Aduuhhh minta ampun oon nya (sorry bung chan krn ini bener2 sudah keterlaluan).
Pertama Abraham maslow gak pernah menelorkan Maslow triangle. Yg ada dimana2 adalah: maslow theory of motivation, maslow’s hierarchy of needs. Triangle hanyalah gambar yg dipakai. Mau pakai bujur sangkar, persegi panjang, kotak2, oval dll gak masalah. Yg enggak2 ente ini ngikut2 orang2 kutip2 baca2 dari internet lalu petentang petenteng dimilis ini. Kedua aduuhhhh omongan mark Zuckerberg yg gak ada relevansi nya mau dijadikan argument. Dimana argumennya bahwa 17.7 juta/orang di papua dapat bikin orang papua sukses sbg entrepreneur? Dimanaaaaaa? Orang amerika itu gak ada yg mati kelaparan, buta aksara krn gak ada duit utk pergi kesekolah atau gak dapat pelayanan kesehatan krn gak ada duit utk bayar biaya kesehatan. GAK ADA!!!! Ente ngerti ndak ini?! Wong katanya warga negara amerika koq yg kayak gini aja gak tahu! Atau pura2 gak ngerti hanya krn mau berargumen tapi yg mboten2. OON enggak?! Kalau ini bukan OON ya memang keterlaluan!!!! Ide RR 17.7 juta rupiah utk dimakan, sekolah dan kesehatan diplintir ENTE yg OON sbg modal utk sukses jadi pengusaha!!! Keterlaluan!!! Ente bukan mendukung ide RR, ente mendegradasi ide RR yg mengkontraskan uang itu lebih baik dikasih ke orang papua langsung dibandingkan dgn kasih lewat birokrasi korup. Mengerti?!!!! Di thread yg lain ente lebih2 mendegradasi RR dng ente menulis begini: “Kelihatannya RR terinspirasi dari kampanye Andrew Yang yang seringkali menggunakan contoh oil check dari Alaska.” Koq bisa2nya RR dibilang terinspirasi sama Yang? OON enggak? Masalah oil check Alaska itu sdh dari dulu. Yang baru2 ini saja mengangkat issue ini dalam kampanye nya. Emangnya ente sudah ngomong sama RR bahwa dia mengaku ngikut2 Yang? Kalau belum jangan asbun dimilis ini ya!!!! Jangan sesumbar apa2 orang Indonesia mesti ikut orang amerika ya!!!! Jangan krn ente yg gila Yang lalu dibawa2 ke RR atau Indonesia ya. Itu urusan negara ente, gak usah urus negara kami!!! Apalagi sudah jelas2 ente menulis: tidak pusing dgn negara kami!!! Jangan tanya kapan tulis ini yah!!!! Ane telanjangi terus loh!!! Dasar niat gak baek selalu mau menghina negara lain, sombong, congkak sampai2 CIA maen di hongkong saja masih dibela2!!!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Monday, August 26, 2019 1:06 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup Mark Zuckerberg Harvard commencement address 2017: “If I had to support my family growing up instead of having time to code, if I didn’t know I’d be fine if Facebook didn’t work out, I wouldn’t be standing here today,” said Zuckerberg. “The greatest successes come from having the freedom to fail,” he said. Rp 17.7 juta setahun atau hampir Rp 1.5 juta sebulan akan berfungsi sebagai floor, memenuhi kebutuhan dasar dalam Maslow Triangle bahkan lebih lagi. Orang akan berani berinovasi dan berupaya melakukan usaha sesuai idenya tanpa takut jatuh/gagal. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Hehehe pengin ketawa ane baca opini ente yg enggak2 ini: orang papua entrepreneur dgn modal Rp.17.7/orang akan bisa bisa berusaha dan pake’ “berkembang sangat pesat” lagi. Hehehehe kelihatan sekali orang ini gak ngerti bisnis. Gimana menghubungkan jalannya suatu usaha dgn modal?!!! Yg enggak2 aja!!! Banyak orang yg bermodalkan ide saja dgn modal dengkul bisa jadi hebat spt mark Zuckerberg dll. Banyak orang kaya yg punya modal kebingungan sama anaknya yg gak tahu gimana menggunakan modal yg dikasih sama orang tuanya. Eh ditambah lagi disebut orang papua “ pada dasarnya bersifat entrepreneur”….ini klaim dari mana? Ente ini sakit gigi ya hehehehehe jadi ngomong kayak orang kumur2 krn gusinya