Kajian ilmu disini, menurut saya utamanya adalah adu argumentasi
pengertian Agama Islam, Alquran dan sejarah Xin Jiang tergabung dalam
wilayah Republik Rakyat Tiongkok yang diakui sejak PBB terbentuk ditahun
1945! Melawan pengaruh garis keras ISLAM khilafah, berjuang untuk Xin
Jing MERDEKA dan menjadi Negara Islam, ...! Inilah dasar masalah muslim
Uighur yg ramai dipersoalkan dunia internasional dengan menuduh
pemerintah Tiongkok telah menjebloskan jutaan muslim Uighur dalam kamp
konsentrasi kerja. Padahal kamp-konsentrasi kerja sudah di BUBARKAN saat
Xi Jinping berkuasa, tahun 2013, dan yang terjadi adalah sedang
digencarkan pendidikan vokasi bagi muda-mudi suku Uighur dibeberapa
titik pusat pendidikan.
Saya sependapat dengan bung Sunny, MUSLIM Uighur sebagai suku minoritas
di TIongkok bukan didiskriminasi negatif yang disihkan dan dirugikan
secara tidak adil sebaliknya justru didiskriminasi positif, yang
dimanjakan dan dapat perlakuan ISTIMEWA ketimbang suku Han yang
mayoritas mutlak di Tiongkok! Anak-anak suku Uighur bisa sedikit
dapatkan prioritas masuk Univ. terbaik Nasional, dan mereka tidak
diberlakukan pembatasan anak-tunggal!
Kehidupan muslim Uighur sebagai suku minoritas selama 70tahun terakhir
ini, jadi lebih banyak diantara mereka yang sudah masuk ke
klas-menengah, hidup cukup makmur!
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 4/5/2019 23:55 寫道:
Topiknya kajian ilmu soal Uighur.
Tanpa ilmu sejarah?
--- ilmesengero@... wrote:
Muslim Uighur jauh lebih baik hidup mereka dari pada mayoritas
yang berdiam dibawah kekuasaan rezim neo-Mojopahit. Jadi bagusnya
dibicarakan yang mana perlu diperbaiki?
On Sat, May 4, 2019 at 4:09 AM ChanCT wrote:
Atau sebaliknya bung yang TIDAK berhasil menangkap apa yang saya
ajukan!?
Kalau perlu diperjelas lebih konkrit, kesalahan bukan warga bisa
keluar dan berhubungan dengan dunia luar, khususnya Islam Arab,
tapi jangan terpengaruh dan menerima pandangan Agama Islam SESAT
yang sangat merusak, dengan kekerasan hendak wujudkan khilafah dan
membentuk Xian Jiang Merdeka, menjadi Xin Jiang Islam! Itu Saja, ...!
ajeg 於 4/5/2019 9:55 寫道:
Rupanya Anda ada kesulitan untuk menangkap pertanyaan sesederhana
itu ya? Atau, memang ada ketakutan untuk berpendapat sehingga cuma
bisa ngeyel meneruskan suara pemerintah, hehe...
Ya rapopo, itulah posisi sikap Anda sebagai jubir pemerintah.
Memang harus begitu.
--- SADAR@... wrote:
Aaachh, ... nampaknya bung SALAH dalam menangkap DASAR MASALAH
sesungguhnya. Yang salah bukan politik buka pintu, dengan
memperkenankan setiap warga keluar-negeri, tapi menerima pandangan
atau ideologi SESAT, pandangan Islam RADIKAL khilafah, hendak
membentuk Xin Jiang Merdeka dengan menegakkan negara ISLAM itu
yang SALAH dan harus dilawan dengan tegas!
ajeg 於 3/5/2019 23:20 寫道:
Jadi, menurut Anda masalah mendasar yang dihadapi Uighur adalah,
"bisa keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab" ?
Coba Anda baca-baca sedikit sejarah Jalur Sutera. Jalur ini tidak
akan ada dalam sejarah kalau mereka terutup dari dunia luar.
--- SADAR@... wrote:
Lho, setelah jalankan pintu terbuka, tahun 80-an, ... Muslim
Uighur jadi bisa keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab dan
nampaknya sebagian kena pengaruh kelompok ISIS, ... begitulah
seperti tempo hari juga terjadi beberapa orang muslim Uighur kena
tangkap di Malaysia yg terkait dengan ISIS disana.
Sedang yang kembali ke Xin Jiang juga sudah terjadi berulangkan
melakukan kerusuhan, peledakan dibeberapa tempat, ... gerakan
Islam garis keras untuk Xin Jiang Merdeka, ya khilafah mendirikan
negara Islam.
ajeg 於 3/5/2019 20:03 寫道:
Yang Anda tulis ini (tentang garis keras) kan masalah yang
dihadapi pemerintah Beijing. Padahal yang saya tanya adalah
masalah yang dihadapi Uighur. Apa pertanyaan saya terlalu sulit
untuk ditangkap?
Oke saya permudah jadi begini, menurut Anda, garis keras itu
muncul setelah dijalankannya politik pintu terbuka. Nah, menurut
Anda, masalah apa yang dihadapi orang Uighur dari politik pintu
terbuka itu sampai memunculkan kelompok garis keras?
Bagusnya sekalian diperjelas seperti apa "garis keras" menurut
pengertian Anda.
--- SADAR@... wrote:
Yang menjadi masalah ditengah Muslim Uighur, setelah dijalankan
politik pintu terbuka, telah muncul sekelompok Muslim "garis
Keras" bahkan radikal untuk mencapai Xin Jiang Merdeka, konkritnya
membentuk negara Islam di Xin Jiang.
ajeg 於 3/5/2019 15:21 寫道:
Apa masalah mendasar yang dihadapi Uighur, menurut Anda?
--- SADAR@... wrote:
"Cari Solusi" hanyalah judul tulisan yg diberikan penulis, dan
entah maksud sesungguhnya apa? Sedang judul Seminar yang
diselenggarakan Puskit-UNSA adalah "Memahami Dinamika Muslim Uighur".
Kalau saja dipahami dasar masalah Muslim Uighur itu, solusi dengan
kajian keilmuan, ... mungkin yang dimaksud melalui keilmuan
membuat pengertian/kesadaran Islam yang moderat dan utamakan
KEDAMAIAN dan KESATUAN bangsa Tionghoa saja.
ajeg 於 3/5/2019 13:39 寫道:
"Cari solusi" itu artinya cari jalan keluar dari masalah, kan?
Bukan cari-cari siapa salah dan harus kalah. Sedangkan "melalui
kajian ilmu" ya tentu maksudnya menempatkan ilmu sebagai alat yang
bebas nilai.
Dalam hal ini, al.. ilmu sejarah. Monggo ngaji peran sejarah
provinsi Xinjiang di jaman keemasan Jalur Sutra yang mengilhami
proyek OBOR sekaran
--- SADAR@... wrote:
Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan
MALANG <https://www.jawapos.com/location/malang/>
BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
3 Mei 2019, 08:55:07 WIB
Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian KeilmuanKonjen Tiongkok Gu
Jingqi (kiri) saat menghadiri diskusi terkait muslim Uighur di
Surabaya. (Puji Tyasari/Jawa Pos)
JawaPos.com – Dinamika yang terjadi terhadap kaum minoritas Uighur
di Tiongkok, masih jadi isu yang menarik dikaji oleh berbagai
kalangan di Jawa Timur. Seperti yang dilakukan oleh Pusat Kajian
Indonesia-Tiongkok (Puskit) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
(UINSA), Kamis (2/5).
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com