Untuk meningkatkan daya kritis, berikut saya tampilkan argumen para
pegiat Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) atas pidato Jokowi di Sentul,
Bogor beberapa waktu yl. yang saya kutip dari Riau24.com

Selamat membaca. Lusi.


Pidato Visi Indonesia Tak Sesuai, Walhi Sebut Jokowi Mainkan Skenario
Bermuka Dua

Penulis: R24/ibl
Rabu, 17 Juli 2019 | 09:51 WIB



RIAU24.COM - Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) nilai visi Indonesia
yang disampaikan Presiden Jokowi di Sentul, Bogor, Jawa Barat beberapa
waktu lalu memperlihatkan proteksi buruk bagi masa depan lingkungan
hidup dan kemanusiaan.

Direktur Eksekutif Walhi, Nur Hidayati menjelaskan lima tahapan visi
Indonesia Jokowi itu memperlihatkan adanya dominasi keberpihakan pada
kepentingan bisnis atau investasi dan bukan mengabdi kepada kepentingan
rakyat.

"Narasi yang diucapkan Jokowi khususnya pada tahapan keempat lebih
tepat disebut sebagai visi mundur untuk mewujudkan keadilan sosial
ekologis," kata Nur Hidayati dilansir dari Viva.co.id, Selasa, 16 Juli
2019.

Nur menilai, visi Indonesia Jokowi secara umum tidak sejalan dengan
komitmen politiknya yang tertuang dalam Nawacita II, yaitu meneruskan
jalan perubahan untuk Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Sementara itu, Manajer Kajian Kebijakan Walhi, Boy Even Sembiring
menambahkan narasi yang diutarakan Jokowi mengundang investasi
seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan adalah
mempertegas skenario bermuka dua yang dimainkan selama lima tahun dia
memimpin Indonesia.

"Bahkan, pada pidato visi Indonesia, wajah baiknya dalam skenario
bermuka dua semakin mengecil," ujar Boy.

Bahkan, kata dia, beberapa pernyataan Jokowi soal kebijakan serta
dokumen janji politiknya sebenarnya saling kontra produktif antara
keperpihakan pada kemanusiaan dan lingkungan hidup melawan keberpihakan
pada investasi di Tanah Air.

"Rakyat semestinya ditempatkan sebagai subjek yang mampu mengelola
kekayaan alamnya melalui kebijakan yang memberikan perlindungan
terhadap wilayah kelola rakyat," ujarnya.

Komudian, Koordinator Desk Politik Eksekutif Nasional Walhi, Khalisah
Khalid menjelaskan Jokowi menggunakan diksi mengancam bagi siapa pun
yang menghambat iklim investasi di Tanah Air.

Tentunya, pernyataan Jokowi itu justru dikhawatirkan meningkatkan
kerentanan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan
hidup dan sumber daya alam atau agraria di Indonesia. Karena mereka
selama ini pejuang lingkungan hidup atau agraria yang acap kali
distigma sebagai kelompok yang menghambat investasi dan pembangunan. 

"Ini bukan tentang aku atau kamu, juga bukan tentang kami atau mereka.
Ini tentang hidup dan masa depan generasi bangsa," ujar Khalisah.

Untuk itu, Khalisah berharap kepada Presiden dan Wakil Presiden
terpilih 2019-2024 tidak main-main dengan urusan yang terkait dengan
keselamatan hidup rakyat dan konsisten menjalankan Nawacita untuk
memastikan keberlanjutan lingkungan hidup dan menjalankan pembangunan
yang berkeadilan sosial dan ekologis.







 



Am 16 Jul 2019 14:43:01 -0700
schrieb "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:

