Jokowi tidak suka ber-imajinasi sebab dia tidak suka ber-i-Lusi (berkhayal). 
Dimana dia benar2 mengerti bahwa kalau mau membangun Indonesia akan diperlukan 
kapital dan keahlian2 dari investor/industri2 dari luar negeri. Di dunia nyata 
(bukan khayalan), Jokowi tidak bisa atau tidak boleh be-i-Lusi utk akan bisa 
mendapat kapital utk pembangunan dari para "kere2" yg tidak mempunyai kapital. 

---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Imajinasi dia kan memang sejak awal sangat terbatas sekali. Menjadi
 presiden dia identikkan kayak jadi mandor NKRI. Tugas pokoknya
 tergantung atau ditentukan oleh pesanan para konglomerasi
 kapital-finans global.
 
 
 
 
 Am Tue, 16 Jul 2019 15:04:52 +0000 (UTC) schrieb "ajeg
 ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... [GELORA45]" <[email protected] 
mailto:[email protected]>:
 
 > Tidak perlu berandai-andai "kalau betul.." karena dalam pidatonya
 > dengan jelas Jokowi mengungkap visi dia soal investasi asing memang
 > untuk lapangan kerja (cari makan), bukan untuk belajar supaya bisa
 > berdikari seperti diamanatkan UU PMA. 
 > 
 > Tapi ya baguslah Anda sekarang berani menyebut tokoh-tokoh penguasa
 > sebagai 'budak'. Hanya saja tidak tegas siapa tokoh yang dimaksud.
 > Hehe... --- SADAR@... wrote: Yaaa, ... kalau betul pemerintah Jokowi
 > dalam usaha membuka masuk investasi modal-asing sekadar peningkatan
 > pertumbuhan ekonomi, penekanannya BUKAN untuk BELAJAR mengerjakan
 > sendiri, ... untuk BERDIKARI! Apalagi tokoh-tokoh politik bangsa ini
 > masih saja hanya kejar-mengejar menggendutkan perut sendiri, ...
 > menunjukkan BANGSA ini pantaslah hanya jadi bangsa BUDAK! Tapi, ...
 > apa maksud bung "Pidato presiden rasa centeng...?" Apa maksud bung
 > centeng disini? Penjaga perusahaan modal-asing, mandor atau penjaga
 > bayaran saja, ... 
 > 
 > 
 > ajeg ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... [GELORA45] 於 15/7/2019 22:20 寫道:
 > 
 >   Dalam pidatonya Jokowi tidak bicara investasi asing untuk
 > belajar apalagi berdikari, tapi untuk sekedar cari makan. Alias,
 > menjadi buruh di kompeninya investor-investor asing. Dan, bagi yang
 > menghambat visi perbudakannya itu, "akan saya hajar kalau
 > diperlukan," kata Jokowi. Pidato presiden rasa centeng... ---
 > SADAR@... wrote: 
 > Sebenarnya saja, ... masalah investasi asing itu, darimanapun
 > datangnya tidak perlu ditolak! Yang lebih penting BANGSA ini harus
 > bisa menggunakan modal asing itu untuk BELAJAR dan merebut kesempatan
 > mengerjakannya SENDIRI, untuk bisa BERDIKARI dikemudian hari! Jangan
 > TETAP saja berjiwa BUDAK, menjadikan modal-asing itu kesempatan untuk
 > menggendutkan sementara perut pejabat2 saja, ...! bhjo@... 於
 > 15/7/2019 11:53 寫道: Bagus poin2 nya Jokowi. Terutama:  "Jokowi
 > meminta tak ada lagi yang alergi terhadap investasi. Yang menghambat
 > investasi, semua harus dipangkas. Baik itu perizinan yang lambat,
 > berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya". Sayang kurang satu poin
 > yg sangat penting, yg hampir selalu menjadi poin yg penting di banyak
 > negara yaitu Kesehatan masyarakat harus dijamin. --- SADAR@....
 > wrote : Enam Poin Pidato Visi Indonesia yang Disampaikan Jokowi
 > Reporter: Fikri Arigi Editor: Amirullah Senin, 15 Juli 2019 08:57 WIB
 > Indonesia's incumbent president Joko Widodo, who was re-elected on
 > April's election gestures as he delivers a speech to highlight his
 > vision for the next five years in Bogor, West Java province, July 14,
 > 2019. REUTERS/Willy Kurniawan TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih
 > Joko Widodo alias Jokowi pada Ahad 14 Juli 2019 menyampaikan
 > pidatonya dalam acara Visi Indonesia. Pada acara yang digelar di
 > Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat
 > tersebut, Jokowi menyampaikan visi pemerintahannya bersama Ma'ruf
 > Amin di periode ke depan. Baca: Jokowi: Kalau Ada Lembaga yang Tak
 > Bermanfaat, Akan Saya Bubarkan –– ADVERTISEMENT –– Pada pidatonya
 > tersebut Jokowi mengulas soal pembangunan infrastruktur yang akan
 > terus ia lanjutkan. Selain itu Jokowi juga menjanjikan akan fokus
 > dalam pembangunan sumber daya manusia di periode ini. Berikut
 > poin-poin pidato Visi Indonesia Jokowi: 1. Pembangunan dan
 > Penyambungan Infrastruktur Jokowi mengatakan akan meneruskan
 > membangun infrastruktur. Menurut Jokowi, infrastruktur-infrastruktur
