Muslim Uighur jauh lebih baik hidup mereka dari pada mayoritas  yang
berdiam dibawah kekuasaan rezim neo-Mojopahit. Jadi bagusnya dibicarakan
yang mana perlu diperbaiki?

On Sat, May 4, 2019 at 4:09 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Atau sebaliknya bung yang TIDAK berhasil menangkap apa yang saya ajukan!?
>
> Kalau perlu diperjelas lebih konkrit, kesalahan bukan warga bisa keluar
> dan berhubungan dengan dunia luar, khususnya Islam Arab, tapi jangan
> terpengaruh dan menerima pandangan Agama Islam SESAT yang sangat merusak,
> dengan kekerasan hendak wujudkan khilafah dan membentuk Xian Jiang Merdeka,
> menjadi Xin Jiang Islam! Itu Saja, ...!
>
>
>
> ajeg [email protected] [GELORA45] 於 4/5/2019 9:55 寫道:
>
>
>
> Rupanya Anda ada kesulitan untuk menangkap pertanyaan sesederhana itu ya?
> Atau, memang ada ketakutan untuk berpendapat sehingga cuma bisa ngeyel
> meneruskan suara pemerintah, hehe...
>
> Ya rapopo, itulah posisi sikap Anda sebagai jubir pemerintah. Memang harus
> begitu.
>
> --- SADAR@... wrote:
>
>
>
> Aaachh, ... nampaknya bung SALAH dalam menangkap DASAR MASALAH
> sesungguhnya. Yang salah bukan politik buka pintu, dengan memperkenankan
> setiap warga keluar-negeri, tapi menerima pandangan atau ideologi SESAT,
> pandangan Islam RADIKAL khilafah, hendak membentuk Xin Jiang Merdeka dengan
> menegakkan negara ISLAM itu yang SALAH dan harus dilawan dengan tegas!
>
>
> ajeg 於 3/5/2019 23:20 寫道:
>
>
> Jadi, menurut Anda masalah mendasar yang dihadapi Uighur adalah, "bisa
> keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab" ?
>
> Coba Anda baca-baca sedikit sejarah Jalur Sutera. Jalur ini tidak akan ada
> dalam sejarah kalau mereka terutup dari dunia luar.
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Lho, setelah jalankan pintu terbuka, tahun 80-an, ... Muslim Uighur jadi
> bisa keluar negeri dan hubungan dengan Islam Arab dan nampaknya sebagian
> kena pengaruh kelompok ISIS, ... begitulah seperti tempo hari juga terjadi
> beberapa orang muslim Uighur kena tangkap di Malaysia yg terkait dengan
> ISIS disana.
>
> Sedang yang kembali ke Xin Jiang juga sudah terjadi berulangkan melakukan
> kerusuhan, peledakan dibeberapa tempat, ... gerakan Islam garis keras untuk
> Xin Jiang Merdeka, ya khilafah mendirikan negara Islam.
>
> ajeg 於 3/5/2019 20:03 寫道:
>
> Yang Anda tulis ini (tentang garis keras) kan masalah yang dihadapi
> pemerintah Beijing. Padahal yang saya tanya adalah masalah yang dihadapi
> Uighur. Apa pertanyaan saya terlalu sulit untuk ditangkap?
>
> Oke saya permudah jadi begini, menurut Anda, garis keras itu muncul
> setelah dijalankannya politik pintu terbuka. Nah, menurut Anda, masalah apa
> yang dihadapi orang Uighur dari politik pintu terbuka itu sampai
> memunculkan kelompok garis keras?
>
> Bagusnya sekalian diperjelas seperti apa "garis keras" menurut pengertian
> Anda.
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Yang menjadi masalah ditengah Muslim Uighur, setelah dijalankan politik
> pintu terbuka, telah muncul sekelompok Muslim "garis Keras" bahkan radikal
> untuk mencapai Xin Jiang Merdeka, konkritnya membentuk negara Islam di Xin
> Jiang.
>
> ajeg 於 3/5/2019 15:21 寫道:
>
> Apa masalah mendasar yang dihadapi Uighur, menurut Anda?
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> "Cari Solusi" hanyalah judul tulisan yg diberikan penulis, dan entah
> maksud sesungguhnya apa? Sedang judul Seminar yang diselenggarakan
> Puskit-UNSA adalah "Memahami Dinamika Muslim Uighur".
>
> Kalau saja dipahami dasar masalah Muslim Uighur itu, solusi dengan kajian
> keilmuan, ... mungkin yang dimaksud melalui keilmuan membuat
> pengertian/kesadaran Islam yang moderat dan utamakan KEDAMAIAN dan KESATUAN
> bangsa Tionghoa saja.
>
> ajeg 於 3/5/2019 13:39 寫道:
>
> "Cari solusi" itu artinya cari jalan keluar dari masalah, kan? Bukan
> cari-cari siapa salah dan harus kalah. Sedangkan "melalui kajian ilmu" ya
> tentu maksudnya menempatkan ilmu sebagai alat yang bebas nilai.
>
> Dalam hal ini, al.. ilmu sejarah. Monggo ngaji peran sejarah provinsi
> Xinjiang di jaman keemasan Jalur Sutra yang mengilhami proyek OBOR sekaran
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan
>
> MALANG <https://www.jawapos.com/location/malang/>
> BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
>
> 3 Mei 2019, 08:55:07 WIB
>
> [image: Cari Solusi Muslim Uighur Lewat Kajian Keilmuan] Konjen Tiongkok
> Gu Jingqi (kiri) saat menghadiri diskusi terkait muslim Uighur di Surabaya.
> (Puji Tyasari/Jawa Pos)
>
> JawaPos.com – Dinamika yang terjadi terhadap kaum minoritas Uighur di
> Tiongkok, masih jadi isu yang menarik dikaji oleh berbagai kalangan di Jawa
> Timur. Seperti yang dilakukan oleh Pusat Kajian Indonesia-Tiongkok (Puskit)
> Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Kamis (2/5).
>
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-2039852223868172425_m_5366764433653022227_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke