Baguslah, silakan kaji dari ilmu apa pun. Menurut sejarah, Islam sudah ada di
kawasan itu jauh sebelum Xinjiang masuk jadi bagian RRC. Dari sisi politik,
keinginan mereka untuk lepas dari RRC ya mirip-miriplah dengan lepasmya Timtim
dengan bantuan senjata dari RRC.
Soal kehidupan bangsa Uighur 10 tahun terakhir jelas berbeda dari sebelum tahun
1944. Setidaknya terlihat dari penyusutan populasi Uighur di Xinjiang.
--- SADAR@... wrote:
Kajian ilmu disini, menurut saya utamanya adalah adu argumentasi pengertian
Agama Islam, Alquran dan sejarah Xin Jiang tergabung dalam wilayah Republik
Rakyat Tiongkok yang diakui sejak PBB terbentuk ditahun 1945! Melawan pengaruh
garis keras ISLAM khilafah, berjuang untuk Xin Jing MERDEKA dan menjadi Negara
Islam, ...! Inilah dasar masalah muslim Uighur yg ramai dipersoalkan dunia
internasional dengan menuduh pemerintah Tiongkok telah menjebloskan jutaan
muslim Uighur dalam kamp konsentrasi kerja. Padahal kamp-konsentrasi kerja
sudah di BUBARKAN saat Xi Jinping berkuasa, tahun 2013, dan yang terjadi adalah
sedang digencarkan pendidikan vokasi bagi muda-mudi suku Uighur dibeberapa
titik pusat pendidikan.
Saya sependapat dengan bung Sunny, MUSLIM Uighur sebagai suku minoritas di
TIongkok bukan didiskriminasi negatif yang disihkan dan dirugikan secara tidak
adil sebaliknya justru didiskriminasi positif, yang dimanjakan dan dapat
perlakuan ISTIMEWA ketimbang suku Han yang mayoritas mutlak di Tiongkok!
Anak-anak suku Uighur bisa sedikit dapatkan prioritas masuk Univ. terbaik
Nasional, dan mereka tidak diberlakukan pembatasan anak-tunggal!
Kehidupan muslim Uighur sebagai suku minoritas selama 70tahun terakhir ini,
jadi lebih banyak diantara mereka yang sudah masuk ke klas-menengah, hidup
cukup makmur!
ajeg 於 4/5/2019 23:55 寫道:
Topiknya kajian ilmu soal Uighur.
Tanpa ilmu sejarah?
--- ilmesengero@... wrote:
Muslim Uighur jauh lebih baik hidup mereka dari pada mayoritas yang
berdiam dibawah kekuasaan rezim neo-Mojopahit. Jadi bagusnya dibicarakan yang
mana perlu diperbaiki?
On Sat, May 4, 2019 at 4:09 AM ChanCT wrote:
Atau sebaliknya bung yang TIDAK berhasil menangkap apa yang saya ajukan!?
Kalau perlu diperjelas lebih konkrit, kesalahan bukan warga bisa keluar dan
berhubungan dengan dunia luar, khususnya Islam Arab, tapi jangan terpengaruh
dan menerima pandangan Agama Islam SESAT yang sangat merusak, dengan kekerasan
hendak wujudkan khilafah dan membentuk Xian Jiang Merdeka, menjadi Xin Jiang
Islam! Itu Saja, ...!
ajeg 於 4/5/2019 9:55 寫道:
Rupanya Anda ada kesulitan untuk menangkap pertanyaan sesederhana itu ya?
Atau, memang ada ketakutan untuk berpendapat sehingga cuma bisa ngeyel
meneruskan suara pemerintah, hehe...
Ya rapopo, itulah posisi sikap Anda sebagai jubir pemerintah. Memang harus
begitu.
--- SADAR@... wrote:
Aaachh, ... nampaknya bung SALAH dalam menangkap DASAR MASALAH sesungguhnya.
Yang salah bukan politik buka pintu, dengan memperkenankan setiap warga
keluar-negeri, tapi menerima pandangan atau ideologi SESAT, pandangan Islam
RADIKAL khilafah, hendak membentuk Xin Jiang Merdeka dengan menegakkan negara
ISLAM itu yang SALAH dan harus dilawan dengan tegas!
ajeg 於 3/5/2019 23:20 寫道:
Jadi, menurut Anda masalah mendasar yang dihadapi Uighur adalah, "bisa keluar
negeri dan hubungan dengan Islam Arab" ?
Coba Anda baca-baca sedikit sejarah Jalur Sutera. Jalur ini tidak akan ada
dalam sejarah kalau mereka terutup dari dunia luar.
--- SADAR@... wrote:
Lho, setelah jalankan pintu terbuka, tahun 80-an, ... Muslim Uighur jadi
bisa keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab dan nampaknya sebagian kena
pengaruh kelompok ISIS, ... begitulah seperti tempo hari juga terjadi beberapa
orang muslim Uighur kena tangkap di Malaysia yg terkait dengan ISIS disana.
Sedang yang kembali ke Xin Jiang juga sudah terjadi berulangkan melakukan
kerusuhan, peledakan dibeberapa tempat, ... gerakan Islam garis keras untuk
Xin Jiang Merdeka, ya khilafah mendirikan negara Islam.
ajeg 於 3/5/2019 20:03 寫道:
Yang Anda tulis ini (tentang garis keras) kan masalah yang dihadapi
pemerintah Beijing. Padahal yang saya tanya adalah masalah yang dihadapi
Uighur.. Apa pertanyaan saya terlalu sulit untuk ditangkap?
