Bahwa kesehatan mental merupakan hal mendasar bagi setiap orang, tentu
saja tidak salah! Masalahnya, bagi pejabat-pejabat tinggi termasuk di
BUMN itu nampak jelas dibutuhkan tuntutan kesehatan mental yang lebih
tinggi, ... kalau tidak mudah tergelincir dan jatuh dalam kubang korupsi!
Apakah melepaskan saham BUMN kepublik itu merupakan jalan terbaik? Saya
juga tidak jelas dan kurang mengerti. Saya perhatikan, di Tiongkok juga
tidak dijalankan besar-besaran, ... spt masih dalam pengamatan atau
percobaan saja? Entah bagaimana yg dijalankan SBY? Di Tiongkok saya
ketahui saat Bo Xilai jadi gubernur di ChongChing, melepaskan saham BUMN
pada seluruh karyawannya, bukan dilepas kepasar saham! Tentu disambut
hangat oleh warga, khususnya karyawan BUMN itu yg diuntungkan jadi
pemilik saham BUMN! Itulah sebab, saat Bo Xilai dijatuhkan akibat
korupsi, ... justru banyak pendukung yg membela, membuat warga Chong
Ching makmur! Tapi, kenyataan dari melepas saham BUMN itu hanya pada
karyawan BUMN tsb. SANGAT tidak adil! BUMN itu milik-NEGARA yg notabene
milik seluruh rakyat, bukan hanya karyawan BUMN tsb! Berdasarkan apa
besaran saham BUMN itu dibagi-bagikan pada karyawan BUMN tsb saja?Tentu
yg paling diuntungkan dan dapatkan nilai saham terbesar CEO BUMN itu!
Mengapa harus begitu, ...
Tapi, adalah juga kenyataan lain, dengan dibagikan saham BUMN pada
seluruh karyawan, ... BETUL-BETUL meningkatkan semangat, gairah dan
efisiensi kerja seluruh karyawan dan buruh! Kenyataan konkrit, hak-milik
perseorangan justru merupakan pendorong kuat meningkatkan produksi dan
mendorong maju ekonomi nasional. BELUM tiba saatnya hak milik
perseorangan itu dibasmi! Sebaliknya justru dengan mengangkat setiap
BURUH, TANI menjadi pemilik saham, ... menjadi kapitalis-kapitalis
merupakan satu langkah MAJU meratakan kemakmuran, memperkecil
kesenjangan sosial! BUKAN meratakan KEMISKINAN, ... seperti yg terjadi
dinegara-negara yang menamakan diri negara sosialis itu.
Tersingkirnya RR dari kabinet Jokowi, mungkin bisa dikatakan akibat
kekuatan oligarki disekitar Jokowi masih lebih kuat saja! Yang dinamakan
barisan kekuatan RAKYAT lah yang harus berobat, biar tumbuh lebih sehat
dan KUAT! PERKUAT lah kekuatan diri sendiri, jangan salahkan kekuatan
lawan lebih kuat, ...
ajeg 於 8/8/2019 23:42 寫道:
Seperti saya bilang, kesehatan mental merupakan hal mendasar bagi
setiap orang, tanpa mental yang sehat kehidupan sulit berkembang.
Karena itu UUD1945 mengamanatkan kepada pemerintah untuk
mengorkestrasi berbagai penunjang kehidupan, yang merupakan hak asasi
setiap orang seperti
sandang-pangan-papan-kesehatan-pendidikan-pekerjaan dst., sebagai
landasan terbentuknya masyarakat adil-makmur. Kalau dalam ulasan
disebut target BUMN Cina ke depan adalah memberi kesempatan kepada
masyarakatnya untuk memiliki saham BUMN, di Indonesia hal ini sudah
berlangsung sejak jaman SBY hingga sekarang.
Persoalannya, apa sebenarnya maksud Beye dan Jokowi terburu-buru
melepas saham BUMN selagi pemulihan ekonomi ke kondisi pra-krismon
belum tercapai. Sebaliknya, harga kebutuhan dan biaya hidup semakin
tidak terkendali. Walhasil kesan yang muncul ini hanya sekedar
pencitraan, seolah kuangan masyarakat baik-baik saja dan malah ada
kelebihan untuk beli saham. Padahal, di sisi lain, pemerintah terus
"melatih" BUMN menjadi sapi perah... Hasilnya, sukses besar! Dalam 5
tahun terakhir saja BUMN raksasa seperti Pertamina. Garuda, Pelni, KS
dll. teteknya semakin peot. Bahkan BUMN=BUMN kurus pun daging
tetelannya sukses jadi bancakan. Nah, siapa yang rusak mentalnya?
