Ooouh, ternyata bung tidak menangkap masalah yang saya ajukan, ...
padahal saya tidak menyebut nama siapa SALAH mengangkat hakekat masalah.
Sedang bung melompat seolah-olah saya menyatakan RR yang SALAH
mengangkat hakekat masalah, ... entah darimana timbulnya prasangka ini!
*"**Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan jika peranan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu dominan dalam perekonomian,
justru menghambat masuknya investasi asing."*
Ditulisan lain saya dapatkan pendapat Rizal Ramli yg lebih jelas
mengajukan: *"Jangan hambat BUMN sekedar buat bikin senang asing,"
tulisnya yang dikutip Suara.com, Jumat (2/8/2019).*
*Ia menyarankan pemerintah supaya membenahi manajemen BUMN. Menurutnya
dengan melakukan hal tersebut bisa memaksimalkan kinerja BUMN.*
*"Inefisiensi dan managemen BUMN yang jadi masalah, itu yang harus
dibenahi. Ekonomi konstitusi memang anjurkan BUMN yang efisien,"*
tuturnya.
https://www.suara.com/bisnis/2019/08/02/104005/rizal-ramli-sindir-sri-mulyani-soal-bumn-banyak-pegang-proyek-infrastruktur
Sedang tulisan dibawah "BUMN CHINA" lebih menekankan *mental pejabat
BUMN! *Untuk lebih lanjut memperbaiki efisiensi dan manajemen BUMN itu, ...*
*
ajeg 於 7/8/2019 20:05 寫道:
Karena topik BUMN China ini Anda teruskan ke saya (apa maksudnya untuk
menyambung topik "hakikat BUMN
<https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/250573>"?)
ya baiklah saya coba tanggapi sbb:
Jelas kelihatan dalam ulasan bahwa kata kunci dari BUMN di Cina itu
adalah 'efisiensi dan manajemen'. Nah, kata kunci inilah yang disebut
Rizal Ramli waktu menyentil kengawuran Sri Mulyani.
Lalu, apa masalahnya?
Di mana salah RR sampai Anda melihatnya sebagai
"KESALAHAN mengangkat hakekat masalah!" ?
-- SADAR@... wrote:
Sungguh ulasan BUMN yang sangat mencerahkan, bung Ilmi. Terimakasih, ...!
Bisa mengungkap masalah BUMN yang terjadi di Tiongkok sampai begitu
detail, dengan contoh konkrit Dai Xianglong yang merambah naik jadi
elite terbaik di Tiongkok. Dan sekaligus menjelaskan masalah utama ada
pada MENTAL manusia yang menjalankan! Sekalipun harus diiringi dengan
rangsang PEMASUKAN pribadi dari HASIL KERJAnya itu! Jangan semua
disama-ratakan! Siapa bisa membawakan keberhasilan lebih baik tentu
harus mendapatkan imbalan yang sebanding! Kalau disamaratrakan, kerja
keras dan kemalasan tidak ada bedanya, hanya yang BODOH saja bisa
terus bekerja keras, ... apalagi diketahui hasil kerja kerasnya lebih
banyak masuk kantong sementara pejabat!
Tapi, ada pertanyaan saya dengan pernyataan:*"**Semua elite partai
komunis tidak boleh lagi duduk sebagai direksi atau komisari BUMN.
Semua harus orang profesional."* Tentu di Tiongkok akan kesulitan
menemukan seorang profesional yang bukan anggota PKT! Bukankah
kenyataan diantara anggota PKT juga tidak sedikit PROFESIONAL! Kenapa
harus memisahkan antara anggota PKT dengan profesional! Bukankah
tuntutan menjadi anggota PKT adalah elemen termaju dalam masyarakat,
... Jadi, logikanya justru orang-orang PROFESIONAL yang heibat-heibat
itulah anggota PKT! Lalu, kalau semua anggota PKT TIDAK BOLEH duduk
didireksi BUMN, yang menjadi direksi BUMN hanya orang-orang
profesional kurang heibat, ...
Salam,
ChanCT
Al Faqir Ilmi 於 6/8/2019 22:32 寫道:
BUMN CHINA.
Pada tahun 2015 pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap
BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya
bukan hanya pengurangan jumlah BUMN tetapi juga penutupan unit
business di bawah BUMN yang tingkat PSO dibawah 50%. Yang tingkat PSO
diatas 50%, modalnya di tingkatkan. Usaha jasa seperti hotel dan
catering di lepas ke swasta.
