Kelihatannya bung Chan sampai sekarang belum mampu menguraikan apa yg beliau 
perhatikan sehingga mengambil kesimpulan dibawah "Tapi, juga tidak salah kalau 
diperhatikan kelompok "garis keras, "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat 
kubu-02!" ya tidak apa2lah, hanya kelihatannya berdasarkan eyelan saja.. Tidak 
pakai reasoning sama sekali.
Mahfud MD memberikan keterangan arti garis keras "“Arti garis keras di dalam 
literatur 'is an adjective describing a stance on an issue that is inflexible 
and not subject to compromise'" kalau benar begitu bagaimana bisa Islam garis 
keras mendukung Prabowo-Sandi yg nggak entos ngaji, gak becus salat, tiap tahun 
merayakan natal, mencari dan menerima dukungan LGBT, mencari dan menerima 
dukungan PKI dan anak keturunannya, keluarga kerabat hoping banyak yg cino 
makan babi, sekolahnya disekolah kafir, dlsb yg tidak Islami. Lha apa Islam 
garis keras mau kompromi dan punya presiden dan wakil model gini.


---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :


bagaimana caranya bung Chan memperhatikan sehingga mengambil kesimpulan dibawah?

    On Tuesday, April 30, 2019, 5:36:07 PM PDT, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
  
Iyaa, ... nampak jelas Jonathan disini ngeyel saja! 
 
 
Lha diawal sudah saya nyatakan dengan tandas: "Tentu menjadi salah kalau kita 
jadi main gebuk semua pemilih kubu-02 adalah "garis keras" dan fanatik Islam, 
... Tapi, juga tidak salah kalau diperhatikan kelompok "garis keras, "fanatik" 
Islam itu lah pemilih kuat kubu-02! Jadi, ... yang benar dan bijaksana kita 
pilah-pilah saja saat melihat dan menilai orang perorang pendukung dan pemilih 
kubu-02 itu, tidak main gebyah uyah." masih juga dibenturkan dengan ekstrim 
didaerah Jokowi menang, Islam garis keras jadi lebih garang dan ganas, ...
 
TIDAK ada guna dan PERLU nya diladeni! Biarlah dia pikirkan dan ambil 
kesimpulan sendiri, ...! Atau tersembunyi tujuan khilafah, menegakkan Negara 
Islam sebagaimana bung Ajeg menyerang apa yg diajukan Mahfud hanyalah SAMPAH 
yang membuat percekcokan, ...! Apalagi pengertian "garis keras" yang diajukan 
Mahfud ternyata bukan "radikalis".
 
 

 
 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 30/4/2019 23:10 寫道:
  
 
      
Mulai lagi ngeyelnya!
 
Keluar lagi eyelannya!
 
  
 
Tulisannya memang sama, tetapi makna yg mau disampaikan jelas beda banget!
 
  
 
Bung chan ambil contoh jatim dimana Jokowi menang gak terlalu banyak. Lalu bung 
chan bilang di jatim ada islam “garis keras” dan “garis keras yg lebih garang 
dan ganas”. Ini jelas sekali maknanya bahwa islam garis keras bisa menjadi 
garang dan ganas karena mau  menang pemilu. Ini konteksnya.
 
  
 
Maknanya ente laen sekali. Ente mau mentertawakan NKRI dgn menulis: lha kok 
NKRI masih ada?
 
atau "NK"-nya sudah ganti jadi "Negara Khilafah". 
 
  
 
Disini kan ente mau bilang di NKRI semuanya islam garis keras yg garang dan 
ganas yg ada dikubu Jokowi dan Prabowo.
 
  
 
Hanya saja ente itu talulit gak ngerti dgn contoh di Jatim itu walaupun ada 
islam garis keras, Jokowi tetap menang karena mereka2 islam garis keras ini 
bisa menjadi nasionalis. Di Sumbar juga begitu islam garis keras bisa menjadi 
garang dan ganas melawan penjajah  Belanda!
 
  
 
Jadi kesimpulannya ente ngeyel mau mentertawakan NKRI didaerah Jokowi menang 
maupun didaerah Prabowo menang, yg dua2nya ada islam garis keras. Tertawanya 
ente itu karena ente rasis terhadap Islam garis keras sehingga ente terbahak2 
NKRI masih bisa ada.
 
  
 
Ane sekarang balik tertawa terpingkal2 karena melihat ente yg talulit 
(sebenarnya katanya adalah: goblok ttp krn memandang moderator saja ane pake’ 
talulit) yg tidak bisa membedakan antara islam garis keras dgn kepentingan 
mereka sbg kelompok/komunitas islam garis  keras!
 
