Saya kan tidak bilang apa apa tentang Jokowi menang.
Ini kan text anda: Makanya lucu, sudah dimenangkan MK pun masih terus
gelisah.
Entah dikejar-kejar apaan.
Yang gelisah siapa ? Yang dikejar-kejar siapa? Dikejar apa ?

Pada tanggal Min, 7 Jul 2019 pukul 16.52 ajeg [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Makanya lucu, sudah dimenangkan MK pun masih terus gelisah.
> Entah dikejar-kejar apaan.
>
> Ketua TKN01 bilang hari ini (7/7) Jokowi mau merayakan pesta kemenangan.
> Ya pantas-pantas sajalah pesta, wong menang kok.
>
> Di mana.
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Yang gelisah itu kan yang dikejar kejar, takut tertangkap?
>
>
> Pada tanggal Min, 7 Jul 2019 pukul 16.28 ajeg menulis:
>
> Presiden harus serius menangani masalah kerusuhan ini. Setidaknya
> perintahkan menkopolhukam mengawasi kerja penyelidikan Polri untuk sedikit
> mengurangi kegelisahannya sebagai pemenang.
>
> -
>
> Temuan Polri: 8 Kelompok Perancang dan 4 Lapis Pelaku Kerusuhan 22 Mei
>
> ARDITO RAMADHAN
> Kompas.com - 06/07/2019, 17:24 WIB
>
> JAKARTA, KOMPAS.com - Polri kembali merilis hasil investigasi mereka
> terkait peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu yang pecah menyusul
> pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU.
>
> Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (5/7/2019) kemarin, Karo
> Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa polisi
> sudah mendeteksi delapan kelompok yang berperan merancang pecahnya
> kerusuhan.
>
> "Ada beberapa kelompok-kelompok tertentu yang mendesain kerusuhan di
> tanggal 21 dan tanggal 22. Ini kelompok-kelompok tertentu ini ada delapan
> kelompok yang bermain di tanggal 21 dan 22," kata Dedi.
>
> Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto
> mengatakan, polisi juga telah memetakan sejumlah kelompok yang terlibat
> dalam kerusuhan. Suyudi menyebut, salah satu kelompok itu ialah oknum
> mengatasnamakan kelompok agama yang datang dari sejumlah daerah.
>
> "Beberapa kelompok yang sampai dengan hari ini kita ungkap, yang pertama
> adalah oknum, oknum saya katakan, dari kelompok Islam yang berasal dari
> beberapa daerah," kata Suyudi.
>
> Suyudi menuturkan, kelompok itu berasal dari sejumlah daerah yakni Serang,
> Tangerang, Cianjur, Banten, Jakarta, Banyumas, Majalengka, Tasikmalaya,
> Lampung, dan Aceh.
>
> Suyudi melanjutkan, ada juga kelompok oknum mengatasnamakan organisasi
> masyarakat dan relawan politik yang juga terlibat dalam kerusuhan tersebut.
>
> "Ada juga oknum organisasi kemasyarakatan ini (inisialnya) GRS, FK, dan
> GR. Kemudian ada juga oknum relawan," ujar Suyudi.
>
> Baru Dua Lapis
>
> Dedi mengatakan, polisi telah mengidentifikasi pelaku kerusuhan ke empat
> lapisan.. Menurut Dedi, pelaku-pelaku yang sudah ditangkap polisi baru
> berasal dari dua lapisan terbawah yakni lapisan tiga dan empat.
>
> Lapisan keempat merupakan orang-orang yang melakukan kekerasan dan
> kerusakan. Mereka ditangkap di sejumlah titik, antara lain Petamburan,
> Gambir dan bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
>
> Sementara, lapisan ketiga merupakan orang-orang yang mengarahkan pelaku
> untuk melakukan tindakan kekerasan dan kerusakan.
>
> "Layer ketiga adalah yang menyuruh, yang menggerakkan dan membagikan
> sejumlah uang (kepada pelaku lapis keempat)," ujar Dedi.
>
> Adapun pelaku yang dikategorikan masuk pada lapisan kedua dan ketiga, Dedi
> belum dapat mengungkapkan peran mereka secara rinci untuk saat ini.
>
> Ia hanya bisa memastikan, polisi terus berupaya mengungkap tindakan
> mereka. Ia sekaligus mengingatkan, pengungkapan para pelaku tersebut tidak
> bisa dilakukan terburu-buru karena harus dibuktikan secara ilmiah.
>
> "Kita masih mendalami. Saat ini baru layer ketiga dan keempat. Nanti
> apabila proses penyidikan ini sudah selesai dan sudah menemukan dengan
> fakta hukum yang sangat kuat, baru nanti kita akan sampaikan," kata Dedi.
>
> Buru Komandan Perusuh
>
> Sementara itu, Dedi menyebut polisi tengah memburu seorang perusuh yang
> diduga menjadi komandan dalam penyerangan asrama Brimob di kawasan
> Petamburan.
>
> "Ada satu juga yang masih dalam pengejaran atau diterbitkan surat DPO,
> patut diduga dia yang mengkomando para perusuh itu di lapangan," kata Dedi.
>
> Berdasarkan keterangan para saksi, kata Dedi, sosok itu memprovokasi
> perusuh dengan cara mengajak massa menyerang Asrama Brimob sambil
> meneriakkan kata-kata provokatif.
>
> "Narasi-narasi yang diucapkan antara lain dari saksi-saksi yang
> menyebutkan, 'bakar', 'lempar', 'serang', itu narasi-narasi yang
> disebutkan," ujar Dedi.
>
> Menurut Dedi, penangkapan terhadap provokator itu diperkirakan dapat
> mengungkap aktor-aktor di lapisan lebih dalam yang terlibat kerusuhan 21-22
> Mei 2019.
>
> Penulis : Ardito Ramadhan
> Editor : Diamanty Meiliana
>
>
> 
>

Kirim email ke