Aaachh, ... nampaknya bung SALAH dalam menangkap DASAR MASALAH
sesungguhnya. Yang salah bukan politik buka pintu, dengan memperkenankan
setiap warga keluar-negeri, tapi menerima pandangan atau ideologi SESAT,
pandangan Islam RADIKAL khilafah, hendak membentuk Xin Jiang Merdeka
dengan menegakkan negara ISLAM itu yang SALAH dan harus dilawan dengan
tegas!
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 3/5/2019 23:20 寫道:
Jadi, menurut Anda masalah mendasar yang dihadapi Uighur adalah, "bisa
keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab" ?
Coba Anda baca-baca sedikit sejarah Jalur Sutera. Jalur ini tidak akan
ada dalam sejarah kalau mereka terutup dari dunia luar.
--- SADAR@... wrote:
Lho, setelah jalankan pintu terbuka, tahun 80-an, ... Muslim
Uighur jadi bisa keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab dan
nampaknya sebagian kena pengaruh kelompok ISIS, ... begitulah
seperti tempo hari juga terjadi beberapa orang muslim Uighur kena
tangkap di Malaysia yg terkait dengan ISIS disana.
Sedang yang kembali ke Xin Jiang juga sudah terjadi berulangkan
melakukan kerusuhan, peledakan dibeberapa tempat, ... gerakan
Islam garis keras untuk Xin Jiang Merdeka, ya khilafah mendirikan
negara Islam.
ajeg 於 3/5/2019 20:03 寫道:
Yang Anda tulis ini (tentang garis keras) kan masalah yang
dihadapi pemerintah Beijing. Padahal yang saya tanya adalah
masalah yang dihadapi Uighur. Apa pertanyaan saya terlalu sulit
untuk ditangkap?
Oke saya permudah jadi begini, menurut Anda, garis keras itu
muncul setelah dijalankannya politik pintu terbuka. Nah, menurut
Anda, masalah apa yang dihadapi orang Uighur dari politik pintu
terbuka itu sampai memunculkan kelompok garis keras?
Bagusnya sekalian diperjelas seperti apa "garis keras" menurut
pengertian Anda.
--- SADAR@... wrote:
Yang menjadi masalah ditengah Muslim Uighur, setelah dijalankan
politik pintu terbuka, telah muncul sekelompok Muslim "garis
Keras" bahkan radikal untuk mencapai Xin Jiang Merdeka, konkritnya
membentuk negara Islam di Xin Jiang.
ajeg 於 3/5/2019 15:21 寫道:
Apa masalah mendasar yang dihadapi Uighur, menurut Anda?
--- SADAR@... wrote:
"Cari Solusi" hanyalah judul tulisan yg diberikan penulis, dan
entah maksud sesungguhnya apa? Sedang judul Seminar yang
diselenggarakan Puskit-UNSA adalah "Memahami Dinamika Muslim Uighur".
Kalau saja dipahami dasar masalah Muslim Uighur itu, solusi
dengan kajian keilmuan, ... mungkin yang dimaksud melalui
keilmuan membuat pengertian/kesadaran Islam yang moderat dan
utamakan KEDAMAIAN dan KESATUAN bangsa Tionghoa saja.
ajeg 於 3/5/2019 13:39 寫道:
"Cari solusi" itu artinya cari jalan keluar dari masalah, kan?
Bukan cari-cari siapa salah dan harus kalah. Sedangkan "melalui
kajian ilmu" ya tentu maksudnya menempatkan ilmu sebagai alat
yang bebas nilai.
Dalam hal ini, al.. ilmu sejarah. Monggo ngaji peran sejarah
provinsi Xinjiang di jaman keemasan Jalur Sutra yang mengilhami
proyek OBOR sekarang.
--- SADAR@... wrote:
Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan
MALANG <https://www.jawapos.com/location/malang/>
BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
3 Mei 2019, 08:55:07 WIB
Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian KeilmuanKonjen Tiongkok Gu
Jingqi (kiri) saat menghadiri diskusi terkait muslim Uighur di
Surabaya. (Puji Tyasari/Jawa Pos)
JawaPos.com – Dinamika yang terjadi terhadap kaum minoritas
Uighur di Tiongkok, masih jadi isu yang menarik dikaji oleh
berbagai kalangan di Jawa Timur. Seperti yang dilakukan oleh
Pusat Kajian Indonesia-Tiongkok (Puskit) Universitas Islam Negeri
Sunan Ampel (UINSA), Kamis (2/5).
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com