 > besar seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara, akan
 > dihubungkan dengan pusat-pusat perekonomian, seperti pusat produksi
 > masyarakat, kawasan ekonomi khusus, industri kecil, dan pariwisata.
 > Dia juga berjanji bakal memastikan infrastuktur-infrastruktur besar
 > dengan persawahan, perkebunan, dan tambak-tambak perikanan. Mantan
 > Wali Kota Solo ini memastikan bahwa dalam lima tahun ke depan program
 > pembangunan infrastruktur masih akan terus berlanjut. Ke depan,
 > pembangunan bakal dipercepat untuk menyambungkan masing-masing
 > infrastrukur yang telah dibangun agar terkoneksi. "Ke depan akan kita
 > lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar
 > tersebut seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan dan bandara,"
 > tuturnya. 2. Fokus ke Pembangunan SDM Jokowi mengatakan pembangunan
 > sumber daya manusia akan menjadi fokus. Caranya, kata Jokowi, ialah
 > dengan menjamin kesehatan ibu hamil, bayi, balita, dan anak sekolah.
 > Dia juga berjanji bakal meningkatkan kualitas pendidikan dan
 > vokasional. Selain itu, Jokowi mengatakan akan membentuk manajemen
 > talenta nasional. Dia berujar, hal ini demi menyiapkan sumber daya
 > manusia Indonesia yang siap menghadapi diaspora dan persaingan
 > global. "Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, dan
 > memberikan dukungan bagi pengembangan talenta Indonesia," kata
 > Jokowi. 3. Membuka Keran Investasi Seluas-luansya Selanjutnya Jokowi
 > mengatakan akan membuka keran investasi seluas-luasnya. Dia mengklaim
 > investasi menjadi salah satu kunci membuka lapangan kerja yang
 > seluas-luasnya. Jokowi meminta tak ada lagi yang alergi terhadap
 > investasi. "Yang menghambat investasi, semua harus dipangkas. Baik
 > itu perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi yang ada
 > punglinya. Hati-hati ke depan, ke depan saya pastikan akan saya
 > kejar. Akan saya kejar, akan saya kontrol, akan saya cek, akan saya
 > hajar kalau diperlukan," kata Jokowi. 4. Reformasi Birokrasi Untuk
 > periode keduanya Jokowi mengatakan memiliki visi melakukan reformasi
 > birokrasi. Ia mengancam bakal mencopot pejabat yang terlibat dan
 > terbukti melakukan pungutan liar atau pungli. Ia pun menyebut bakal
 > membubarkan lembaga-lembaga yang tak efisien dan bermasalah. Jokowi
 > mengatakan, di periode kedua nanti dia bakal memastikan birokrasi
 > efektif dan efisien. Dia ingin nantinya lembaga-lembaga menjadi lebih
 > sederhana, simpel, dan lincah. Jokowi pun mewanti-wanti agar pola
 > pikir para birokrat diubah dalam rangka reformasi struktural ini.
 > Menurut Jokowi, kunci dari reformasi birokrasi ialah kecepatan
 > pelayanan dan perizinan. Jokowi berujar bakal mengecek dan mengontrol
 > sendiri jalannya birokrasi di bawah pemerintahannya. "Kalau ada
 > lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan,"
 > ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 5. APBN Tepat Sasaran
 > ADVERTISEMENT Selanjutnya Jokowi mengatakan bakal menjamin Anggaran
 > Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan fokus dan tepat
 > sasaran. "Karena setiap rupiah yang keluar semua harus dipastikan
 > memiliki manfaat ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat,"
 > ucapnya. 6. Oposisi Mulia Tanpa Dendam Selain visi pemerintahan, ia
 > juga sedikit mengulas soal visi politiknya. Menurut Jokowi menjadi
 > oposisi juga hal mulia dalam demokrasi. "Dalam demokrasi, mendukung
 > mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi
 > yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia.
 > Silakan," kata Jokowi dalam pidatonya. Namun Jokowi meminta agar
 > pilihan oposisi itu tak menimbulkan dendam dan kebencian. Dia meminta
 > agar pilihan itu tak disertai dendam, kebencian, cacian, hinaan, dan
 > makian. Jokowi beralasan, Indonesia adalah negara yang memiliki norma
 > agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur. Baca: Jokowi:
 > Oposisi Itu Sangat Mulia, Asal Jangan Menimbulkan Dendam "Saya yakin,
 > kita semua berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang
 > menjunjung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi
 > martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia
 > Maju, Adil dan Makmur," ujarnya. FIKRI ARIGI | BUDIARTI UTAMI PUTRI |
 > DIAS PRASONGKO | | 不含病毒。www.avg.com |
 > 
 > 

Kirim email ke