Wajiblah hukumnya untuk terbahak-bahak kalau kerja-kerja-kerja
penggembosan BUMN ini dijadikan bukti Revolusi Mental!
Rapopo.
RR yang kata Anda berani nyentil pejabat itu, toh dipecat juga sama
Jokowi.
Jadi, siapa sebenarnya yang harus berobat?
eheh..
--- SADAR@... wrote:
Tentu saya TIDAK LUPA! Dan oleh karenanya perlu ada orang-orang macam
RR yang beraqni bicara nyentil menteri-menteri dan pejabat2 yg
melempem bahkan merugikan NEGARA! Bisa tidak, berhasil tidak merubah
atau sedikit saja ada perbaikan TETAP SUARA KEBENARAN itu harus
diteriakkan! Setidaknya bisa merupakan pembelajaran bagi masyarakat
luas, ... membangkitkan KESADARAN rakyat luas bangkit dan berani tegak
berdiri berteriak menuding menter2, pejabat2 yg gak benar itu! Jangan
teruuus diam2 apalagi tak peduli, ... SEGALA PERBAIKAN tidak jatuh
dari langit! Harus diperjuangkan dan adalah HASIL PERJUANGAN RAKYAT
sendiri!
Tambahan pengalaman bung LinHH yg mantan karyawan BUMN, juga
menunjukkan mental pejabat yang bobrok membuat kerja tidak efisien,
manajemen amburadul! Bagaimana BUMN itu bisa maju, beruntung dan
mendorong maju ekonomi nasional kalau tidak jalankan reformasi mental!
Tentu, untuk itu juga harus dibuat ketentuan-ketentuan rasa
tanggungjawab bagi pejabat2 yg dibayar besar itu, ... seperti yg
terjadi kasus padam-listrik Jkt-Bdg kemarin ini, diganjar kompensasi
ganti rugi sekian ratus milyar, yaa timpakan saja sanksi itu pd
pejabat-pejabat PLN yg paling bertanggungjawab atas padam-listrik itu!
BUKAN hanya harus turun jabatan, tapi juga ikut menanggung bayar
kerugian PLN itu!
ajeg 於 7/8/2019 23:41 寫道:
Jangan lupa, Sri Mulyani itu menteri keuangan. Pembantu presiden.
Orang pemerintah. Bagaimana bisa Anda berharap pemerintah mengeluarkan
kebijakan yang memajukan ekonomi nasional wong menteri ekonominya
ngawur dan salah gitu, tidak peduli soal efisiensi dan manajemen
seperti sentilan RR.
--- SADAR@... wrote:
Disini jelas kesalahan Sri Mulyani yang pertentangkan BUMN dengan
perusahaan Swasta, khususnya modal asing! Yang disentil RR menyalahkan
BUMN untuk undang masuk modal asing itu. Yang menurut saya tidak perlu
dipertentangkan, tapi pemerintah bisa mengeluarkan kebijkan untuk
mencapai keseimbangan sesuai kepentingan kemajuan ekonomi nasional saja.
ajeg 於 7/8/2019 23:02 寫道:
Jadi, sebenarnya apa yang Anda maksud dengan"KESALAHAN mengangkat
hakekat masalah!" waktu Rizal Ramli menyentil kengawuran Sri Mulyani?
(arsip #250482
<https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/250482>).
Soal kesehatan mental mah itu hal mendasar bagi setiap orang, bukan
hanya pejabat.
--- SADAR@... wrote:
Ooouh, ternyata bung tidak menangkap masalah yang saya ajukan, ...
padahal saya tidak menyebut nama siapa SALAH mengangkat hakekat
masalah. Sedang bung melompat seolah-olah saya menyatakan RR yang
SALAH mengangkat hakekat masalah, ... entah darimana timbulnya
prasangka ini!