> Jokowi tidak suka ber-imajinasi sebab dia tidak suka ber-i-Lusi
> (berkhayal). Dimana dia benar2 mengerti bahwa kalau mau membangun
> Indonesia akan diperlukan kapital dan keahlian2 dari
> investor/industri2 dari luar negeri. Di dunia nyata (bukan khayalan),
> Jokowi tidak bisa atau tidak boleh be-i-Lusi utk akan bisa mendapat
> kapital utk pembangunan dari para "kere2" yg tidak mempunyai kapital. 
> 
> ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :
> 
>  Imajinasi dia kan memang sejak awal sangat terbatas sekali. Menjadi
>  presiden dia identikkan kayak jadi mandor NKRI. Tugas pokoknya
>  tergantung atau ditentukan oleh pesanan para konglomerasi
>  kapital-finans global.
>  
>  
>  
>  
>  Am Tue, 16 Jul 2019 15:04:52 +0000 (UTC) schrieb "ajeg
>  ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... [GELORA45]"
> <[email protected] mailto:[email protected]>: 
>  > Tidak perlu berandai-andai "kalau betul.." karena dalam pidatonya
>  > dengan jelas Jokowi mengungkap visi dia soal investasi asing memang
>  > untuk lapangan kerja (cari makan), bukan untuk belajar supaya bisa
>  > berdikari seperti diamanatkan UU PMA. 
>  > 
>  > Tapi ya baguslah Anda sekarang berani menyebut tokoh-tokoh penguasa
>  > sebagai 'budak'. Hanya saja tidak tegas siapa tokoh yang dimaksud.
>  > Hehe... --- SADAR@... wrote: Yaaa, ... kalau betul pemerintah
>  > Jokowi dalam usaha membuka masuk investasi modal-asing sekadar
>  > peningkatan pertumbuhan ekonomi, penekanannya BUKAN untuk BELAJAR
>  > mengerjakan sendiri, ... untuk BERDIKARI! Apalagi tokoh-tokoh
>  > politik bangsa ini masih saja hanya kejar-mengejar menggendutkan
>  > perut sendiri, ... menunjukkan BANGSA ini pantaslah hanya jadi
>  > bangsa BUDAK! Tapi, ... apa maksud bung "Pidato presiden rasa
>  > centeng...?" Apa maksud bung centeng disini? Penjaga perusahaan
>  > modal-asing, mandor atau penjaga bayaran saja, ... 
>  > 
>  > 
>  > ajeg ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... [GELORA45] 於 15/7/2019
>  > 22:20 寫道:
>  > 
>  >   Dalam pidatonya Jokowi tidak bicara investasi asing untuk
>  > belajar apalagi berdikari, tapi untuk sekedar cari makan. Alias,
>  > menjadi buruh di kompeninya investor-investor asing. Dan, bagi yang
>  > menghambat visi perbudakannya itu, "akan saya hajar kalau
>  > diperlukan," kata Jokowi. Pidato presiden rasa centeng... ---
>  > SADAR@... wrote: 
>  > Sebenarnya saja, ... masalah investasi asing itu, darimanapun
>  > datangnya tidak perlu ditolak! Yang lebih penting BANGSA ini harus
>  > bisa menggunakan modal asing itu untuk BELAJAR dan merebut
>  > kesempatan mengerjakannya SENDIRI, untuk bisa BERDIKARI dikemudian
>  > hari! Jangan TETAP saja berjiwa BUDAK, menjadikan modal-asing itu
>  > kesempatan untuk menggendutkan sementara perut pejabat2 saja, ...!
>  > bhjo@... 於 15/7/2019 11:53 寫道: Bagus poin2 nya Jokowi.
>  > Terutama:  "Jokowi meminta tak ada lagi yang alergi terhadap
>  > investasi. Yang menghambat investasi, semua harus dipangkas. Baik
>  > itu perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi yang ada
>  > punglinya". Sayang kurang satu poin yg sangat penting, yg hampir
>  > selalu menjadi poin yg penting di banyak negara yaitu Kesehatan
>  > masyarakat harus dijamin. --- SADAR@.... wrote : Enam Poin Pidato
>  > Visi Indonesia yang Disampaikan Jokowi Reporter: Fikri Arigi
>  > Editor: Amirullah Senin, 15 Juli 2019 08:57 WIB Indonesia's
>  > incumbent president Joko Widodo, who was re-elected on April's
>  > election gestures as he delivers a speech to highlight his vision
>  > for the next five years in Bogor, West Java province, July 14,
>  > 2019. REUTERS/Willy Kurniawan TEMPO.CO, Jakarta - Presiden
>  > terpilih Joko Widodo alias Jokowi pada Ahad 14 Juli 2019
>  > menyampaikan pidatonya dalam acara Visi Indonesia. Pada acara yang
>  > digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor,
>  > Jawa Barat tersebut, Jokowi menyampaikan visi pemerintahannya
>  > bersama Ma'ruf Amin di periode ke depan. Baca: Jokowi: Kalau Ada
>  > Lembaga yang Tak Bermanfaat, Akan Saya Bubarkan –– ADVERTISEMENT
>  > –– Pada pidatonya tersebut Jokowi mengulas soal pembangunan
>  > infrastruktur yang akan terus ia lanjutkan. Selain itu Jokowi juga
>  > menjanjikan akan fokus dalam pembangunan sumber daya manusia di
>  > periode ini. Berikut poin-poin pidato Visi Indonesia Jokowi: 1.
>  > Pembangunan dan Penyambungan Infrastruktur Jokowi mengatakan akan
>  > meneruskan membangun infrastruktur. Menurut Jokowi,
>  > infrastruktur-infrastruktur besar seperti jalan tol, kereta api,