berdarah☹ Koq bisa2nya orang papua yg punya gaharu yg bernilai tinggi malah ditukar sama dgn hubungan sex sama pelacur yg datang dari makasar. Ini kata orang yg pernah riset AIDS di papua loh dan sudah belasan s/d 20 tahun yl. Kalau ini bener ya pelacur dari makasar ini jauh lebih sbg entrepreneur drpd orang papua donk! Asal bunyi aja!!! Lebih parah lagi jelas2 ente gak ngerti kritikan nya RR thd apparat yg korup. RR sama sekali gak pernah ngomong duit Rp. 17.7/orang itu buat berusaha. RR bilang duit itu bisa dipakai utk makanan, kesehatan, pendidikan. Ini dari artikel ini loh. Emangnya ente mendengar langsung dari RR bahwa duit Rp.17.7 juta/orang itu buat berusaha bikin perusahaan? Hehehehehehe!!! Bener2 makhluk hidup satu ini!!! Kayak paling pinter eh jebulnya memutar balikkan fakta. Sepandai CIA yg selalu mangkir kalau sudah ngobok2 negara orang lain!!! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] < <mailto:[email protected]> [email protected]> Sent: Monday, August 26, 2019 11:05 AM To: ChanCT SADAR@... [GELORA45] < <mailto:[email protected]> [email protected]>; Lusi D. < <mailto:lusi_d@...> lusi_d@...>; Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup Saya kira proposal RR sangat bagus sekali, 62 triliun dibagikan pada 3.5 juta rakyat Papua secara langsung akan memberantas kemiskinan, masyarakat Papua yang pada dasarnya bersifat entrepreneur akan mempunyai modal cukup dan berkembang sangat pesat. On Monday, August 26, 2019, 06:46:09 AM PDT, Lusi D. < <mailto:lusi_d@...> lusi_d@...> wrote: Yang bung maksudkan itu semua kan baru bisa dilaksanakan kalau ada kapital. Nah kalau uang Alokasi Dana Otsus Papua itu yang mestinya mereka terima kemudian dipotong-potong pula oleh kaum birokrat penguasa di pihak penyaluran bantuan atau tidak sampai diterima samasekali seperti selama ini bagaimana? Yang diusulkan RR itu tindakan pertama untuk memotong tindakan pengkorupsian uang yang mestinya diterima oleh yang berhak sebagai cara memutus tindakan korup thd aliran uang Alokasi Dana Otsus Papua dan sekaligus menghidupkan daya beli rakyat untuk melancarkan dan memutar volume akumulasi perdagangan. Am Mon, 26 Aug 2019 20:07:31 +0800 schrieb "ChanCT <mailto:SADAR@...> SADAR@... [GELORA45]" < <mailto:[email protected]> [email protected]>: pembudaya dari atas sampai bawah, dari > pemerintah pusat dan pemerintah daerah, ... Namun usul RR, dana > alokasi Otonomi Khusus (Otsus) yang 62 Triliun untuk Papua itu > dibagikan pada 3,5juta warga Papua, juga tidak realistis! Hanya akan > HABIS digunakan untuk makan saja, ... dan TIDAK jadi apa2 yang bisa > mensejahterakan warga Papua. > > Kenapa tidak berusaha mendorong pejabat Pem. daerah Papua untuk > menemukan cara membangun daerah masing-masing sesuai dengan kondisi > alam dan kesadaran warga setempat? Dorong mereka supaya keluarkan > rencana pembangunan, mau bikin apa didaerahnya untuk berusaha, entah > nanam apa, pelihara ternak apa, ... dan perkirakan butuh bantuan apa > dari Pem. Pusat! Untuk itu Pem. Pusat juga harus siap membantu daerah > bukan hanya kucurkan dana, tapi juga teknologi untuk berkarya, ... > membangkitkan inisiatif dan kemampuan setiap daerah memperbaiki NASIB > nya, meningkatkan kesejahteraan warga setempat! > > > > 'Lusi D.' <mailto:lusi_d@...