*"**Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan jika peranan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu dominan dalam perekonomian,
justru menghambat masuknya investasi asing."*
Ditulisan lain saya dapatkan pendapat Rizal Ramli yg lebih jelas
mengajukan: *"Jangan hambat BUMN sekedar buat bikin senang asing,"
tulisnya yang dikutip Suara.com, Jumat (2/8/2019).*
*Ia menyarankan pemerintah supaya membenahi manajemen BUMN. Menurutnya
dengan melakukan hal tersebut bisa memaksimalkan kinerja BUMN.*
*"Inefisiensi dan managemen BUMN yang jadi masalah, itu yang harus
dibenahi. Ekonomi konstitusi memang anjurkan BUMN yang efisien,"*
tuturnya.
https://www.suara.com/bisnis/2019/08/02/104005/rizal-ramli-sindir-sri-mulyani-soal-bumn-banyak-pegang-proyek-infrastruktur
Sedang tulisan dibawah "BUMN CHINA" lebih menekankan *mental pejabat
BUMN! *Untuk lebih lanjut memperbaiki efisiensi dan manajemen BUMN
itu, ...
ajeg 於 7/8/2019 20:05 寫道:
Karena topik BUMN China ini Anda teruskan ke saya (apa maksudnya untuk
menyambung topik "hakikat BUMN
<https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/250573>"?)
ya baiklah saya coba tanggapi sbb:
Jelas kelihatan dalam ulasan bahwa kata kunci dari BUMN di Cina itu
adalah 'efisiensi dan manajemen'. Nah, kata kunci inilah yang disebut
Rizal Ramli waktu menyentil kengawuran Sri Mulyani.
Lalu, apa masalahnya?
Di mana salah RR sampai Anda melihatnya sebagai
"KESALAHAN mengangkat hakekat masalah!" ?
--- SADAR@... wrote:
Sungguh ulasan BUMN yang sangat mencerahkan, bung Ilmi. Terimakasih, ...!
Bisa mengungkap masalah BUMN yang terjadi di Tiongkok sampai begitu
detail, dengan contoh konkrit Dai Xianglong yang merambah naik jadi
elite terbaik di Tiongkok. Dan sekaligus menjelaskan masalah utama ada
pada MENTAL manusia yang menjalankan! Sekalipun harus diiringi dengan
rangsang PEMASUKAN pribadi dari HASIL KERJAnya itu! Jangan semua
disama-ratakan! Siapa bisa membawakan keberhasilan lebih baik tentu
harus mendapatkan imbalan yang sebanding! Kalau disamaratrakan, kerja
keras dan kemalasan tidak ada bedanya, hanya yang BODOH saja bisa
terus bekerja keras, ... apalagi diketahui hasil kerja kerasnya lebih
banyak masuk kantong sementara pejabat!
Tapi, ada pertanyaan saya dengan pernyataan:*"**Semua elite partai
komunis tidak boleh lagi duduk sebagai direksi atau komisari BUMN.
Semua harus orang profesional."* Tentu di Tiongkok akan kesulitan
menemukan seorang profesional yang bukan anggota PKT! Bukankah
kenyataan diantara anggota PKT juga tidak sedikit PROFESIONAL! Kenapa
harus memisahkan antara anggota PKT dengan profesional! Bukankah
tuntutan menjadi anggota PKT adalah elemen termaju dalam masyarakat,
... Jadi, logikanya justru orang-orang PROFESIONAL yang heibat-heibat
itulah anggota PKT! Lalu, kalau semua anggota PKT TIDAK BOLEH duduk
didireksi BUMN, yang menjadi direksi BUMN hanya orang-orang
profesional kurang heibat, ...
Salam,
ChanCT
Al Faqir Ilmi 於 6/8/2019 22:32 寫道:
BUMN CHINA.
Pada tahun 2015 pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap
BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya
bukan hanya pengurangan jumlah BUMN tetapi juga penutupan unit
business di bawah BUMN yang tingkat PSO dibawah 50%. Yang tingkat PSO
diatas 50%, modalnya di tingkatkan. Usaha jasa seperti hotel dan
catering di lepas ke swasta.
Mungkin karena china adalah negara komunis dimana orientasi poltik
negara adalah rakyat maka mereka membayar orang berdasarkan index PSO.
BUMN hanya focus kepada business yang rumit, hulu dan membutuhkan
tekhnologi dan modal besar saja. Selebihnya diserahkan kepada swasta.
Bukan itu saja, BUMN china juga melakukan restruktur neraca lewat
revaluasi asset dan penyertaan modal negara, agar semakin sehat untuk
melakukan ekpansi bisnis dan mengkases pasar uang dan modal.