Oke saya permudah jadi begini, menurut Anda, garis keras itu muncul setelah
dijalankannya politik pintu terbuka. Nah, menurut Anda, masalah apa yang
dihadapi orang Uighur dari politik pintu terbuka itu sampai memunculkan
kelompok garis keras?
Bagusnya sekalian diperjelas seperti apa "garis keras" menurut pengertian
Anda.
--- SADAR@... wrote:
Yang menjadi masalah ditengah Muslim Uighur, setelah dijalankan politik pintu
terbuka, telah muncul sekelompok Muslim "garis Keras" bahkan radikal untuk
mencapai Xin Jiang Merdeka, konkritnya membentuk negara Islam di Xin Jiang.
ajeg 於 3/5/2019 15:21 寫道:
Apa masalah mendasar yang dihadapi Uighur, menurut Anda?
--- SADAR@... wrote:
"Cari Solusi" hanyalah judul tulisan yg diberikan penulis, dan entah maksud
sesungguhnya apa? Sedang judul Seminar yang diselenggarakan Puskit-UNSA adalah
"Memahami Dinamika Muslim Uighur".
Kalau saja dipahami dasar masalah Muslim Uighur itu, solusi dengan kajian
keilmuan, ... mungkin yang dimaksud melalui keilmuan membuat
pengertian/kesadaran Islam yang moderat dan utamakan KEDAMAIAN dan KESATUAN
bangsa Tionghoa saja.
ajeg 於 3/5/2019 13:39 寫道:
"Cari solusi" itu artinya cari jalan keluar dari masalah, kan? Bukan
cari-cari siapa salah dan harus kalah. Sedangkan "melalui kajian ilmu" ya
tentu maksudnya menempatkan ilmu sebagai alat yang bebas nilai.
Dalam hal ini, al.. ilmu sejarah. Monggo ngaji peran sejarah provinsi
Xinjiang di jaman keemasan Jalur Sutra yang mengilhami proyek OBOR sekaran
--- SADAR@... wrote:
Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan
MALANG BERITA DI SEKITAR ANDA
3 Mei 2019, 08:55:07 WIB Konjen Tiongkok Gu Jingqi (kiri) saat menghadiri
diskusi terkait muslim Uighur di Surabaya. (Puji Tyasari/Jawa Pos)
JawaPos.com – Dinamika yang terjadi terhadap kaum minoritas Uighur di
Tiongkok, masih jadi isu yang menarik dikaji oleh berbagai kalangan di Jawa
Timur. Seperti yang dilakukan oleh Pusat Kajian Indonesia-Tiongkok (Puskit)
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Kamis (2/5).
| | 不含病毒。www.avg.com |
#yiv4385147161 -- #yiv4385147161ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-mkp #yiv4385147161hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mkp #yiv4385147161ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mkp .yiv4385147161ad
{padding:0 0;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mkp .yiv4385147161ad p
{margin:0;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mkp .yiv4385147161ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-sponsor
#yiv4385147161ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-sponsor #yiv4385147161ygrp-lc #yiv4385147161hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-sponsor #yiv4385147161ygrp-lc .yiv4385147161ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4385147161 #yiv4385147161actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4385147161
#yiv4385147161activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4385147161
#yiv4385147161activity span {font-weight:700;}#yiv4385147161
#yiv4385147161activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4385147161 #yiv4385147161activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4385147161 #yiv4385147161activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4385147161 #yiv4385147161activity span
.yiv4385147161underline {text-decoration:underline;}#yiv4385147161
.yiv4385147161attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4385147161 .yiv4385147161attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4385147161 .yiv4385147161attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4385147161 .yiv4385147161attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4385147161 .yiv4385147161attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4385147161 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4385147161 .yiv4385147161bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4385147161
.yiv4385147161bold a {text-decoration:none;}#yiv4385147161 dd.yiv4385147161last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4385147161 dd.yiv4385147161last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4385147161
dd.yiv4385147161last p span.yiv4385147161yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4385147161 div.yiv4385147161attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4385147161 div.yiv4385147161attach-table
{width:400px;}#yiv4385147161 div.yiv4385147161file-title a, #yiv4385147161
div.yiv4385147161file-title a:active, #yiv4385147161
div.yiv4385147161file-title a:hover, #yiv4385147161 div.yiv4385147161file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4385147161 div.yiv4385147161photo-title a,
#yiv4385147161 div.yiv4385147161photo-title a:active, #yiv4385147161
div.yiv4385147161photo-title a:hover, #yiv4385147161
div.yiv4385147161photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4385147161
div#yiv4385147161ygrp-mlmsg #yiv4385147161ygrp-msg p a
span.yiv4385147161yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4385147161
.yiv4385147161green {color:#628c2a;}#yiv4385147161 .yiv4385147161MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4385147161 o {font-size:0;}#yiv4385147161
#yiv4385147161photos div {float:left;width:72px;}#yiv4385147161
#yiv4385147161photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4385147161
#yiv4385147161photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4385147161
#yiv4385147161reco-category {font-size:77%;}#yiv4385147161
#yiv4385147161reco-desc {font-size:77%;}#yiv4385147161 .yiv4385147161replbq
{margin:4px;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-mlmsg select, #yiv4385147161 input, #yiv4385147161 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-mlmsg pre, #yiv4385147161 code {font:115%
monospace;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-mlmsg #yiv4385147161logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-msg
p#yiv4385147161attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-reco #yiv4385147161reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-sponsor
#yiv4385147161ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-sponsor #yiv4385147161ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-sponsor #yiv4385147161ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4385147161 #yiv4385147161ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4385147161
#yiv4385147161ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4385147161