  
 
Nesare
 
  
 
  
 
  
   
From: [email protected] <[email protected]> 
 Sent: Tuesday, April 30, 2019 10:40 AM
 To: [email protected]; Ajegilelu <[email protected]>; ChanCT 
<[email protected]>
 Subject: Re: [GELORA45] Dahnil Anzar Sebut Pernyataan Mahfud MD Bukanlah 
Seorang Pancasilais
   
  
 
  
      
Lho...... bung Chan, saya cuman menyarikan inti tulisan anda saja.. Pengertian 
yg saya dapat dari tulisan anda  ya ini "ditempat yg Prabowo menang artinya 
daerah garis keras/radikal, sedang ditempat yg Jokowi menang kelompok 
radikalnya lebih "garang dan GANAS" apakah salah pemahaman?
   
  
   
Coba simak tulisan bung doktor tentang pembantaian jutaan PKI, memangnya itu 
dimana? di daerah yang Jokowi  menanglah.
   
  
   
  
      
On Monday, April 29, 2019, 9:27:12 PM PDT, ChanCT <[email protected]> wrote: 
   
  
   
  
     
Karena ternyata anda berpikiran RADIKALIS juga! Memutlakan segalanya, ...! Atau 
 memang kerjanya ngeyel saja???
 
Dari basis suara kubu-02 adalah "garis keras", "fanatik" Islam, sekarang 
membalik jadi daerah basis suara kubu-01, kelomok radikalnya lebih "garang dan 
GANAS"!
 
  
  
Jonathan Goeij 於 30/4/2019 11:34 寫道:
       
  
   
oh.... begitu toh. ditempat yg Prabowo menang artinya daerah garis  
keras/radikal, sedang ditempat yg Jokowi menang kelompok radikalnya lebih 
"garang dan  GANAS"
   
  
   
lha kok NKRI masih ada?
   
atau "NK"-nya sudah ganti jadi "Negara Khilafah". 
   
  
   
  
      
On Monday, April 29, 2019, 7:52:35 PM PDT, ChanCT <[email protected]> wrote: 
   
  
   
  
     
INGAT, ... sekalipun Jawa Timur suara Jokowi menang, tidak  berarti suara 
Prabowo kosong, NOL besar! TIDAK bisa hanya melihat Jawa Timur basis suara 
kubu-01, lalu tidak ada Islam  radikalis disitu! Lepaskan kaca mata kuda anda! 
Dalam menghadapi basis suara  kubu-01 yg mayoritas itu, sebaliknya kelompok 
Islam  radikal disitu bisa lebih garang dan GANAS, ... karena terjepit dan  
berusaha lebih keras melawan dan membuat kekacauan, chaos, ... !!!
 
Dan itulah yang terjadi dan anda lihat, ...!
 
  
  
Jonathan Goeij 於 30/4/2019 10:06 寫道:
       
  
   
Berkisar pertengahan th 1996-an saya bersama  rombongan mengunjungi gereja2 
kecil didaerah  pelosok Jawa Timur, tidak berapa lama  sekitar 2-3 bulan 
setelah itu banyak gereja2 itu yg  dibakar, dirusak, bahkan ada pendeta 
sekeluarga yg dibakar hidup2 didalam gerejanya.  Di Jawa Tengah nisan salib 
kuburan-pun digergaji, mereka yg non-Islam diusir keluar. Baik Jawa  Timur 
ataupun Jawa Tengah merupakan basis pemilih  Jokowi-Ma'ruf. Apakah kemudian mau 
dibilang Jokowi-Ma'ruf didukung/dipilih  garis keras?
   
  
   
Mengatakan para pemilih sekian puluh bahkan ratusan  juta garis keras adalah 
hal yg absurd.
   
  
      
On Monday, April 29, 2019, 8:28:39 PM  EDT, ChanCT <[email protected]> 
wrote: 
   
  
   
  
     
Tentu menjadi salah kalau kita jadi main gebuk semua pemilih  kubu-02 adalah 
"garis keras"  dan fanatik Islam, ... Tapi, juga  tidak salah kalau  
diperhatikan kelompok "garis keras,  "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat 
kubu-02! Jadi, ... yang benar  dan bijaksana kita pilah-pilah  saja saat 
melihat dan  menilai orang perorang pendukung dan  pemilih kubu-02 itu, tidak 
main gebyah uyah.
 
