Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan
MALANG <https://www.jawapos.com/location/malang/>
BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
3 Mei 2019, 08:55:07 WIB
Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan
Konjen Tiongkok Gu Jingqi (kiri) saat menghadiri diskusi terkait muslim
Uighur di Surabaya. (Puji Tyasari/Jawa Pos)
*
*
*
*
*
JawaPos.com – Dinamika yang terjadi terhadap kaum minoritas Uighur di
Tiongkok, masih jadi isu yang menarik dikaji oleh berbagai kalangan di
Jawa Timur. Seperti yang dilakukan oleh Pusat Kajian Indonesia-Tiongkok
(Puskit) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Kamis (2/5).
Bersama International Relations’ Center for Globalisation and Area
Studies (IR-CGAS) UPN Veteran dan sejumlah universitas di Jatim, mereka
menggelar sebuah diskusi bertajuk ‘Memahami Dinamika Muslim Uighur’.
Acara yang berlangsung di Gedung FISIP UINSA itu, menghadirkan Konsul
Jenderal (Konjen) Tiongkok Gu Jingqi. Dia didampingi Wakil Dekan FISIP
Uinsa Abdul Chalik. Diskusi itu diikuti oleh perwakilan
pengajar-mahasiswa sejumlah kampus.
Diskusi yang dikemas dalam bentuk tanya jawab itu membahas berbagai
dinamika seputar kaum Uighur yang hingga kini masih jadi isu publik. Di
hadapan para ilmuwan dan mahasiswa, Gu Jingqi kembali menegaskan bahwa
pemerintah Tiongkok memberikan kebebasan masyarakat dalam beragama.
”Termasuk bagi 23 juta kaum muslim yang menjadi minoritas di Tiongkok,”
katanya.
Bahkan, ujar Gu Jingqi, negaranya juga memfasilitasi kaum muslim dalam
beribadah. Salah satunya adalah memfasilitasi ibadah haji. ”Mulai dari
penyediaan direct flight, akomodasi, serta fasilitasi lainnya,” ujar
mantan Dubes Malaysia itu.
Tak hanya itu, Gu menyebut bahwa pemerintah di negerinya memberi
perhatian terhadap kaum minoritas. ”Di sana, terdapat 29 ribu ulama.
Juga ada 103 organisasi,” katanya.
Hanya saja, di provinsi Xinjiang, salah satu wilayah yang paling banyak
dihuni kaum minoritas muslim, mulai bermunculan paham-paham radikal yang
berujung banyaknya aksi kekerasan di sana. ”Karena itu, pemerintah
Tiongkok melakukan program vokasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Dekan FISIP Uinsa Abdul Chalik menyebut, agenda
kali ini tak hanya sekadar diskusi biasa. ”Selain memahami dinamika yang
terjadi di sana, juga ada misi besar dari agenda ini,” katanya.
Apa itu? Dia menyebut, para ilmuwan-pegiat kampus di Jatim ingin mencari
solusi terhadap dinamika ini dalam kerangka kajian keilmuan.
Editor : Dhimas Ginanjar
Reporter : (puj)
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com