari semula menjadi tim sukses Prabowo ditahun 2014 
kemudian menjadi pendukung Jokowi bahkan dibatalkan jadi cawapres juga cukup 
baik dan bijaksana. Bukan dirinya sendiri yg diutamakan, tapi kepentingan 
negara dan rakyat! 
 
 
Atau bung Ajeg bisa memberikan penjelasan lebih lanjut, mengapa menyatakan 
serba SAMPAH yang keluar dari mulut Mahfud??? 
 
 
Sedang Maruf Amin yg dinobatkan Jokowi menjadi cawapresnya itu, sekalipun 
mungkin belum bisa dikatakan "garis keras", tapi sulit disangkal tergolong 
Islam fanatik yg juga bertujuan berlakukan syariat Islam dinegeri ini! Hanya 
saja penekanannya berlakukan syariat Islam secara damai, dijalankan dan 
diperjuangkan melalui jalur konstitusi saja, ... Makanya Maruf berada dalam 
barisan NU dan saat jadi ketua MUI bisa keluarkan fatwa Ahok menodai Agama 
Islam, sekalipun akhirnya mengakui "terpaksa" akibat tekanan massa ketika itu!
 

 
 

 
 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 30/4/2019 6:13 寫道:
  
 
      Saya kira pen-dikotomi-an para pemilih sebagai "garis keras" yg 
berkonotasi jelek adalah sebuah kesalahan besar, sungguhpun kemudian coba 
diperhalus dengan kata "fanatik" yang lucunya juga berkonotasi jelek. Lagipula 
dengan para pemilih yang tersebar sedemikian rupa lha apa iya semuanya "garis 
keras" dan/atau "fanatik" 
  Ada cukup banyak tokoh yg dulunya pendukung Prabowo kemudian beralih ke 
Jokowi, diantara Mahfud MD ini dan cawapres Ma'ruf Amin. Apakah mau dibilang 
"mantan garis keras"? 
  Btw, kelihatannya ada cukup banyak yg kemudian berbaris dibelakang Ma'ruf 
Amin, mungkinkah minta jatah? ha ha ha ha. 
  
   ---In [email protected], <ajegilelu@...> wro te :
 
    Saya pernah tanya di mana cawapres Ma'ruf karena sejak 17 April seperti 
ditelan bumi. Sebaliknya,  Mahfud kelihatan di mana-mana dan cerewet sekali. 
  Melihat gelibat-gelibetnya, Mahfud ini frustasi karena dibuang dan mau balas 
dendam. Manusiawi saja kecewa dipermalukan secara nasional begitu. Hanya saja 
cara yang dia pilih untuk tetap eksis dan "didengar"  terlalu kekanak-kanakan 
yaitu, melempar isu kegemaran PDIP, isu perpecahan, lalu pura-pura jadi 
pahlawan kesorean dengan menyuruh Jokowi (sebagai presiden, bukan capres) untuk 
rekonsiliasi.  
  Terus terang saya tidak pernah meragukan kepinteran dan gelar akademik Mahfud 
yang serba sampah. Sekarang  ini kewarasan akal sehat dan kondisi kejiwaannya 
betul-betul menggelikan untuk ukuran tokoh nasional. Membawa dendam pribadinya 
ke masyarakat. 
   
 
  --- jonathangoeij@... wrote:        
kalau tdk salah menurut quick count Prabowo menang di 18  propinsi sedangkan 
Jokowo cuman 16 propinsi, artinya 18 propinsi garis keras. gawat juga.
 
 ---djiekh@... wrote :
 
 
  Lha lalu kenyataannya kan daerah bekas Di/TII  Kartosuwiryo, daerah ex 
DUI/TII Kahar Muzakar. daerah ex DI Daud Bureueh, daerah ex PRRI. Dan Prabowo  
anak ex tokoh PRRI?   
  Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019 pukul 02.13 Sunny  ambon menulis:  
      
 
 
     
https://www.suara.com/news/2019/04/28/230357/dahnil-anzar-sebut-pernyataan-mahfud-md-bukanlah-seorang-pancasilais
 

 
 
Dahnil Anzar Sebut Pernyataan Mahfud MD  Bukanlah Seorang Pancasilais
      
 
           
 
      
     
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

   

Kirim email ke