>  > pelabuhan, dan bandara, akan dihubungkan dengan pusat-pusat
>  > perekonomian, seperti pusat produksi masyarakat, kawasan ekonomi
>  > khusus, industri kecil, dan pariwisata. Dia juga berjanji bakal
>  > memastikan infrastuktur-infrastruktur besar dengan persawahan,
>  > perkebunan, dan tambak-tambak perikanan. Mantan Wali Kota Solo ini
>  > memastikan bahwa dalam lima tahun ke depan program pembangunan
>  > infrastruktur masih akan terus berlanjut. Ke depan, pembangunan
>  > bakal dipercepat untuk menyambungkan masing-masing infrastrukur
>  > yang telah dibangun agar terkoneksi. "Ke depan akan kita lanjutkan
>  > dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut
>  > seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan dan bandara," tuturnya.
>  > 2. Fokus ke Pembangunan SDM Jokowi mengatakan pembangunan sumber
>  > daya manusia akan menjadi fokus. Caranya, kata Jokowi, ialah
>  > dengan menjamin kesehatan ibu hamil, bayi, balita, dan anak
>  > sekolah. Dia juga berjanji bakal meningkatkan kualitas pendidikan
>  > dan vokasional. Selain itu, Jokowi mengatakan akan membentuk
>  > manajemen talenta nasional. Dia berujar, hal ini demi menyiapkan
>  > sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi diaspora dan
>  > persaingan global. "Pemerintah akan mengidentifikasi,
>  > memfasilitasi, dan memberikan dukungan bagi pengembangan talenta
>  > Indonesia," kata Jokowi. 3. Membuka Keran Investasi Seluas-luansya
>  > Selanjutnya Jokowi mengatakan akan membuka keran investasi
>  > seluas-luasnya. Dia mengklaim investasi menjadi salah satu kunci
>  > membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya. Jokowi meminta tak ada
>  > lagi yang alergi terhadap investasi. "Yang menghambat investasi,
>  > semua harus dipangkas. Baik itu perizinan yang lambat,
>  > berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya. Hati-hati ke depan, ke
>  > depan saya pastikan akan saya kejar. Akan saya kejar, akan saya
>  > kontrol, akan saya cek, akan saya hajar kalau diperlukan," kata
>  > Jokowi. 4. Reformasi Birokrasi Untuk periode keduanya Jokowi
>  > mengatakan memiliki visi melakukan reformasi birokrasi. Ia
>  > mengancam bakal mencopot pejabat yang terlibat dan terbukti
>  > melakukan pungutan liar atau pungli. Ia pun menyebut bakal
>  > membubarkan lembaga-lembaga yang tak efisien dan bermasalah.
>  > Jokowi mengatakan, di periode kedua nanti dia bakal memastikan
>  > birokrasi efektif dan efisien. Dia ingin nantinya lembaga-lembaga
>  > menjadi lebih sederhana, simpel, dan lincah. Jokowi pun
>  > mewanti-wanti agar pola pikir para birokrat diubah dalam rangka
>  > reformasi struktural ini. Menurut Jokowi, kunci dari reformasi
>  > birokrasi ialah kecepatan pelayanan dan perizinan. Jokowi berujar
>  > bakal mengecek dan mengontrol sendiri jalannya birokrasi di bawah
>  > pemerintahannya. "Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan
>  > bermasalah, akan saya bubarkan," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta
>  > tersebut. 5. APBN Tepat Sasaran ADVERTISEMENT Selanjutnya Jokowi
>  > mengatakan bakal menjamin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
>  > (APBN) yang digunakan fokus dan tepat sasaran. "Karena setiap
>  > rupiah yang keluar semua harus dipastikan memiliki manfaat
>  > ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucapnya. 6. Oposisi
>  > Mulia Tanpa Dendam Selain visi pemerintahan, ia juga sedikit
>  > mengulas soal visi politiknya. Menurut Jokowi menjadi oposisi juga
>  > hal mulia dalam demokrasi. "Dalam demokrasi, mendukung mati-matian
>  > seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi
>  > itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan,"
>  > kata Jokowi dalam pidatonya. Namun Jokowi meminta agar pilihan
>  > oposisi itu tak menimbulkan dendam dan kebencian. Dia meminta agar
>  > pilihan itu tak disertai dendam, kebencian, cacian, hinaan, dan
>  > makian. Jokowi beralasan, Indonesia adalah negara yang memiliki
>  > norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur. Baca:
>  > Jokowi: Oposisi Itu Sangat Mulia, Asal Jangan Menimbulkan Dendam
>  > "Saya yakin, kita semua berkomitmen meletakkan demokrasi yang
>  > berkeadaban, yang menjunjung tinggi kepribadian Indonesia, yang
>  > menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia
>  > menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur," ujarnya. FIKRI ARIGI |
>  > BUDIARTI UTAMI PUTRI | DIAS PRASONGKO | | 不含病毒。www.avg.com |
>  > 
>  >   
> 

Kirim email ke