> lusi_d@... [GELORA45] 於 26/8/2019 17:24 寫道: > > > > Nah bagaimana dng usul kongkrit Rizal Ramli berikut ini? > > > > 1. Kalau Kita Lewat Birokrasi, Birokrasi Kita Ini Korup Kok > > > > Agar terserap oleh Rakyat, Rizal Ramli Sarankan Skema Alokasi Dana > > Otsus Papua Diubah > > > > Oleh Muslimin > > > > Senin, 26 Agustus 2019 14:26 WIB > > > > AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan agar skema > > pemberian dana alokasi Otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua > > Barat diubah, agar Dana Alokasi dana Otsus itu tepat sasaran. > > > > "Kita harus ubah, selama ini kan Rp 62 triliun tahun untuk 3,5 juta > > rakyat Papua tapi dalam prakteknya rakyat dikampung-kampung di > > gunung-gunung nyaris nggak terima apa-apa," kata Rizal Ramli dalam > > diskusi bertajuk Ngobrol Bareng RR bertajuk "Papua" di Kawasan > > Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019). > > > > Mantan menteri koordinator perekonomian era presiden RI ke-4 > > Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyarankan agar sistem > > penyalurannya diganti yakni bukan lagi melalui pemerintah pusat > > turun ke pemerintah daerah, namun langsung ke masyarakat Papua dan > > Papua Barat. > > > > Caranya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencetak ATM untuk seluruh > > masyarakat bumi Cendrawasih yang penduduknya berjumlah 3,5 juta > > tersebut. Sebab, Otsus Rp 62 triliun dibagi perpenduduk Papua 3,5 > > juta jiwa maka mereka akan menerima dana Rp 17,7 juta perorang. > > Naasnya, uang Rp 17,7 juta itu belum dirasakan oleh masyarakat di > > Papua dan Papua Barat. > > > > "Sistemnya kita minta BRI kasih ATM sama semua rakyat di Papua > > pertama kasih sama ibu-ibunya, mama-mama, setiap bulan pemerintah > > ngasih 2,5 juta nggak ada masalah itu. Hari ini kan 17,7 juta > > perorang rakyat nggak dapat apa-apa," kata dia. > > > > Oleh karena itu, tegas RR, bila dibuat ATM dan diberi langsung ke > > perorang, masyarakat Papua akan langsung merima manfaat dari Otsus > > itu untuk keperluan mereka. > > > > "Mending Rp 2,5 juta, mereka bisa pakai buat makanan, pendidikan, > > Kesehatan dan itu cara yang lebih bagus. Kalau kita lewat birokrasi, > > birokrasi kita ini korup kok," tukasnya.[] > > > > 2. Aparat Kita Sadis > > > > Penyelesaian Persoalan Papua Jangan Lagi Pakai Militer > > > > EDITOR by EDITOR > > > > 48 mins ago in Nasional > > > > Kronologi, Jakarta – Penyelesaian persoalan di bumi Cendrawasih > > hendaknya menggunakan pendekatan kemanusian. Pendekatan melalui > > pengiriman militer seharusnya ditinggalkan. > > > > Demikian disampaikan oleh mantan menteri koordinator perekonomian > > era presiden Gus Dur, Rizal Ramli, di kawasan Tebet, Jakarta > > Selatan, Senin (26/8/19). > > > > “Kita harus lebih mengutamakan pendekatan kemanusian, damai, dalam > > menyelesaikan mslh Papua jgn lagi menggunakan cara-cara kekerasan, > > cara militeristik,” tegas RR, sapaan karibnya. > > > > Menurut RR, jika pemerintah memakai pendekatan militer justru > > masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap pemerintah pusat. > > Akibatnya, mereka berpotensi mendukung gerakan separatis. > > > > “Cara-cara militer justru memacu ketidakpuasan yang lebih besar.. > > Akhirnya, malah mendorong rakyat mendukung gerakan militer (OPM/KKB > > dll),” paparnya. > > > > Sebaiknya, lanjut RR, Indonesia belajar dari peristiwa Gerakan Aceh > > Merdeka (GAM) dan lepasnya Timor Timor, yang sekarang lepas dan > > merdeka menjadi Timor Leste. Penyebab semuanya, karena pemerintah > > menggunakan pendekatan militer dalam penyelesaian persoalan. > > > > “Seperti terjadi di Aceh, Timor Leste, karena aparat kita sadis, > > hanya menggunakan kekerasan akhirnya rakat biasa bersimpati dengan > > gerakan kemerdekaan Timor Leste ataupun GAM, kita harus belajar,” > > tukasnya. > > > > > > > --- > 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。 > <http://www.avg.com/> http://www.avg.com AVG 2019 | FREE Antivirus & TuneUp for PC, Mac, Android Download FREE antivirus and malware protection. Tune up your PC, Mac and Android devices for peak performance. S...