Karenanya, BUMN china tidak sungkan menarik ekpatriat asing dibidang
bisnis dan f inancial engineering.
Di China standard gaji pegawai BUMN didasarkan kepada index PSO
(Public Service Obligation). Semakin tinggi inidex nya semakin tinggi
gaji pegawai tersebut. Contoh Kepala Stasiun Kereta Louho di Shenzhen
gajinya lebih tinggi dibandingkan Walikota Shenzhen. Mengapa ? Karena
tanggung jawab sosial yang berhubungan dengan publik lebih berat
dibandingkan dengan walikota. Gaji pegawai Agriculture Bank OF China.
lebih tinggi dibandingkan dengan Bank central China.Mengapa ? karena
Agriculture Bank OF China lebih besar index PSO nya dibandingkan
People Banks Of China. yang hanya melaksanakan UU dan kebijakan
pemerintah. Agriculture of bank china harus mengelola ratusan juta
petani dan nelayan, dan sebagian besar lemah namun menjadi tanggung
jawab negara harus dibina.
Dai Xianglong, Gubernur People Banks Of China, memilih bersaing jadi
walikota Tianjin. Gajinya lebih tinggi sebagai walikota dibandi ngkan
gubernur People Banks Of China ( bank central ). Kemudian usai
jabatan walikota Tianjin dia menjadi Ketua dana pensiun nasional (
TASPEN ), yang index PSO nya lebih tinggi dibandingkan walikota. Kini
dia masuk lingkaran elite terbaik China.
Apa hasilnya ? Tahun 2017 Laba total BUMN China naik 15,2 % menjadi
1,4 Triliun Yuan ( USD 217,5 miliar ) atas lebih besar dari APBN kita.
Laba ini tertinggi selama lima tahun belakangan ini. Pendapatan
operasional pun naik 13,3 persen menjadi 26,4 triliun yuan. Total aset
mencapai 54,5 triliun atau meningkat 7,9 persen dibandingkan 2016.
Ini prestasi yang luar biasa. Untuk mencapai itu, pemerintah harus
menutup anak perusahaan "zombie" yang merugi dan kelebihan kapasitas
di bidang-bidang seperti baja dan batu bara. Rencana tahun ini ada
1.200 perusahaan zombie akan di masukan ke peti mati. Closed file.
Tentu merumahkan jutaan tenaga kerja. *Semua elite partai komunis
tidak boleh lagi duduk sebagai direksi atau komisari BUMN. Semua harus
orang profesional. *Dan memungkinkan ada direktur independent.
Pejabat CHina mengatakan kepada saya bahwa bukan pasar atau bisnis
yang salah, tetapi *mental pejabat BUMN yang harus diubah*. Hanya
karena kebijakan keras, kami bisa membuktikan BUMN dapat tumbuh
ditengah krisis global. Padahal dulu petumbuhan ekonomi kami dua
digit tetapi laba tidak sebesar sekarang dalam pertumbuhan satu digit.
Artinya betapa korupsi dimasa lalu sangat besar. Semua terbukti sudah.
Karenanya kedepan, kebijakan apapun harus rasional. Memang akibat
kebijakan keras tersebut, banyak direktur BUMN yang masuk penjara dan
kena hukuman mati, ada juga yang bunuh diri sebelum di hukum mati.
Dampaknya sangat drastis. Kepercayaan kepada BUMN china meningkat di
hadapan publik. Selama dua tahun dana swasta masuk ke BUMN China di
bidang listrik, minyak, gas, shipping dan telekomunikasi mencapai 90
miliar Yuan.
Target kedepan BUMN China akan bermetamorfosis menjadi Badan Usaha
campuran dalam hal kepemilikan. Artinya rakyat China boleh memiliki
saham BUMN. Kemungkinan bila regulasi ini dibuka maka saham terbesar
akan dikuasai oleh gerakan Koperasi. Tanpa disadari karena waktu,
proses berlanjut, rakyat yang selama ini diam namun terus bekerja,
akhirnya karena sunnatullah kekayaan itu dikembalikan kepada mereka.
Karena sesungguhnya pemilik China adalah rakyat CHina. Tetapi
kepemilikan itu tidak didapat dengan hadiah atau gratis. Kepemilikan
itu diperjuangkan dengan semangat kerja keras dan hidup hemat , gemar
menabung. Sehingga qualified bermitra dengan negara untuk kemakmuran
mereka sendiri.
Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone
<https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com