Mungkin karena china adalah negara komunis dimana orientasi poltik
negara adalah rakyat maka mereka membayar orang berdasarkan index
PSO. BUMN hanya focus kepada business yang rumit, hulu dan
membutuhkan tekhnologi dan modal besar saja. Selebihnya diserahkan
kepada swasta. Bukan itu saja, BUMN china juga melakukan restruktur
neraca lewat revaluasi asset dan penyertaan modal negara, agar
semakin sehat untuk melakukan ekpansi bisnis dan mengkases pasar uang
dan modal. Karenanya, BUMN china tidak sungkan menarik ekpatriat
asing dibidang bisnis dan f inancial engineering.
Di China standard gaji pegawai BUMN didasarkan kepada index PSO
(Public Service Obligation). Semakin tinggi inidex nya semakin tinggi
gaji pegawai tersebut. Contoh Kepala Stasiun Kereta Louho di Shenzhen
gajinya lebih tinggi dibandingkan Walikota Shenzhen. Mengapa ?
Karena tanggung jawab sosial yang berhubungan dengan publik lebih
berat dibandingkan dengan walikota. Gaji pegawai Agriculture Bank OF
China. lebih tinggi dibandingkan dengan Bank central China.Mengapa ?
karena Agriculture Bank OF China lebih besar index PSO nya
dibandingkan People Banks Of China. yang hanya melaksanakan UU dan
kebijakan pemerintah. Agriculture of bank china harus mengelola
ratusan juta petani dan nelayan, dan sebagian besar lemah namun
menjadi tanggung jawab negara harus dibina.
Dai Xianglong, Gubernur People Banks Of China, memilih bersaing jadi
walikota Tianjin. Gajinya lebih tinggi sebagai walikota dibandi ngkan
gubernur People Banks Of China ( bank central ). Kemudian usai
jabatan walikota Tianjin dia menjadi Ketua dana pensiun nasional (
TASPEN ), yang index PSO nya lebih tinggi dibandingkan walikota. Kini
dia masuk lingkaran elite terbaik China.
Apa hasilnya ? Tahun 2017 Laba total BUMN China naik 15,2 % menjadi
1,4 Triliun Yuan ( USD 217,5 miliar ) atas lebih besar dari APBN
kita. Laba ini tertinggi selama lima tahun belakangan ini. Pendapatan
operasional pun naik 13,3 persen menjadi 26,4 triliun yuan. Total
aset mencapai 54,5 triliun atau meningkat 7,9 persen dibandingkan
2016. Ini prestasi yang luar biasa. Untuk mencapai itu, pemerintah
harus menutup anak perusahaan "zombie" yang merugi dan kelebihan
kapasitas di bidang-bidang seperti baja dan batu bara. Rencana tahun
ini ada 1.200 perusahaan zombie akan di masukan ke peti mati. Closed
file. Tentu merumahkan jutaan tenaga kerja. *Semua elite partai
komunis tidak boleh lagi duduk sebagai direksi atau komisari BUMN.
Semua harus orang profesional. *Dan memungkinkan ada direktur
independent.
Pejabat CHina mengatakan kepada saya bahwa bukan pasar atau bisnis
yang salah, tetapi *mental pejabat BUMN yang harus diubah*. Hanya
karena kebijakan keras, kami bisa membuktikan BUMN dapat tumbuh
ditengah krisis global. Padahal dulu petumbuhan ekonomi kami dua
digit tetapi laba tidak sebesar sekarang dalam pertumbuhan satu
digit. Artinya betapa korupsi dimasa lalu sangat besar. Semua
terbukti sudah. Karenanya kedepan, kebijakan apapun harus rasional.
Memang akibat kebijakan keras tersebut, banyak direktur BUMN yang
masuk penjara dan kena hukuman mati, ada juga yang bunuh diri sebelum
di hukum mati. Dampaknya sangat drastis. Kepercayaan kepada BUMN
china meningkat di hadapan publik. Selama dua tahun dana swasta
masuk ke BUMN China di bidang listrik, minyak, gas, shipping dan
telekomunikasi mencapai 90 miliar Yuan.
Target kedepan BUMN China akan bermetamorfosis menjadi Badan Usaha
campuran dalam hal kepemilikan. Artinya rakyat China boleh memiliki
saham BUMN. Kemungkinan bila regulasi ini dibuka maka saham terbesar
akan dikuasai oleh gerakan Koperasi. Tanpa disadari karena waktu,
proses berlanjut, rakyat yang selama ini diam namun terus bekerja,
akhirnya karena sunnatullah kekayaan itu dikembalikan kepada mereka.
Karena sesungguhnya pemilik China adalah rakyat CHina. Tetapi
kepemilikan itu tidak didapat dengan hadiah atau gratis. Kepemilikan
itu diperjuangkan dengan semangat kerja keras dan hidup hemat , gemar
menabung. Sehingga qualified bermitra dengan negara untuk kemakmuran
mereka sendiri.
Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone
<https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com