Selama ini yang berhasil saya ikuti pembicaraan  Mahfud cukup baik dan 
mencjernihkan,  kok. Tidak terdengar  suara sumbang keluar dari mulutnya,  
sikap perpindahan dukungan dari semula menjadi tim sukses  Prabowo ditahun 2014 
kemudian  menjadi pendukung  Jokowi bahkan dibatalkan jadi cawapres  juga cukup 
baik dan bijaksana. Bukan dirinya sendiri yg  diutamakan, tapi kepentingan  
negara dan rakyat! 
 
Atau bung Ajeg bisa memberikan penjelasan lebih lanjut,  mengapa menyatakan  
serba SAMPAH yang keluar dari mulut  Mahfud??? 
 
Sedang Maruf Amin yg dinobatkan Jokowi menjadi cawapresnya  itu, sekalipun 
mungkin belum  bisa dikatakan "garis keras", tapi sulit  disangkal tergolong  
Islam fanatik yg juga bertujuan  berlakukan syariat Islam dinegeri ini! Hanya 
saja penekanannya  berlakukan syariat Islam secara damai, dijalankan dan 
diperjuangkan  melalui jalur konstitusi saja, ...  Makanya Maruf berada dalam  
barisan NU dan saat jadi ketua MUI bisa  keluarkan fatwa Ahok  menodai Agama 
Islam, sekalipun  akhirnya mengakui "terpaksa"  akibat tekanan massa ketika  
itu!
 
  
 
  
  
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 30/4/2019 6:13 寫道:
    
  
      
Saya kira pen-dikotomi-an  para pemilih sebagai "garis keras" yg  berkonotasi 
jelek adalah  sebuah kesalahan besar,  sungguhpun kemudian coba diperhalus 
dengan kata "fanatik" yang  lucunya juga berkonotasi jelek.  Lagipula dengan 
para  pemilih yang tersebar sedemikian  rupa lha apa iya semuanya "garis keras" 
dan/atau "fanatik"
   
  
   
Ada cukup banyak tokoh yg  dulunya pendukung Prabowo  kemudian beralih ke 
Jokowi, diantara Mahfud MD ini  dan cawapres Ma'ruf Amin. Apakah mau  dibilang 
"mantan garis  keras"?
   
  
   
Btw, kelihatannya ada cukup  banyak yg kemudian berbaris  dibelakang Ma'ruf 
Amin,  mungkinkah minta jatah? ha ha ha ha.
   
  
   
  
    
---In [email protected], <ajegilelu@...> wro te :
     
Saya pernah tanya di mana  cawapres Ma'ruf karena sejak 17 April  seperti 
ditelan bumi.  Sebaliknya, Mahfud kelihatan di  mana-mana dan cerewet sekali..
   

 
 
   
Melihatgelibat-gelibetnya, Mahfud ini frustasi karena dibuang dan mau balas 
dendam.  Manusiawi saja kecewa dipermalukan  secara nasional  begitu. Hanya 
saja cara yang dia pilih  untuk tetap eksis dan "didengar" terlalu 
kekanak-kanakan  yaitu, melempar isu kegemaran  PDIP, isu perpecahan,  lalu 
pura-pura jadi pahlawan kesorean  dengan menyuruh Jokowi  (sebagai presiden,  
bukan capres) untuk rekonsiliasi. 
   

 
 
   
Terus terang saya tidak pernah  meragukan kepinteran dan gelar akademik Mahfud 
yang serba sampah.  Sekarang ini kewarasan akal sehat dan  kondisi kejiwaannya  
betul-betul menggelikan untuk ukuran  tokoh nasional. Membawa dendam pribadinya 
ke masyarakat.
   
  
   
 
   
---jonathangoeij@... wrote:
         
kalau tdk salah menurut quick  count Prabowo menang di 18 propinsi  sedangkan 
Jokowo cuman  16 propinsi, artinya 18 propinsi garis  keras. gawat juga.
 
 ---djiekh@... wrote :
   
Lha lalu kenyataannya  kan daerah bekas Di/TII Kartosuwiryo,  daerah ex DUI/TII 
Kahar  Muzakar. 
  
daerah ex DI Daud Bureueh,  daerah ex PRRI. Dan Prabowo anak  ex tokoh PRRI? 
   
  
   
Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019  pukul 02.13 Sunny ambon menulis: 
   
  
      
 
  
  
     
https://www.suara.com/news/2019/04/28/230357/dahnil-anzar-sebut-pernyataan-mahfud-md-bukanlah-seorang-pancasilais
 
  
 
Dahnil Anzar Sebut Pernyataan Mahfud MD Bukanlah Seorang  Pancasilais
      
 
           
 
      
  
     
  
 
|  

  |  
不含病毒。www.avg.com 
  |

                       

         

Kirim email ke